Awal Tahun yang Sama Saja, Audisme Masih Mengintai di Sistem Pelayanan Publik

PENULIS
Bagja Wiranandhika Prawira
Di ruang pelayanan publik, warga Tuli harus bekerja dua kali lebih keras hanya untuk mengakses informasi paling dasar.
Jalan Tol Cisumdawu Sudah Jadi, Tapi Sawah Kami Ikut Mati
Ratusan meter persegi sawah di bawah tebing Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Desa Mulyasari, Sumedang Utara, berubah menjadi lahan kritis.
MAHASISWA BERSUARA: Pemilu 2029 dan Ketidakberdayaan Oposisi Indonesia Hari ini

Penulis
Dimas Muhammad Erlangga
Dominasi politik tanpa "checks and balances" kuat membuka peluang erosi kebebasan sipil.
MAHASISWA BERSUARA: Nasionalisme dan Perlawanan Petani Banten dalam Geger Cilegon 1888

Penulis
Hanifah dan Euis Nur Fathimah
Geger Cilegon tahun 1888 di wilayah Banten menjadi bagian dari proses panjang menuju kesadaran nasional dan perjuangan kemerdekaan Indonesia pada abad ke-20.
MAHASISWA BERSUARA: Menyoal Ketergantungan AI untuk Debugging pada Mahasiswa Informatika

Penulis
Andrew Tristan Gunawan
AI (Artificial Intelligence) sebaiknya digunakan sebagai alat pendamping atau sarana verifikasi setelah mahasiswa mencoba melakukan debugging secara mandiri.
MAHASISWA BERSUARA: Mencegah Pencatutan Hak Cipta Lagu Secara Digital

Penulis
Keyla Aprilia Putri Setiawan
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pencipta karya digital menghadapi masalah pencatutan dan plagiarisme di dunia maya.
Sedekah Laut, Cara Warga Berdamai dan Hormat pada Alam

Penulis
Fabian Satya Rabani
Sedekah Laut menjadi ungkapan syukur nelayan atas rezeki laut. Tradisi ini menjadi sarana belajar budaya dan sejarah lokal.
MAHASISWA BERSUARA: #KaburAjaDulu, Ketika Negara Gagal Memberi Masa Depan bagi Generasi Muda

Penulis
Gabriela Ivana
Tren #KaburAjaDulu mencerminkan pergeseran pola partisipasi politik generasi muda di era digital.
MAHASISWA BERSUARA: Pendidikan yang Tidak Pernah Mencari Anak Paling Rentan

Penulis
Silaen Laura Veronika
Sistem pendidikan gagal untuk melindungi anak-anak penderita kanker yang berada pada kondisi paling rentan dan tidak berdaya untuk akses pendidikan mereka.
Ketika Gagal Menjadi Atlet Profesional

Penulis
Akbar Rahmad Kurniawan
Kontribusi di dunia sepak bola tidak harus berupa prestasi individu sebagai atlet.













