Sampah besar bekas karnaval kemerdekaan teronggok dan berserakan di pinggir jalan hingga menutupi gerbang masuk sebuah rumah. (Foto: Nurul Maria Sisilia)

CATATAN DARI BANDUNG TIMUR #100: Ketika Cicalengka Belum Siap Merayakan Dirinya


Ketika ruang perayaan saat karnaval Hari Kemerdekaan dibuka lebar-lebar, kita justru menyaksikan sebuah kegagalan kolektif dalam menafsirkan identitas daerah.


Melanjutkan Jejak Tak Tuntas: Dari Soewalan ke Sualan

Penulis

Rinaikelana


Apakah Sualan Prospek yang tercatat dalam literatur geologi merupakan Gunung Sualan di Kabupaten Bandung yang selama ini kami daki?

CATATAN DARI BANDUNG TIMUR #99: Ketika Arak-arakan Hari Kemerdekaan Menjadi Amukan di Cicalengka


Para jagoan mabuk justru datang ketika warga sedang merayakan kemerdekaan, lalu menjadikan kegembiraan sebagai kegaduhan.

Jernih Membaca Elektabilitas Dedi Mulyadi

Penulis

Ronny P Sasmita


Angka elektabilitas hanya menunjukkan besarnya dukungan, bukan karakter dukungan.

MAHASISWA BERSUARA: Faculty of Wonder dan Matinya Skeptisisme Profesional


Hilangnya skeptisisme di kehidupan sehari-hari membuat seseorang lebih rentan terhadap manipulasi narasi, disinformasi digital, maupun relasi yang toksik.

CATATAN SI BOB #40: Setelah Trik Putu Wijaya

Penulis

Bob Anwar


Monolog “Trik” karya Putu Wijaya bercerita tentang orang yang mencintai negerinya dengan gelisah, yang menolak berpura-pura tak melihat apa yang keliru.

Ada Apa dengan War Ticket Nonton Upacara Peringatan Kemerdekaan di Istana Negara

Penulis

Mang Sawal


Jika kemerdekaan adalah milik bersama, maka pengalaman merayakannya tidak semestinya menjadi privilese yang diperebutkan lewat adu cepat jari-jari di layar ponsel.

Indonesia Merdeka, tapi untuk Siapa?


Kita mengibarkan bendera tinggi-tinggi, namun membiarkan cita-cita pendidikan dan kemanusiaan terbenam makin dalam.

CERITA GURU: Buku dan Guru, Dua Entitas yang Diabaikan Negara


Sejarah telah mencatat bahwa pengabaian negara pada literasi dan pendidikan adalah jalan yang paling sempurna menuju era gelap suatu peradaban.

Kabinet Bayangan dan Batas Imajinasi Oposisi Masyarakat Sipil


Apakah keberadaan kabinet bayangan dapat memperbesar kapasitas warga dan organisasi warga untuk mengawasi dan memengaruhi kekuasaan?

Lihat Semua
image
//