Kisah Konferensi Pemuda di Villa Isola Tahun 1945

PENULIS
Nabil Haqqillah
Para pemuda dari berbagai daerah di Pulau Jawa berkumpul di Vila Isola sepekan setelah Jerman menyerah kalah di Perang Dunia II tahun 1945.
Nalar Retak dalam Siasat Mengundi Kepala Daerah

Penulis
Valeri Jehanu
Pertanyaannya lebih mendasar: sejauh mana kita masih percaya bahwa rakyat layak memegang kendali atas demokrasi lokalnya sendiri?
Ketika Kolam Pekarangan Urang Sunda Kian Menyusut

Penulis
Johan Iskandar
Praktik budaya mengelola kolam pekarangan menjadi cara penduduk perdesaan Tatar Sunda merawat anekaragam sumber pangan dan sistem hidrologi lingkungan lokalnya.
Baper Politik

Penulis
Kiki Esa Perdana
Ketika kritik disambut sebagai umpan balik yang bukan ancaman, politik beralih dari sekadar perebutan kekuasaan menuju mekanisme pembelajaran kolektif.
MALIPIR #46: Sketsa tentang Puisi

Penulis
Hawe Setiawan
Antologi puisi Ganjar Kurnia dalam Gado-gado tanpa Mazhab (2025) meneguhkan kecenderungan buat menjadikan seni sebagai bagian hakiki dari laku hidup sehari-hari.
Pengalaman Berhubungan dengan Buku Sejarah Nasional

Penulis
Anton Solihin
Di luar soal buku Sejarah Nasional Indonesia, jauh sebelum republik ini berdiri, sudah terdapat usaha untuk menulis “sejarah nasional”.
Laga Persib vs. Persija, Calo Tiket, dan Loyalitas yang Diperas

Penulis
Galih
Persib sedang menatap Asia dan membawa status juara bertahan, tetapi harga tiket melonjak pada laga melawan Persija yang lebih banyak dijual sebagai drama.
Konferensi Asia Afrika: Antara Warisan Dunia, Perebutan Ruang Kota, dan Inkompetensi Pemerintah

Penulis
Fiqih Rizkita Purnama
Wacana menjadikan kawasan Konferensi Asia Afrika sebagai Warisan Dunia UNESCO berisiko menjadi alat legitimasi untuk proses gentrifikasi dan marginalisasi.
Geopark, Solusi Jaga Lingkungan Jawa Barat

Penulis
Rinaldi Ikhram
Kawasan geopark dapat menjadi model pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Menjadi solusi untuk menghadapi masalah degradasi lingkungan.
Memupuk Kerukunan

Penulis
Ibn Ghifarie
Keberagaman adalah realitas sosial yang harus dikelola secara arif dan berkeadaban. Perbedaan agama tidak boleh memecah kerukunan.










