Tidak ada tiket masuk konser, cukup segenggam beras. (Foto: Insan Radhiyan Nurrahim/BandungBergerak)

PAYUNG HITAM #80: Khayalan Utopis tentang Gigs, Uang, dan Ruang yang Bisa Kita Miliki

PENULIS

Chan


Kita mengkritik masyarakat konsumsi, tetapi pada akhirnya mereka yang memiliki kemampuan ekonomi lebih besar mendapatkan akses yang lebih mudah.


ESAI TERPILIH JULI 2026: Membaca Bandung dari Ruang Kota hingga Beban Sehari-hari

Penulis

Tim Redaksi


Empat Esai Terpilih mengajak pembaca melihat kembali persoalan rasa aman, keterbukaan pemerintah, ketimpangan ekonomi, dan pengalaman perempuan.

Jika Negara Dikuasai Para Gerombolan

Penulis

Mugi Muryadi


Fenomena main hakim sendiri di Indonesia menunjukkan pola yang mengkhawatirkan.

MAHASISWA BERSUARA: Meme Jomok, Pornografisasi, dan Rezim Informasi


Meme jomok menyasar orang-orang yang sudah terstigma dan membuat bias permisif tindakan diskriminatif. Upaya mendemonisasi suara oposisi?

PELAJAR BERSUARA: Barangkali Ada Sesendok Mimpi di Negeri ini

Penulis

Pricilla Sandra


Mimpi kami yang berjuta-juta tak terhitung itu tumbuh lebih cepat dan berjejal dibandingkan kesempatan.

MAHASISWA BERSUARA: Limbah Makanan, Waste Accounting, dan Ketahanan Pangan


Limbah makanan atau food waste sebenarnya bukan hanya soal makanan yang masuk ke tempat sampah. Ada biaya dan sumber daya yang ikut hilang di dalamnya.

MAHASISWA BERSUARA: Ketika Komitmen pada Ruang Publik Aman Berhenti di Atas Panggung


Ruang publik yang aman bukanlah ruang yang paling banyak memasang tanda “tolak kekerasan seksual”.

DAPUR API KARTINI #1: Memasak Tahu Berontak ala Gerwani

Penulis

Deuis Raniarti


Dapur hadir sebagai bagian dari keseharian perempuan yang juga bisa menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Mengapa Desil Program Bansos Mengundang Curiga?

Penulis

Mang Sawal


Bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran adalah bentuk solidaritas negara. Bantuan yang salah sasaran adalah sumber kekisruhan.

Kalender Tradisional dan Adaptasi Sistem Huma Orang Baduy Menghadapi Perubahan Iklim

Penulis

Johan Iskandar


Kolényér, sistem pananggalan Baduy, masih kokoh dipertahankan untuk berladang (ngahuma) dengan menerapkan sistem agroforestri tradisional.

Lihat Semua
image
//