Ilustrasi. Hukum harus berpihak kepada hati nurani dan kemanusiaan. (Ilustrator: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

Tragedi yang Berulang dan Reformasi Polri yang Tak Kunjung Tuntas


Kematian seorang anak di tangan aparat bukan sekadar insiden individual. Mengapa tragedi seperti ini tidak pernah benar-benar berhenti?


PAYUNG HITAM #74: Di Balik Megahnya Kanopi Merah Putih yang Menakar Ilusi Kesejahteraan di Lantai SPBU

Penulis

Chan


Negara tidak boleh hanya sibuk memastikan stok BBM aman, tetapi abai terhadap keamanan dan kesejahteraan manusia yang menyalurkannya.

MAHASISWA BERSUARA: Romantisasi Patah Hati dan Disorientasi Empati dalam Kekerasan

Penulis

Ridwan


Pada peristiwa pembacokan mahasiswa di kampus UIN Sultan Syarif Kasim Riau, khitah perlindungannya sudah ajek: perlindungan korban dan pertanggungjawaban pelaku.

MAHASISWA BERSUARA: Literasi yang Dikontrol Adalah Literasi yang Mati

Penulis

Tiara Karina


Setelah Orde Baru tumbang diganti era Reformasi, pelarangan buku kita bayangkan tidak akan ada lagi.

CERITA GURU: Guru di Medan Tempur MBG

Penulis

Laila Nursaliha


Perang kami adalah mempertahankan agar ruang kelas tidak berubah menjadi gudang logistik.

MAHASISWA BERSUARA: Bencana sebagai Politik, Politik sebagai Bencana: Anatomi Banjir Sumatra 2025


Apa yang selama ini tersembunyi dalam rencana tata ruang, lembar perizinan, dan spreadsheet fiskal tiba-tiba mewujudkan dirinya sebagai bencana.

Marapthon sebagai Realitas yang Disimulasi

Penulis

Fio F Yussup


Apa yang sebenarnya terjadi ketika seseorang memirsa siaran langsung berjam-jam, lalu suka rela mengirim donasi pada orang yang sedang siaran langsung itu?

Hegemoni Senyap: Analisis Dominasi Wacana Energi Fosil

Penulis

Taufik Hidayat


Perjuangan melawan krisis iklim menuntut lebih dari sekadar inovasi teknologi. Ia menuntut revolusi dalam cara kita berbahasa dan memaknai energi.

MAHASISWA BERSUARA: Maha Benar Maha-Siswa dengan Segala Urusannya


Dua alasan pemaafan terhadap eksklusivitas gerakan mahasiswa. Pertama, romantisisme. Kedua, napas pergerakan mahasiswa bertumpu pada solidaritas

MAHASISWA BERSUARA: Untuk Siapa Sebenarnya Beasiswa Pendidikan?


Beasiswa tidak lagi bekerja sebagai instrumen korektif atas ketimpangan, tetapi berisiko menjadi hak istimewa yang dibungkus kebijakan.

Lihat Semua
image
image
//