Alarm untuk demokrasi. (Ilustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

Mengenang Aksi Agustus-September 2025 dan Post Factum yang Gagal


Gagalnya Tuntutan 17+8 Rakyat, secara post factum bisa dibaca sebagai indikator yang valid dan terukur dari proses kemunduran demokrasi.


Pohon-pohon di Ruang Publik


Tidak adanya sanksi tegas pada pelaku penebangan pohon di ruang publik akan berdampak pada psikologi publik dan pemerintahan.

MAHASISWA BERSUARA: Sama-sama Merasa Benar di Jalan Raya


Pelanggaran lalu lintas di jalan raya bukan dilakukan segelintir orang nekat. Ia terjadi setiap hari, di hampir setiap ruas jalan, melibatkan banyak orang sekaligus.

Ketika Suara Korban Dipertanyakan Dua Kali: Catatan dari Pendampingan Kasus Dugaan Kekerasan di Sumedang

Penulis

Ismi Rinjani


Urutan peristiwa dalam kasus ini mengikuti pola yang sayangnya sudah sangat familiar dalam kasus-kasus kekerasan yang melibatkan relasi kuasa timpang.

Di Luar 90 Menit: Ketika Rivalitas Menemukan Batasnya

Penulis

Dodi Rokhdian


Mungkin suatu hari Viking dan The Jakmania bisa membawa satu spanduk yang sama: SEPAK BOLA TIDAK BOLEH MEMBUNUH.

Di Balik Hutan yang Hilang, Apakah Negara Benar-benar Belajar dari Bencana?

Penulis

Herlin Septiani


Negara tidak cukup hanya hadir setelah bencana, negara juga harus hadir sebelum bencana itu terjadi.

MAHASISWA BERSUARA: Merdeka di Mulut Saja


Kemerdekaan bukan milik oligarki dan pejabat culas. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, hak segala manusia.

SUDUT LAIN BANDUNG: Kebudayaan, Ketika Ia Kehilangan Daya Spiritual

Penulis

Abah Omtris


Bandung bukan kota yang kekurangan seniman dengan gagasan dan pengalaman yang beragam. Mereka tidak selalu memiliki akses pada pintu yang sama.

Ketika Kepemimpinan Berubah Menjadi Pertunjukan

Penulis

Fandu Pratomo


Ada kecenderungan bahwa kepemimpinan lebih banyak dipahami sebagai sesuatu yang harus terlihat daripada sesuatu yang harus dikerjakan

PAYUNG HITAM #80: Khayalan Utopis tentang Gigs, Uang, dan Ruang yang Bisa Kita Miliki

Penulis

Chan


Kita mengkritik masyarakat konsumsi, tetapi pada akhirnya mereka yang memiliki kemampuan ekonomi lebih besar mendapatkan akses yang lebih mudah.

Lihat Semua
image
//