MAHASISWA BERSUARA: Skandal Grup Chat FHUI dan Kerusakan Sistemik Maskulinitas

PENULIS
Callista Salwa Ratudena
Mengapa fenomena “isi grup obrolan yang membahas tubuh wanita” seolah menjadi normalitas yang tidak tersentuh dalam pergaulan laki-laki?
Kartini dan Perjuangan Kesetaraan Perempuan Indonesia

Penulis
Mudiyati Rahmatunnisa
Kartini sesungguhnya berbicara tentang kebebasan berpikir, kesetaraan martabat manusia, dan keberanian perempuan untuk terlibat dalam kehidupan publik.
Perang Amerika Serikat-Israel vs. Iran # 3: Hukum Netralitas dan Pertahanan Diri Kolektif

Penulis
Syahrul Fauzul
Resolusi Dewan Keamanan PBB sama sekali tidak menyinggung agresi Amerika Serikat-Israel yang memicu perang, apalagi mengakui hak pertahanan diri Iran.
MAHASISWA BERSUARA: Hari Kartini dan Kekerasan Terhadap Perempuan yang Masih Saja Terjadi

Penulis
Pernando Philip Aigro Simbolon
Selama perempuan masih diposisikan sebagai objek dan pelecehan masih dianggap wajar, maka tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa perjuangan Kartini telah selesai.
Memperingati 71 Tahun KAA: Menghidupkan Kembali Semangat Bandung
Penulis
Suko Wahyudi
Semangat Bandung mengingatkan kembali bahwa kemajuan tidak boleh diukur semata dari pertumbuhan ekonomi, tetapi dari sejauh mana keadilan dan kemanusiaan ditegakkan.
MAHASISWA BERSUARA: Paradoks Pertumbuhan Ekonomi, Kasus Andrie Yunus, dan Marhaenisme

Penulis
Vansianus Masir
Krisis sosio-demokrasi tidak hanya terjadi di bidang ekonomi, tetapi juga dalam aspek politik. Kasus Andrie Yunus menjadi sinyal kebebasan sipil sedang terancam.
Uang, Negara, Aturan, dan Hal-hal Lain yang Kita Percaya tanpa Pernah Disepakati

Penulis
Dea Rahmat S
Manusia hidup dari cerita. Cerita membuat orang percaya pada uang, pada negara, pada aturan, bahkan pada masa depan yang belum pernah mereka lihat
Mengubah Wajah Politik Indonesia Mulai dari Kota dan Kabupaten: Inspirasi dari Kemenangan Zohran Mamdani di New York City

Penulis
M Sena Luphdika
Kekuatan akar rumput dipupuk dari warga yang tidak menyerah. Warga yang memilih untuk bertemu, berkeluh kesah bersama, dan bekerja sama.
Dari Kemarahan Massa ke Kesadaran Politik: Membaca Kontradiksi dalam Gerakan Demonstrasi di Indonesia

Penulis
Fauzan Anwar Z
Demonstrasi mesti dibaca sebagai kontradiksi yang lebih mendalam dalam sistem sosial. Gejolak sosial terjadi karena ada ketegangan stuktural yang terakumulasi.
Saat Negara Tidak Dipercaya, Rumor Jadi Panutan

Penulis
Mang Sawal
Beredarnya dokumen tampak resmi yang diklaim hoaks oleh Pertamina dan Menteri ESDM menciptakan kepanikan kolektif, kemarahan, sekaligus humor di media sosial.










