MAHASISWA BERSUARA: Petani Indramayu dalam Pusaran Kapitalisme Agraria

PENULIS
Akmal Maulana
Produktivitas tinggi pertanian di Indramayu justru berjalan beriringan dengan jeratan utang pada para petani.
Militerisasi ASN dan Ancaman Tersembunyi bagi Profesionalisme Sipil

Penulis
Salman A Ridwan
Ketahanan nasional tidak harus dibangun melalui militerisasi birokrasi, melainkan melalui penguatan institusi sipil dan kepercayaan warga terhadap negara.
MAHASISWA BERSUARA: Aksesibilitas yang Terpinggirkan di Stasiun Kiaracondong Bandung

Penulis
Fauziansyah Hartadi
Ramp yang curam dan sempit menjadi satu-satunya akses menuju Skybridge Stasiun Kiaracondong. Menyulitkan penumpang lansia, ibu hamil, serta penyandang disabilitas.
Dari Lidah Turun ke Kibor

Penulis
Mang Sawal
Teknologi membawa tantangan baru. Bukan hanya soal kapasitas, tapi juga keabadian, aksesibilitas, dan etika. Siapa yang mengontrol pengetahuan?
Perubahan Iklim dan Erosi Varietas Padi Lokal

Penulis
Johan Iskandar
Berbagai varietas padi lokal di Tatar Sunda sudah banyak yang punah terdesak oleh varietas padi unggul.
MAHASISWA BERSUARA: Ketika Krisis Agraria Menjadi Krisis Ekologi

Penulis
Muhamad Akbaruddin Ramadhani
Munculnya persoalan agraria menjadi tanda bahwa sistem produksi pangan global telah mencapai batas ekologisnya.
MAHASISWA BERSUARA: Cengkeraman Neoliberalisasi Pendidikan dan Resistensi-resistensi Kecil yang Bisa Kita Upayakan

Penulis
Yoga Firdaus
Pada akhirnya kita pun menyadari akar masalahnya: bukan karena kampus “gagal berbisnis”, melainkan justru karena kampus memang berbisnis dalam kerangka kapitalis.
SUDUT LAIN BANDUNG: Memetakan Kebudayaan, Menghidupkan Kota

Penulis
Abah Omtris
Tanpa pemetaan berbasis wilayah, kebijakan akan bersifat umum. Program dibuat dengan pendekatan seragam untuk konteks yang berbeda.
Sebelum Kritik Mati: Pertanggungjawaban Juri Sayembara Esai Mahasiswa Bersuara 2025

Penulis
Tim Redaksi
Sayembara Esai Kritis Mahasiswa Bersuara boleh jadi adalah sebuah usaha mungil untuk merawat kritik. Ada 380 naskah esai dari 331 orang mahasiswa di 90 kampus.
Ketika Buku Seorang Anak SD di NTT Lebih Mahal dari Janji Negara

Penulis
Mochamad Taufik
Negara harus hadir dalam bentuk paling dasar yaitu keadilan sosial untuk mendapatkan pendidikan yang layak.








