• Penulis

    Bob Anwar

Puisi di dinding Jalan Tamblong, Bandung, 28 Oktober 2025. (Foto: Prima Mulia/BandungBergerak)

CATATAN SI BOB #43: Formulir Puisi

PENULIS Bob Anwar 25 September 2026

Tak ada yang tahu pasti di gerbang mana kejujuran sebuah puisi lebih mungkin diuji.

CATATAN SI BOB #42: Kisah Peta Naga

Penulis Bob Anwar15 September 2026

Ahmad Faisal Imron dalam buku Alis Sritimu bercerita tentang tubuh kekasih sebagai lanskap sebuah peta, disketsa ulang di setiap puisi dengan wajah berbeda-beda.

CATATAN SI BOB #41: Konser Pejalan

Penulis Bob Anwar3 September 2026

Yang membedakan Konser Pejalan dari sekadar "konser bertema lingkungan", bukan temanya, tetapi siapa yang dipanggilnya naik ke panggung.

CATATAN SI BOB #40: Setelah Trik Putu Wijaya

Penulis Bob Anwar20 Agustus 2026

Monolog “Trik” karya Putu Wijaya bercerita tentang orang yang mencintai negerinya dengan gelisah, yang menolak berpura-pura tak melihat apa yang keliru.

CATATAN SI BOB #39: Membaca Antologi Patah Hati

Penulis Bob Anwar28 Juli 2026

Antologi Menyudahi Patah Hati di Akhir Pekan karya Imana Tahira merangkum keputusasaan dengan banalitas keseharian anak urban.

CATATAN SI BOB #38: Ternyata Buku Puisi Bisa Sejelas ini

Penulis Bob Anwar21 Juli 2026

Ada sesuatu yang mengganjal setelah halaman terakhir buku puisi Cermin (2026) karya Abdurrahman ditutup, ganjalan itu datang dari judulnya sendiri.

CATATAN SI BOB #37: Beser di Bandara

Penulis Bob Anwar15 Juli 2026

Hamzah Muhammad bukan penyair pertama yang memilih bahasa jalanan. Dan dari pilihan itulah muncul kekuatan yang jarang ditemukan dalam puisi hari ini.

CATATAN SI BOB #36: Whisky Religi

Penulis Bob Anwar7 Juli 2026

Buku puisi Fiu, Menyimpan Lorem Ipsum Kenyataan (2026), tidak berpura-pura jadi puisi. Ia mengungkap sesuatu yang sudah lama kita ketahui, tapi enggan diucapkan.

CATATAN SI BOB #35: Ritual Sebelum Gelap

Penulis Bob Anwar30 Juni 2026

Cerpen Jein Oktaviany, "Apa yang Kau Lupakan Hari Ini?" memperlihatkan apa yang tidak kita miliki dan betapa mahalnya sesuatu yang sedang kita sia-siakan.

CATATAN SI BOB #34: Carpe Diem

Penulis Bob Anwar23 Juni 2026

Buku puisi ketiga Willy Fahmy Agiska, Seperti Orang Mati yang Hidup, menemukan jangkar kontekstualnya. Ia mendata apa saja yang tersisa setelah dihantam rutinitas ke

Lihat Semua
image
//