BULAN ASIA-AFRIKA #3: Palestina sebagai Cermin yang Menguji Bandung Hari ini

PENULIS
Abah Omtris
Narasi tentang Palestina bergerak di antara simpati dan kepentingan. Ia mengajarkan bahwa keadilan tidak pernah bisa dinegosiasikan tanpa konsekuensi.
Bandung Smart City dan Realitas Jalur Sepeda

Penulis
Angga Marditama Sultan Sufanir
Di balik visi Smart City, jalur sepeda di Kota Bandung masih terputus dan belum menjamin keselamatan penggunanya. Tantangan mewujudkan mobilitas berkelanjutan.
MAHASISWA BERSUARA: Menggugat Paradigma Pemenjaraan, dari Krisis Lapas hingga Kriminalisasi Ekspresi Politik

Penulis
Khanan Saputra
Penjara gagal merehabilitasi penghuninya. Asumsi atas pemenjaraan sebagai sarana efektif untuk menanggulangi kejahatan patut dipertanyakan secara mendasar.
Menelusuri Toponimi Koridor 250 Meter Sesar Lembang

Penulis
Anna Joestiana
Toponimi mestinya menjadi pengetahuan dasar bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.
Renovasi Plaza Gedung Sate-Gasibu Bandung: Tidak Tepat dan Tidak Perlu

Penulis
Fiqih Rizkita Purnama
Lanskap Gedung Sate-Gasibu telah menyimpan problematika spasialnya sendiri. Sebagai ruang publik skala kota, Gasibu minim ketersediaan fasilitas parkir yang memadai.
Spiral Kekerasan dan Hegemonisasi Ruang Hidup Bersama

Penulis
Ari Ganjar Herdiansah
Negara telah menciptakan kondisi yang menyuburkan kekerasan terhadap kelompok minoritas.
Ilusi Nol Persen Kemiskinan

Penulis
Mugi Muryadi
“Buku Saku 0%” adalah refleksi dari ambisi besar negara dalam mengatasi kemiskinan. Kebijakan publik tidak bisa hanya bertumpu pada optimisme.
MAHASISWA BERSUARA: Menilik Tengkes dalam Sempadan Kemiskinan

Penulis
Ridwan
Membiarkan stunting subur di tengah kelimpahan alam adalah malpraktik kebijakan.
MAHASISWA BERSUARA: Skandal Grup Chat FHUI dan Kerusakan Sistemik Maskulinitas

Penulis
Callista Salwa Ratudena
Mengapa fenomena “isi grup obrolan yang membahas tubuh wanita” seolah menjadi normalitas yang tidak tersentuh dalam pergaulan laki-laki?
Kartini dan Perjuangan Kesetaraan Perempuan Indonesia

Penulis
Mudiyati Rahmatunnisa
Kartini sesungguhnya berbicara tentang kebebasan berpikir, kesetaraan martabat manusia, dan keberanian perempuan untuk terlibat dalam kehidupan publik.








