Ilustrasi pendidikan. (Ilustrator: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak.id)

MAHASISWA BERSUARA: Ketika Sekolah hanya Menjadi Nama


Realitas di Indonesia memperlihatkan bahwa mutu pendidikan masih sangat ditentukan oleh di mana seseorang dilahirkan dan seberapa tebal kantong orang tuanya.


Seni sebagai Laku Kepulangan: Dialektika Estetika dan Etika dalam Proses Kreatif


Untuk apa kita terus memproduksi keindahan jika ia gagal menyelamatkan kemanusiaan yang paling mendasar di sekitar kita?

Menalar Fenomena di Luar Nalar

Penulis

Mugi Muryadi


Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar. Yang sering kurang ialah keberanian memakai kepintaran secara jujur.

Lima Ribu Rupiah di Tribun Selatan

Penulis

Dea Rahmat S


Untuk beberapa jam, di tengah hidup yang sering terasa berat, mereka akhirnya punya sesuatu untuk dirayakan bersama Persib juara.

Persib, Bandung, dan Kota yang Belajar Percaya pada Kemustahilan

Penulis

Aan Priyatna


Saya ingin Balai Kota Bandung bukan hanya dikenang sebagai tempat saksi bisu hadirnya juara liga, tapi menjadi episentrum perubahan kota.

MAHASISWA BERSUARA: Katanya Orang Desa Tak Terpengaruh Dolar AS

Penulis

Azwin Zamharir


Masyarakat desa mungkin tidak pernah memegang sepeser pun uang dolar AS, tapi mereka dipaksa untuk menanggung beban dari tingginya nilai tukar mata uang tersebut.

Prekaritas dan Realitas Pahit Kelas Menengah Indonesia


Implikasi dari meluasnya prekaritas sangat serius bagi ketahanan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Bagaimana Kita Melihat LGBT Sebagai Pejabat Publik di Indonesia?


Konsep yang sering dikedepankan dalam konteks pejabat publik adalah bahwa figur publik memikul beban moral lebih berat dibanding warga biasa.

Jika Bus Umum Jadi Prioritas Warga Bandung, Jalur Sepeda dan BOSEH Harus Diperkuat


Perbaikan transportasi publik sering kali berfokus pada armada, koridor, atau halte. Padahal, persoalan utama justru muncul pada akses menuju layanan tersebut.

Dari Sembako ke Hasil Bumi: Yang Terlewat dari Koperasi Desa Merah Putih


Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berisiko hanya menjadi perpanjangan rantai distribusi konsumsi. Bukan penggerak ekonomi desa.

Lihat Semua
image
image
//