Ilustrasi buruh. (Ilustrator: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak.id)

MAHASISWA BERSUARA: Buruh Bukan Alat Politik


Secara etis, menjadikan buruh sebagai alat politik merupakan praktik yang problematik. Politik seharusnya berorientasi pada kepentingan publik dan keadilan sosial.


Ajakan untuk Memperdebatkan Lagi Posisi Gerbong Wanita

Penulis

Fikri Arigi


Pernyataan reaktif Menteri PPPA soal penempatan gerbong khusus perempuan mengaburkan diskusi penting terkait keamanan transportasi umum.

MAHASISWA BERSUARA: Alam Indonesia, Sumber Daya Membawa Petaka

Penulis

Ginggi


Kekayaan alam Indonesia yang melimpah menjadi buah simalakama. Terdapat pilihan yang sama menyakitkan di kedua sisi, sama-sama membawa petaka.

Kopi dan Masagi


Proses menjadikan kopi sebagai sajian yang pas berarti pula suatu yang “tepat pada tempat dan waktunya”. Ibarat sebuah bangun segi empat atau sebuah lingkaran.

Perang Amerika Serikat-Israel vs. Iran #4: Jus In Bello dan Kejahatan Perang

Penulis

Syahrul Fauzul


Hukum perang mesti dijadikan salah satu alat evaluasi untuk menilai perilaku para pihak yang berperang.

MAHASISWA BERSUARA: Dua Akun Dua Kepribadian Gen Z di Instagram


Di tengah dunia yang penuh citra dan representasi, apakah kita masih benar-benar hidup sebagai diri kita sendiri atau hanya sebagai versi yang kita tampilkan?

MAHASISWA BERSUARA: Ketika Merasa Paling Pintar dan yang Lain Bodoh


Dunning Kruger Effect adalah bias kognitif ketika seseorang yang tidak memiliki pengetahuan atau kemampuan mengalami superioritas ilusif.

Menggugat Urgensi Proyek Integrasi Gedung Sate-Gasibu


Anggaran publik dengan nilai bombastis tidak semestinya digelontorkan bagi sarana dan prasarana yang tidak seberapa substansial urgensinya.

BULAN ASIA-AFRIKA #4: Bandung di antara Warisan dan Ambisi

Penulis

Abah Omtris


Semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 tidak lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari kota yang memiliki kesadaran–bahwa ruang bukan hanya tempat, tetapi juga ingatan.

Bahasa, Kekuasaan, dan Kenyamanan yang Menipu

Penulis

Ibram Ibrahim


Selama kita masih menelan kata-kata tanpa mempertanyakannya, selama itu juga kita akan terus dijinakkan–pelan-pelan, rapi, dan hampir tanpa rasa sakit.

Lihat Semua
image
image
//