MAHASISWA BERSUARA: Manusia Budak Kota

PENULIS
Nur Yusril Muhammad Isnain
Selama kota terus dibangun untuk melayani kekuasaan dan modal, manusia akan terus diproduksi untuk sibuk dan patuh.
RITUS-RITUS YANG MENYELAMATKAN: Bhaktimantha Purnamakala dan Ruwatan Ageung Gunung Manglayang ke-7

Penulis
Topik Mulyana
Ritus Bhaktimantha Purnamakala dan Ruwatan Ageung Gunung Manglayang dilakukan untuk mengingatkan dan mengembalikan manusia pada kedudukannya mengurus alam.
Menunggu Jawaban Terang dari Bandung Gelap

Penulis
Tantri Annisa Hanjani
Percayalah, warga Bandung tidak akan pernah membenci kota ini hanya karena jalanan gelap. Tapiā¦
SUDUT LAIN BANDUNG: Tata Ruang dan Bencana di Bandung Raya

Penulis
Abah Omtris
Bencana yang terjadi di Bandung Raya merupakan gejala struktural dari cara negara memperlakukan ruang.
Di Balik Simulakra Pilkada: Menggugat Romantisisme Kedaulatan Semu

Penulis
Yehezkiel Wahyudi Odo
Pilkada memberikan ilusi partisipasi, menutupi fakta bahwa kekuasaan rakyat yang sesungguhnya telah direnggut elite oligarki.
DARI BERANDA PUSTAKA JAYA #1: Pertemuan Awal

Penulis
Hafidz Azhar
Satu dari sekian banyak penerbit, Pustaka Jaya adalah industri penerbitan yang terbilang sepuh. Usianya sudah lebih setengah abad.
Keberadaan Ayam Kampung yang Kian Terdesak

Penulis
Johan Iskandar
Berbagai ras ayam kampung dibudidayakan penduduk perdesaan secara tradisional dengan pengetahuan lokal yang berkelindan dengan tradisi, seperti kepercayaan.
MAHASISWA BERSUARA: Di Bandung, Menjadi Pengungsi di Rumah yang Dibakar oleh Negara Sendiri

Penulis
Raffael Nadhef Mutawwaf
Yang kita butuhkan adalah warga negara yang sadar, marah, dan terorganisir.
MAHASISWA BERSUARA: Menggugat Peminggiran Perempuan Korban Morphing AI

Penulis
Siti Nurjanah
Tanpa perubahan cara pandang yang mendasar, kekerasan yang dialami perempuan berisiko terus dipahami sebagai efek samping dari kecanggihan teknologi semata.
MAHASISWA BERSUARA: Ketika Aksi Demonstrasi Tak Lagi Cukup: Membaca Negara, Merumuskan Perlawanan Hari Ini

Penulis
Cindy Veronica Rohanauli
Jika demokrasi ingin dipertahankan, medan perlawanannya harus diperluas: dari jalanan menuju keseharian, dari reaksi menuju pengorganisiran.











