Kapitalisme menciptakan ketimpangan. (Ilustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

Ketika Data Statistik Menyatakan Angka Kemiskinan Menurun

PENULIS

Taufik Hidayat


Bila negara mengatakan kemiskinan turun, lalu rakyat mengatakan daya beli turun, siapa yang dipercaya?


Taman Kota yang Membunuhmu Sambil Tersenyum: Catatan dari Kota Bandung yang Sedang Difoto Sampai Mati

Penulis

JIM


Apa yang sedang terjadi pada taman-taman kota kita adalah semacam détournement yang dibalik arahnya.

CERITA GURU: Kasih Sayang Juga Perlu Batas

Penulis

Marlina


Kasih sayang yang sehat juga mengajarkan anak mengenai tanggung jawab. Anak perlu memahami bahwa setiap hak selalu diikuti oleh kewajiban.

Mengapa Gen Z Memilih ‘Situationship’ daripada Komitmen?


Manusia tetap butuh kepastian dan kedekatan tulus. Situationship mungkin aman dan praktis, tapi jarang berujung pada hubungan sehat yang langgeng.

Pertaruhan Rule of Law di Tangan Para ‘Bajingan’

Penulis

Mugi Muryadi


Ketika hukum berubah menjadi komoditas kekuasaan, republik ini tak lagi dipimpin oleh supremasi hukum, tetapi oleh gerombolan bajingan yang saling berebut pengaruh.

MAHASISWA BERSUARA: Pembatasan Media Sosial bagi Remaja, Sekadar Jalan Pintas


Persoalan penggunaan media sosial tidak sesederhana membatasi siapa yang boleh mengaksesnya.

Bolehkah Tenaga Medis Rapuh?

Penulis

Kevin Septian


Kasus intimidasi yang berujung nasib tragis yang dialami dr. Icha di Timor Tengah Utara menjadi wajah betapa rapuhnya manusia dalam ruang kesehatan.

CATATAN SI BOB #39: Membaca Antologi Patah Hati

Penulis

Bob Anwar


Antologi Menyudahi Patah Hati di Akhir Pekan karya Imana Tahira merangkum keputusasaan dengan banalitas keseharian anak urban.

Pemimpin dan Keaksaraan

Penulis

Wildan Nugraha


Sekarang, hal-hal hakiki tergerus terus, disadari atau tidak, oleh pragmatisme dan materialisme. Pemimpin “gagasan” pun terpinggirkan.

MAHASISWA BERSUARA: Penerapan Doktrin FPIC Sebagai Syarat Perjanjian Pemanfaatan Tanah Ulayat oleh Korporasi


Pemanfaatan lahan ulayat oleh korporasi di Indonesia melibatkan ketegangan antara kepentingan pembangunan ekonomi dan hak adat.

Lihat Semua
image
//