Data Partisipasi Warga Difabel pada Pilwalkot Bandung 2018: Tingkat Partisipasi Capai 85 Persen
Tingkat partisipasi warga difabel dalam Pilwalkot 2018 terhitung tinggi. Namun tidak merata.
Reza Khoerul Iman23 Mei 2023

BandungBergerak – Sebagai warga negara Indonesia, partisipasi para difabel memiliki hak pilih yang sama dengan warga negara lainnya dalam mendapatkan perlindungan dan pelayanan pada pemilihan umum (pemilu). Keberadaan suara warga difabel dalam pemilu memperkuat prinsip demokrasi yang inklusif dan partisipatif menghargai semua individu.
Pendataan terkait tingkat partisipasi warga difabel dalam pemilu baru tercatat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai dari tahun 2018. Pada saat itu proses pemilihan umum belum dilakukan secara serentak, sehingga tingkat partisipasi warga difabel menunjukkan hasil yang berbeda mulai tingkat pemilihan wali kota hingga presiden.
Pada Pemilihan Umum Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bandung tahun 2018, KPU Kota Bandung mencatat terdapat 1.442 orang difabel yang memiliki hak pilih. Namun dari jumlah tersebut hanya 1.232 orang atau 85 persennya saja yang menggunakan hak pilih dalam Pilwalkot Bandung.
Dari 30 kecamatan yang terdapat di Kota Bandung, Kecamatan Cicendo jadi wilayah yang memiliki jumlah pemilih difabel tertinggi yakni 116 orang pemilih penyandang difabel. Kecamatan Cicendo sekaligus tercatat sebagai kecamatan dengan tingkat partisipasi warga difabel tertinggi dengan 112 pemilih atau setara yang menggunakan hak pilihnya.
Sebaliknya, Kecamatan Rancasari menjadi wilayah dengan pemilih yang merupakan penyandang difabel terendah yakni 23 orang pemilih difabel. Tingkat partisipasi penyandang difabel di kecamatan tersebut hanya 16 pemilih difabel yang menggunakan hak pilihnya.
Meski demikian, Kecamatan Ujungberung menjadi daerah dengan tingkat partisipasi warga difabel terendah. Di kecamatan tersebut dari 47 pemilih difabel, hanya 9 orang yang menggunakan hak pilihnya.
Penting untuk memastikan bahwa hak suara penyandang difabel diakui dan terlaksana dengan baik dalam pemilu melalui langkah-langkah seperti aksesibilitas pemilihan, penyediaan informasi yang dapat diakses, pendidikan pemilih, dan dukungan yang tepat bagi warga negara dengan disabilitas. Hal ini akan membantu memastikan bahwa mereka dapat berpartisipasi secara penuh dan setara dalam proses pemilihan.
Tanggapanmu
0Ruang berdialog yang santun, bebas dari ujaran kebencian dan fitnah. Komentar dimoderasi redaksi sebelum ditayangkan.
Tuliskan Tanggapan Anda
Belum ada tanggapan pada artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Baca juga
Data 10 Tender dengan Nilai Teratas di Kota Bandung Tahun 2025: Pembangunan Fisik Masih Mendominasi
Pekerjaan konstruksi menjadi jenis pengadaan terbesar di Kota Bandung. Namun besarnya belanja modal belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi.
Muhammad Jadid Alfadlin26 Juni 2026
DATA INFLASI DI KOTA BANDUNG: Mei 2026 Bandung Jadi Kota dengan Inflasi Tertinggi di Jawa Barat, Harga Pangan Masih Jadi Pemicu Utama
Kenaikan harga barang dan jasa yang dirasakan warga Bandung berlangsung sedikit lebih cepat dibandingkan rata-rata daerah lain di Jawa Barat maupun Indonesia.
Reza Khoerul Iman24 Juni 2026
DATA SKOR INDEKS HAM KOTA BANDUNG 2020-2024: Tidak Kunjung Membaik
Hasil pengukuran yang dilakukan Lokataru Foundation menunjukkan, Indeks HAM Kota Bandung dalam empat tahun terakhir tidak menunjukkan perbaikan.
Reza Khoerul Iman2 Agustus 2025



