SUDUT LAIN BANDUNG: Catatan dari Aliansi Bandung Ngagoak dan Tanggung Jawab Moral Seniman Bandung

PENULIS
Abah Omtris
Bandung tidak kekurangan seniman. Bandung juga tidak kekurangan kegelisahan.
Wajah Baru Pemusnahan Buku di Era Kecerdasan Buatan

Penulis
Nibras Andaru
Pemusnahan buku kini hadir dalam bentuk yang jauh lebih sunyi dan sistematis: ketika industri teknologi memperlakukannya sebagai bahan mentah bagi mesin.
MAHASISWA BERSUARA: QRIS, Pain of Paying, dan Perilaku Konsumtif

Penulis
Callista Shilo Abby Gael
Perilaku konsumtif yang berawal dari kebiasaan kecil menjadi kebiasaan rutin sehingga dampak yang ditimbulkan tidak dapat disadari.
Komunikasi Pemerintahan Prabowo-Gibran: Menjelaskan Kebijakan atau Mengelola Persepsi?

Penulis
Joan Imanuel Edon
Ketika kritik menguat, pemerintah terlalu sering menempatkan masalah pada cara kebijakan dipahami, bukan pada kebijakan itu sendiri.
Mentransformasikan Luka Menjadi Kekuatan di Pesta Literasi Nusantara Dharma Book Festival 7.0

Penulis
Iqa Kinanti Nandakasih
NDBF 7.0 merangkul berbagai komunitas literasi dan kemanusiaan, seniman, serta akademisi untuk berbagi pengetahuan seputar literasi, aktivisme sosial, dan seni.
CATATAN SI BOB #41: Konser Pejalan

Penulis
Bob Anwar
Yang membedakan Konser Pejalan dari sekadar "konser bertema lingkungan", bukan temanya, tetapi siapa yang dipanggilnya naik ke panggung.
Bandung, Interpol, dan ‘Disarankan Di Bandung’: Kota yang Terlalu Ramai untuk Dirasai

Penulis
JIM
Bandung tetap ramai. Krisis tetap menunggu di depan pintu.
CATATAN DARI BANDUNG TIMUR #101: Lampu Menyala, Rasa Aman Meredup di Cicalengka

Penulis
Andrian Maldini Yudha
Belakangan, malam di Cicalengka seperti meminta lebih banyak kewaspadaan. Kabar tentang begal mengusik ketenteraman warga.
MAHASISWA BERSUARA: Ancaman Musnahnya Buku Fisik karena AI

Penulis
Jovi Fernando Setiawan
Membaca buku fisik sejatinya memberikan kita kebebasan penuh meresapi makna secara perlahan tanpa adanya gangguan notifikasi atau pelacakan data dari pihak ketiga.
MAHASISWA BERSUARA: Melampaui Batas Negara, Mempertahankan Identitas Eksil Indonesia di Ruang Transnasional

Penulis
Malika Abel Rayyn Medina
Bagi banyak komunitas eksil 1965, pengalaman mereka tidak menghapus posisi mereka dalam kehidupan kebangsaan Indonesia.










