Kapitalisme menciptakan ketimpangan. (Ilustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

Antara Cikudapateuh dan Kiaracondong: Anak-anak Sebagai Situasionis Tanpa Nama

PENULIS

JIM


Kota yang oleh perencanaannya dilihat sebagai mesin ekonomi, oleh anak-anak itu dilihat sebagai medan imajinasi yang belum habis dieksplorasi.


MAHASISWA BERSUARA: Fakta di Balik Skena Death Metal Indonesia


Sudah saatnya kita membuang jauh-jauh segala prasangka buruk dan tidak berdasar pada skena death metal di Indonesia.

Ketika Bandung Memproduksi Risiko di Jalan Raya: Memikirkan Ulang Politik Keselamatan Warga


Risiko di jalan raya lahir dari desain jalan, pengaturan kendaraan, tata ruang, prioritas pembangunan, hingga cara pemerintah mendefinisikan sistem mobilitas.

MAHASISWA BERSUARA: Mendorong Kesiapan Infrastruktur Pelayanan Publik dalam Perlindungan Korban Kekerasan Seksual


Optimalisasi infrastruktur pelayanan publik bukan lagi sekadar pilihan administrasi, melainkan prasyarat mutlak untuk menghentikan darurat kekerasan seksual.

Dari Tahu Menjadi Siaga, Membangun Komunikasi Mitigasi Sesar Lembang yang Berdampak

Penulis

Dian Rosadi


Mitigasi bencana Sesar Lembang memerlukan komunikasi yang berfokus pada perubahan perilaku melalui narasi terpadu lintas lembaga.

Tidak Perlu Ada Istilah Kawasan Hutan

Penulis

Dion Pardede


Kawasan hutan sebagai instrumen klaim spasial negara yang memungkinkan pengusiran rakyat, tidak perlu ada. Yang perlu adalah perlindungan ekologis yang nyata.

MAHASISWA BERSUARA: Pengusiran Massal Kelas Menengah dari Panggung Kesejahteraan


Menghilangkan kelas menengah sama saja dengan mematikan motor penggerak ekonomi domestik dan mengubur mimpi mobilitas sosial generasi muda.

Mitigasi Bencana dengan Kearifan Ekologi Lokal Tatar Sunda

Penulis

Johan Iskandar


Penduduk pedesaan tatar Sunda memiliki kearifan ekologi menghadapi perubahan lingkungan dan krisis iklim dengan mempraktikkan sistem agroforestri tradisional.

MAHASISWA BERSUARA: Cuaca Ekstrem Membuat Tubuh Saya Rentan Sakit

Penulis

Ridwan Maulana


Masyarakat, korporasi, dan pemerintah harus mengambil peran untuk merawat dan memperbaiki bumi sebelum cuaca ekstrem yang terjadi saat ini menjadi lebih parah.

Catatan untuk Tiga Pemimpin Jawa Barat yang Terus Mereproduksi Nilai Patriarki


Perempuan selalu dinilai dari tubuh, status perkawinan, dan persepsi moral masyarakat, bukan sebagai individu yang memiliki martabat dan hak yang sama.

Lihat Semua
image
image
//