CATATAN SI BOB #37: Beser di Bandara

PENULIS
Bob Anwar
Hamzah Muhammad bukan penyair pertama yang memilih bahasa jalanan. Dan dari pilihan itulah muncul kekuatan yang jarang ditemukan dalam puisi hari ini.
MALIPIR #55: Terang dan Gelap dari Pelosok Priangan

Penulis
Hawe Setiawan
Cahaya dan Bayang-bayang dari Jawa (2025) karya Franz Junghuhn terjemahan Malik Ar Rahiem sarat dengan deskripsi bentang alam, lingkungan hayati, rincian budaya.
SUDUT LAIN BANDUNG: Ruang Hidup Bandung dan Amanat Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945

Penulis
Abah Omtris
Konstitusi tidak mewariskan negara sebagai tuan tanah. Ia mewariskan tanggung jawab agar setiap jengkal bumi tetap menjadi ruang hidup yang adil bagi seluruh rakyat.
CERITA GURU: Beragam Cara Meneguhkan Tradisi Ilmiah di Sekolah

Penulis
Hafidz Azhar
Konsep pembelajaran berbasis proyek menjadi peneguh tradisi ilmiah di sekolah. Tugas guru menjaga ekosistem akademik secara ilmiah di sekolah.
CATATAN SI BOB #36: Whisky Religi

Penulis
Bob Anwar
Buku puisi Fiu, Menyimpan Lorem Ipsum Kenyataan (2026), tidak berpura-pura jadi puisi. Ia mengungkap sesuatu yang sudah lama kita ketahui, tapi enggan diucapkan.
SUDUT LAIN BANDUNG: Pariwisata adalah Akibat, Bukan Tujuan Kebudayaan

Penulis
Abah Omtris
Yogyakarta memberikan pelajaran yang layak direnungkan: bahwa menghormati seorang penyair menjadi bagian dari strategi membangun peradaban kota.
Sebutir Telur dan Efek Domino Kebijakan Ekonomi

Penulis
Iman Herdiana
Dari telur, kita belajar bahwa setiap kebijakan ekonomi selalu melahirkan konsekuensi berantai yang harus dihitung secara menyeluruh.
NGULIK BANDUNG: Mendekolonisasi Ingatan Ketika Romantisisme Menutupi Luka Kolonial

Penulis
Merrina Listiandari
Buku karya Michell G. Maas mengungkap pengaburan sejarah Hindia Belanda, sekaligus mengajak kita meninjau ulang kolonialisme tanpa terjebak pada romantisasi.
CATATAN SI BOB #35: Ritual Sebelum Gelap

Penulis
Bob Anwar
Cerpen Jein Oktaviany, "Apa yang Kau Lupakan Hari Ini?" memperlihatkan apa yang tidak kita miliki dan betapa mahalnya sesuatu yang sedang kita sia-siakan.
MALIPIR #54: Warga, Majalah Sunda dari Bogor

Penulis
Hawe Setiawan
Majalah Warga tahun 1955 merekam aspirasi politik kalangan nonoman (pemuda) Sunda dan pertukaran pendapat para penyair mengenai estetika puisi Sunda.









