Data Jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Pelaku Usaha Kecil dan Menengah yang Terdaftar di Kota Bandung Tahun 2021
Jumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung tercatat jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Urusan pendataan.
Sarah Ashilah22 Juni 2023

BandungBergerak.id - Jumlah pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Bandung menunjukkan perbedaan yang signifikan. Jumlah pelaku UMKM jauh lebih banyak dibandingkan jumlah PKL. Padahal, jika dilihat secara kasat mata, pedagang kaki lima bisa kita temui nyaris di setiap sudut jalan Kota Bandung.
Merujuk data Dinas Koperasi dan Usaka Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kota Bandung, jumlah pedagang kaki lima tercatat sebanyak 4.619 orang pedagang, sedangkan pelaku UMKM berjumlah 6.140 orang pelaku usaha. Bisa jadi banyak pedagang kaki lima belum mendaftarkan diri atau memang tidak terdata. Itulah kenapa jumlah PKL, yang menjadi bagian dari sektor informal, tercatat lebih sedikit dibandingkan pelaku UKM.
Salah satu program yang pernah dilakukan Pemkot Bandung untuk PKL adalah penerbitan kartu PKL. Digulirkan pada 2014 lalu, program ini dicita-citakan tidak berhenti pada pendataan jumlah, tapi bahkan sampai pada pemberian bantuan. Baik pelatihan maupun permodalan. Tak lagi kedengaran gaungnya, entah seperti apa nasib program ini sekarang.
Jumlah pedagang kaki lima memang bergerak dinamis. Di situs Sistem Informasi Pedagang Kaki Lima (SIPKL) per bulan Juli 2021, sebanyak 22.003 orang pedagang kaki lima (PKL) terdaftar oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kota Bandung. Jumlah ini terlihat sangat jomplang bila dibandingkan jumlah PKL yang ditampilkan di situs web dinas yang sama.
Dari 22.003 orang pedagang kaki lima yang terdaftar tersebut, diketahui bidang fesyen dan kuliner merupakan dua jenis usaha yang paling banyak dilakoni oleh PKL. Jumlahnya masing-masing terdiri dari 11.783 orang dan 9.712 orang. Jenis-jenis produk lainnya yang dijual PKL antara lain mencakup peralatan rumah tangga, peralatan elektorik, dan kerajinan tangan.
Baca Juga: Data Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Bandung 2021, Terbanyak di Kecamatan Regol
Data Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung 2011-2020, Anjlok Menjadi -2,28 Persen di Tahun Pandemi
Tanggapanmu
0Ruang berdialog yang santun, bebas dari ujaran kebencian dan fitnah. Komentar dimoderasi redaksi sebelum ditayangkan.
Tuliskan Tanggapan Anda
Belum ada tanggapan pada artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Baca juga
Data 10 Tender dengan Nilai Teratas di Kota Bandung Tahun 2025: Pembangunan Fisik Masih Mendominasi
Pekerjaan konstruksi menjadi jenis pengadaan terbesar di Kota Bandung. Namun besarnya belanja modal belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi.
Muhammad Jadid Alfadlin26 Juni 2026
DATA INFLASI DI KOTA BANDUNG: Mei 2026 Bandung Jadi Kota dengan Inflasi Tertinggi di Jawa Barat, Harga Pangan Masih Jadi Pemicu Utama
Kenaikan harga barang dan jasa yang dirasakan warga Bandung berlangsung sedikit lebih cepat dibandingkan rata-rata daerah lain di Jawa Barat maupun Indonesia.
Reza Khoerul Iman24 Juni 2026
DATA SKOR INDEKS HAM KOTA BANDUNG 2020-2024: Tidak Kunjung Membaik
Hasil pengukuran yang dilakukan Lokataru Foundation menunjukkan, Indeks HAM Kota Bandung dalam empat tahun terakhir tidak menunjukkan perbaikan.
Reza Khoerul Iman2 Agustus 2025



