-

Penulis
Bob Anwar
Cara terbaik menghadapi buku adalah membacanya. (Iustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)CATATAN SI BOB #34: Carpe Diem
PENULIS Bob Anwar 23 Juni 2026
Buku puisi ketiga Willy Fahmy Agiska, Seperti Orang Mati yang Hidup, menemukan jangkar kontekstualnya. Ia mendata apa saja yang tersisa setelah dihantam rutinitas ke
Lihat SemuaCATATAN SI BOB #33: Hikayat Ikan Remora
Penulis Bob Anwar17 Juni 2026
Asep Ardian lewat kisah Oni Jouska si ikan remora, tak sedang menyusun sebuah kisah politis. Ia hanya sedang mengingatkan kita pada sesuatu yang purba.
CATATAN SI BOB #32: Mario adalah Sisifus dengan Gitar
Penulis Bob Anwar29 April 2026
Mario lolos seleksi PPPK setelah mengajar dua dekade sebagai guru honorer. Tapi, ia hanya satu item dalam daftar panjang yang bisa dicoret karena efisiensi anggaran.
CATATAN SI BOB #31: Siluman dan Pasien
Penulis Bob Anwar15 April 2026
Godot tidak datang bukan karena ia jahat, melainkan karena ia tidak pernah benar-benar berencana datang.
CATATAN SI BOB #30: Musisi MBG
Penulis Bob Anwar3 Maret 2026
Sistem itu selalu tahu, dengan presisi yang hampir jahat, berapa harga seseorang di momen ketika ia paling kelelahan. Seperti tawaran pada Torres bekerja di SPPG.
CATATAN SI BOB #29: Berbuka Puisi Bersama Boby
Penulis Bob Anwar17 Februari 2026
Buku puisi Stasiun Kajigaya karya Boby Anggara menyigi metafora tentang Jepang sebagai mangkuk besar yang menerima semua orang, semua nama, semua rasa.
CATATAN SI BOB #28: Tanam Tuai
Penulis Bob Anwar13 November 2025
Kelompok musik Tanam Tuai membawa kabar dari petani Pangalengan. Memilih membuat lagu tentang kentang dan kol: tema yang tak akan viral.
CATATAN SI BOB #27: Balada Ashley
Penulis Bob Anwar23 Oktober 2025
Di Bandung, di Jakarta, di kota-kota lain, mungkin ada ribuan lulusan seni musik yang masih bertahan menggeluti dunia musik.
CATATAN SI BOB #26: Apatico Pukul Sebelas Malam
Penulis Bob Anwar17 Oktober 2025
Teriakan itu adalah bukti: kita belum sepenuhnya apatico. Kita masih berharap ada yang mendengar.
CATATAN SI BOB #25: Esok Pagi, Kita Putus Asa
Penulis Bob Anwar30 September 2025
Marx mungkin akan terkejut melihat surplus value di era streaming: pekerja seni yang teralienasi dari karya sendiri.










