• Foto
  • Mudik Lebaran 2025

Mudik Lebaran 2025

Kemacetan mudik lebaran 2025 terjadi di jalur Selatan Bandung Garut. Arus mudik tahun ini menurun. Daya beli masyarakat menurun dan PHK massal jadi penyebabnya.

Fotografer Prima Mulia4 April 2025

BandungBergerak.idMudik lebaran selalu penuh warna, seperti tahun-tahun sebelumnya. BandungBergerak mengabadikan sejumlah momen yang terjadi di jalur mudik, pemantauan hilal 1 Syawal, dan kelompok agama yang lebih dulu melakukan salat Idul Fitri 1446. Kali ini lebaran terjadi di bawah bayang-bayang kelesuan ekonomi dan maraknya PHK massal.

Pelataran luas di area gerbang masuk komplek pembuangan akhir sampah Legok Nangka di Nagreg, Kabupaten Bandung, jadi rest area dadakan bagi para pemudik lebaran 2025. Area ini tepat berada di turunan Nagreg yang dikenal dengan nama pos tangan. Para pemudik yang beristirahat di lokasi ini teruatam mereka yang bersepeda motor.

"Mau mudik ke Garut selatan, tadi dari Jakarta jam 3 pagi, sekarang jam 10 pagi baru sampai Nagreg, padat sekali di jalan," kata Heri (28 tahun), ditemui BandungBergerak ketika ia sedang melepas lelah, pada H-2 Idul Fitri 1446, 29 Maret 2025.

Heri bersepeda motor dengan istrinya. Mereka melakukan perjalanan panjang dari Jakarta melalui jalur Cikarang, Cikampek, Purwakarta, Padalarang, lalu mulai terkena macet di Cimahi, Cileunyi, dan Nagreg. Untuk sampai ke Garut Selatan pemudik disarankan melalui jalur Kadungora, Leles, Garut kota, Cikajang, sampai ke pesisir selatan Garut.

Pemudik lainnya, Ikin (35 tahun) juga memanfaatkan rest area dadakan ini untuk melepas kantuk dan meregangkan otot-ototnya yang pegal setelah bersepeda motor dari Jakarta menuju kampung halaman. "Tadi saya dari Jakarta jam 3 pagi, lalu kena macet sejak di perbatasan Cicalengka Nagreg, katanya hari ini lebih padat kendaraannya dibanding kemarin," ujarnya.

Ikin masih harus mempersiapkan energi ekstra sebelum sampai ke kampung halaman. Ia masih akan diadang kemacetan arus mudik di Limbangan, Lewo, Malangbong, dan Gentong Tasikmalaya, sebelum akhirnya masuk ke Ciamis.

Hari itu ribuan pemudik memang mulai memadati jalur selatan melalui Nagreg ke arah Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Jawa Tengah. Walau di jalur mudik cerita padat dan macet seperti tak pernah ada habisnya, namun pemerintah  (Kementerian Perhubungan) menyebutkan jumlah pemudik lebaran tahun ini turun 24,34 persen menjadi 146,48 juta orang dibanding tahun lalu yang mencapai 193,6 juta orang.

Penurunan ini diduga berkaitan dengan masifnya PHK massal dan melemahnya daya beli masyarakat. Dari data akumulasi Sistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia menunjukkan tren penurunan 4,8 persen dari tahun lalu. Pergerakan penumpang di lima moda transportasi umum hingga H-3 lebaran sebanyak 6,75 juta orang.

Putri Septia (16 tahun) siswi SMA Siti Aisyah dan Syifa Azzahra (17 tahun) siswi SMK Muhammadiyah 1 Kadungora, berdebat dengan seorang pemudik bersepeda motor di pos pengaman mudik simpang monumen pesawat TNI AU di Kadungora, Garut.

Si pemudik berkukuh ingin menerobos jalan lurus langsung ke Leles, sedangkan Putri dan Syifa mempersilakan si pemudik untuk mengambil arah jalan memutar sesuai rambu untuk mengindari kemacetan di Leles.

Putri dan Syifa bersama sejumlah pelajar lain adalah relawan pengatur lalu lintas arus mudik di Kadungora.  "Ini masuk hari ke empat kami bertugas di sini, dari kemarin sudah mulai macet. Hari ini yang paling padat,” kata Syifa.

Sudah dua kali Syifa melihat pemberlakuan oneway di jalur Selatan ini. Tujuan berlakunya satu jalur tersebut untuk memecah kemacetan di Nagreg melalui jalur Kadungora.

Sepanjang jalur mudik di Bandung dan Garut, relawan pelajar, petugas Dinas Perhubungan, dan polisi, bersiaga di pos-pos pengaman dan pelayanan mudik. Polisi yang saat ini citranya memburuk dan dijuluk "pembunuh warga sipil" kini tampil tanpa senjata seperti dulu, kecuali pasukan khusus Brimob yang dilengkapi senapan serbu saat berpatroli ke pos-pos pengaman di jalur mudik.

Kecelakaan juga mewarnai padatanya arus mudik di selatan saat sebuah kendaraan Elf sewaan terperosok ke parit akibat rem blong, semua penumpang tidak mengalami luka serius. Sebanyak 18 penumpangnya sempat diperiksa di posko kesehatan di pos pelayanan mudik Cikaledong, Nagreg.

Sejak pagi buta sampai jelang tengah hari kepadatan terus terjadi, mulai longgar saat istirahat salat duhur di mana masjid-masjid berhalaman besar dan rest area dipenuhi pemudik yang istirahat. Kepadatan kembali terjadi saat siang menuju sore hari saat pemudik kembali bergerak meneruskan perjalanan ke kampung halaman.

Sore menjelang magrib di roof top Observatorium Al Biruni kampus Unisba, Bandung, sejumlah teleskop mengarah ke ufuk barat arah matahari terbenam. Pengamatan hilal 1 Syawal untuk menentukan jatuhnya 1 Syawal  Idul Fitri 1446 digelar oleh Fakultas Syariah Unisba.

Dua teleskop manual dan satu teleskop digital di dalam kubah pengamatan milik Unisba, ditambah beberapa teleskop milik beberapa organisasi Islam melakukan pengamatan. Melalui sidang isbat, pemerintah menentukan jatuhnya 1 Syawal pada 31 Maret 2025.

Tanggal 30 Maret 2025 komunitas Bandung Barokah menggelar salat Idul Fitri yang diikuti ratusan umat di halaman parkir Graha Emerald, Bandung. Mereka melaksanakan salat sehari lebih cepat dari versi pemerintah berdasarkan hasil rukyat global di mana hilal 1 Syawal terlihat di negara-negara Timur Tengah.

*Foto dan Teks: Prima Mulia

Editor: Iman Herdiana

COMMENTS

//