Pancasila, Teologi Pembebasan, dan Indonesia yang Kehilangan Jiwa Sosialnya
PENULIS
Suko Wahyudi
Pancasila perlu dibaca kembali. Bukan sekadar sebagai dokumen politik yang lahir dari pergulatan sejarah bangsa, melainkan sebagai proyek etis yang belum selesai.
Hilir Diliput, Hulu Diluput

Penulis
Reza Septian
Ketika banjir berita namun kering makna. Semestinya jurnalisme mampu melampaui fungsi informatifnya, menjadi ruang yang membantu publik memahami.
Mengapa Pejabat Kita Sulit Menerima Kritik? Jejak Neo-Patrimonialisme dalam Praktik Kekuasaan

Penulis
Ari Ganjar Herdiansah
Dalam nalar patrimonial, batas antara jabatan publik dan pribadi penguasa menjadi kabur.
MAHASISWA BERSUARA: Pungli dan Wajah Suram Pelayanan Publik di Indonesia

Penulis
Meliesa Putri Kartansa
Pungutan liar (pungli) muncul sebagai “jalan pintas” dari sistem layanan publik yang tidak efektif. Pelakunya merasa aman karena pengawasan lemah dan minim sanksi.
Merawat Harapan di Tengah Keletihan Demokrasi

Penulis
Yoh. Sandriano N. Hitang
Memperingati Pancasila pada bulan Juni seharusnya tidak berhenti pada upacara atau nostalgia sejarah.
Membedah Sentimen Kelas dalam Selebrasi Sepak Bola

Penulis
Firall Ar Dunda
Pada nyatanya suporter klub sepak bola terdiri dari lapisan kelas yang kompleks.
CERITA GURU: Korupsi MBG dan Guru Honorer yang Masih Menunggu Haknya

Penulis
Insan Faisal Ibrahim
Di balik setiap rupiah yang hilang akibat korupsi, ada hak rakyat yang terampas. Ada harapan yang pupus. Ada guru yang masih menunggu kesejahteraan yang layak.
MAHASISWA BERSUARA: Efek Domino MBG dan Ancaman Inflasi Pangan di Pasar Domestik

Penulis
Rendi Fernando
Belanja besar-besaran pemerintah lewat program MBG berpotensi memicu distorsi harga ditingkat konsumen serta memukul daya beli rakyat kecil.
Persib Sudah Juara, Lantas Kota Bandung Kapan?

Penulis
Acep Saepulloh
Kita terlalu sering menggunakan kejayaan Persib sebagai candu untuk melupakan bobroknya fasilitas publik, hingga lupa menuntut hak kita sebagai warga kota.
MAHASISWA BERSUARA: Jalan Parakanmuncang Sumedang yang Tak Aman Bagi Pejalan Kaki

Penulis
Akmal Fauzan
Sepanjang koridor Jalan Parakanmuncang Sumedang berdiri berbagai fasilitas publik dan institusi pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari TK hingga SMA.










