Kebebasan sering hadir sebagai toleransi yang rapuh. (Ilustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

MAHASISWA BERSUARA: LGBTIQ+, Ambiguitas Negara, dan Hidup dalam Kebebasan Bersyarat


Kebebasan dalam kehidupan sosial tidak selalu hadir sebagai hak yang utuh. Masyarakat membingkainya sehingga tampak wajar, namun sempit dan penuh tekanan.


MAHASISWA BERSUARA: Digital Taylorism dan Urgensi Pekerja Kategori Ketiga


Jutaan pekerja gig tidak sedang menikmati kebebasan berwirausaha, melainkan sedang tunduk pada rezim Digital Taylorism dalam kontrol algoritma presisi.

MAHASISWA BERSUARA: Tanah yang Meredakan Rasa Lapar dan Negara yang Tak Pernah Mau Belajar


Masyarakat adat dan petani kecil menanggung dampak ekologis, sosial, dan ekonomi dari proyek-proyek pemerintah berskala besar.

Kedaulatan Negara dalam Jebakan Struktur Global

Penulis

Mugi Muryadi


Perjanjian dagang Indonesia-Amerika Serikat membentuk relasi asimetris. Relasi dagang yang semula bersifat ekonomis perlahan berubah menjadi relasi struktural.

MAHASISWA BERSUARA: Setara di Layar, Timpang di Kehidupan Nyata: Kesetaraan Gender dan Generasi yang Terlalu Cepat Merasa Selesai


Kesetaraan tampil sebagai simbol modernitas, bukan sebagai praktik sosial yang sungguh sungguh dihidupi.

Mudik sebagai Dongeng Pembangunan

Penulis

Jejen Jaelani


Pembangunan yang tidak merata dilihat bukan sebagai kegagalan kapitalisme; ia merupakan bagian dari logika kapitalisme.

Gelar Tinggi, Kontribusi Rendah: Mengukur Nilai Nyata Beasiswa LPDP


Evaluasi LPDP harus melihat keterlibatan alumninya dalam proyek nasional, inovasi sosial, dan transfer pengetahuan ke komunitas lokal.

Padel dan Hal-hal yang Tak Pernah Netral

Penulis

Salman A Ridwan


Maraknya pembangunan lapangan padel semestinya dibaca sebagai momentum untuk mengevaluasi kebijakan tata ruang hidup warga.

Wanprestasi Aparat Kepolisian


Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian mengalami penurunan setiap kali kasus kekerasan mencuat.

MAHASISWA BERSUARA: Sekali lagi, Mengapa Kuliah di Indonesia Sangat Mahal?


Mahalnya perkuliahan di Indonesia disebabkan langgengnya dominasi oligarki di sektor pendidikan tinggi. Dominasi tersebut merasuk hingga level gerakan mahasiswa.

Lihat Semua
image
image
//