Pemimpin dan Keaksaraan

PENULIS
Wildan Nugraha
Sekarang, hal-hal hakiki tergerus terus, disadari atau tidak, oleh pragmatisme dan materialisme. Pemimpin “gagasan” pun terpinggirkan.
MAHASISWA BERSUARA: Penerapan Doktrin FPIC Sebagai Syarat Perjanjian Pemanfaatan Tanah Ulayat oleh Korporasi

Penulis
Fahmi Fuad Ferdiansyah
Pemanfaatan lahan ulayat oleh korporasi di Indonesia melibatkan ketegangan antara kepentingan pembangunan ekonomi dan hak adat.
Mengenali Wajah Kapitalisme Mulai dari Seteguk Air di Pagi Hari

Penulis
Asri Widayati
Demikianlah kapitalisme tidak membayar “kerja-kerja perawatan”, jauh sebelum buruh dieksploitasi di tempat kerja.
Jatinangor 25 Tahun Pertama di Abad ke-21

Penulis
Anton Solihin
Bila tahun 1918/1919 Kerkhoff memuji Jatinagor sebagai “surga” lalu pada 1983 penyair Itjang menyebutnya “neraka”, Jatinangor sekarang harus kita sebut apa?
Ketika Warga Dijadikan Ancaman: Polarisasi Anti-LGBT dan Retaknya Rasa Aman di Bandung

Penulis
Joan Imanuel Edon
Lama-lama, orang tidak lagi melihat individu LGBT sebagai tetangga, teman kampus, rekan kerja, saudara, atau warga kota yang punya hak atas rasa aman.
Bukan Semata Artjog, Didit, dan Narasi Kuratorial

Penulis
Mochamad Iqbal Maulana
Polemik festival seni rupa Artjog 2026 meletus setelah terungkap salah satu sponsornya terafiliasi dengan Didit Hediprasetyo, putra Presiden Prabowo Subianto.
Debat Qodari dan Fathimah

Penulis
Mang Sawal
Perdebatan antara Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dengan Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra menyingkap persoalan struktural soal literasi data di Indonesia.
MAHASISWA BERSUARA: TPA Sarimukti Hampir Penuh dan Kita Masih Berpura-pura Baik-baik Saja

Penulis
Cintamy Salsabila
Krisis sampah Bandung tak akan selesai dengan surat edaran darurat atau komitmen rapat koordinasi, tapi minim eksekusi. Yang dibutuhkan adalah kejujuran pada publik.
MAHASISWA BERSUARA: Satu Langkah Menuju Autokrasi, Ironi Kebebasan Berekspresi

Penulis
Raja Wirayuda
Pengawasan alat negara kini punya dasar hukum yang lebih kuat dari sebelumnya. Kebebasan berekspresi Indonesia sedang di posisi terancam dan berada di batas jurang.
Membebaskan Seni dari Tirani Seniman

Penulis
Jofie DB
Setiap kali seniman tertangkap cabul atau berpendapat yang bikin lini masa mendidih, internet seketika berubah menjadi ruang sidang.










