MAHASISWA BERSUARA: Digital Taylorism dan Urgensi Pekerja Kategori Ketiga

PENULIS
Yesrun Eka Setyobudi
Jutaan pekerja gig tidak sedang menikmati kebebasan berwirausaha, melainkan sedang tunduk pada rezim Digital Taylorism dalam kontrol algoritma presisi.
MAHASISWA BERSUARA: Tanah yang Meredakan Rasa Lapar dan Negara yang Tak Pernah Mau Belajar

Penulis
Muhammad Rifqy Ramadhan Lubis
Masyarakat adat dan petani kecil menanggung dampak ekologis, sosial, dan ekonomi dari proyek-proyek pemerintah berskala besar.
DARI BERANDA PUSTAKA JAYA #4: Buku Saduran Pertama

Penulis
Hafidz Azhar
Kisah Djudar Bersaudara karya Mochtar Lubis terbut tahun 1971 menjadi buku saduran pertama yang diterbitkan Pustaka Jaya.
Kedaulatan Negara dalam Jebakan Struktur Global

Penulis
Mugi Muryadi
Perjanjian dagang Indonesia-Amerika Serikat membentuk relasi asimetris. Relasi dagang yang semula bersifat ekonomis perlahan berubah menjadi relasi struktural.
MAHASISWA BERSUARA: Setara di Layar, Timpang di Kehidupan Nyata: Kesetaraan Gender dan Generasi yang Terlalu Cepat Merasa Selesai

Penulis
Ariel Reza Adrian
Kesetaraan tampil sebagai simbol modernitas, bukan sebagai praktik sosial yang sungguh sungguh dihidupi.
Mudik sebagai Dongeng Pembangunan

Penulis
Jejen Jaelani
Pembangunan yang tidak merata dilihat bukan sebagai kegagalan kapitalisme; ia merupakan bagian dari logika kapitalisme.
Gelar Tinggi, Kontribusi Rendah: Mengukur Nilai Nyata Beasiswa LPDP

Penulis
Pinggala Adi Nugroho
Evaluasi LPDP harus melihat keterlibatan alumninya dalam proyek nasional, inovasi sosial, dan transfer pengetahuan ke komunitas lokal.
Padel dan Hal-hal yang Tak Pernah Netral

Penulis
Salman A Ridwan
Maraknya pembangunan lapangan padel semestinya dibaca sebagai momentum untuk mengevaluasi kebijakan tata ruang hidup warga.
Wanprestasi Aparat Kepolisian

Penulis
Fathan Muslimin Alhaq
Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian mengalami penurunan setiap kali kasus kekerasan mencuat.
MALIPIR #49: Harak dan Sang Ajengan

Penulis
Hawe Setiawan
Pengarang terampil betul membetot simpati pembaca atas dunia pengalaman Harak yang langsung bercerita sejak awal novel.









