PAYUNG HITAM #77: Pesta Babi dan Kritik Terhadap Paradigma Pembangunan di Papua

PENULIS
Chan
Pesta Babi memotret watak pembangunan di Indonesia hari ini. Pembangunan yang ingin terlihat modern dan nasionalis, tetapi sering alergi terhadap kritik dari bawah.
Membaca Papan Nama Toko-toko di Cicadas sebagai Arsip Kota

Penulis
Gan Gan Jatnika
Bagi mereka yang pernah tumbuh di Bandung pada era 1980-an dan 1990-an, setiap huruf di papan nama toko Cicadas menyimpan kenangan. Hasil karya pelukis reklame.
NGABANDUNGAN: Dialog dengan Sampah

Penulis
Iman Herdiana
Ketika politik lebih menyukai api dan kamera daripada perubahan perilaku pemilahan sampah Bandung Raya.
SUDUT LAIN BANDUNG: Ketika Reformasi Kehilangan Jiwanya

Penulis
Abah Omtris
Pada akhirnya, kekuasaan yang paling kuat adalah kekuasaan yang membuat masyarakat merasa bahwa diam adalah pilihan paling aman.
Membaca Data Ketimpangan Pendidikan, Ternyata Jawa Barat Bukan Bandung Saja

Penulis
Iman Herdiana
Jawa Barat memiliki wilayah sangat luas, meski Bandung selalu mendapatkan panggung. Ada ketimpangan di bidang pendidikan antara kota-kota urban dan Jabar selatan.
CATATAN DARI BANDUNG TIMUR #97: Di Bawah Langit Cicalengka, Persib Menjadi Cerita

Penulis
Andrian Maldini Yudha
Persib Bandung tidak hanya mempertemukan sebelas pemain dengan sebuah bola di atas lapangan, tetapi juga mempertemukan manusia dengan manusia lainnya.
CERITA DARI LAPANGAN BARUTUNGGUL: Persib dan Terasingnya Sepak Bola Tarkam

Penulis
Iman Herdiana
Tentang anak-anak Bandung yang menciptakan permainan sepak bola sendiri, dan ekosistem yang tak pernah datang menjemput.
SUDUT LAIN BANDUNG: Di Bawah Lampu Merah Pasirkaliki Mereka Hanya Boleh Memeluk Bulan

Penulis
Abah Omtris
Selama anak-anak masih berdiri di bawah lampu merah hingga larut malam, sementara kota sibuk merayakan dirinya sendiri: untuk siapa sebenarnya kebudayaan dirayakan?
Kritik untuk Para Penonton Film Pesta Babi

Penulis
Iman Herdiana
Pelarangan, rasa penasaran, dan sejarah panjang sensor terhadap film. Mengapa film dokumenter lebih menakutkan daripada film horor?
Belanja di Lingkaran Terdekat

Penulis
Iman Herdiana
Dari “warga bantu warga” saat pandemi hingga rupiah melemah hari ini, solidaritas ekonomi kembali menemukan relevansinya.










