MAHASISWA BERSUARA: Akumulasi Kemarahan Publik dan Bom Waktu Bagi Demokrasi

PENULIS
Fathan Muslimin Alhaq
Demokrasi tidak meledak dalam satu malam. Ia melemah ketika kepercayaan publik terkikis sedikit demi sedikit hingga mencapai titik jenuh.
Tinggal di Jatinangor Berarti Siap Jadi Frogger Setiap Hari

Penulis
Andina Dzulkhoirani
Menyeberang jalan di Jatingor seperti bermain gim arkade klasik Frogger setiap hari. Tentu saja tanpa power-up, seperti ramuan tembus pandang atau nyawa cadangan.
Ketika Data Statistik Menyatakan Angka Kemiskinan Menurun

Penulis
Taufik Hidayat
Bila negara mengatakan kemiskinan turun, lalu rakyat mengatakan daya beli turun, siapa yang dipercaya?
Taman Kota yang Membunuhmu Sambil Tersenyum: Catatan dari Kota Bandung yang Sedang Difoto Sampai Mati

Penulis
JIM
Apa yang sedang terjadi pada taman-taman kota kita adalah semacam détournement yang dibalik arahnya.
CERITA GURU: Kasih Sayang Juga Perlu Batas

Penulis
Marlina
Kasih sayang yang sehat juga mengajarkan anak mengenai tanggung jawab. Anak perlu memahami bahwa setiap hak selalu diikuti oleh kewajiban.
Mengapa Gen Z Memilih ‘Situationship’ daripada Komitmen?

Penulis
Nayla Andrea Maharani
Manusia tetap butuh kepastian dan kedekatan tulus. Situationship mungkin aman dan praktis, tapi jarang berujung pada hubungan sehat yang langgeng.
Pertaruhan Rule of Law di Tangan Para ‘Bajingan’

Penulis
Mugi Muryadi
Ketika hukum berubah menjadi komoditas kekuasaan, republik ini tak lagi dipimpin oleh supremasi hukum, tetapi oleh gerombolan bajingan yang saling berebut pengaruh.
MAHASISWA BERSUARA: Pembatasan Media Sosial bagi Remaja, Sekadar Jalan Pintas

Penulis
Naila Ramadhani Raharja Putri
Persoalan penggunaan media sosial tidak sesederhana membatasi siapa yang boleh mengaksesnya.
Bolehkah Tenaga Medis Rapuh?

Penulis
Kevin Septian
Kasus intimidasi yang berujung nasib tragis yang dialami dr. Icha di Timor Tengah Utara menjadi wajah betapa rapuhnya manusia dalam ruang kesehatan.
CATATAN SI BOB #39: Membaca Antologi Patah Hati

Penulis
Bob Anwar
Antologi Menyudahi Patah Hati di Akhir Pekan karya Imana Tahira merangkum keputusasaan dengan banalitas keseharian anak urban.










