Media sosial, yang sekarang banyak digunakan oleh para pejabat, bukan teknologi netral. (Ilustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

Citra Rakyat Dedi Mulyadi

PENULIS

M Fauzi Ridwan


Citra yang dibangun Dedi Mulyadi tidak cukup hanya berada di permukaan untuk menyenangkan rakyat di media sosial.


MAHASISWA BERSUARA: Kebohongan atas Anarkisme Perlu ditinjau Kembali


Mengapa diksi “Anarkis” dapat dengan normal masuk ke dalam telinga sebagai pengganti diksi “kekacauan”?

Kapan Ruang Publik Kita Merdeka dari Bayang-bayang Chilling Effect?

Penulis

Mugi Muryadi


Kasus Andrie Yunus menjadi ujian nyata bagi komitmen negara terhadap demokrasi. Penanganan yang transparan dan akuntabel menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar.

MAHASISWA BERSUARA: Dari Karya ke Korupsi, Sebuah Kritik pada Cara Hukum Menilai Kasus Amsal Sitepu


Hukum tidak boleh menjadi alat yang menakut-nakuti atau mengekang kreativitas masyarakat.

Anak Bukan Angka: Kritik Ibu atas Program Makan Bergizi Gratis


Persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya distribusi, tetapi juga kualitas dan kesiapan sistem yang belum matang.

DARI BERANDA PUSTAKA JAYA #6: Kumpulan Puisi Pertama

Penulis

Hafidz Azhar


Buku Puspa Mega berisi 35 puisi karya Sanusi Pane menjadi buku puisi pertama yang diterbitkan Pustaka Jaya.

Gentengisasi dan Punahnya Kearifan Lokal


Secara tradisional orang Indonesia lebih mengenal ijuk atau sirep dan atap-atap yang tidak bersinggungan dengan elemen tanah.

MAHASISWA BERSUARA: Melihat Peran Driver Ojol yang menjadi Tulang Punggung Peradaban Jatinangor


Driver ojek online (ojol) memprotes pembatasan akses masuk kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor, Sumedang. Membuat mahasiswa parno.

SUDUT LAIN BANDUNG: Reformasi Jilid II #4: Gerakan Kebudayaan dan Masa Depan Republik

Penulis

Abah Omtris


Apakah ruang-ruang kebudayaan masih mampu menjaga tradisi yang menjadi napasnya, menjadi ruang di mana gagasan dipertarungkan dan pikiran kritis diperbaiki?

Literatur Terkait Indonesia di Masa Uni Sovyet, Cerminan Apa?

Penulis

Anton Solihin


Anggaplah tulisan ini semacam pengantar untuk hal-hal umum menyangkut literasi Uni Sovyet hingga Rusia yang terkait Indonesia pada rentang (1922-1991).

Lihat Semua
image
image
//