Ketika Buku Seorang Anak SD di NTT Lebih Mahal dari Janji Negara

PENULIS
Mochamad Taufik
Negara harus hadir dalam bentuk paling dasar yaitu keadilan sosial untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
MAHASISWA BERSUARA: Bersemi Sekebun, di Bawah Bayang-bayang UU ITE

Penulis
Eisia Azzahra
Menumbuhkan ruang digital yang sehat seharusnya berangkat dari literasi, pendidikan, dan perlindungan hak; bukan ancaman penjara.
Mencegah Kejahatan Perkawinan

Penulis
Renny Maria
Mengakui bahwa perkawinan bisa menjadi ruang kejahatan bukan berarti menolak nilai keluarga, melainkan upaya melindungi martabat manusia di dalamnya
Bandung: Antara Kreativitas dan Intrik Politik

Penulis
Kiki Esa Perdana
Bandung adalah contoh nyata bagaimana budaya populer dan politik saling berhubungan, namun secara rumit.
Dinamika Ilmu Pengetahuan: Sebuah Tinjauan Pemikiran Alan Chalmers

Penulis
Taufik Hidayat
Alan Chalmers menempatkan dirinya di posisi yang unik: ia menolak otoritarianisme metode universal sekaligus menolak nihilisme relativisme.
Pilih Bayar atau yang Gratis?

Penulis
Mang Sawal
Pembajakan muncul bukan karena konsumen tidak mau membayar, tetapi karena akses legal tidak menyediakan pilihan yang terjangkau.
Mitos Orang Sunda Pemalas: Stereotipe Budaya, Kabayan, dan Warisan Kapitalisme Kolonial

Penulis
Hilman
Stigma “orang Sunda Pemalas” tidak lahir secara alamiah. Ia dikonstruksi melalui relasi kuasa yang timpang dan berlangsung dalam proses sejarah yang panjang.
In This Economy, Apa Salahnya Merayakan Valentine dengan Seikat Kangkung?

Penulis
Tofan Aditya
Romantisisme di era ”in this economy" haruslah bersifat pragmatis, berkelanjutan, dan sadar kelas. Cinta di era neoliberalisme adalah tentang solidaritas.
Mendaras Ajengan Anjing, Menyalak dari Sisi Harak

Penulis
Muhammad Akmal Firmansyah
Pengantar diskusi novel Ajengan Anjing karya Ridwan Malik di Bunga di Tembok, Bandung. Dogma hadir tidak menghardik, ia hadir dengan bercerita.
MAHASISWA BERSUARA: Alam Tak Lagi Bertuan Ketika Mitos Dihancurkan

Penulis
Muhamad Seha
Kita perlu berpikir ulang apakah modernitas benar-benar membuat kita lebih bijak atau justru lebih bebal merusak lingkungan.








