Cara terbaik menghadapi buku adalah membacanya. (Iustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

CATATAN SI BOB #34: Carpe Diem

PENULIS

Bob Anwar


Buku puisi ketiga Willy Fahmy Agiska, Seperti Orang Mati yang Hidup, menemukan jangkar kontekstualnya. Ia mendata apa saja yang tersisa setelah dihantam rutinitas ke


SUDUT LAIN BANDUNG: Mengembalikan Bandung kepada Warga

Penulis

Abah Omtris


Revolusi akuntabilitas menjadi upaya panjang mengembalikan negara pada prinsip dasarnya: melindungi warga, menegakkan hukum, dan memastikan keadilan jadi kenyataan.

CATATAN SI BOB #33: Hikayat Ikan Remora

Penulis

Bob Anwar


Asep Ardian lewat kisah Oni Jouska si ikan remora, tak sedang menyusun sebuah kisah politis. Ia hanya sedang mengingatkan kita pada sesuatu yang purba.

SUDUT LAIN BANDUNG: Ketika Bandung Terlalu Sibuk Menikmati Sandiwara

Penulis

Abah Omtris


Masyarakat perlahan kehilangan kebiasaan menguji informasi secara kritis. Kita lebih tertarik mengikuti kontroversi dibandingkan menelaah dampak keputusan publik.

SUDUT LAIN BANDUNG: Sampah dan Kegagalan Membangun Peradaban Kota

Penulis

Abah Omtris


Sampah adalah cermin peradaban. Dan cara sebuah kota memperlakukan sampahnya sering kali menunjukkan seberapa jauh kota itu berhasil membangun kesadaran warganya.

NGABANDUNGAN: Pak Yanyan dan Guru Oemar Bakrie

Penulis

Iman Herdiana


Suara dari Sukamiskin untuk guru honorer. Catatan terakhir Yanyan Herdiyan tentang profesi yang disebut pahlawan, tetapi terlalu lama dibiarkan berjuang sendiri.

PAYUNG HITAM #77: Pesta Babi dan Kritik Terhadap Paradigma Pembangunan di Papua

Penulis

Chan


Pesta Babi memotret watak pembangunan di Indonesia hari ini. Pembangunan yang ingin terlihat modern dan nasionalis, tetapi sering alergi terhadap kritik dari bawah.

Membaca Papan Nama Toko-toko di Cicadas sebagai Arsip Kota

Penulis

Gan Gan Jatnika


Bagi mereka yang pernah tumbuh di Bandung pada era 1980-an dan 1990-an, setiap huruf di papan nama toko Cicadas menyimpan kenangan. Hasil karya pelukis reklame.

NGABANDUNGAN: Dialog dengan Sampah

Penulis

Iman Herdiana


Ketika politik lebih menyukai api dan kamera daripada perubahan perilaku pemilahan sampah Bandung Raya.

SUDUT LAIN BANDUNG: Ketika Reformasi Kehilangan Jiwanya

Penulis

Abah Omtris


Pada akhirnya, kekuasaan yang paling kuat adalah kekuasaan yang membuat masyarakat merasa bahwa diam adalah pilihan paling aman.

Lihat Semua
image
image
//