Banyak kebijakan kesetaraan berhenti pada tataran administratif. (Ilustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

MAHASISWA BERSUARA: Perempuan sebagai Kekuatan Revolusioner Melawan Ketidakadilan Gender


Perjuangan perempuan tidak boleh berhenti pada pengakuan simbolik. Perjuangan menuju kesetaraan gender masih panjang dan membutuhkan komitmen kolektif.


Ketika Debat Kehilangan Makna

Penulis

Salman A Ridwan


Ketika debat telah berpindah dari ruang intelektual ke panggung layar kaca, logika yang bekerja terkadang telah mengalami perubahan.

Kuasa Uang dalam Budaya Indonesia dari Dulu Hingga Kini

Penulis

Mang Sawal


Uang adalah kekuatan yang besar. Seperti semua kekuatan besar, ia selalu membutuhkan kompas moral agar tidak berubah menjadi tiran.

Sejauh Mana Negara Memelihara Fakir Miskin dan Anak Telantar?

Penulis

Mugi Muryadi


Fakir miskin tidak butuh belas kasihan, tetapi keadilan sistemik. Anak telantar tidak butuh simpati sesaat, tetapi masa depan yang dijamin negara.

Tugas Penyair dalam Batas Bahasa

Penulis

Fio F Yussup


Tugas penyair bukanlah meliarkan bahasa sejauh-jauhnya. Penyair harus mampu bertahan dan memunguti bahasa dari horizon kemungkinan yang nyaris tak berujung.

Pembebasan Delpedro Marhaen Bukan Akhir Perlawanan

Penulis

Salman A Ridwan


Pembebasan Delpedro dan rekan-rekannya bukanlah akhir dari perjuangan politik dalam melawan penyalahgunaan kekuasaan.

Di 93 Tahun Persib Bandung Hari Ini: Thank God I’m Bobotoh!

Penulis

Ilham Gunawan


Dan mungkin jika bukan karena Persib, banyak hal tidak akan pernah dipahami: tentang pertemanan, pengkhianatan, dan kerasnya kehidupan sosial.

Seruan Warga kepada Indonesia untuk Hengkang dari Board of Peace


Kita harus keluar dari Board of Peace. Karena pеrdаmаiаn tаnpа kеdаulаtаn hаnyаlаh nаmа lаin dаri pеrbudаkаn yаng dikеmаs sеcаrа еstеtik.

Represi Selektif: Membaca Strategi Negara Meredam Gelombang Protes Agustus

Penulis

Rolip Saptamaji


Represi selektif bekerja dengan membedakan aktor mana yang perlu dihancurkan dan mana yang cukup dikooptasi. Ia tidak membabi buta, melainkan menghitung untung rugi.

MAHASISWA BERSUARA: Matinya Partai Politik dan Bayang-bayang Populisme


Sejarah Indonesia telah memperlihatkan bahwa citra pemimpin masih sangat ampuh digunakan untuk kepentingan politik.

Lihat Semua
image
image
//