Kemajuan berjalan beriringan dengan penyempitan ruang sipil. (Ilustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

MAHASISWA BERSUARA: Pak Prabowo, ini Arahnya ke mana, Ya?


Seperti kebanyakan rakyat, saya berharap kisah ini berakhir bahagia, seperti film-film Indonesia yang sering kita tonton.


Di antara Tuhan dan Revolusi


Dalam banyak kisah, revolusi lahir dari rasa ketidakadilan yang akut. Di sisi lain, Tuhan atau agama sering hadir sebagai penawar luka.

Cerita Angkot Tak Seindah Kisah Dilan dan Milea


Di saat hegemoni ojol memadati jalanan, keberadaan angkot di Bandung kurang lebih seperti kura-kura melawan kelinci. Mereka tidak buru-buru tetapi konsisten.

Merayakan Puisi Setiap Hari

Penulis

Beni Anwar Z


Puisi kehilangan ruang untuk tumbuh secara konsisten. Padahal yang dibutuhkan justru kebalikannya: ritme yang sederhana, tetapi terus berjalan.

MAHASISWA BERSUARA: Bisakah Pedalangan Sunda Meninggalkan Humor Seksis?

Penulis

Purwa Sundani


Humor seksis yang masih kerap muncul di pertunjukan wayang golek hari ini adalah bentuk penyimpangan tradisi dan sama sekali bukan bagian dari kontinuitas tradisi.

Tak Pernah Ada Overproud Soal Kopo: Sebuah Eponim

Penulis

Foggy FF


Sekecil-kecilnya tradisi membakar kalori yang bisa dilakukan, adalah dengan berjalan kaki. Namun tidak di Kopo, mengapa?

MALIPIR #53: Tamasya, Kota Literer, dan Panggilan Kisah

Penulis

Hawe Setiawan


Buat saya, membaca novel realis seperti Atheis karya Achdiat Karta Mihardja dan keluyuran mengunjungi tempat-tempat yang jadi latar cerita tidak bisa dipisahkan.

Ketika Kebijakan Menjadi Arena Perebutan Rente

Penulis

Mugi Muryadi


Anggaran besar yang tidak sepenuhnya sampai ke penerima manfaat membuka kemungkinan ada rantai distribusi yang tidak efisien, bahkan rentan disusupi praktik rente.

SUDUT LAIN BANDUNG: Dari Ruang Diskusi ke Ruang Komando

Penulis

Abah Omtris


Kekerasan aparat terhadap warga sipil, intimidasi pada kritik, hingga keterlibatan militer dalam urusan non-pertahanan perlahan dinormalisasi atas nama stabilitas.

Desukarnoisasi Masa Kini: Propaganda Politik dan Regresi Moral Terhadap Keniscayaan Sejarah


Serangan personalisasi terhadap Sukarno yang tak berkesudahan menjadi sarana tumbuh suburnya perilaku ad hominem abusive.

Lihat Semua
image
image
//