Sejumlah mahasiswa dari komunitas Literatur melakukan aksi solidaritas untuk korban bencana banjir dan longsor Sumatra di depan Gedung Sate, Bandung, 8 Desember 2025. (Foto: Prima Mulia/BandungBergerak)

Menolak Bantuan di Tengah Tragedi Bencana Sumatra

PENULIS

Salman A Ridwan


Dalam peristiwa bencana, setiap tindakan negara adalah simbol. Ia dibaca, ditafsirkan, dan dirasakan, terutama bagi mereka yang terkena langsung dampak dari bencana.


Melawan Supremasi Kekuasaan

Penulis

Muhammad Lutfi


Mau dibawa ke mana pun negara berkiblat, jika pemerintahnya seenaknya sendiri, maka rakyat akan menjadi tumbal politik.

Ketika Kemudahan Izin, Konversi Hutan, dan Kelalaian Pemerintah Mengubah Hujan Jadi Bencana Sumatra

Penulis

Herlin Septiani


Kerusakan lingkungan di Sumatra adalah hasil relasi kuasa antara negara dan oligarki ekstraktif, di mana sawit menjadi simbol paling nyata.

Berhenti Merundung Bumi

Penulis

Mugi Muryadi


Pendidikan ekologis memegang peran yang sangat penting. Kesadaran lingkungan tidak lahir secara instan, tetapi dibentuk melalui proses pendidikan jangka panjang.

MAHASISWA BERSUARA: Auguste Comte dan Mimpi Sejarah Ilmiah


Pemikiran Auguste Comte tentang positivisme mewakili mimpi sejarah ilmiah: umat manusia akan mencapai peradaban yang lebih tinggi melalui pengetahuan saintifik.

Misteri Orang Utan

Penulis

Johan Arif


Penyelidikan tentang temuan-temuan fosil orang utan di berbagai tempat, termasuk di Indonesia, terus berlanjut untuk menemukan jawaban dari misteri ini.

MAHASISWA BERSUARA: Menulis Jurnal, Refleksi, dan Kejujuran Personal


Dengan mencatat emosi, kita sebenarnya sedang mengelolanya. Journaling menjadi media untuk melepaskan dan menghubungkan emosi.

MAHASISWA BERSUARA: Menyoal Keadilan Pembangunan Tol Cisumdawu


Pembangunan yang tidak menghadirkan keadilan bukanlah kemajuan, melainkan sebuah pengabaian.

Waduk sebagai Spatio-Temporal Fix: Problema Lima Dekade Pembangunan Jatigede

Penulis

Pandu Sujiwo


Proyek pembangunan infrastruktur pemerintah selalu berdiri di atas ketimpangan relasi kuasa dan ketegangan antara negara, modal, dan warga kelas pekerja kebanyakan.

Genealogi Kementerian Agama: Sebuah Kesadaran bagi Perjuangan Kebinekaan Kita


Indonesia yang inklusif adalah hasil dari negosiasi historis yang rumit dan negosiasi itu tampaknya tidak pernah benar-benar selesai.

Lihat Semua
image
//