Ironi Kehidupan di Tengah Narasi Pertumbuhan Ekonomi

PENULIS
Mugi Muryadi
Tantangan terbesar Indonesia adalah memperkecil jarak antara narasi pertumbuhan ekonomi dan realitas. Masyarakat butuh bukti bahwa kehidupan memang jadi lebih baik.
SMK, Kurikulum Merdeka, dan Pertanyaan tentang Kesiapan Kerja Generasi Muda

Penulis
Fandu Pratomo
Apakah pendidikan Indonesia benar-benar dirancang untuk memperluas mobilitas sosial atau justru secara tidak sadar mereproduksi struktur sosial yang sudah ada?
MAHASISWA BERSUARA: Ketika Fenomena Flexing Menormalisasi Tekanan Sosial pada Anak Muda

Penulis
Lauwrencia Darmawan
Fenomena flexing menjadi berbahaya bukan karena ada orang yang memamerkan keberhasilan, tetapi karena masyarakat mulai percaya bahwa keberhasilan harus dipamerkan.
PELAJAR BERSUARA: PSEL, Jalan Pintas yang Tidak Pendek

Penulis
Fabian Satya Rabani
PSEL bisa menjadi bagian penting dari solusi persoalan sampah. Tetapi ia bukan tongkat sihir yang menghapus semua masalah.
Pancasila, Teologi Pembebasan, dan Indonesia yang Kehilangan Jiwa Sosialnya
Penulis
Suko Wahyudi
Pancasila perlu dibaca kembali. Bukan sekadar sebagai dokumen politik yang lahir dari pergulatan sejarah bangsa, melainkan sebagai proyek etis yang belum selesai.
Hilir Diliput, Hulu Diluput

Penulis
Reza Septian
Ketika banjir berita namun kering makna. Semestinya jurnalisme mampu melampaui fungsi informatifnya, menjadi ruang yang membantu publik memahami.
Mengapa Pejabat Kita Sulit Menerima Kritik? Jejak Neo-Patrimonialisme dalam Praktik Kekuasaan

Penulis
Ari Ganjar Herdiansah
Dalam nalar patrimonial, batas antara jabatan publik dan pribadi penguasa menjadi kabur.
MAHASISWA BERSUARA: Pungli dan Wajah Suram Pelayanan Publik di Indonesia

Penulis
Meliesa Putri Kartansa
Pungutan liar (pungli) muncul sebagai “jalan pintas” dari sistem layanan publik yang tidak efektif. Pelakunya merasa aman karena pengawasan lemah dan minim sanksi.
Merawat Harapan di Tengah Keletihan Demokrasi

Penulis
Yoh. Sandriano N. Hitang
Memperingati Pancasila pada bulan Juni seharusnya tidak berhenti pada upacara atau nostalgia sejarah.
Membedah Sentimen Kelas dalam Selebrasi Sepak Bola

Penulis
Firall Ar Dunda
Pada nyatanya suporter klub sepak bola terdiri dari lapisan kelas yang kompleks.






