MAHASISWA BERSUARA: Pekerja Platform Digital Tanpa Payung Regulasi dan Negara yang Sibuk Bertransformasi

PENULIS
Aprianus Gregorian Bahtera
Platform digital yang tumbuh di atas ketidakpastian dan eksploitasi pekerja sesungguhnya sedang membangun fondasi bisnis yang rapuh.
Mencintai Kota yang Tak Sesuai Ekspektasi

Penulis
TH Hari Sucahyo
Setiap tempat memiliki ceritanya sendiri dan kita hanya perlu datang dengan pikiran terbuka untuk benar-benar mendengarnya.
MAHASISWA BERSUARA: Dari Banjir ke Macet, Rantai Masalah yang Tak Pernah Putus di Bandung Selatan

Penulis
Farhan Dwi Fadillah
Apa gunanya jalan bagus kalau saat hujan besar tetap sulit dilalui? Apa gunanya jalur alternatif kalau akhirnya hanya memindahkan kemacetan dari satu titik ke titik
Prabradox: Antara Retorika Kerakyatan dan Praktik Kekuasaan

Penulis
Fauzan Anwar Z
Paradoks dalam politik mungkin tak bisa dihindari. Namun ketika ia berulang dan semakin kasat mata, ia berhenti menjadi strategi dan mulai terlihat sebagai masalah.
Refleksi Teologi Kristen dan Aksi Kamisan di Indonesia

Penulis
Eliezer Mei Kriswanto
Dalam kegigihan Aksi Kamisan, Tuhan tidak absen tetapi hadir secara mendalam. Tuhan tidak bekerja melalui dominasi, tetapi melalui solidaritas dan harapan.
MAHASISWA BERSUARA: Pak Prabowo, ini Arahnya ke mana, Ya?

Penulis
Ardhes Blandhivay Leuanan
Seperti kebanyakan rakyat, saya berharap kisah ini berakhir bahagia, seperti film-film Indonesia yang sering kita tonton.
Di antara Tuhan dan Revolusi

Penulis
Ibram Ibrahim
Dalam banyak kisah, revolusi lahir dari rasa ketidakadilan yang akut. Di sisi lain, Tuhan atau agama sering hadir sebagai penawar luka.
Cerita Angkot Tak Seindah Kisah Dilan dan Milea

Penulis
Sandewa Jopanda
Di saat hegemoni ojol memadati jalanan, keberadaan angkot di Bandung kurang lebih seperti kura-kura melawan kelinci. Mereka tidak buru-buru tetapi konsisten.
Merayakan Puisi Setiap Hari

Penulis
Beni Anwar Z
Puisi kehilangan ruang untuk tumbuh secara konsisten. Padahal yang dibutuhkan justru kebalikannya: ritme yang sederhana, tetapi terus berjalan.
MAHASISWA BERSUARA: Bisakah Pedalangan Sunda Meninggalkan Humor Seksis?

Penulis
Purwa Sundani
Humor seksis yang masih kerap muncul di pertunjukan wayang golek hari ini adalah bentuk penyimpangan tradisi dan sama sekali bukan bagian dari kontinuitas tradisi.








