Pengunjung membaca buku di tengah pameran Ramadhan Post Book 2021 di Gedung Graha Pos, Jalan Banda, Bandung, 18 April 2021. Ramadhan Post Book merupakan pameran buku pertama yang digelar di Bandung di masa pandemi. (Foto: Virliya Putricantika/BandungBergerak.id)

Festival Bantu Teman: Aksi Solidaritas Bantu Pekerja Perbukuan

Penulis Delpedro Marhaen14 September 2021

Sebelum pagebluk, para pekerja perbukuan sudah kena gebuk secara finansial karena rentannya sistem pendapatan mereka.


Pemuda Bandung Termakan Revolusi, Sejarah Jalan Mohamad Toha dan Mohamad Ramdan

Penulis Iman Herdiana5 Agustus 2021

Mohamad Toha dan Mohamad Ramdan, dua pemuda di zamannya, mereka mewarnai rangkaian peristiwa Bandung Lautan Api.

Menggali Warisan Ajip Rosidi

Penulis Iman Herdiana30 Juli 2021

Hawe Setiawan tertawa lepas ketika disebut sebagai pewaris “harta” peninggalan Ajip Rosidi.

Sarapan Pagi di Bandung era Hindia Belanda

Penulis Iman Herdiana4 Juni 2021

Tidak sedikit warga pribumi yang ikut makan roti seperti orang Belanda. Sebaliknya, orang Belanda berusaha beradaptasi makan nasi.

Buku Bajakan Bandung: Toko Buku Nakal Cukup Tahu sama Tahu

Penulis Iman Herdiana28 Mei 2021

Selain buku Tere Liye, buku sejarah Bandung yang ditulis Haryoto Kunto sudah lama kena bajak.

Mesin Waktu Bernama Kartu Pos Bandung

Penulis Iman Herdiana2 Mei 2021

Sejak pertama kali tinggal di Bandung pada tahun 1954, Sudarsono Katam menyaksikan banyak perubahan yang dialami Kota Bandung. 

Bincang Buku Bandung dalam Kartu Pos di Ramadhan Post Book

Penulis Iman Herdiana28 April 2021

Sudarsono Katam lulusan ITB yang menulis lebih dari 10 buku tentang Bandung. Ia juga aktif di Bandung Heritage.

Tadarus Teks Pidato Sang Penggagas Konferensi Asia Afrika

Penulis Iman Herdiana24 April 2021

KAA dihelat untuk menyikapi dunia yang terancam perang nuklir Blok Komunis yang dipimpin Uni Soviet-RRC versus Blok Barat yang dipimpin Amerika.

Wanggi Hoed, Melawan lewat Pantomim

Penulis Tri Joko Her Riadi24 April 2021

Bagi Wanggi Hoed, pantomim tidak pernah berhenti menjadi sekadar hiburan. Pantomim menjadi laku menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan.

Colenak Murdi dan Sate Madrawi Jamuan KAA 1955

Penulis Iman Herdiana21 April 2021

Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru, mampir ke rumah makan ini dan nyaris minum air kobokan.

Lihat Semua