MAHASISWA BERSUARA: Mengapa Perubahan Anggaran oleh Pemerintah Harus Dibatasi?
Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan batas antara fleksibilitas administratif pemerintah dan perubahan kebijakan anggaran yang bersifat substantif.
MAHASISWA BERSUARA: Paradoks dalam Pengelolaan di Hutan Indonesia

Penulis
Fabian Satya Rabani
Perubahan tutupan hutan dipengaruhi oleh keputusan penggunaan lahan, ekspansi komoditas, pembangunan infrastruktur, dan pelaksanaan perizinan.
SUDUT LAIN BANDUNG: Dari Jaring Pengaman Sosial ke Jaring Pengaman Kekuasaan

Penulis
Abah Omtris
Mengapa pemenuhan kebutuhan dasar warga lebih sering dibingkai sebagai program bantuan, seolah-olah negara sedang bermurah hati kepada rakyatnya?
Unfinished Nation: di antara Poulantaz, Sejarah Indonesia, Agensi, Kepeloporan, dan Negara

Penulis
Fauzan Anwar Z
Sejarah 1945–1965 penting untuk dibaca kembali untuk melihat bahwa Indonesia pernah menjadi arena pertarungan berbagai kemungkinan sosial-politik.
MAHASISWA BERSUARA: Kota Bandung Tumbuh, tapi untuk Siapa?

Penulis
Handika Aulianto Salim
Apakah pertumbuhan ekonomi Kota Bandung sudah terasa di meja makan warga, dalam kesempatan mendapatkan pekerjaan, dan penghasilan yang bisa disisihkan setiap bulan?
PAYUNG HITAM #81: Dari Taman Cikapayang ke Taman Film, Mengembalikan Sepak Bola Kepada Semua

Penulis
Chan
Kami ingin mengingat kembali bahwa sepak bola tumbuh melalui pertemuan, kegembiraan bersama, dan hubungan sosial yang tidak selalu membutuhkan transaksi.
Mentalitas Mohon Izin

Penulis
Hysa Ardiyanto
Di dalam kampus merebak budaya minta izin yang mereduksi kemandirian berpikir dan berpendapat. Dampak bawah sadar dari kekuasaan yang kian merasuk ke dunia akademik?
Ruang Publik yang Bising Usai Sidang MK Soal Ijazah Wapres Gibran

Penulis
Mang Sawal
Apa yang sebenarnya diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK), pertanyaan apa saja yang saling bertabrakan, dan mengapa percakapan kita begitu gampang jadi kebisingan?
MAHASISWA BERSUARA: Merawat Ingatan di Dusun Seseh

Penulis
Moehammad Alfarizy
Sejatinya ini bukan hanya tentang tragedi 1965 dan mengingatnya bukan berarti kita mendukung PKI. Akan tetapi kita perlu sebuah kejujuran dalam membaca sejarah.
Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Penulis
Ghaisani Aufa Dhiyaulhaq
Kisah Emma Poeradiredja seabad lalu membangun ruang politik perempuan di titik yang paling akar: dari kursus keterampilan, sekolah, dan koperasi simpan pinjam.









