Ilustrasi. Pembangunan infrastruktur memiliki risiko merusak keseimbangan alam. (Ilustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak )

MAHASISWA BERSUARA: Ekologi yang Dikorbankan Atas Nama Pembangunan dan Demokrasi yang Ditinggalkan


Pengorbanan ekologi dan penyempitan demokrasi menjadi konsekuensi logis dari paradigma pembangunan yang menempatkan pertumbuhan sebagai tujuan utama.


MAHASISWA BERSUARA: Kuliah Empat Tahun Tak Cukup, Dilema Mahasiswa Pendidikan dalam Sistem PPG

Penulis

Anita


Kenyataan di lapangan sudah menunjukkan bahwa guru yang sudah mengantungi sertifikat program Pendidikan Profesi Guru (PPG) pun masih kesulitan dalam mengajar.

MAHASISWA BERSUARA: Ketika Perpustakaan Daerah Tutup Terlalu Dini


Jam operasional perpustakaan mencerminkan cara pandang pemerintah daerah dalam memaknai layanan publik, khususnya terkait akses warga pada pengetahuan.

MAHASISWA BERSUARA: Selaput Dara dan Kuasa Sosial, Bagaimana Keperawanan Menjadi Instrumen Disiplin Tubuh Perempuan


Keperawanan tidak melindungi perempuan, tidak memuliakan moralitas, dan tidak menjamin kehormatan siapa pun.

Krisis Ruang dan Masa Depan Kita

Penulis

Taufik Hidayat


Bencana banjir dan longsor hari ini adalah "tagihan" dari kesalahan pengelolaan ruang di masa lalu.

MAHASISWA BERSUARA: Peternakan Bernama Pendidikan Tinggi


Pasar bebas intelektual menjelma sebagai tren baru di kalangan civitas akademik. Akademisi hari ini dipaksa untuk berubah demi terpenuhinya kebutuhan pasar.

Peristiwa Malari, Krisis Imajinasi Pembangunan, dan Sunyi yang Terus Diulang

Penulis

Abah Omtris


Jika peristiwa Malari adalah jeritan keras atas ketimpangan, kemarahan hari ini lebih sunyi tetapi lebih luas.

MAHASISWA BERSUARA: Ketika Braga Tak Pernah Sepi dan Catcalling Tak Pernah Berhenti


Catcalling di ruang publik menjadi cerminan budaya yang masih menormalisasi pelecehan secara verbal. Keramaian menjadi tameng pelaku dan kesunyian bagi para korban.

MAHASISWA BERSUARA: Menggugat Pendidikan Gaya Bank yang Melawan Amanat Konstitusi

Penulis

Syachrul Bachri


Undang-undang menuntut pendidikan yang memerdekakan, bukan yang membekukan pikiran.

Jejak Kuburan-kuburan Tua dalam Peradaban Manusia

Penulis

Johan Arif


Budaya penguburan jenazah telah dikenal sejak akhir Zaman Es Plestosen Atas. Jenazah umumnya diletakkan dalam posisi membujur atau menekuk.

Lihat Semua
image
//