MAHASISWA BERSUARA: Saatnya Gen Z Mengawal Demokrasi

PENULIS
Muhamad Satriya Nawawi
Generasi Z memiliki potensi besar untuk menghidupkan kembali semangat demokrasi yang substantif.
Retorika Antek Asing, Politik Simbol, dan Ilusi Kedaulatan

Penulis
Mugi Muryadi
Ketidakjelasan makna “antek asing” berbahaya bagi demokrasi. Istilah ini dapat digunakan untuk membungkam kritik.
Masih Adakah Pers Indonesia

Penulis
Mang Sawal
Masalahnya bukan makin banyak yang tidak percaya pers, melainkan pers makin sulit diakses dengan cara-cara yang relevan dengan kebiasaan digital baru.
MAHASISWA BERSUARA: Merawat Gagasan Kritis di Tengah Otoritas yang Mabuk Dividen Tambang

Penulis
Khairul Fadli Rambe
Jangan biarkan imanmu dijinakkan menjadi sekadar pelumas mesin keruk konsesi tambang atau mantra penenang yang diputar saat air bah menyapu masa depanmu.
MAHASISWA BERSUARA: Hilangnya Angkutan Umum dan Retaknya Hak Bermobilitas

Penulis
Luthfiyah Mulyani
Angkutan umum sejatinya dirancang untuk menjamin kesetaraan mobilitas. Ia digunakan bersama dan ditujukan untuk semua, bahkan penyandang disabilitas sekalipun.
Menunggu dalam Siaga di Sukahaji

Penulis
Firall Ar Dunda
Konflik tanah di Sukahaji memaksa warganya beradaptasi dengan kebiasaan baru: hidup dalam siaga.
CERITA GURU: Pendidikan Karakter yang Teruji di Ruang Nyata

Penulis
Insan Faisal Ibrahim
Pendidikan karakter sering kali berhenti pada teks dan teori, tanpa keteladanan yang nyata.
Di antara Akar Budaya dan Etalase Pertokoan, Bandung yang Terombang-ambing Tren

Penulis
TH Hari Sucahyo
Bandung tidak perlu menjadi tiruan kota lain untuk diakui. Ia memiliki modal kultural yang kaya, jika mau dirawat dengan kesabaran dan keberanian.
MAHASISWA BERSUARA: Ketika Negara Membiarkan Perempuan Menjadi Tumbal Judi Online

Penulis
Berlian Putri Maharani
Judi online bekerja dengan logika yang nyaris identik dengan colonial extractive economy: tubuh rakyat dijadikan sumber daya yang harus diperas tanpa henti.
MAHASISWA BERSUARA: Segala Hal yang Ingin Kamu Tanyakan tentang Kriminalisasi Aktivis

Penulis
Irfan Fauzan
Kriminalisasi aktivis hari ini adalah modus operandi dari demokrasi itu sendiri: yakni ketika sebuah demokrasi dikomandoi oleh kepentingan ekonomi oligarki.





