Menyoal Praktik Fotografi Jalanan: Apakah Wajah Kita Milik Publik?

PENULIS
Sandewa Jopanda
Praktik fotografi jalanan disorot karena dua hal utama, yakni penyalahgunaan dan komersialisasi.
MAHASISWA BERSUARA: Banjir Bukan Datang dari Hujan, tapi dari Kebijakan yang Rapuh

Penulis
Lusiana Eka Banuwati
Banjir bukan sekadar air yang meluap, tetapi tanda bahwa kota dibangun tanpa menghormati batas alam dan hak warga.
MAHASISWA BERSUARA: Penanggulangan Bencana Berperspektif Gender dan HAM

Penulis
Mikaela Dian Sasami
Penanggulangan bencana membutuhkan perubahan paradigma yang mendasar. Tidak hanya berfokus pada logistik, tapi juga perlindungan berbasis hak asasi manusia.
Surat untuk Rifa Rahnabila yang Ditangkap Gara-gara Demonstrasi Agustus Lalu

Penulis
Sastra Wijaya
Di demonstrasi Agustus lalu, kamu memilih untuk hadir, dan hari ini kami memilih untuk tidak meninggalkanmu.
MAHASISWA BERSUARA: Menyiasati Manajemen Waktu yang Efektif

Penulis
Gema Ardhana Yanggarjita
Kesibukan tidak selalu mencerminkan produktivitas, terutama ketika mahasiswa tidak menerapkan manajemen waktu secara terstruktur, disiplin, dan berorientasi tujuan.
MAHASIWA BERSUARA: Putusan Mahkamah Konstitusi dan Masa Depan Reformasi Polri

Penulis
Muhammad Zakky Noor R
Peraturan Polri Nomor 10 Tahun 2025 menunjukkan kecenderungan rasionalitas kekuasaan administratif dibandingkan kepatuhan filosofis pada putusan Mahkamah Konstitusi.
PELAJAR BERSUARA: Epos Itu Bernama Hak Asasi Manusia dan Demokrasi

Penulis
Nayla Wulandari
Hari ini, saya menemukan demokrasi dan Hak Asasi Manusia menjadi epos yang begitu nyata dalam bernegara.
Awal Tahun yang Sama Saja, Audisme Masih Mengintai di Sistem Pelayanan Publik

Penulis
Bagja Wiranandhika Prawira
Di ruang pelayanan publik, warga Tuli harus bekerja dua kali lebih keras hanya untuk mengakses informasi paling dasar.
Menjahit Luka Bumi, Membasuh Air Mata Perempuan

Penulis
Taufik Hidayat
Dari greenwashing hingga kriminalisasi, bisa dilihat suatu pola besar berulang. Ada benang merah yang menghubungkan eksploitasi alam dengan penindasan perempuan.
MAHASISWA BERSUARA: Pemilu 2029 dan Ketidakberdayaan Oposisi Indonesia Hari ini

Penulis
Dimas Muhammad Erlangga
Dominasi politik tanpa "checks and balances" kuat membuka peluang erosi kebebasan sipil.







