MAHASISWA BERSUARA: Manusia Budak Kota

PENULIS
Nur Yusril Muhammad Isnain
Selama kota terus dibangun untuk melayani kekuasaan dan modal, manusia akan terus diproduksi untuk sibuk dan patuh.
Menunggu Jawaban Terang dari Bandung Gelap

Penulis
Tantri Annisa Hanjani
Percayalah, warga Bandung tidak akan pernah membenci kota ini hanya karena jalanan gelap. Tapi…
Di Balik Simulakra Pilkada: Menggugat Romantisisme Kedaulatan Semu

Penulis
Yehezkiel Wahyudi Odo
Pilkada memberikan ilusi partisipasi, menutupi fakta bahwa kekuasaan rakyat yang sesungguhnya telah direnggut elite oligarki.
MAHASISWA BERSUARA: Di Bandung, Menjadi Pengungsi di Rumah yang Dibakar oleh Negara Sendiri

Penulis
Raffael Nadhef Mutawwaf
Yang kita butuhkan adalah warga negara yang sadar, marah, dan terorganisir.
MAHASISWA BERSUARA: Menggugat Peminggiran Perempuan Korban Morphing AI

Penulis
Siti Nurjanah
Tanpa perubahan cara pandang yang mendasar, kekerasan yang dialami perempuan berisiko terus dipahami sebagai efek samping dari kecanggihan teknologi semata.
MAHASISWA BERSUARA: Ketika Aksi Demonstrasi Tak Lagi Cukup: Membaca Negara, Merumuskan Perlawanan Hari Ini

Penulis
Cindy Veronica Rohanauli
Jika demokrasi ingin dipertahankan, medan perlawanannya harus diperluas: dari jalanan menuju keseharian, dari reaksi menuju pengorganisiran.
MAHASISWA BERSUARA: Saatnya Gen Z Mengawal Demokrasi

Penulis
Muhamad Satriya Nawawi
Generasi Z memiliki potensi besar untuk menghidupkan kembali semangat demokrasi yang substantif.
Retorika Antek Asing, Politik Simbol, dan Ilusi Kedaulatan

Penulis
Mugi Muryadi
Ketidakjelasan makna “antek asing” berbahaya bagi demokrasi. Istilah ini dapat digunakan untuk membungkam kritik.
Masih Adakah Pers Indonesia

Penulis
Mang Sawal
Masalahnya bukan makin banyak yang tidak percaya pers, melainkan pers makin sulit diakses dengan cara-cara yang relevan dengan kebiasaan digital baru.
MAHASISWA BERSUARA: Merawat Gagasan Kritis di Tengah Otoritas yang Mabuk Dividen Tambang

Penulis
Khairul Fadli Rambe
Jangan biarkan imanmu dijinakkan menjadi sekadar pelumas mesin keruk konsesi tambang atau mantra penenang yang diputar saat air bah menyapu masa depanmu.








