MALIPIR #59: Subjek Kalimat dan Tokoh Novel

PENULIS
Hawe Setiawan
Tokoh dan pencerita dalam novel Pulang karya Toha Mohtar seperti berbagi suratan nasib yang serupa. Menyuguhkan cerita tentang pulang yang tak mudah.
KABANDANG LEMBANG #4: Mata Air yang Tak Pernah Kering di Kampung Andir
Penulis
Ernawatie Sutarna
Kampung Andir, Lembang, memiliki jaringan sumber air yang tersebar dan masih diandalkan. Dari mata air di lereng Bukit Pangjebolan hingga Pancuran Tujuh.
Pengemudi Ojol di Bawah Bayang-bayang Jerat Utang

Penulis
Muhammad Anwar
Dari berbagai persoalan yang dihadapi pengemudi ojek online (ojol), jeratan utang menjadi salah satu risiko serius terhadap kesejahteraan mereka.
MAHASISWA BERSUARA: Jangan Lupakan Tragedi Kanjuruhan

Penulis
Ariep Saefurrohman
Konsistensi masyarakat sipil, mahasiswa, dan komunitas suporter merawat ingatan Tragedi Kanjuruhan menegaskan bahwa tuntutan pada keadilan tak pernah padam.
Mesin Aspal, Critical Mass, dan Kota yang Membenci Kegembiraan: Catatan dari Pinggir atas Jalan yang Hilang

Penulis
JIM
Kota-kota hari ini tidak sedang merancang tempat hidup; mereka sedang mengecor pabrik raksasa.
Harusnya Sepak Bola Bisa Bersuara

Penulis
Lekasmati
Sepak bola tak berdiri di luar masyarakat. Sepak bola tak pernah bisa lepas dari kenyataan sosial para pendukungnya.
Sistem Agroforestri Tradisional Pekarangan Perdesaan: Sumber Pangan Buah-buahan yang Adaptif Terhadap Perubahan Iklim

Penulis
Johan Iskandar
Sistem agroforestri tradisional pekarangan yang dipraktikkan penduduk perdesaan memiliki struktur vegetasi hutan alami, rimbun, dan memiliki tajuk vegetasi berlapis.
SUDUT LAIN BANDUNG: Mengembalikan Nama Wisnoe Joedo ke Peta Ingatan Bandung

Penulis
Abah Omtris
Mengapa nama Jalan dr. Wisnoe Joedo kemudian tidak lagi digunakan dan berganti menjadi Jalan Bukit Jarian?
NGABANDUNGAN: Tas Sekolah Kecil

Penulis
Iman Herdiana
Setiap pagi, anak kecil bertas mungil itu mengarungi kemacetan Ciwastra, tanpa tahu bahwa sebagian masa kecilnya perlahan habis di jalan.
Menjajal Layanan Transportasi Umum Bandung Raya: Delapan Jam Dapat 101 Kilometer

Penulis
Sidik Permana
Perjalanan dari Kiaracondong, Jatinangor, Kota Baru Parahyangan, dan kembali ke Kiaracondong. Menempuh jarak sekitar 101 kilometer dengan waktu tempuh 8 jam.










