ESAI TERPILIH APRIL 2026: dari Sorotan Seorang Ibu pada MBG hingga Refleksi Reformasi 1998

PENULIS
Tim Redaksi
Kanal Esai BandungBergerak menayangkan sidikitnya 51 esai dari para penulis di Indonesia, mulai dari esai opini, Mahasiswa Bersuara, dan Pelajar Bersuara.
Pameran SatuKata Vol.2: Seni Bertahan Tanpa Harus Sembuh

Penulis
Virani Rikza Oktavia
Karya-karya dalam pameran “SatuKata Vol.2” seolah mengatakan pada pengunjungnya bahwa resiliensi juga tentang menerima, mengelola, dan bertahan menghadapi trauma.
MAHASISWA BERSUARA: Pengakuan pada Becak di Bandung Berhenti Bersamaan dengan Matinya Pajak Kendaraan Mereka

Penulis
Amni Isnaeni Rustam
Keberadaan becak kini terasa semakin asing di ruang perkotaan. Ia tidak lagi dipandang sebagai bagian penting dari kehidupan kota.
NGABANDUNGAN: Dialog dengan Sampah

Penulis
Iman Herdiana
Ketika politik lebih menyukai api dan kamera daripada perubahan perilaku pemilahan sampah Bandung Raya.
Babi, ‘Babi’, dan Pesta Babi

Penulis
Anton Solihin
Sebelum “Pesta Babi” mewabah seperti saat ini, terdapat sejumlah film bertema babi. Dalam budaya popular, “babi” telah lama menjadi inspirasi.
SUDUT LAIN BANDUNG: Ketika Reformasi Kehilangan Jiwanya

Penulis
Abah Omtris
Pada akhirnya, kekuasaan yang paling kuat adalah kekuasaan yang membuat masyarakat merasa bahwa diam adalah pilihan paling aman.
Pemerataan Kesejahteraan dan Omon-omon MBG

Penulis
Ahmad Wahyudin
Pedagang kecil dihantam dari dua sisi: menanggung beban inflasi akibat MBG, tapi tidak pernah diajak mencicipi kue anggarannya.
MAHASISWA BERSUARA: Sebuah Alasan Mendukung Persib, Kisah Tentang Barudak

Penulis
Fachriza Anugerah
Di kota-kota perantauan, Persib bukan lagi sekadar klub sepak bola, ia adalah manifesto solidaritas.
MAHASISWA BERSUARA: Self Reward, Kesehatan Mental, dan Pemborosan

Penulis
Athanasia Adela Pratama Lili
Hubungan antara kondisi psikologis individu dan pola konsumsi mereka menjadi kunci untuk memahami kapan self reward berubah menjadi pemborosan
Persib dan Politik Kebudayaan

Penulis
Dodi Rokhdian
Loyalitas bobotoh Persib tidak selalu dibangun oleh kemenangan. Kadang justru tumbuh dari luka yang dipikul dan diwariskan bersama.









