MAHASISWA BERSUARA: Menyoal Ketergantungan AI untuk Debugging pada Mahasiswa Informatika

PENULIS
Andrew Tristan Gunawan
AI (Artificial Intelligence) sebaiknya digunakan sebagai alat pendamping atau sarana verifikasi setelah mahasiswa mencoba melakukan debugging secara mandiri.
MAHASISWA BERSUARA: Mencegah Pencatutan Hak Cipta Lagu Secara Digital

Penulis
Keyla Aprilia Putri Setiawan
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pencipta karya digital menghadapi masalah pencatutan dan plagiarisme di dunia maya.
Sedekah Laut, Cara Warga Berdamai dan Hormat pada Alam

Penulis
Fabian Satya Rabani
Sedekah Laut menjadi ungkapan syukur nelayan atas rezeki laut. Tradisi ini menjadi sarana belajar budaya dan sejarah lokal.
MAHASISWA BERSUARA: #KaburAjaDulu, Ketika Negara Gagal Memberi Masa Depan bagi Generasi Muda

Penulis
Gabriela Ivana
Tren #KaburAjaDulu mencerminkan pergeseran pola partisipasi politik generasi muda di era digital.
MAHASISWA BERSUARA: Pendidikan yang Tidak Pernah Mencari Anak Paling Rentan

Penulis
Silaen Laura Veronika
Sistem pendidikan gagal untuk melindungi anak-anak penderita kanker yang berada pada kondisi paling rentan dan tidak berdaya untuk akses pendidikan mereka.
Ketika Gagal Menjadi Atlet Profesional

Penulis
Akbar Rahmad Kurniawan
Kontribusi di dunia sepak bola tidak harus berupa prestasi individu sebagai atlet.
CERITA GURU: Anak Bukan Investasi Orang Tua

Penulis
Marlina
Tugas orang tua hanya mendidik hingga anak-anak mandiri dan bisa melanjutkan kehidupan dewasanya dengan baik.
Sirkus Maling dan Dramaturgi Para Bangsat

Penulis
Wanda Rahmad Putra
Kekuasaan dalam pertunjukan teater Sirkus Maling menjadi sesuatu yang dijalankan sekaligus dipentaskan. Sindiran pada dunia politik Indonesia.
Menolak Perampasan Suara Perempuan

Penulis
Nabilah Ayu Lestari
Momentum 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) yang diperingati setiap akhir tahun menjadi simbol perlawanan perempuan.
Zohran Mamdani dan Pelajaran Politik untuk Indonesia

Penulis
Ari Ganjar Herdiansah
Jakarta direbut oleh politik identitas. Di New York, politik kebencian mendapat pukulan telak. Mengapa?










