ESAI TERPILIH MEI 2026: Dari Gerbong Wanita hingga Feodalisme Cerdas Cermat

PENULIS
Tim Redaksi
Sepanjang Mei 2026 ada puluhan esai yang tayang di BandungBergerak. Semua merayakan kritik terhadap berbagai persoalan di Indonesia.
Merawat Asa Kota Dolar Majalaya

Penulis
Acep Saepulloh
Lembaran sejarah emas sebagai pusat industri tekstil nasional tidak akan pernah hilang dari ingatan warga Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.
CATATAN SI BOB #35: Ritual Sebelum Gelap

Penulis
Bob Anwar
Cerpen Jein Oktaviany, "Apa yang Kau Lupakan Hari Ini?" memperlihatkan apa yang tidak kita miliki dan betapa mahalnya sesuatu yang sedang kita sia-siakan.
MAHASISWA BERSUARA: Terlalu Banyak Aplikasi dalam Pelayanan Publik Digital di Jawa Barat

Penulis
Chairul Nabil Rizqullah
Digitalisasi pelayanan publik harus kembali kepada tujuan utamanya yaitu memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi masyarakat dalam mengakses layanan publik.
MALIPIR #54: Warga, Majalah Sunda dari Bogor

Penulis
Hawe Setiawan
Majalah Warga tahun 1955 merekam aspirasi politik kalangan nonoman (pemuda) Sunda dan pertukaran pendapat para penyair mengenai estetika puisi Sunda.
SUDUT LAIN BANDUNG: Ketika Bahaya Asbes Belum Menjadi Kesadaran Publik

Penulis
Abah Omtris
Persoalan asbes bukan hanya tentang material bangunan. Ia adalah persoalan tentang bagaimana sebuah kota melindungi warganya.
Mitos Penggunaan Justice Collaborator untuk Petinggi BGN yang Terjaring Korupsi MBG

Penulis
Ardhes Blandhivay Leuanan
Pengungkapan kasus adalah kewajiban hukum yang tidak boleh ditukar gulingkan dengan keringanan hukuman bagi mereka yang telah bersekutu dengan kejahatan.
MAHASISWA BERSUARA: Pengakuan Semu pada Guru Honorer

Penulis
Anastasia Steffi
Pengakuan pada guru honorer di Indonesia sebatas pemenuhan kewajiban administratif yang semu daripada penghargaan atas pengabdian mereka.
MAHASISWA BERSUARA: Tren Blind Box yang Memicu Kecanduan

Penulis
Khalifazayyan Nauval
Mainan blind box mengeksploitasi kerentanan emosional Generasi Z dan secara tidak langsung mengenalkan mereka kepada budaya konsumtif sedini mungkin.
MAHASISWA BERSUARA: Teror Pocong dan Logika Ketakutan Kekuasaan

Penulis
Adzin Aris Aniq Adani
Logika pocong yang meneror merupakan metafor yang menggambarkan kondisi perpolitikan kita hari ini.









