Data Indeks Kelayakan Huni Kota Bandung 2018, Lengkong Paling Tinggi, Kiaracondong Paling Rendah
Lengkong menjadi kecamatan dengan nilai indeks kelayakan huni tertinggi di Kota Bandung. Sebaliknya, Kiaracondong menjadi yang paling rendah.
Sarah Ashilah12 Januari 2022

BandungBergerak.id - Pada tahun 2018, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung mengadakan survei untuk mengukur indeks kota layak huni (Livable City) di setiap kecamatan. Ada tiga konsep yang dapat dijadikan metode pengukuran kelayakan huni sebuah wilayah atau kota, yakni bekerja, tinggal, dan bermain (work, live, and play).
Kelayakan menurut konsep work atau bekerja diukur dari kualitas transportasi, ekonomi, dan pekerjaan, serta pendidikan. Berikutnya, kelayakan menurut konsep live (tingggal) diukur dari segi sosial demokrasi, lingkungan hidup, dan kesehatan. Konsep yang terakhir, yakni play atau bermain, diukur berdasarkan tata ruang dan rekreasi.
Survei Diskominfo Kota Bandung ini tidak hanya menitikberatkan pada persepsi masyarakat yang bersifat subjektif namun juga data objektif sebagai indikator dalam mengukur indeks kelayakan huni.
Merujuk survei, Lengkong merupakan kecamatan dengan indeks kelayakan huni tertinggi di Kota Bandung dengan 8,8 poin, disusul Sumurbandung (8,7 poin) dan Bandung Wetan (8,6 poin).
Sementara itu, Kiaracondong dengan indeks kelayakan huni paling rendah, disusul Kecamatan Astanaanyar, Bandung Kulon, Batununggal, dan Mandalajati dengan masing-masing 6,7 poin.
Di tahun yang sama, Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) melakukan penelitian mengenai kota layak huni di Indonesia. Hasilnya, tiga kota metropolitan, yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya, sebagai kota tak layak huni.
Ketua Umum IAP Bernardus Djonoputro saat itu mengatakan, survei persepsi oleh warga yang dilakukan di 25 kota itu dilakukan dengan cara tatap muka dengan melibatkan 3 ribu responden. Mereka diminta memberikan pendapat tentang masing-masing kota yang mereka tinggal. Tidak memberikan peringkat, survei ini hanya memberikan gambaran tentang bagaimana warga memandang kotanya sendiri.
Tanggapanmu
0Ruang berdialog yang santun, bebas dari ujaran kebencian dan fitnah. Komentar dimoderasi redaksi sebelum ditayangkan.
Tuliskan Tanggapan Anda
Belum ada tanggapan pada artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Baca juga
Data 10 Tender dengan Nilai Teratas di Kota Bandung Tahun 2025: Pembangunan Fisik Masih Mendominasi
Pekerjaan konstruksi menjadi jenis pengadaan terbesar di Kota Bandung. Namun besarnya belanja modal belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi.
Muhammad Jadid Alfadlin26 Juni 2026
DATA INFLASI DI KOTA BANDUNG: Mei 2026 Bandung Jadi Kota dengan Inflasi Tertinggi di Jawa Barat, Harga Pangan Masih Jadi Pemicu Utama
Kenaikan harga barang dan jasa yang dirasakan warga Bandung berlangsung sedikit lebih cepat dibandingkan rata-rata daerah lain di Jawa Barat maupun Indonesia.
Reza Khoerul Iman24 Juni 2026
DATA SKOR INDEKS HAM KOTA BANDUNG 2020-2024: Tidak Kunjung Membaik
Hasil pengukuran yang dilakukan Lokataru Foundation menunjukkan, Indeks HAM Kota Bandung dalam empat tahun terakhir tidak menunjukkan perbaikan.
Reza Khoerul Iman2 Agustus 2025



