Ketika kota terus dibangun untuk melayani kekuasaan dan modal. (Ilustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

MAHASISWA BERSUARA: Manusia Budak Kota


Selama kota terus dibangun untuk melayani kekuasaan dan modal, manusia akan terus diproduksi untuk sibuk dan patuh.


RITUS-RITUS YANG MENYELAMATKAN: Bhaktimantha Purnamakala dan Ruwatan Ageung Gunung Manglayang ke-7

Penulis

Topik Mulyana


Ritus Bhaktimantha Purnamakala dan Ruwatan Ageung Gunung Manglayang dilakukan untuk mengingatkan dan mengembalikan manusia pada kedudukannya mengurus alam.

Menunggu Jawaban Terang dari Bandung Gelap


Percayalah, warga Bandung tidak akan pernah membenci kota ini hanya karena jalanan gelap. Tapi…

SUDUT LAIN BANDUNG: Tata Ruang dan Bencana di Bandung Raya

Penulis

Abah Omtris


Bencana yang terjadi di Bandung Raya merupakan gejala struktural dari cara negara memperlakukan ruang.

Di Balik Simulakra Pilkada: Menggugat Romantisisme Kedaulatan Semu


Pilkada memberikan ilusi partisipasi, menutupi fakta bahwa kekuasaan rakyat yang sesungguhnya telah direnggut elite oligarki.

DARI BERANDA PUSTAKA JAYA #1: Pertemuan Awal

Penulis

Hafidz Azhar


Satu dari sekian banyak penerbit, Pustaka Jaya adalah industri penerbitan yang terbilang sepuh. Usianya sudah lebih setengah abad.

Keberadaan Ayam Kampung yang Kian Terdesak

Penulis

Johan Iskandar


Berbagai ras ayam kampung dibudidayakan penduduk perdesaan secara tradisional dengan pengetahuan lokal yang berkelindan dengan tradisi, seperti kepercayaan.

MAHASISWA BERSUARA: Di Bandung, Menjadi Pengungsi di Rumah yang Dibakar oleh Negara Sendiri


Yang kita butuhkan adalah warga negara yang sadar, marah, dan terorganisir.

MAHASISWA BERSUARA: Menggugat Peminggiran Perempuan Korban Morphing AI

Penulis

Siti Nurjanah


Tanpa perubahan cara pandang yang mendasar, kekerasan yang dialami perempuan berisiko terus dipahami sebagai efek samping dari kecanggihan teknologi semata.

MAHASISWA BERSUARA: Ketika Aksi Demonstrasi Tak Lagi Cukup: Membaca Negara, Merumuskan Perlawanan Hari Ini


Jika demokrasi ingin dipertahankan, medan perlawanannya harus diperluas: dari jalanan menuju keseharian, dari reaksi menuju pengorganisiran.

Lihat Semua
image
//