Pandemi Covid-19 Lahirkan Kampus Hibrida
Pelbagai jenjang pendidikan melahirkan lulusan di tengah pandemi Covid-19. Sebagian dari generasi pandemi ini akan masuk ke perguruan tinggi.
Penulis Iman Herdiana10 April 2021
BandungBergerak.id - Pandemi Covid-19 melahirkan banyak perubahan pada segenap aspek kehidupan. Di dunia pendidikan, pandemi memaksa kampus-kampus mematangkan konsep pembelajaran hybrid, yakni campuran belajar tatap muka langsung dan online. Konsep kampus hibrida, misalnya, dijalankan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).
Unpad bahkan mulai 2021 memproklamirkan menuju hybrid university alias kampus hibdrida. Menurut Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti, dalam setahun pandemi Covid-19 ada transformasi cepat dari sistem pembelajaran Unpad. Dari semula pembelajaran tatap muka secara penuh kemudian beralih secara darurat menjadi sistem daring. Latar belakang ini mendorong kampus masuk ke era pembelajaran hibrida.
“Intinya kita akan shifting, dari pembelajaran full tatap muka, kemudian di 3 bulan pertama pandemi darurat online, ke hybrid sungguh-sungguh. Harus sungguh-sungguh karena output dan outcome-nya tidak main-main,” ujar Rektor saat menggelar silaturahmi dan sinergi dengan unsur Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, dan pejabat pengelola secara virtual, Jumat (9/4/2021).
Sistem hibrida, terang Rektor, adalah pembelajaran yang mengombinasikan metode tatap muka dengan daring. Pembelajaran tatap muka tetap diperlukan karena menghasilkan pengalaman pembelajaran yang tidak tergantikan. Aktivitas diskusi, praktikum, pembahasan kasus dan proyek tidak bisa dihilangkan lewat virtual.
Sedangkan akses pengetahuan, teori, dan materi pembelajaran bisa dilakukan melalui metode daring. Maka melalui konsep kampus hibrida, sistem kelas juga bisa dikembangkan ke arah flipped classroom di mana dalam satu kelas, mahasiswa yang hadir mengikuti perkuliahan tatap muka berjumlah separuh dari total mahasiswa. Sisanya mengikuti perkuliahan daring.
Metode hybrid university dimungkinkan dilakukan tatkala pemerintah mulai membuka kembali pembelajaran tatap muka secara terbatas pada Juli 2021. Rektor berharap, konsep kuliah hibrida akan turut melemahkan pandemi Covid-19 yang saat ini masuk tahun kedua.
“Kalau ini berjalan dengan baik, Pandemi Covid-19 mudah-mudahan semakin melemah, maka pada 2022 kita masuk pada era transformasi digital,” ujar Rektor.
Menurutnya, era transformasi digital akan semakin memperkuat penerapan hybrid learning. Karakter mahasiswa dipoles dengan berbagai kompetensi masa depan melalui Higher Order Thinking Skills (HOTS) di mana penerapan kurikulum berbasis luaran (outcome) serta pengembangan dan kemitraan MOOC berupa non-degree, upscalling courses, modular, PJJ, dan credut earning.
“Jika kita punya kapasitas lebih, maka kita bisa menawarkan non-degree program. Mahasiswa degree akan kita pertahankan kualitasnya, di sisi lain kita bisa ekspansi menyediakan akses kursus dan pendidikan bermutu,” kata Rektor.
Jika hybrid university diterapkan dengan baik, ia berharap pada 2045 Unpad bisa bersaing secara global, pembelajaran digitalnya mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan berkarakter, hingga program di luar degree bisa menjadi salah satu kemandirian Unpad sebagai PTN Badan Hukum.
Sementara Ketua Senat Akademik Unpad Prof. Ganjar Kurnia menjelaskan, hybrid university merupakan cara untuk mencapai tujuan pendidikan yang jauh lebih baik, efektif, dan efisien. Namun, tetap ada penekanan bahwa metode ini tetap bisa mencapai tujuan dasar pendidikan tinggi, yaitu menghasilkan lulusan kompeten.
“Jangan sampai setelah menggunakan hybrid university, nilai-nilai tujuan perguruan tinggi justru terdegradasi,” kata Ganjar yang juga mantan Rektor Unpad.
Menurutnya, transformasi menuju hybrid university perlu dilakukan. Restrukturisasi kurikulum menjadi hal yang penting. Ganjar menegaskan, pembelajaran hibrida tidak sekadar memindahkan apa yang dilakukan di tatap muka ke arah virtual.
Ketua Majelis Wali Amanat Unpad Dr. Arief Yahya menjelaskan, dalam mewujudkan hybrid university, Unpad telah menjalin kerja sama dengan dua mitra industri, yaitu Espin Multimedia Pty Ltd, Australia, dan perkumpulan Sosial Ekonomi Akselerator Lab – Amazon Web Services (AWS).
Dengan Espin Multimedia, Unpad menggarap tiga agenda kerja sama, yaitu implementasi program Australian Industry-University Collaboration (IUC), Global Project Management Office, dan International Careers-Skills Matching.
Unpad akan difasilitasi menjalin kerja sama lanjutan dengan industri dan perguruan tinggi di Australia dalam tiga bulan ke depan. Sementara dengan AWS, Unpad akan melakukan kerja sama transformasi digital.
Unpar Sambut Generasi Pandemi
Mengutip laman resminya, Unpar menyatakan pandemi Covid-19 menuntut sistem pendidikan yang sebelumnya dilakukan melalui tatap muka langsung di ruangan kelas, harus berubah dengan metode pembelajaran yang mempertimbangkan keselamatan siswa dan guru. Sehingga digitalisasi pembelajaran menjadi jawaban yang rasional, dan segera diterapkan dalam keseharian belajar mengajar dalam berbagai strata pendidikan.
Tentu setiap orang mengalami gejolak perubahan tersebut, biasanya pagi hari murid berangkat ke sekolah dengan harapan bisa bertemu kawan dan belajar hal-hal baru dari pertemuan tatap muka, kini berubah menjadi duduk di depan gawai atau komputer, mengikuti pertemuan dan mengerjakan tugas serta ujian secara daring.
Pandemi Covid-19 akhirnya melahirkan lulusan dari pelbagai jenjang pendidikan. Sebagian dari generasi pandemi ini akan masuk ke perguruan tinggi. Unpar menyatakan siap menampung mereka sesuai dengan kebiasaan baru generasi muda yang sarat akan dunia digital.
Sebagaimana Unpad, Unpar terus mengembangkan metode pendidikannya menggunakan strategi pemelajaran daring (online learning) dan hybrid (blended learning). Metode ini diyakini akan mendukung pencapaian pembelajaran Unpar dalam menghasilkan insan yang humanum serta memiliki intelektualitas dan kapasitas yang baik.
“Tidak dipungkiri angkatan muda 2020 memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan generasi-generasi terdahulu. Keunikan ini menjadi kunci pengembangan diri yang akan dibentuk melalui proses belajar di Unpar. Unpar siap beradaptasi dan menyambut insan baru Unpar yang akan bertransformasi menjadi generasi yang adaptif dan humanis untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” demikian pernyataan Unpar, dikutip Sabtu (10/4/2021).