Jika Negara Dikuasai Para Gerombolan

PENULIS
Mugi Muryadi
Fenomena main hakim sendiri di Indonesia menunjukkan pola yang mengkhawatirkan.
MAHASISWA BERSUARA: Meme Jomok, Pornografisasi, dan Rezim Informasi

Penulis
Muhammad al-Askary
Meme jomok menyasar orang-orang yang sudah terstigma dan membuat bias permisif tindakan diskriminatif. Upaya mendemonisasi suara oposisi?
PELAJAR BERSUARA: Barangkali Ada Sesendok Mimpi di Negeri ini

Penulis
Pricilla Sandra
Mimpi kami yang berjuta-juta tak terhitung itu tumbuh lebih cepat dan berjejal dibandingkan kesempatan.
MAHASISWA BERSUARA: Limbah Makanan, Waste Accounting, dan Ketahanan Pangan

Penulis
Madeleine Sharlene Suhariawan
Limbah makanan atau food waste sebenarnya bukan hanya soal makanan yang masuk ke tempat sampah. Ada biaya dan sumber daya yang ikut hilang di dalamnya.
MAHASISWA BERSUARA: Ketika Komitmen pada Ruang Publik Aman Berhenti di Atas Panggung

Penulis
Fauziansyah Hartadi
Ruang publik yang aman bukanlah ruang yang paling banyak memasang tanda “tolak kekerasan seksual”.
Mengapa Desil Program Bansos Mengundang Curiga?

Penulis
Mang Sawal
Bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran adalah bentuk solidaritas negara. Bantuan yang salah sasaran adalah sumber kekisruhan.
Mengorbankan Buku demi Andesit: Ironi Kosmetik Kota di Jantung Bandung

Penulis
Sukmawati
Pemerintah yang selalu mengimbau warganya untuk gemar membaca justru menjadi pihak pertama yang merobohkan rumah bagi buku-buku!
Jernih Membaca Elektabilitas Dedi Mulyadi

Penulis
Ronny P Sasmita
Angka elektabilitas hanya menunjukkan besarnya dukungan, bukan karakter dukungan.
MAHASISWA BERSUARA: Faculty of Wonder dan Matinya Skeptisisme Profesional

Penulis
Madeleine Constance Tanur
Hilangnya skeptisisme di kehidupan sehari-hari membuat seseorang lebih rentan terhadap manipulasi narasi, disinformasi digital, maupun relasi yang toksik.
Ada Apa dengan War Ticket Nonton Upacara Peringatan Kemerdekaan di Istana Negara

Penulis
Mang Sawal
Jika kemerdekaan adalah milik bersama, maka pengalaman merayakannya tidak semestinya menjadi privilese yang diperebutkan lewat adu cepat jari-jari di layar ponsel.









