Dalam demokrasi, kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat. (Ilustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

Kabinet Bayangan dan Batas Imajinasi Oposisi Masyarakat Sipil


Apakah keberadaan kabinet bayangan dapat memperbesar kapasitas warga dan organisasi warga untuk mengawasi dan memengaruhi kekuasaan?


MAHASISWA BERSUARA: Ketika Kedewasaan Diukur dari Selera Tontonan

Penulis

Nayla Arifani


Selama bertahun-tahun, televisi, keluarga, dan budaya populer terus mengulang anggapan bahwa kartun adalah tontonan anak-anak.

MAHASISWA BERSUARA: Ketika Kapitalisme Menguasai Industri Sepak Bola Modern


Sepak bola sudah menjadi sistem produksi ekonomi-politik yang digerakkan oleh hubungan material dan kontradiksi di dalamnya.

Mendengarkan Garong-nya Voice of Baceprot, Menggugat Praktik Culas Pejabat


Nadanya seperti sebuah demonstrasi: tuntutan diteriakkan, poster diangkat, dan kemarahan diarahkan pada praktik culas yang terus dipelihara.

Demokrasi di Bawah Bayang-bayang Ketimpangan

Penulis

Cusdiawan


Ketimpangan bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan juga persoalan sosial dan politik yang turut menentukan kualitas demokrasi.

MAHASISWA BERSUARA: 81 Tahun Kemerdekaan yang Hanya Dirasakan Segelintir Orang


Kemerdekaan tidak seharusnya hanya terasa ketika lagu kebangsaan dinyanyikan dan bendera dikibarkan.

MAHASISWA BERSUARA: Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak


Kemerdekaan hari ini bukan lagi perjuangan melawan penjajahan fisik, melainkan perjuangan membangun karakter, nalar kritis, dan tanggung jawab sebagai warga negara.

MAHASISWA BERSUARA: Tujuannya Merdeka 100%, Bukan Setengah!

Penulis

Aldi Alfaridzin


Gagasan Tan Malaka tentang Merdeka 100% lebih tepat dibaca saat ini sebagai pertanyaan yang belum tuntas dijawab. Kemerdekaan adalah hak yang belum genap dibayar.

Jebakan Teknologi dan Individualisasi Risiko


Teknologi hadir bak pahlawan kecanggihan dengan tawaran solusi kecanggihan teknologi lainnya dari masalah yang diciptakannya sendiri.

Ruang yang Hilang, Kota yang Mati Rasa: Dago Elos, Sukahaji, Melankolia di Kolong, dan Bagaimana Kita Merayakan Hidup

Penulis

JIM


Ruang yang hidup adalah ruang yang menolak mengasingkan, menolak jadi melulu transaksional. Seperti yang terjadi di Dago Elos, Sukahaji, dan Melankolia di Kolong.

Lihat Semua
image
//