Data Jumlah Kelurahan di Kota Bandung yang Menerapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Tuntas 100 Persen per 2020
Seluruh kelurahan di Kota Bandung diklaim telah menerapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) per 2020. Buang Air Besar Sembarangan masih jadi masalah besar.
Sarah Ashilah11 Januari 2022

BandungBergerak.id - Banyak faktor mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat. Selain pelayanan kesehatan yang baik, ada juga faktor perilaku hidup warga dan lingkungan yang bersih. Kedua faktor ini erat kaitannya dengan mutu sanitasi.
Untuk menciptakan sebuah lingkungan dan perilaku hidup yang sehat, pemerintah menggulirkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang memberikan fokus pada lima pilar, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Makanan dan Minuman Rumah Tangga (PAM-RT), Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PS-RT), dan terakhir Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga (PLC-RT).
Di Kota Bandung, jumlah kelurahan yang menerapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat mengalami penambahan signfiikan dalam enam tahun terakhir. Di tahun 2014, hanya ada 24 kelurahan dari 115 kelurahan di Kota Bandung yang menerapkan program STBM. Di tahun 2020, tercatat sudah 100 persen kelurahan menerapkan STBM.
Baca Juga: Data Jumlah Rumah Sehat di Kecamatan Buah Batu Kota Bandung 2015-2020, Berkurang 10.231 Unit di Tahun 2019
Data Jumlah Rumah Sehat di Kecamatan Bojongloa Kaler 2015-2020, Anjlok di Dua Tahun Terakhir
Meski sudah semua kelurahan di Kota Bandung diklaim menerapkan STBM, bukan berarti semua pilar program ini tuntas dipraktikkan. Merujuk dokumen Profil Kesehatan Kota Bandung 2020, kita mengetahui bahwa pilar pertama STBM, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan, baru diterapkan di 17 kelurahan. Pada tahun 2015, kelurahan pertama yang menerapkan SBS adalah Kelurahan Rancanumpang. Menyusul kemudian Kelurahan Cihapit, Ciateul, Paledang, dan Manjahlega pada tahun 2017.
Kelurahan Citarum tuntas menerapkan SBS pada tahun 2018. Lalu Antapani Tengah menyusul setahun berselang. Pada tahun 2020, bertambah 10 kelurahan di Kota Bandung yang tuntas menerapakan SBS, yakni Cipadung, Kidul Mekarmulya, Cimincrang, Rancabolang, Cisaranten Kidul, Cisaranten Kulon, Derwati, Cipamokolan, Mekarjaya, dan Sarijadi.
Tanggapanmu
0Ruang berdialog yang santun, bebas dari ujaran kebencian dan fitnah. Komentar dimoderasi redaksi sebelum ditayangkan.
Tuliskan Tanggapan Anda
Belum ada tanggapan pada artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Baca juga
Data 10 Tender dengan Nilai Teratas di Kota Bandung Tahun 2025: Pembangunan Fisik Masih Mendominasi
Pekerjaan konstruksi menjadi jenis pengadaan terbesar di Kota Bandung. Namun besarnya belanja modal belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi.
Muhammad Jadid Alfadlin26 Juni 2026
DATA INFLASI DI KOTA BANDUNG: Mei 2026 Bandung Jadi Kota dengan Inflasi Tertinggi di Jawa Barat, Harga Pangan Masih Jadi Pemicu Utama
Kenaikan harga barang dan jasa yang dirasakan warga Bandung berlangsung sedikit lebih cepat dibandingkan rata-rata daerah lain di Jawa Barat maupun Indonesia.
Reza Khoerul Iman24 Juni 2026
DATA SKOR INDEKS HAM KOTA BANDUNG 2020-2024: Tidak Kunjung Membaik
Hasil pengukuran yang dilakukan Lokataru Foundation menunjukkan, Indeks HAM Kota Bandung dalam empat tahun terakhir tidak menunjukkan perbaikan.
Reza Khoerul Iman2 Agustus 2025



