Prekaritas dan Realitas Pahit Kelas Menengah Indonesia

PENULIS
Aditiya Widodo Putra
Implikasi dari meluasnya prekaritas sangat serius bagi ketahanan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Bagaimana Kita Melihat LGBT Sebagai Pejabat Publik di Indonesia?

Penulis
Ardhes Blandhivay Leuanan
Konsep yang sering dikedepankan dalam konteks pejabat publik adalah bahwa figur publik memikul beban moral lebih berat dibanding warga biasa.
Jika Bus Umum Jadi Prioritas Warga Bandung, Jalur Sepeda dan BOSEH Harus Diperkuat

Penulis
Angga Marditama Sultan Sufanir
Perbaikan transportasi publik sering kali berfokus pada armada, koridor, atau halte. Padahal, persoalan utama justru muncul pada akses menuju layanan tersebut.
Dari Sembako ke Hasil Bumi: Yang Terlewat dari Koperasi Desa Merah Putih

Penulis
Endang Susanti (Mamak Bersuara)
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berisiko hanya menjadi perpanjangan rantai distribusi konsumsi. Bukan penggerak ekonomi desa.
Cara Urang Baduy Panamping Mempertahankan Usaha Tani Huma Berkelanjutan dengan Pohon Albasiah

Penulis
Johan Iskandar
Introduksi kayu albasiah di lahan huma mempercepat waktu pemulihan kesuburan tanah. Mempersingkat masa istirahat lahan sebelum dijadikan lahan huma kembali.
PELAJAR BERSUARA: Menyimak Feodalitas dan Kedunguan Otoritas

Penulis
Fabian Satya Rabani
Kisah Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat 2026 yang berubah menjadi panggung absurditas nasional.
Ketika Negara Takut pada Ide

Penulis
Geril Dwira
Alih-alih menghapus sebuah ide, tindakan represif negara malah memperluas perhatian publik terhadap ide tersebut.
MAHASISWA BERSUARA: Ketika Keadilan Ditentukan Keramaian

Penulis
Pernando Philip Aigro Simbolon
Fenomena no viral no justice tidak sepenuhnya keliru. Namun tanpa nalar, semuanya berubah menjadi kebisingan yang menyesatkan.
Lebih dari Sepak Bola: Persib sebagai Ikon Budaya

Penulis
Kiki Esa Perdana
Persib bukan sekadar tim bola, melainkan simbol budaya yang hidup di persimpangan antara tradisi, kreativitas, dan politik identitas.
Lampu Merah Republik
Penulis
Suko Wahyudi
Republik menjadi semacam jembatan yang aneh, menghubungkan kemewahan yang melaju cepat dengan kemiskinan yang berjalan tertatih.










