Bobotoh menyatakan sikap atas kasus-kasus penggusuran dalam laga di Stadion GBLA, Bandung, 9 Mei 2025. (Foto: Prima Mulia/BandungBergerak)

Di 93 Tahun Persib Bandung Hari Ini: Thank God I’m Bobotoh!

PENULIS

Ilham Gunawan


Dan mungkin jika bukan karena Persib, banyak hal tidak akan pernah dipahami: tentang pertemanan, pengkhianatan, dan kerasnya kehidupan sosial.


SUDUT LAIN BANDUNG: Reformasi Jilid II, Pikiran Kritis, dan Konsolidasi Generasi Baru

Penulis

Abah Omtris


Oposisi tidak dibungkam, tetapi dilebur dalam kompromi. Demokrasi berjalan, tetapi daya koreksinya melemahkan.

Seruan Warga kepada Indonesia untuk Hengkang dari Board of Peace


Kita harus keluar dari Board of Peace. Karena pеrdаmаiаn tаnpа kеdаulаtаn hаnyаlаh nаmа lаin dаri pеrbudаkаn yаng dikеmаs sеcаrа еstеtik.

Letusan Gunung Ciremai dan Upaya Penanggulangan Bencana di Priangan Timur pada Era Kolonial (1937-1938)


Gunung Ciremai masih menjadi salah satu gunung yang mempunyai status gunung api aktif setelah letusan terbesarnya terakhir kali terjadi pada tahun 1937-1938.

Represi Selektif: Membaca Strategi Negara Meredam Gelombang Protes Agustus

Penulis

Rolip Saptamaji


Represi selektif bekerja dengan membedakan aktor mana yang perlu dihancurkan dan mana yang cukup dikooptasi. Ia tidak membabi buta, melainkan menghitung untung rugi.

MAHASISWA BERSUARA: Matinya Partai Politik dan Bayang-bayang Populisme


Sejarah Indonesia telah memperlihatkan bahwa citra pemimpin masih sangat ampuh digunakan untuk kepentingan politik.

MAHASISWA BERSUARA: Memoria Passionis Papua, Ingatan Kolektif Tentang Penderitaan di Atas Tanah Sendiri


Sejarah tidak pernah berpihak pada Papua. Pertarungan antar bangsa hanyalah harga yang terpaksa ditanggung oleh Papua.

Mencari Ruang Katarsis di Zaman yang Serba Tak Sabar


Masyarakat memerlukan cukup ruang untuk memproses konflik dan frustrasi tanpa harus saling melaporkan, membungkam, atau meledak dalam kemarahan tak terkendali.

CERITA GURU: Kesejahteraan Guru dalam Siklus Janji Politik


Sudah saatnya persoalan kesejahteraan guru dilepaskan dari kepentingan politik jangka pendek. Guru tidak seharusnya menjadi objek janji politik lima tahun sekali.

PELAJAR BERSUARA: Feminisme antara Pengistimewaan yang Disalahartikan dan Kesetaraan yang Belum Tercapai


Feminisme bukan tentang pengistimewaan perempuan. Inti dari gerakan ini adalah kesetaraan hak, kesempatan, dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki.

Lihat Semua
image
image
//