Tidak ada tiket masuk konser, cukup segenggam beras. (Foto: Insan Radhiyan Nurrahim/BandungBergerak)

PAYUNG HITAM #80: Khayalan Utopis tentang Gigs, Uang, dan Ruang yang Bisa Kita Miliki

PENULIS

Chan


Kita mengkritik masyarakat konsumsi, tetapi pada akhirnya mereka yang memiliki kemampuan ekonomi lebih besar mendapatkan akses yang lebih mudah.


SISI SELATAN BANDUNG: Terkungkung di Zona Nyaman Sinumbra

Penulis

Dava McCabal


Yang rileks dan lambat itu bukanlah sebuah pilihan gaya hidup yang merdeka, melainkan cermin dari keterkungkungan yang sudah mengakar.

MALIPIR #57: Kisah Odysseus, dari Yunani ke Tatar Sunda

Penulis

Hawe Setiawan


Setiap orang toh bisa seperti Odysseus: menempuh perjalanan panjang, sempat "kasarung" alias tersesat, lalu bersusah payah mencari jalan pulang.

SUDUT LAIN BANDUNG: Kebudayaan, Sebuah Proyek yang Kebetulan Berbudaya

Penulis

Abah Omtris


Bandung memiliki sejarah panjang sebagai ruang tumbuh musik, sastra, seni rupa, teater, desain, arsitektur, dan berbagai eksperimen kebudayaan.

CATATAN DARI BANDUNG TIMUR #100: Ketika Cicalengka Belum Siap Merayakan Dirinya


Ketika ruang perayaan saat karnaval Hari Kemerdekaan dibuka lebar-lebar, kita justru menyaksikan sebuah kegagalan kolektif dalam menafsirkan identitas daerah.

CATATAN DARI BANDUNG TIMUR #99: Ketika Arak-arakan Hari Kemerdekaan Menjadi Amukan di Cicalengka


Para jagoan mabuk justru datang ketika warga sedang merayakan kemerdekaan, lalu menjadikan kegembiraan sebagai kegaduhan.

CATATAN SI BOB #40: Setelah Trik Putu Wijaya

Penulis

Bob Anwar


Monolog “Trik” karya Putu Wijaya bercerita tentang orang yang mencintai negerinya dengan gelisah, yang menolak berpura-pura tak melihat apa yang keliru.

CERITA GURU: Buku dan Guru, Dua Entitas yang Diabaikan Negara


Sejarah telah mencatat bahwa pengabaian negara pada literasi dan pendidikan adalah jalan yang paling sempurna menuju era gelap suatu peradaban.

SUDUT LAIN BANDUNG: Di manakah Makna Kemerdekaan?

Penulis

Abah Omtris


Kemerdekaan bersemayam pada keberanian rakyat mempertahankan martabat, tanah, dan ruang hidupnya.

SUDUT LAIN BANDUNG: ManjingManjang, Ketika Perjumpaan Musisi Balada Menjadi Gerakan

Penulis

Abah Omtris


ManjingManjang lahir dari kegelisahan. Di tengah berbagai slogan tentang kreativitas dan kemajuan, musik balada masih terus memperjuangkan haknya untuk didengar.

Lihat Semua
image
//