Mitos Penggunaan Justice Collaborator untuk Petinggi BGN yang Terjaring Korupsi MBG

PENULIS
Ardhes Blandhivay Leuanan
Pengungkapan kasus adalah kewajiban hukum yang tidak boleh ditukar gulingkan dengan keringanan hukuman bagi mereka yang telah bersekutu dengan kejahatan.
MAHASISWA BERSUARA: Pengakuan Semu pada Guru Honorer

Penulis
Anastasia Steffi
Pengakuan pada guru honorer di Indonesia sebatas pemenuhan kewajiban administratif yang semu daripada penghargaan atas pengabdian mereka.
MAHASISWA BERSUARA: Tren Blind Box yang Memicu Kecanduan

Penulis
Khalifazayyan Nauval
Mainan blind box mengeksploitasi kerentanan emosional Generasi Z dan secara tidak langsung mengenalkan mereka kepada budaya konsumtif sedini mungkin.
MAHASISWA BERSUARA: Teror Pocong dan Logika Ketakutan Kekuasaan

Penulis
Adzin Aris Aniq Adani
Logika pocong yang meneror merupakan metafor yang menggambarkan kondisi perpolitikan kita hari ini.
MAHASISWA BERSUARA: Banjir Bandung Bukan Bencana Alam

Penulis
Valerie Alexia Thomas
Solusi banjir Bandung tidak akan tuntas jika hanya mengandalkan bendungan dan pelebaran sungai. Akar masalahnya ada pada sistem pengelolaan air hujan tiap bangunan.
Ironi Negeri yang Kekurangan Lapangan Pekerjaan, Diberi Makan Bergizi Gratis

Penulis
Herlin Septiani
Pemerintah terlalu cepat berlari menuju program-program besar yang bersifat simbolis, sementara fondasi yang lebih mendasar masih menyisakan banyak persoalan.
Korupsi MBG dan Ironi di Balik Geng IPB University

Penulis
Ishak Wiraatmaja
IPB tidak dibangun untuk menjadi pelayan kekuasaan yang pragmatis. IPB dibangun dalam jalan perjuangan untuk rakyat.
Magnifica Humanitas dan Ilusi Netralitas Kebijakan Publik

Penulis
Yoh. Sandriano N. Hitang
Magnifica Humanitas dari Paus Leo XIV mengingatkan bahwa ada pertanyaan yang lebih mendasar. Apakah pembangunan membuat manusia semakin bermartabat?
CERITA GURU: Stadion yang Tak Mampu Saya Masuki, Dilema Guru Honorer untuk Persib yang Dirampas

Penulis
JIM
Persib adalah ingatan kolektif kelas pekerja Jawa Barat dan ingatan itu tak pernah bisa dijual, sebagaimana harga diri kami sebagai guru honorer.
Gerakan Reformasi Jilid Dua

Penulis
Mugi Muryadi
Jika pada 1998 perjuangan utama adalah mengakhiri otoritarianisme, tantangan hari ini adalah mencegah demokrasi terjebak dalam dominasi oligarki.








