Kawasan Summarecon dan Sekitarnya Lokasi Bagi Kegiatan Hobi Mengamati Burung di Kota Bandung

PENULIS
Johan Iskandar
Sedikitnya terdapat 59 jenis burung termasuk dalam 34 famili burung yang pernah tercatat di kawasan Summarecon dan sekitarnya.
Martabat Manusia di Balik Kode

Penulis
Yusuf Siswantara
Jika manusia terus mencoba menjadi mesin yang baik, martabatnya akan terus tergerus karena kita akan selalu kalah dalam arena kecepatan dan efisiensi.
SUDUT LAIN BANDUNG: Ketika Gerakan Balada di Bandung Mencari Ruang #1

Penulis
Abah Omtris
Dari Balada Siluman Jumat Tapi Sore menuju ManjingManjang, titik awal perjalanan gerakan balada di Bandung untuk menjaga ruang perjumpaan.
Perpustakaan Gasibu, Literasi, dan Ambisi Penataan Fisik

Penulis
Aan Priyatna
Meruntuhkan perpustakaan Gasibu di saat potret literasi Jawa Barat terpuruk bukan semata perkara meratakan dinding bata dan memindahkan rak buku di Lapangan Gasibu.
Ketika Galeri Ponsel Lebih Banyak Menyimpan Kenangan daripada Pikiran Kita

Penulis
Bella Cecillia
Kita memiliki teknologi yang memungkinkan hampir tidak ada momen yang hilang, tetapi pada saat yang sama semakin sulit hadir sepenuhnya dalam momen yang sedang berla
Mewarisi Banjir Tahunan di Kampung Halaman Kami, Baleendah

Penulis
Muhammad Surya Zakariyya
Banjir di Baleendah bukan lagi sekadar bencana alam, melainkan seperti acara komedi televisi yang diputar berulang-ulang.
Paradoks Kota Kembang: Saat Bandung Krisis Air Bersih

Penulis
TH Hari Sucahyo
Ketika air bersih semakin sulit diperoleh, limbah terus menumpuk, dan dampak perubahan iklim semakin terasa, maka kualitas hidup masyarakat akan menjadi pertaruhan.
Kota dan Akal-akalan Penggusuran

Penulis
Jejen Jaelani
Penggusuran pedagang kaki lima merupakan bentuk perampasan hak kelompok ekonomi rentan untuk berpartisipasi dalam produksi dan pemanfaatan ruang kota.
MAHASISWA BERSUARA: Akumulasi Kemarahan Publik dan Bom Waktu Bagi Demokrasi

Penulis
Fathan Muslimin Alhaq
Demokrasi tidak meledak dalam satu malam. Ia melemah ketika kepercayaan publik terkikis sedikit demi sedikit hingga mencapai titik jenuh.
Tinggal di Jatinangor Berarti Siap Jadi Frogger Setiap Hari

Penulis
Andina Dzulkhoirani
Menyeberang jalan di Jatingor seperti bermain gim arkade klasik Frogger setiap hari. Tentu saja tanpa power-up, seperti ramuan tembus pandang atau nyawa cadangan.










