MAHASISWA BERSUARA: Jangan Teruskan Rencana Menutup Program Studi yang Tak Relevan dengan Industri

PENULIS
Erza Heksa Arifin
Jika jurusan ilmu sosial-humaniora di pendidikan tinggi dihapus, siapa yang akan mengajar etika menjadi manusia pada anak-anak di masa depan?
Aneka Ragam Ikan Asli Citarum yang Terancam Punah

Penulis
Johan Iskandar
Punahnya aneka ragam ikan di sungai dapat menyebabkan hilangnya sumber protein hewani yang murah bagi penduduk miskin pedesaan.
PAYUNG HITAM #76: Menggugat Fasisme Sosial dalam Subkultur

Penulis
Chan
Jika kita menentang tirani negara dan menolak eksploitasi kapitalisme, namun memberangus ruang aman bagi minoritas di sebelah kita, sejatinya kita belum merdeka.
Teater Meritokrasi dalam Seleksi Terbuka Pejabat Pemerintah di Indonesia

Penulis
Aditiya Widodo Putra
Sistem Open Biding (seleksi terbuka) pejabat pemerintah berada dalam kondisi cacat desain. Memaksa birokrat menjadi subordinat dari kepentingan politik praktis.
Perbandingan Donna Donna dan Pupuh Maskumambang dalam Narasi Penderitaan dan Kuasa Manusia

Penulis
Arini Joesoef
Lagu Donna Donna dan Pupuh Maskumambang bertemu pada benang merah yang sama, yaitu respons manusia terhadap ketidakadilan yang dilihatnya.
CERITA GURU: Ketika Tempat Penitipan Anak Berubah Menjadi Ruang Ketakutan

Penulis
Insan Faisal Ibrahim
Profesi yang berhubungan dengan anak membutuhkan kesabaran, kestabilan emosi, kemampuan memahami tumbuh kembang anak, serta komitmen melindungi mereka.
MAHASISWA BERSUARA: Buruh Bukan Alat Politik

Penulis
Fathan Muslimin Alhaq
Secara etis, menjadikan buruh sebagai alat politik merupakan praktik yang problematik. Politik seharusnya berorientasi pada kepentingan publik dan keadilan sosial.
Ajakan untuk Memperdebatkan Lagi Posisi Gerbong Wanita

Penulis
Fikri Arigi
Pernyataan reaktif Menteri PPPA soal penempatan gerbong khusus perempuan mengaburkan diskusi penting terkait keamanan transportasi umum.
MAHASISWA BERSUARA: Alam Indonesia, Sumber Daya Membawa Petaka

Penulis
Ginggi
Kekayaan alam Indonesia yang melimpah menjadi buah simalakama. Terdapat pilihan yang sama menyakitkan di kedua sisi, sama-sama membawa petaka.
Kopi dan Masagi

Penulis
Stephanus Djunatan
Proses menjadikan kopi sebagai sajian yang pas berarti pula suatu yang “tepat pada tempat dan waktunya”. Ibarat sebuah bangun segi empat atau sebuah lingkaran.











