Mengapa Gen Z Memilih ‘Situationship’ daripada Komitmen?

PENULIS
Nayla Andrea Maharani
Manusia tetap butuh kepastian dan kedekatan tulus. Situationship mungkin aman dan praktis, tapi jarang berujung pada hubungan sehat yang langgeng.
Pertaruhan Rule of Law di Tangan Para ‘Bajingan’

Penulis
Mugi Muryadi
Ketika hukum berubah menjadi komoditas kekuasaan, republik ini tak lagi dipimpin oleh supremasi hukum, tetapi oleh gerombolan bajingan yang saling berebut pengaruh.
MAHASISWA BERSUARA: Pembatasan Media Sosial bagi Remaja, Sekadar Jalan Pintas

Penulis
Naila Ramadhani Raharja Putri
Persoalan penggunaan media sosial tidak sesederhana membatasi siapa yang boleh mengaksesnya.
Bolehkah Tenaga Medis Rapuh?

Penulis
Kevin Septian
Kasus intimidasi yang berujung nasib tragis yang dialami dr. Icha di Timor Tengah Utara menjadi wajah betapa rapuhnya manusia dalam ruang kesehatan.
CATATAN SI BOB #39: Membaca Antologi Patah Hati

Penulis
Bob Anwar
Antologi Menyudahi Patah Hati di Akhir Pekan karya Imana Tahira merangkum keputusasaan dengan banalitas keseharian anak urban.
Pemimpin dan Keaksaraan

Penulis
Wildan Nugraha
Sekarang, hal-hal hakiki tergerus terus, disadari atau tidak, oleh pragmatisme dan materialisme. Pemimpin “gagasan” pun terpinggirkan.
MAHASISWA BERSUARA: Penerapan Doktrin FPIC Sebagai Syarat Perjanjian Pemanfaatan Tanah Ulayat oleh Korporasi

Penulis
Fahmi Fuad Ferdiansyah
Pemanfaatan lahan ulayat oleh korporasi di Indonesia melibatkan ketegangan antara kepentingan pembangunan ekonomi dan hak adat.
Mengenali Wajah Kapitalisme Mulai dari Seteguk Air di Pagi Hari

Penulis
Asri Widayati
Demikianlah kapitalisme tidak membayar “kerja-kerja perawatan”, jauh sebelum buruh dieksploitasi di tempat kerja.
Jatinangor 25 Tahun Pertama di Abad ke-21

Penulis
Anton Solihin
Bila tahun 1918/1919 Kerkhoff memuji Jatinagor sebagai “surga” lalu pada 1983 penyair Itjang menyebutnya “neraka”, Jatinangor sekarang harus kita sebut apa?
MALIPIR #56: Biar tidak Mati Gaya Saat Menulis

Penulis
Hawe Setiawan
Kita berupaya memahami cara sang penulis mengolah anasir-anasir literer seperti pilihan kata, tata kalimat, majas, dan sebagainya. Kita membaca sebagai penulis.









