Membebaskan Seni dari Tirani Seniman

PENULIS
Jofie DB
Setiap kali seniman tertangkap cabul atau berpendapat yang bikin lini masa mendidih, internet seketika berubah menjadi ruang sidang.
Sebelum Jawa Barat Jadi Provinsi Tatar Sunda

Penulis
Akhmad Jauhari
Andai Provinsi Jawa Barat diganti Tatar Sunda, salah satu pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan dulu adalah perdebatan identitas dengan Cirebon.
MAHASISWA BERSUARA: Ironi Harga Seragam Sekolah
Penulis
Nasya Nantha
Seragam sekolah yang seharusnya menjadi simbol kesetaraan justru dapat menjadi batas pertama yang memisahkan siapa yang siap memasuki ruang kelas.
Membaca Kembali Permasalahan Komunitas Musik Tradisi

Penulis
Abizar Algifari Saiful
Potret umum sanggar seni tradisi di Indonesia yang kerap dirawat dengan cara keliru: dipuja saat tampil, dilupakan saat harus dijaga keberlanjutannya sehari-hari.
Kejaksaan vs. Polri: Saling Buka Kartu atas Dugaan Praktik Korupsi

Penulis
Wisnu Yogi Firdaus
Program MBG yang sejak awal dikhawatirkan menjadi ruang kasus baru, menjadi pintu pandora yang “mempertemukan” dua institusi.
Rumah yang Mengajari Saya Tata Ruang: Catatan Seorang Warga

Penulis
Endang Susanti (Mamak Bersuara)
Pembangunan perlu diukur dari kualitas komunikasi dengan masyarakat yang akan hidup berdampingan dengan dampaknya setiap hari.
CERITA GURU: Ketika Pendidikan Menjadi Kedok Eksploitasi

Penulis
Ilham Taufiq
Ketika status nirlaba pada yayasan pendidikan dan bahasa pengabdian digunakan menutupi relasi produksi kapitalistik membuat ketimpangan terasa wajar, bahkan mulia.
SISI SELATAN BANDUNG: Batas Imajiner Kampung Halaman

Penulis
Jein Octaviany
Bagi manusia, sebuah wilayah hanya dibatasi oleh perasaan nyaman dan aman, terutama jika menyangkut kampung halaman.
Menstruasi dan Harga Mahal yang Harus Dibayar Perempuan

Penulis
Alya Fitri Ramadhani
Setiap bulan datang, setiap bulan juga menjadi beban. Menstruasi justru menyeret mereka ke dalam jeruji period poverty yang sulit dientaskan.
CATATAN SI BOB #38: Ternyata Buku Puisi Bisa Sejelas ini

Penulis
Bob Anwar
Ada sesuatu yang mengganjal setelah halaman terakhir buku puisi Cermin (2026) karya Abdurrahman ditutup, ganjalan itu datang dari judulnya sendiri.











