Jatinangor 25 Tahun Pertama di Abad ke-21

PENULIS
Anton Solihin
Bila tahun 1918/1919 Kerkhoff memuji Jatinagor sebagai “surga” lalu pada 1983 penyair Itjang menyebutnya “neraka”, Jatinangor sekarang harus dikatakan apa?
MALIPIR #56: Biar tidak Mati Gaya Saat Menulis

Penulis
Hawe Setiawan
Kita berupaya memahami cara sang penulis mengolah anasir-anasir literer seperti pilihan kata, tata kalimat, majas, dan sebagainya. Kita membaca sebagai penulis.
ESAI TERPILIH JUNI 2026: Dari MBG hingga Bersepeda di Bandung

Penulis
Tim Redaksi
Beragam tema yang mengulas pelbagai isu telah ditayangkan di kanal esai BandungBergerak. Mengisi ruang kritis di tengah demokrasi yang menyempit.
Ketika Warga Dijadikan Ancaman: Polarisasi Anti-LGBT dan Retaknya Rasa Aman di Bandung

Penulis
Joan Imanuel Edon
Lama-lama, orang tidak lagi melihat individu LGBT sebagai tetangga, teman kampus, rekan kerja, saudara, atau warga kota yang punya hak atas rasa aman.
Paradoks WFA di Balik Citra Kota Bandung sebagai Kota Industri Kreatif
Masih banyak pekerja kreatif di Kota Bandung yang bekerja tanpa batas waktu yang jelas, menjalani ritme kerja fleksibel yang melelahkan, dan kerap kali disepelekan.
Bukan Semata Artjog, Didit, dan Narasi Kuratorial

Penulis
Mochamad Iqbal Maulana
Polemik festival seni rupa Artjog 2026 meletus setelah terungkap salah satu sponsornya terafiliasi dengan Didit Hediprasetyo, putra Presiden Prabowo Subianto.
Debat Qodari dan Fathimah

Penulis
Mang Sawal
Perdebatan antara Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dengan Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra menyingkap persoalan struktural soal literasi data di Indonesia.
MAHASISWA BERSUARA: TPA Sarimukti Hampir Penuh dan Kita Masih Berpura-pura Baik-baik Saja

Penulis
Cintamy Salsabila
Krisis sampah Bandung tak akan selesai dengan surat edaran darurat atau komitmen rapat koordinasi, tapi minim eksekusi. Yang dibutuhkan adalah kejujuran pada publik.
MAHASISWA BERSUARA: Satu Langkah Menuju Autokrasi, Ironi Kebebasan Berekspresi

Penulis
Raja Wirayuda
Pengawasan alat negara kini punya dasar hukum yang lebih kuat dari sebelumnya. Kebebasan berekspresi Indonesia sedang di posisi terancam dan berada di batas jurang.
PAYUNG HITAM #77: Dari Bandung Darurat Begal Menuju Darurat Moral, Ketika Kebencian menjadi Spektakel

Penulis
Chan
Kebencian yang terus dipelihara jarang berakhir pada penyelesaian masalah. Ia hanya melahirkan kambing hitam baru, sementara akar persoalan tetap utuh di tempatnya.











