Menulislah bersama kami dengan mengirimkan esai ke [email protected]. Simak informasi lengkapnya di sini.

Rampak sekar yang diiringi oleh rampak kecapi pada acara bertema Pakalangan Kaul, Lustrum Unpad ka-XIII, di Aula Unpad, Sanusi Hardjadinata, Jalan Dipati Ukur, Bandung, 30 Agustus 2022. (Foto: Abizar Algifari/penulis)

JURNAL BUNYI #18: Pakalangan Kaul (Lawas yang Dirindukan)


Sepuluh orang paruh baya memainkan kecapi secara bersamaan pada acara Lustrum Unpad. Sampai kapan kesenian tradisi kita dikonotasikan dengan kata kolot?


Voice Of Baceprot, Perempuan dan Musik Metal

Penulis

Indra Prayana


Voice of Baceprot atau (VOB) melemparkan memori saya pada Bandung dekade 90-an. Saat itu banyak sekali anak-anak muda Bandung yang menggandrungi musik underground.

JURNAL BUNYI #17: Apa Pentingnya Mengenal Alat Musik Tradisi Sunda (Daerah)?


Ada pandangan bahwa gitar, piano, violin, dan alat musik tradisi barat lainnya adalah musik modern. Modern dari mananya? Setiap alat musik memiliki sejarah panjang.

Ekowisata Hutan Mangrove Pangandaran, Belum Pulih Akibat Pandemi


Orang yang mengunjungi ekowisata mangrove Pangandaran berkurang drastis sejak 3 tahun terakhir, 2019-2022 akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

JURNAL BUNYI #16: Warna-Warni Pertunjukan Wayang Golek


Pertunjukan wayang golek tak sebatas pertunjukan seni; ada harga diri, pengakuan, dan loyalitas, yang ingin dibangun oleh si pemilik hajat.

Jurnal Bunyi #15: Catatan Sontak 3 Hari Ke-3


Yang saya yakini, improvisasi bebas dalam Sontak 3 merupakan ekspresi yang murni, jujur, tulus, ikhlas, tanpa pamrih dari para penyajinya.

Jurnal Bunyi #14: Catatan Sontak Hari Ke-2


Tapi dalam pertunjukan improvisasi Sontak 3 ini, mereka sebenarnya secara tidak langsung telah memperkenalkan diri; melalui bunyi yang mereka hasilkan.

JURNAL BUNYI #13: Catatan Sontak 3 Hari Ke-1


Sontak berusaha meruntuhkan sekat antara seniman dan akademisi yang terjadi selama ini, lebih baik dihentikan dan dibebaskan.

Badminton Tak Lagi di Mana-mana: Sebuah Ingatan tentang GOR Soekarno Hatta

Penulis

Edi Sutardi


Masa jaya GOR Soekarno Hatta Bandung, yang kini rata dengan tanah, menggoreskan banyak kenangan. Teriakan para pemain badminton terdengar gemanya hingga ke gang.

CERITA DARI BANDUNG BARAT #4: Perlawanan Antikolonial di Balik Manisnya Wajit Cililin


Penjualan wajit Cililin sempat mendapat penentangan dari golongan menak dan pemerintah Hindia Belanda. Mereka beralasan bahwa beras ketan adalah makanan elite.

Lihat Semua