Di Balik Tagline Persib “Lives Inside Us”: Konflik, Narasi Kultural, dan Hal-hal yang Tak Selaras dengan Logika

PENULIS
Bikry Praditya
Persib bukan lagi sekadar kesebelasan yang bermain 90 menit di lapangan. Ia adalah bahasa pemersatu, eskapisme, dan menjadi cara bagi orang-orang mengingat kota.
MAHASISWA BERSUARA: Tren Olahraga di antara Kebutuhan Hidup Sehat dan Gaya Hidup Anak Muda

Penulis
Nadine Vijayanti Citralekha
Olahraga adalah investasi kesehatan jangka panjang, bukan sekadar panggung pertunjukan di media sosial.
MAHASISWA BERSUARA: Nyawa Kedua Barbie yang Membongkar Kebohongan Daur Ulang

Penulis
Madeleine Constance Tanur
Masyarakat lebih sering digiring untuk memilah sampah demi didaur ulang.
MAHASISWA BERSUARA: Keberagaman Seksualitas sebagai Kambing Hitam Negara

Penulis
Alvian Aulia Caesario Muchtar
Isu LGBTQ di Indonesia sering dikaitkan dengan persoalan moralitas, ketertiban sosial, dan identitas nasional.
Wajah Baru Pemusnahan Buku di Era Kecerdasan Buatan

Penulis
Nibras Andaru
Pemusnahan buku kini hadir dalam bentuk yang jauh lebih sunyi dan sistematis: ketika industri teknologi memperlakukannya sebagai bahan mentah bagi mesin.
MAHASISWA BERSUARA: QRIS, Pain of Paying, dan Perilaku Konsumtif

Penulis
Callista Shilo Abby Gael
Perilaku konsumtif yang berawal dari kebiasaan kecil menjadi kebiasaan rutin sehingga dampak yang ditimbulkan tidak dapat disadari.
Komunikasi Pemerintahan Prabowo-Gibran: Menjelaskan Kebijakan atau Mengelola Persepsi?

Penulis
Joan Imanuel Edon
Ketika kritik menguat, pemerintah terlalu sering menempatkan masalah pada cara kebijakan dipahami, bukan pada kebijakan itu sendiri.
Bandung, Interpol, dan ‘Disarankan Di Bandung’: Kota yang Terlalu Ramai untuk Dirasai

Penulis
JIM
Bandung tetap ramai. Krisis tetap menunggu di depan pintu.
MAHASISWA BERSUARA: Ancaman Musnahnya Buku Fisik karena AI

Penulis
Jovi Fernando Setiawan
Membaca buku fisik sejatinya memberikan kita kebebasan penuh meresapi makna secara perlahan tanpa adanya gangguan notifikasi atau pelacakan data dari pihak ketiga.
MAHASISWA BERSUARA: Melampaui Batas Negara, Mempertahankan Identitas Eksil Indonesia di Ruang Transnasional

Penulis
Malika Abel Rayyn Medina
Bagi banyak komunitas eksil 1965, pengalaman mereka tidak menghapus posisi mereka dalam kehidupan kebangsaan Indonesia.









