Alarm untuk demokrasi. (Ilustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

Masyarakat Sipil, Bias Kelas, dan Warisan Depolitisasi dalam Otoritarianisme Indonesia

PENULIS

Valeri Jehanu


Kita terbiasa membaca 1998 sebagai bukti bahwa demonstrasi bisa menumbangkan rezim. Otoritarianisme Indonesia hari ini tidak lagi membutuhkan senjata untuk bertahan.


MAHASISWA BERSUARA: Ketika Makan Sehat Menjadi Kemewahan


Pilihan makanan sering kali ditentukan oleh apa yang tersedia dan mampu dibeli, bukan oleh apa yang paling sehat.

Ironi Kehidupan di Tengah Narasi Pertumbuhan Ekonomi

Penulis

Mugi Muryadi


Tantangan terbesar Indonesia adalah memperkecil jarak antara narasi pertumbuhan ekonomi dan realitas. Masyarakat butuh bukti bahwa kehidupan memang jadi lebih baik.

SMK, Kurikulum Merdeka, dan Pertanyaan tentang Kesiapan Kerja Generasi Muda

Penulis

Fandu Pratomo


Apakah pendidikan Indonesia benar-benar dirancang untuk memperluas mobilitas sosial atau justru secara tidak sadar mereproduksi struktur sosial yang sudah ada?

MAHASISWA BERSUARA: Ketika Fenomena Flexing Menormalisasi Tekanan Sosial pada Anak Muda


Fenomena flexing menjadi berbahaya bukan karena ada orang yang memamerkan keberhasilan, tetapi karena masyarakat mulai percaya bahwa keberhasilan harus dipamerkan.

PELAJAR BERSUARA: PSEL, Jalan Pintas yang Tidak Pendek


PSEL bisa menjadi bagian penting dari solusi persoalan sampah. Tetapi ia bukan tongkat sihir yang menghapus semua masalah.

Pancasila, Teologi Pembebasan, dan Indonesia yang Kehilangan Jiwa Sosialnya

Penulis

Suko Wahyudi


Pancasila perlu dibaca kembali. Bukan sekadar sebagai dokumen politik yang lahir dari pergulatan sejarah bangsa, melainkan sebagai proyek etis yang belum selesai.

Hilir Diliput, Hulu Diluput

Penulis

Reza Septian


Ketika banjir berita namun kering makna. Semestinya jurnalisme mampu melampaui fungsi informatifnya, menjadi ruang yang membantu publik memahami.

Mengapa Pejabat Kita Sulit Menerima Kritik? Jejak Neo-Patrimonialisme dalam Praktik Kekuasaan


Dalam nalar patrimonial, batas antara jabatan publik dan pribadi penguasa menjadi kabur.

MAHASISWA BERSUARA: Pungli dan Wajah Suram Pelayanan Publik di Indonesia


Pungutan liar (pungli) muncul sebagai “jalan pintas” dari sistem layanan publik yang tidak efektif. Pelakunya merasa aman karena pengawasan lemah dan minim sanksi.

Lihat Semua
image
image
//