Ilustrasi praktik korupsi. (Ilustrator: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

Mitos Penggunaan Justice Collaborator untuk Petinggi BGN yang Terjaring Korupsi MBG


Pengungkapan kasus adalah kewajiban hukum yang tidak boleh ditukar gulingkan dengan keringanan hukuman bagi mereka yang telah bersekutu dengan kejahatan.


MAHASISWA BERSUARA: Pengakuan Semu pada Guru Honorer


Pengakuan pada guru honorer di Indonesia sebatas pemenuhan kewajiban administratif yang semu daripada penghargaan atas pengabdian mereka.

MAHASISWA BERSUARA: Tren Blind Box yang Memicu Kecanduan


Mainan blind box mengeksploitasi kerentanan emosional Generasi Z dan secara tidak langsung mengenalkan mereka kepada budaya konsumtif sedini mungkin.

MAHASISWA BERSUARA: Teror Pocong dan Logika Ketakutan Kekuasaan


Logika pocong yang meneror merupakan metafor yang menggambarkan kondisi perpolitikan kita hari ini.

MAHASISWA BERSUARA: Banjir Bandung Bukan Bencana Alam


Solusi banjir Bandung tidak akan tuntas jika hanya mengandalkan bendungan dan pelebaran sungai. Akar masalahnya ada pada sistem pengelolaan air hujan tiap bangunan.

Ironi Negeri yang Kekurangan Lapangan Pekerjaan, Diberi Makan Bergizi Gratis

Penulis

Herlin Septiani


Pemerintah terlalu cepat berlari menuju program-program besar yang bersifat simbolis, sementara fondasi yang lebih mendasar masih menyisakan banyak persoalan.

Korupsi MBG dan Ironi di Balik Geng IPB University


IPB tidak dibangun untuk menjadi pelayan kekuasaan yang pragmatis. IPB dibangun dalam jalan perjuangan untuk rakyat.

Magnifica Humanitas dan Ilusi Netralitas Kebijakan Publik


Magnifica Humanitas dari Paus Leo XIV mengingatkan bahwa ada pertanyaan yang lebih mendasar. Apakah pembangunan membuat manusia semakin bermartabat?

CERITA GURU: Stadion yang Tak Mampu Saya Masuki, Dilema Guru Honorer untuk Persib yang Dirampas

Penulis

JIM


Persib adalah ingatan kolektif kelas pekerja Jawa Barat dan ingatan itu tak pernah bisa dijual, sebagaimana harga diri kami sebagai guru honorer.

Gerakan Reformasi Jilid Dua

Penulis

Mugi Muryadi


Jika pada 1998 perjuangan utama adalah mengakhiri otoritarianisme, tantangan hari ini adalah mencegah demokrasi terjebak dalam dominasi oligarki.

Lihat Semua
image
image
//