Dekolonisasi Sehari-hari

PENULIS
Moch Aldy MA
Kolonialisme hari ini tidak lagi keras dan nyaring, melainkan lembut dan hangat. Ia membuat kita merasa nyaman, sebab dari sana datang bayangan tentang kesempurnaan.
MAHASISWA BERSUARA: Menghidupkan Lagi Nilai dan Etika di Ruang Digital

Penulis
Khulashoturrojibah
Layar gawai seolah-olah menjadi benteng yang memisahkan kita dari etika-etika bertatap muka.
MAHASISWA BERSUARA: Tragedi Dua Labu Siam di Negeri Tanah Surga

Penulis
Ridwan
Tragedi dua labu siam di Cianjur adalah pengingat jernih bahwa janji konstitusi untuk memakmurkan rakyat masih menanti pengejawantahan yang lebih konkret.
Kebun Binatang Bandung di Persimpangan Jalan

Penulis
Anugrah Saputra
Bandung Zoo harus diperlakukan sebagai bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim, peningkatan kualitas lingkungan hidup, dan keadilan ekologis bagi warga kota.
PELAJAR BERSUARA: Ziarah Sejarah di Makam Gunung Puyuh Sumedang

Penulis
Fabian Satya Rabani
Kompleks makam Gunung Puyuh menjadi semacam peta genealogis yang menggambarkan kesinambungan elite lokal dari masa kerajaan hingga masa kolonial.
MAHASISWA BERSUARA: Mengapa Pemangku Kebijakan dan Aparatur Negara Menindas

Penulis
Ariel Valeryan
Kekerasan dan represifitas aparatur negara pada warga sipil adalah salah satu dari sekian pola penindasan yang ada.
Di Balik Statistik Pertumbuhan Ekonomi: Mengapa Kelas Pekerja di Indonesia Sangat Rentan?

Penulis
Pinggala Adi Nugroho
Jika kelas pekerja tetap hidup dalam ketidakpastian, maka pertumbuhan ekonomi berpotensi hanya memperlebar kesenjangan sosial.
Whoosh: Bukti Pertumbuhan Ekonomi dan Konektivitas Bukan Soal Kecepatan

Penulis
Sandewa Jopanda
Negara harus berhenti menganggap kecepatan sebagai faktor pendukung pertumbuhan ekonomi
MAHASISWA BERSUARA: Perempuan sebagai Kekuatan Revolusioner Melawan Ketidakadilan Gender
Penulis
Dea Melrisa Agnesia
Perjuangan perempuan tidak boleh berhenti pada pengakuan simbolik. Perjuangan menuju kesetaraan gender masih panjang dan membutuhkan komitmen kolektif.
Ketika Debat Kehilangan Makna

Penulis
Salman A Ridwan
Ketika debat telah berpindah dari ruang intelektual ke panggung layar kaca, logika yang bekerja terkadang telah mengalami perubahan.







