Lengan alat berat mengayun menghancurkan halaman depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat, 24 April 2026. (Foto: Prima Mulia/BandungBergerak)

Gasibu Bukan Sekadar Tambahan Halaman Gedung Sate


Ironis, warga tidak tahu-menahu mau diapakan sebetulnya kota mereka!


SUDUT LAIN BANDUNG: Dari Barometer Musik ke Barometer Algoritma

Penulis

Abah Omtris


Algoritma bekerja secara halus. Ia tidak perlu membungkam kritik. Ia hanya perlu memberi penghargaan lebih besar pada apa yang cepat menarik perhatian.

Dilema PPDB, Ketika Sebuah Sistem Melahirkan Kecurangan Berulang


Sistem zonasi yang dibuat untuk menghadirkan keadilan, tetapi realitasnya justru melahirkan kecemasan, negosiasi, dan kecurangan baru.

MAHASISWA BERSUARA: Mengapa Pendaki Kita Lebih Takut Pasar Setan daripada Hipotermia?


Petaka di gunung terjadi akibat ketidaksiapan fisik dan minimnya peralatan, bukan karena kualat oleh ucapan.

Mencegah Objektifikasi dalam Praktik Kesenian bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Ruang Publik


Panggung yang benar-benar inklusif adalah panggung yang meninggalkan manfaat nyata bagi mereka yang telah berdiri di atasnya.

Keteladanan Pemimpin dan Sensitivitas Gender dalam Ruang Ekspresi Publik


Kepemimpinan bukan hanya tentang membuat kebijakan, tetapi juga tentang membangun peradaban melalui keteladanan dalam berpikir, berbicara, dan berkarya.

Koperasi Bukan Barak Tentara

Penulis

Salman A Ridwan


Ketika pola pelatihan militer dipindahkan ke ruang koperasi, berisiko logika kelembagaan bergeser: dari partisipasi menjadi instruksi, kesetaraan menjadi hierarki.

Childfree dan Ketakutan Sistemik Pasangan Muda


Fenomena childfree menjadi hasil interaksi yang terjalin di dalam berbagai lapisan lingkungan yang membentuk perkembangan hidup seseorang.

Jejak-jejak Sejarah Kawadanaan di Kecamatan Lembang Bandung Barat


Di wilayah Lembang sekitar tahun 1845 sudah berdiri kawadanaan yang dipimpin oleh seorang wadana bernama Radén Ardikusumah.

MAHASISWA BERSUARA: Dialek Majalengka, Korban Ilusi Kasta Bahasa


Stigma bahwa dialek luar Priangan itu kasar adalah produk feodalisme. Kehalusan budi seorang manusia tidak pernah diukur oleh tingkatan bahasanya.

Lihat Semua
image
image
//