Paradoks Kota Kembang: Saat Bandung Krisis Air Bersih

PENULIS
TH Hari Sucahyo
Ketika air bersih semakin sulit diperoleh, limbah terus menumpuk, dan dampak perubahan iklim semakin terasa, maka kualitas hidup masyarakat akan menjadi pertaruhan.
Kota dan Akal-akalan Penggusuran

Penulis
Jejen Jaelani
Penggusuran pedagang kaki lima merupakan bentuk perampasan hak kelompok ekonomi rentan untuk berpartisipasi dalam produksi dan pemanfaatan ruang kota.
MAHASISWA BERSUARA: Akumulasi Kemarahan Publik dan Bom Waktu Bagi Demokrasi

Penulis
Fathan Muslimin Alhaq
Demokrasi tidak meledak dalam satu malam. Ia melemah ketika kepercayaan publik terkikis sedikit demi sedikit hingga mencapai titik jenuh.
Ketika Data Statistik Menyatakan Angka Kemiskinan Menurun

Penulis
Taufik Hidayat
Bila negara mengatakan kemiskinan turun, lalu rakyat mengatakan daya beli turun, siapa yang dipercaya?
Taman Kota yang Membunuhmu Sambil Tersenyum: Catatan dari Kota Bandung yang Sedang Difoto Sampai Mati

Penulis
JIM
Apa yang sedang terjadi pada taman-taman kota kita adalah semacam détournement yang dibalik arahnya.
CERITA GURU: Kasih Sayang Juga Perlu Batas

Penulis
Marlina
Kasih sayang yang sehat juga mengajarkan anak mengenai tanggung jawab. Anak perlu memahami bahwa setiap hak selalu diikuti oleh kewajiban.
Pertaruhan Rule of Law di Tangan Para ‘Bajingan’

Penulis
Mugi Muryadi
Ketika hukum berubah menjadi komoditas kekuasaan, republik ini tak lagi dipimpin oleh supremasi hukum, tetapi oleh gerombolan bajingan yang saling berebut pengaruh.
MAHASISWA BERSUARA: Pembatasan Media Sosial bagi Remaja, Sekadar Jalan Pintas

Penulis
Naila Ramadhani Raharja Putri
Persoalan penggunaan media sosial tidak sesederhana membatasi siapa yang boleh mengaksesnya.
Bolehkah Tenaga Medis Rapuh?

Penulis
Kevin Septian
Kasus intimidasi yang berujung nasib tragis yang dialami dr. Icha di Timor Tengah Utara menjadi wajah betapa rapuhnya manusia dalam ruang kesehatan.
Pemimpin dan Keaksaraan

Penulis
Wildan Nugraha
Sekarang, hal-hal hakiki tergerus terus, disadari atau tidak, oleh pragmatisme dan materialisme. Pemimpin “gagasan” pun terpinggirkan.










