Rivalitas Suporter dan Politik Identitas pada Sepak Bola di Indonesia

PENULIS
Ari Ganjar Herdiansah
Jika rivalitas terus dipelihara sebagai politik kebencian, maka stadion bukan lagi ruang perayaan olahraga, melainkan arena konflik identitas.
MAHASISWA BERSUARA: Ujian Keberpihakan Negara pada Masyarakat Adat dalam Prolegnas 2026

Penulis
Ignatius Bintang Bala Surya
Pengakuan pada Masyarakat Adat selama ini lebih dominan disandarkan pada aspek politik daerah dan pemenuhan administratif yang kaku.
Bertani di Lahan Surutan Waduk Jatigede dan Risiko Perubahan Iklim

Penulis
Johan Iskandar
Pola tanam di lahan surutan di pinggiran Waduk Jatigede sangat dipengaruhi oleh kondisi curah hujan dan peristiwa pasang surut danau.
Menonton Persib Bermain, Mengingat Mimpi yang Tanggal

Penulis
Tofan Aditya
Anak-anak daerah terhalang mimpi bermain untuk Persib, entah karena himpitan ekonomi, hilangnya tempat bermain, atau posisi yang diambil pemain asing.
Luka Teror Andrie Yunus di Jalan Demokrasi

Penulis
Taufik Hidayat
Serangan air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus dirancang sebagai instrumen komunikasi politik. Dampak psikologis dan politiknya merusak.
Bangsa Eldia, Gerakan Kiri Faksi Yeager, Serta Relevansinya Terhadap Indonesia

Penulis
Farouq Syahrul Huda
Bangsa ini seperti kehilangan daya tawar dan martabat, terombang-ambing tak tentu arah di tengah samudra politik dan gejolak sosial yang tak terprediksi.
Sambal, Rasa dan Memori

Penulis
Stephanus Djunatan
Sambal menjadi metafor kebutuhan kita untuk membangkitkan pengalaman akan rasa yang kaya pada sajian.
CERITA GURU: Realitas Pendidikan di Tengah Keterbatasan Ekonomi yang Mengubur Mimpi Anak Bangsa

Penulis
Insan Faisal Ibrahim
Cerita tentang siswa yang terpaksa berhenti sekolah karena biaya transportasi adalah potret kecil dari realitas sosial yang masih terjadi di berbagai tempat.
Politik Antiasing di Indonesia dan Mengapa Kekuasaan Doyan Memakainya

Penulis
Zen RS
“Asing” tidak pernah dijelaskan karena fungsinya memang untuk dieksploitasi.
Dekolonisasi Sehari-hari

Penulis
Moch Aldy MA
Kolonialisme hari ini tidak lagi keras dan nyaring, melainkan lembut dan hangat. Ia membuat kita merasa nyaman, sebab dari sana datang bayangan tentang kesempurnaan.








