Para nayaga, pengiring kesenian Ronggeng Gunung dengan 3 kenong sebagai alat musik utama dan sinden dengan nyanyian khasnya. (Foto : Merrina Listiandari)

Situs Batu Kalde #3: Saat Mitos Ronggeng Gunung dan Aria Sapi Gumarang Menjadi Pelindung Sejarah


Situs Batu Kalde berkelindan dengan Ronggeng Gunung dan Aria Sapi Gumarang dari Kerajaan Pananjung.


PELAJAR BERSUARA: Ketika Proyek Underpass dan Pemeliharaan Jembatan Dikerjakan Berbarengan di Kota Cimahi


Kemacetan di Kota Cimahi semakin memburuk karena proyek underpass Jalan Gatot Subroto dan pekerjaan pemeliharaan jembatan di Jalan Raden Demang Hardja Kusumah.

MAHASIWA BERSUARA: Menelusuri Penyebab Banjir di Kampung Situ PPI Lembang


Persoalan banjir di Kampung Situ PPI Lembang tak bisa dilepaskan dari perubahan fungsi kawasan tersebut.

MAHASISWA BERSUARA: Bahasa Tongkrongan dan Etika Berbahasa Anak Muda


Tantangan terbesar anak muda saat ini adalah hilangnya kepekaan kontekstual saat berinteraksi.

Sudahkah Guru Menjadi Intelektual Publik?


Berbicara tentang guru sebagai intelektual publik adalah pembicaraan tentang masa depan pendidikan.

Prasasti Kawali dan Cermin Pemimpin Masa Kini


Prasasti Kawali tidak hanya bercerita tentang raja, tetapi juga tentang bagaimana sebuah kerajaan ingin dikenang.

Di Kota yang Makin Menyebalkan Ini, Kita Terus Menua Sementara Nyawa Pesepeda Berjatuhan di Jalan Raya


Dua kematian dalam waktu kurang dari dua bulan tidak semestinya dibaca sebagai dua peristiwa yang berdiri sendiri-sendiri.

Sum Kuning dan Kekerasan pada Perempuan yang Terus Berulang

Penulis

Fudla Sahila


Hari ini kita bertanggung jawab untuk memastikan tidak ada lagi Sum Kuning baru yang dibungkam.

KABANDANG LEMBANG #3: Melarung Trauma Sejarah Masa Lalu di Lapangan Sinapeul


Warga Desa Gudang Kahuripan berhasil meredam cerita kelam Lapangan Sinapeul dengan gelombang keriaan warga yang memanfaatkan keberadaan lapangan itu.

MALIPIR #58: RTH dan Ensi

Penulis

Hawe Setiawan


Rachmat Taufiq Hidayat (RTH) sedang menyiapkan karya utamanya yakni Ensiklopedi Sastra Nusantara, yang dikabarkan telah menghasilkan sekitar 4.000 entri rintisan.

Lihat Semua
image
//