Ilustrasi. Hukum harus berpihak kepada hati nurani dan kemanusiaan. (Ilustrator: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

Jika Negara Dikuasai Para Gerombolan

PENULIS

Mugi Muryadi


Fenomena main hakim sendiri di Indonesia menunjukkan pola yang mengkhawatirkan.


MAHASISWA BERSUARA: Meme Jomok, Pornografisasi, dan Rezim Informasi


Meme jomok menyasar orang-orang yang sudah terstigma dan membuat bias permisif tindakan diskriminatif. Upaya mendemonisasi suara oposisi?

PELAJAR BERSUARA: Barangkali Ada Sesendok Mimpi di Negeri ini

Penulis

Pricilla Sandra


Mimpi kami yang berjuta-juta tak terhitung itu tumbuh lebih cepat dan berjejal dibandingkan kesempatan.

MAHASISWA BERSUARA: Limbah Makanan, Waste Accounting, dan Ketahanan Pangan


Limbah makanan atau food waste sebenarnya bukan hanya soal makanan yang masuk ke tempat sampah. Ada biaya dan sumber daya yang ikut hilang di dalamnya.

MAHASISWA BERSUARA: Ketika Komitmen pada Ruang Publik Aman Berhenti di Atas Panggung


Ruang publik yang aman bukanlah ruang yang paling banyak memasang tanda “tolak kekerasan seksual”.

DAPUR API KARTINI #1: Memasak Tahu Berontak ala Gerwani

Penulis

Deuis Raniarti


Dapur hadir sebagai bagian dari keseharian perempuan yang juga bisa menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Mengapa Desil Program Bansos Mengundang Curiga?

Penulis

Mang Sawal


Bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran adalah bentuk solidaritas negara. Bantuan yang salah sasaran adalah sumber kekisruhan.

Kalender Tradisional dan Adaptasi Sistem Huma Orang Baduy Menghadapi Perubahan Iklim

Penulis

Johan Iskandar


Kolényér, sistem pananggalan Baduy, masih kokoh dipertahankan untuk berladang (ngahuma) dengan menerapkan sistem agroforestri tradisional.

Mengorbankan Buku demi Andesit: Ironi Kosmetik Kota di Jantung Bandung

Penulis

Sukmawati


Pemerintah yang selalu mengimbau warganya untuk gemar membaca justru menjadi pihak pertama yang merobohkan rumah bagi buku-buku!

SISI SELATAN BANDUNG: Terkungkung di Zona Nyaman Sinumbra

Penulis

Dava McCabal


Yang rileks dan lambat itu bukanlah sebuah pilihan gaya hidup yang merdeka, melainkan cermin dari keterkungkungan yang sudah mengakar.

Lihat Semua
image
//