Menulislah bersama kami dengan mengirimkan esai ke bandungbergerak.id@gmail.com. Simak informasi lengkapnya di sini.

Anak-anak di Sanggar Seni Reak Tibelat Cibiru Bandung sedang bersama-sama memainkan permainan papan (boardgame) Kaulinan Reak, Minggu (6/6/2021) siang. Permainan papan ini dibuat oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan lewat program pengabdian masyarakat untuk mengenalkan nilai filosofis reak. (Foto: Fakhri Fadlurrohman)

Belajar dari Semangat Anak-anak Sanggar Seni Reak Tibelat


Anak-anak dari Sanggar Seni Reak Tibelat Cibiru, Bandung, memberi teladan bagi kita semua tentang arti penting melestarikan seni tradisional Indonesia.


Abnormalitas di Saparua-Ciliwung


Membandingkan Andre Muller dengan orang Indonesia yang gemar berasing-asing dalam berbahasa, maka yang asing itu sebenarnya siapa?

Kesurupan, Proses Menuju Kemanusiaan

Penulis

Topik Mulyana


Kesurupan dalam seni reak, juga dalam seni-seni tradisi lain, merupakan simulasi dari proses perjalanan manusia dari yang biologis menuju yang kosmis.

Kolom Agama dan Jalan Panjang Penghayat

Penulis

Ibn Ghifarie


Akar permasalahan segala diskriminasi terhadap kaum minoritas bermuara pada tidak adanya pengakuan resmi dari pemerintah terhadap agama dan kepercayaan mereka.

Hantu Kota Kreatif dan Paradoks Ridwan Kamil


Slogan kota kreatif ibarat hantu yang didongengkan politisi untuk membuat publik tercekat oleh yang mistis dan yang bombastis. Minim sokongan regulasi, minim bukti.

Pancasila sebagai Aktualisasi, bukan Alat Pengatur


Bukan alat pengatur, Pancasila mestinya menjadi pemberi ruang kreasi bagi setiap warga mempraktikkan empati, toleransi, dan karakter.

Kita dan Kota


Saya belum pernah membaca sebuah kota di Indonesia layaknya Istanbul yang ditulis Orhan Pamuk.

Pancasila, Phronesis Berbangsa


Rakyat perlu terlibat dalam memaknai dan menghidupi Pancasila yang adalah falsafah, ideologi, dan dasar negara Indonesia.

Seputar Mang Koko dan Karyanya (2): Letusan Dahsyat 1982 dalam Syair Guntur Galunggung


Letusan Gunung Galunggung yang dahsyat (1982-1983) menimbulkan bekas mendalam pada ingatan. Mang Koko menulis syair Guntur Galunggung.

Catatan Represi di Kota Someah Hade ka Semah

Penulis

Ibn Ghifarie


Ikhtiar bersama dalam mewujudkan Kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera dan agamis dengan karakter urang Sunda guyub harus dimulai dari pemerintah daerahnya.

Lihat Semua