Ojol Dapat 92 Persen: Skema Baru, Trik Lama?

PENULIS
Mugi Muryadi
Pembagian pendapatan 92 persen bagi pengemudi ojol belum cukup menjamin kesejahteraan jangka panjang. Hanya solusi sementara.
MAHASISWA BERSUARA: Mewaspadai Kejahatan Tersembunyi dalam Relasi Personal

Penulis
Ridwan
Selama kekerasan dalam relasi personal masih dianggap sebagai urusan privat, selama itu pula kejahatan tersembunyi akan terus menemukan ruang untuk bertahan.
Mencermati Keadilan pada Penegakan Hukum Kasus Taufik Hidayat

Penulis
Siti Mutia Firda
Penegakan hukum yang kuat bukan berarti hukuman semata-mata yang paling berat, namun memberi kepastian bahwa keadilan tidak datang hanya karena kasus sedang viral.
Peribahasa, Pengetahuan Kita, dan Krisis Iklim yang Menggerusnya

Penulis
Reza Septian
Alam berubah lebih cepat daripada kemampuan dan pengetahuan kita untuk menjaganya.
Album Baru Bernadya Adalah Manifestasi Perlawanan di Himpitan Banalitas Kota

Penulis
Tofan Aditya
Pada akhirnya, album Bernadya, Semoga Hanya di Mimpi, sukses melampaui kodratnya sebagai sekadar lagu galau.
MAHASISWA BERSUARA: Lembaran Tisu yang Dikemas dengan Dalih Jaga Alam pada Nyatanya Tidak Demikian

Penulis
Iza Fatihasari
Tisu digunakan untuk menjaga kebersihan, tetapi juga benda yang turut serta mengeksploitasi alam dan menimbulkan sampah sebagai benda sekali pakai.
Mengukur Seberapa Jauh Jarak Bobotoh dengan Persib

Penulis
Taufiq Rizky Kawitan
Jika kita ingin membebaskan sepak bola dari keterasingan dan dominasi uang, maka langkah pertama adalah merebut kembali ruang partisipasi.
Bonus Demografi dan Nasib Demokrasi
Penulis
Suko Wahyudi
Bonus demografi sesungguhnya bukan hadiah, melainkan ujian. Ia menguji kemampuan negara dalam mengubah jumlah penduduk produktif menjadi kekuatan produktif.
Antara Cikudapateuh dan Kiaracondong: Anak-anak Sebagai Situasionis Tanpa Nama

Penulis
JIM
Kota yang oleh perencanaannya dilihat sebagai mesin ekonomi, oleh anak-anak itu dilihat sebagai medan imajinasi yang belum habis dieksplorasi.
MAHASISWA BERSUARA: Fakta di Balik Skena Death Metal Indonesia

Penulis
Jovi Fernando Setiawan
Sudah saatnya kita membuang jauh-jauh segala prasangka buruk dan tidak berdasar pada skena death metal di Indonesia.








