Bekas lubang galian kabel di Jalan Asia Afrika, Bandung, 11 Februari 2025. (Foto: Abdullah Azam Dienullah/BandungBergerak)

Kota untuk Siapa?

PENULIS

Jejen Jaelani


Buruknya infrastruktur kota—mulai dari jalan rusak, drainase buruk, hingga minimnya penerangan dan ruang publik yang tak terawat—mencerminkan kekerasan struktural.


Perang Amerika Serikat-Israel vs. Iran #2: Jus Ad Bellum, Pertahanan Diri, dan Kejahatan Agresi

Penulis

Syahrul Fauzul


Serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran melanggar Piagam PBB sebagai fondasi tata hukum internasional pasca Perang Dunia.

Melihat Interelasi antara Konsep Tritunggal dan Tri Tangtu


Tritunggal merupakan misteri iman yang khas dalam tradisi Kristiani, sementara Tri Tangtu lahir dari refleksi budaya masyarakat Sunda terhadap tatanan kehidupaan.

Potret Opresi Perempuan di Tengah Penghidupan Perkebunan Salak Banjarnegara


Perempuan hadir di setiap lini penghidupan perkebunan salak di Banjarnegara dan berpotensi menjadi aktor perubahan. Perannya kerap diabaikan.

Ada Apa dengan Dunia Sepak Bola Hari ini?


Di sepak bola, kegagalan saat eksekusi penalti atau pelatih yang tidak mampu membawa tim juara, sering kali jadi bahan tertawaan, bullying, bahkan pelecehan.

Melupakan Maaf pada Bumi

Penulis

Salman A Ridwan


Idulfitri bisa dibaca secara berbeda. Ia bisa menjadi momen untuk meredefinisikan tentang hubungan manusia dengan manusia, tetapi juga antara manusia dengan alam.

Tampak Seperti Tanya‑Jawab Biasa, Ternyata...

Penulis

Mang Sawal


Di balik doorstop atau konferensi pers, terjadi pertarungan pengendalian narasi. Seruan moral semata tidak cukup untuk mengubah situasi.

Mendengar Kopo, Mengapa Kita Memilih Putar Balik


Di antara sejarah, ekspansi kota, dan kemacetan, Kopo menjelma jadi ruang di mana orang datang dengan harapan—dan pulang dengan kelelahan.

Citra Rakyat Dedi Mulyadi

Penulis

M Fauzi Ridwan


Citra yang dibangun Dedi Mulyadi tidak cukup hanya berada di permukaan untuk menyenangkan rakyat di media sosial.

MAHASISWA BERSUARA: Kebohongan atas Anarkisme Perlu ditinjau Kembali


Mengapa diksi “Anarkis” dapat dengan normal masuk ke dalam telinga sebagai pengganti diksi “kekacauan”?

Lihat Semua
image
image
//