Menulislah bersama kami dengan mengirimkan esai ke bandungbergerak.id@gmail.com. Simak informasi lengkapnya di sini.

Potret sekolah di Bandung tahun 1922. (Sumber: Leiden University Libraries Digital Collections)

Sarekat Islam Bandung Mendirikan Madrassatoel Ibtidayah

PENULIS

Hafidz Azhar


Pada 12 April 1915, Madrassatoel Ibtidayah yang didirikan oleh Sarekat Islam Bandung resmi dibuka. Yang jadi siswanya, anak-anak miskin dan anak anggota SI.


Ingatan Masa Kecil 1965-1970 (11): Kemeriahan di Alun-alun Pameungpeuk

Penulis

T. Bachtiar


Pada malam hari, Alun-alun Pameungpeuk berubah menjadi tempat pertunjukan wayang golek, orkes melayu pimpinan RS Hidayat, atau sandiwara dengan tema kepahlawanan.

Pendiri Pabrik Kina

Penulis

Atep Kurnia


Riwayat pendirian pabrik kina di Bandung, Bandoengsche Kininefabriek, tidak lepas dari peran Carel Willem Baron van Heeckeren. Dari Semarang, ia mengendalikan usaha.

Abdoel Moeis Menjadi Pemimpin Redaksi Kaoem Moeda

Penulis

Hafidz Azhar


Abdoel Moeis menjabat pemimpin redaksi Kaoem Moeda per 13 Mei 1914. Berpengalaman panjang sebagai jurnalis, ia sejak awal ada di kepengurusan Sarekat Islam Bandung.

Belajar dari Semangat Anak-anak Sanggar Seni Reak Tibelat


Anak-anak dari Sanggar Seni Reak Tibelat Cibiru, Bandung, memberi teladan bagi kita semua tentang arti penting melestarikan seni tradisional Indonesia.

Abnormalitas di Saparua-Ciliwung


Membandingkan Andre Muller dengan orang Indonesia yang gemar berasing-asing dalam berbahasa, maka yang asing itu sebenarnya siapa?

Ingatan Masa Kecil 1965-1970 (10): Menonton Tukang Sulap itu Mengasyikkan

Penulis

T. Bachtiar


Golok dari kayu itu dicat bron warna perak, lalu anak-anak bergaya seperti tukang sulap.

Kesurupan, Proses Menuju Kemanusiaan

Penulis

Topik Mulyana


Kesurupan dalam seni reak, juga dalam seni-seni tradisi lain, merupakan simulasi dari proses perjalanan manusia dari yang biologis menuju yang kosmis.

Kolom Agama dan Jalan Panjang Penghayat

Penulis

Ibn Ghifarie


Akar permasalahan segala diskriminasi terhadap kaum minoritas bermuara pada tidak adanya pengakuan resmi dari pemerintah terhadap agama dan kepercayaan mereka.

Steinmetz Memajukan Bandung

Penulis

Atep Kurnia


Herman Eduard Steinmetz tinggal di Bandung hanya selama sembilan bulan. Namun, ia berhasil merintis dan memimpin organisasi pertama yang bertujuan memajukan kota.

Lihat Semua