Tampak Seperti Tanya‑Jawab Biasa, Ternyata...

PENULIS
Mang Sawal
Di balik doorstop atau konferensi pers, terjadi pertarungan pengendalian narasi. Seruan moral semata tidak cukup untuk mengubah situasi.
Mendengar Kopo, Mengapa Kita Memilih Putar Balik

Penulis
Muhammad Akmal Firmansyah
Di antara sejarah, ekspansi kota, dan kemacetan, Kopo menjelma jadi ruang di mana orang datang dengan harapan—dan pulang dengan kelelahan.
Citra Rakyat Dedi Mulyadi

Penulis
M Fauzi Ridwan
Citra yang dibangun Dedi Mulyadi tidak cukup hanya berada di permukaan untuk menyenangkan rakyat di media sosial.
MAHASISWA BERSUARA: Kebohongan atas Anarkisme Perlu ditinjau Kembali

Penulis
Fadlan Naufal R.
Mengapa diksi “Anarkis” dapat dengan normal masuk ke dalam telinga sebagai pengganti diksi “kekacauan”?
Kapan Ruang Publik Kita Merdeka dari Bayang-bayang Chilling Effect?

Penulis
Mugi Muryadi
Kasus Andrie Yunus menjadi ujian nyata bagi komitmen negara terhadap demokrasi. Penanganan yang transparan dan akuntabel menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar.
MAHASISWA BERSUARA: Dari Karya ke Korupsi, Sebuah Kritik pada Cara Hukum Menilai Kasus Amsal Sitepu

Penulis
Pernando Philip Aigro Simbolon
Hukum tidak boleh menjadi alat yang menakut-nakuti atau mengekang kreativitas masyarakat.
Anak Bukan Angka: Kritik Ibu atas Program Makan Bergizi Gratis

Penulis
Endang Susanti (Mamak Bersuara)
Persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya distribusi, tetapi juga kualitas dan kesiapan sistem yang belum matang.
Gentengisasi dan Punahnya Kearifan Lokal

Penulis
Sandewa Jopanda
Secara tradisional orang Indonesia lebih mengenal ijuk atau sirep dan atap-atap yang tidak bersinggungan dengan elemen tanah.
MAHASISWA BERSUARA: Melihat Peran Driver Ojol yang menjadi Tulang Punggung Peradaban Jatinangor

Penulis
Ruth Maria Artauli Purba
Driver ojek online (ojol) memprotes pembatasan akses masuk kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor, Sumedang. Membuat mahasiswa parno.
Literatur Terkait Indonesia di Masa Uni Sovyet, Cerminan Apa?

Penulis
Anton Solihin
Anggaplah tulisan ini semacam pengantar untuk hal-hal umum menyangkut literasi Uni Sovyet hingga Rusia yang terkait Indonesia pada rentang (1922-1991).









