• Penulis

    Hawe Setiawan

Anak muda mengikuti kajian Alquran dengan cara santai, termasuk pakaian yang mereka kenakan. (Foto: Prima Mulia/BandungBergerak.id)

MALIPIR #51: Shuffah, Supah, dan Sofa

PENULIS Hawe Setiawan 28 Maret 2026

Dari sekolah untuk mengajarkan keterampilan literasi di zaman Nabi Muhammad saw., nama kampung di Garut, hingga tempat selonjoran untuk membaca buku.

MALIPIR #50: Membaca dengan 'Ain

Penulis Hawe Setiawan16 Maret 2026

Tanda huruf 'ain di garis tepi halaman Al-Qur-an jadi patokan jeda membaca. Juga menjadi semacam partisi atau bilik pemisah tema atau pokok bahasan dalam surat.

MALIPIR #49: Harak dan Sang Ajengan

Penulis Hawe Setiawan7 Maret 2026

Pengarang terampil betul membetot simpati pembaca atas dunia pengalaman Harak yang langsung bercerita sejak awal novel.

MALIPIR #48: Membaca Lokatmala

Penulis Hawe Setiawan14 Februari 2026

Antologi puisi Lokatmala (2024) mengabadikan jejak kepenyairan Nita Widiati Éfsa pada puisi Sunda dalam masa hampir tiga dasawarsa.

MALIPIR #47: Puisi Tujuh Belas Tahun

Penulis Hawe Setiawan1 Februari 2026

Hampir dua dasawarsa Majelis Sastra Bandung (MSB) telah menjalankan peran sosial yang patut dihargai untuk puisi dan peminatnya.

MALIPIR #46: Sketsa tentang Puisi

Penulis Hawe Setiawan21 Januari 2026

Antologi puisi Ganjar Kurnia dalam Gado-gado tanpa Mazhab (2025) meneguhkan kecenderungan buat menjadikan seni sebagai bagian hakiki dari laku hidup sehari-hari.

MALIPIR #45: Kampungmu dalam Bacaanmu

Penulis Hawe Setiawan8 Desember 2025

Novel Cahaya Gumawang dina Ati bercerita tentang cinta sejati dan rintangan yang menghalangi orang untuk menggapainya, yakni prasangka diri sendiri.

MALIPIR #44: Sang Penulis di Masa Kritis

Penulis Hawe Setiawan30 November 2025

Seperti revolusi dulu melenceng ke lain penjuru, begitu pula reformasi kini dibajak oleh para aktornya sendiri.

MALIPIR #43: Risalah buat Pencari Nafkah

Penulis Hawe Setiawan24 November 2025

Risalah Campaka di Laga menerangkan perihal kewajiban berusaha untuk diri pribadi dan keluarga.

MALIPIR #42: Dari mana Datangnya Trisilas?

Penulis Hawe Setiawan16 November 2025

Atmosfer kemasyarakatan pada dasawarsa 1950-an hingga 1960-an boleh jadi turut memungkinkan relevansi imbauan atau semboyan silih asuh, silih asah, silih asih.

Lihat Semua
image
image
//