• Cerita
  • KABAR DARI REDAKSI: Musim Semi Literasi Bandung Mekar di Tengah Bayang Represi

KABAR DARI REDAKSI: Musim Semi Literasi Bandung Mekar di Tengah Bayang Represi

Dari komunitas baca hingga penerbit independen, geliat literasi di Bandung terus bertahan dan bersiasat, melawan pembungkaman dengan solidaritas.

Keberanian untuk mulai membaca dan menyebarkan pengetahuannya. (Ilustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

Penulis Tim Redaksi30 April 2026


BandungBergerak - Bandung punya dinamika panjang tentang literasi. Setiap kali iklim literasi memasuki musim semi, tak jarang badai menyerang untuk memangkas tunas dan pucuk yang baru bermunculan. Dan setiap kali tantangan itu datang menghadang, setiap kali itu pula geliat literasi di Bandung bersiasat dan bertahan.

Dalam satu fasenya, geliat literasi di Bandung mulai menguat sejak 2022. Diskusi buku maupun ruang-ruang baca alternatif secara konsisten tumbuh dan tersebar di berbagai titik se-Bandung Raya. Panitia Jumaahan di Kedai Jante menjadi salah satu forum diskusi buku yang diselenggarakan rutin setiap Jumat. Sementara komunitas baca tumbuh bak jamur di musim hujan, ada Kumbang Book Club, Puspa Baca, Kembang Kata, Bandung Book Party, dan lainnya.

Gelombang demonstrasi Agustus-September 2025 lalu turut berdampak pada musim semi literasi Bandung yang berujung penangkapan massal dan penyitaan buku sebagai barang bukti. Pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru per-Januari 2026 juga menambah kekhawatiran. Beberapa pasal di dalam KUHP baru dinilai karet, dapat mengancam kebebasan berekspresi dan mengkriminalisasi pemikiran dengan buku yang dituding menjadi titik pangkalnya.

Namun, para pegiat literasi tak diam. Bersiasat menjadi jalan yang harus diambil untuk mempertahankan geliat literasi yang tengah bersemi dan bermekaran. Di bawah bayang-bayang represi, komunitas baca, ruang baca alternatif, hingga penerbit di Bandung Raya terus berupaya menemukan celah-celah untuk tetap tumbuh, mekar, hingga menjulang.

Iklim literasi punya roh yang sama, bahwa bayang-bayang represi ataupun ancaman hukum tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti. Jalan literasi Bandung bukan tumbuh kemarin sore. Ketika mereka menghadapi ancaman, justru mereka menemukan momentum memperkuat solidaritas, alih-alih membuat gerakan baca kembali ke titik nol.

Musim Semi Literasi Bandung adalah topik baru yang diterbitkan BandungBergerak di laman Teras.id. Tim liputan yang terdiri dari Salma Nur Fauziyah, Fitri Amanda, dan Retna Gemilang telah melakukan reportase lapangan, mewawancarai narasumber, serta menggali data dan dokumen untuk menyuguhkan 10 tulisan mendalam dalam serial Musim Semi Literasi.

Selain tiga laporan utama, kami juga menyuguhkan cerita-cerita lain. Di antaranya, kisah perjuangan penulis menghidupi karyanya, zine sebagai media alternatif yang makin digandrungi orang muda, kisah penerbitan kiri di Bandung yang menghadapi represi dan dominasi toko besar, serta hadirnya Aliansi Perpustakaan Independen (API) sebagai wadah solidaritas di Bandung Raya.

Kami juga mengulas beberapa kisah represif yang dialami kelompok baca, lalu penelusuran jejak literasi di Bandung pada masa Kolonial. Tak hanya itu, kami menerbitkan sebuah infografis berisi 35 titik peta literasi Bandung 2026. Peta literasi itu menunjukkan bahwa ruang literasi terus tumbuh sebagai ekosistem alternatif di tengah keterbatasan akses membaca.

Kami juga perlu menginformasikan bahwa sebagian besar dari sepuluh tulisan yang diterbitkan di Teras.id adalah konten berbayar. Ini merupakan bagian dari inisiatif kolaborasi antara media daring lokal di seluruh Indonesia, yang bekerja sama dengan Teras.id untuk menyajikan liputan berkualitas. Melalui inisiatif ini, kami mengundang publik untuk berpartisipasi dengan berlangganan konten eksklusif yang disediakan oleh media-media daring lokal.

Adapun sepuluh tulisan serial Musim Semi Literasi Bandung adalah sebagai berikut:

  1. Tetap Melapak di Bawah Bayangan Represi
  2. Musim Semi Pegiat Literasi Bandung
  3. Peta Literasi Bandung 2026
  4. Zine, Praktik Media Alternatif
  5. Bandung, Panggung Komunitas Literasi
  6. Jalan Sunyi Karya Sastra Tukang Batagor
  7. Membangun Ruang Literasi alternatif dari Cimahi
  8. Medan Prijaji dan Jejak Literasi Bandung
  9. Siasat Menumbuhkan Rimba Literasi
  10. Represi dan Tantangan Pasar Buku

 

Selamat membaca, Kawanbergerak!

Salam,

 

Redaksi BandungBergerak

*Kabar dari Redaksi ini ditulis reporter BandungBergerak Awla Rajul 

Editor: Iman Herdiana

COMMENTS

image
//