MAHASISWA BERSUARA: Menyoal Keadilan Pembangunan Tol Cisumdawu

PENULIS
Putri Cahyaningsih
Pembangunan yang tidak menghadirkan keadilan bukanlah kemajuan, melainkan sebuah pengabaian.
JEJAK PENA SEORANG TENTARA: Trisnoyuwono di Mata Anak, Teman, dan Karyanya
Penulis
Ernawatie Sutarna
Trisnoyuwono, seorang dengan latar belakang kompleks. Ia tentara, jurnalis, dan sastrawan. Satu karyanya menggambarkan konflik batin di masa revolusi.
Mengamati Keanekaragaman Burung di Perkebunan Teh Sukamanah di Pangalengan

Penulis
Johan Iskandar
Keberadaan keanekaan jenis-jenis burung di kawasan Perkebunan Teh Kertamanah, Pangelangan, telah jauh berkurang dibandingkan dengan keragamannya di masa lalu.
Waduk sebagai Spatio-Temporal Fix: Problema Lima Dekade Pembangunan Jatigede

Penulis
Pandu Sujiwo
Proyek pembangunan infrastruktur pemerintah selalu berdiri di atas ketimpangan relasi kuasa dan ketegangan antara negara, modal, dan warga kelas pekerja kebanyakan.
Genealogi Kementerian Agama: Sebuah Kesadaran bagi Perjuangan Kebinekaan Kita

Penulis
Arfi Pandu Dinata
Indonesia yang inklusif adalah hasil dari negosiasi historis yang rumit dan negosiasi itu tampaknya tidak pernah benar-benar selesai.
Menyoal Praktik Fotografi Jalanan: Apakah Wajah Kita Milik Publik?

Penulis
Sandewa Jopanda
Praktik fotografi jalanan disorot karena dua hal utama, yakni penyalahgunaan dan komersialisasi.
MAHASISWA BERSUARA: Banjir Bukan Datang dari Hujan, tapi dari Kebijakan yang Rapuh

Penulis
Lusiana Eka Banuwati
Banjir bukan sekadar air yang meluap, tetapi tanda bahwa kota dibangun tanpa menghormati batas alam dan hak warga.
MAHASISWA BERSUARA: Penanggulangan Bencana Berperspektif Gender dan HAM

Penulis
Mikaela Dian Sasami
Penanggulangan bencana membutuhkan perubahan paradigma yang mendasar. Tidak hanya berfokus pada logistik, tapi juga perlindungan berbasis hak asasi manusia.
CERITA GURU: Dari Katanya ke Berdasarkan Sumber, Menerapkan Metode Jurnalistik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Penulis
Arif Syamsul Ma'arif
Pembuatan suatu karya tulis merupakan proses dialog antara data, pembaca, dan realitas.
Surat untuk Rifa Rahnabila yang Ditangkap Gara-gara Demonstrasi Agustus Lalu

Penulis
Sastra Wijaya
Di demonstrasi Agustus lalu, kamu memilih untuk hadir, dan hari ini kami memilih untuk tidak meninggalkanmu.








