• Berita
  • Sindiran di Pameran Asal Pamer dari Partai Asal Ketawa

Sindiran di Pameran Asal Pamer dari Partai Asal Ketawa

Partai Asal Ketawa lahir dari perkumpulan orang muda. Memamerkan karya mereka di Sanggar Olah Seni. Jenuh dengan politik dan lain-lain.

Pameran oleh komunitas Partai Asal Ketawa berjudul Asal Pamer di Sanggar Olah Seni, Babakan Siliwangi, Bandung, 30 hingga 31 Januari 2026. (Foto: Alysha Ramaniya Wardhana/BandungBergerak)

Penulis Alysha Ramaniya Wardhana3 Februari 2026


BandungBergerak - Coretan pena hitam dan merah saling bertumpuk membentuk sosok pria tanpa wajah, dikelilingi tiga bola mata manusia di atas latar kertas putih. Pada bagian bola mata tersebut tampak guratan merah menyerupai darah yang menetes. Di lembar lain, coretan dengan kombinasi warna serupa membentuk figur Dewi Keadilan yang memegang ular dan bom molotov di kedua tangannya.

Di seberang karya tersebut, sehelai kain menjuntai berisi gambar wajah seorang perempuan, karakter Power Rangers merah muda, serta sejumlah tulisan bermakna simbolik. Kain tersebut digantung pada ranting menggunakan tali berwarna merah yang saling terikat.

Karya-karya tersebut bagian dari pameran yang diselenggarakan Partai Asal Ketawa bernama Asal Pamer, 30 hingga 31 Januari 2026, di Sanggar Olah Seni, Babakan Siliwangi, Kota Bandung.

Partai Asal Ketawa lahir dari perkumpulan orang muda yang penat akan kehidupan di dunia, dengan adanya kesedihan, politik, agama yang kemudian dijadikan wadah untuk berbahagia.

“Kita itu sebagai wadah orang-orang yang ingin bahagia aja sih gitu, gak ada alasan yang lain,” ujar Mauwok, juru bicara Ketua Partai Asal Ketawa.

Baca Juga: Pameran Etnografis Kita adalah Punan: Konsekuensi dari Kebijakan yang Meminggirkan Masyarakat Adat
Pameran Menyoal Ruang, Identitas, dan Ekspresi di Pasar Antik Cikapundung

Pameran oleh komunitas Partai Asal Ketawa berjudul Asal Pamer di Sanggar Olah Seni, Babakan Siliwangi, Bandung, 30 hingga 31 Januari 2026. (Foto: Alysha Ramaniya Wardhana/BandungBergerak)
Pameran oleh komunitas Partai Asal Ketawa berjudul Asal Pamer di Sanggar Olah Seni, Babakan Siliwangi, Bandung, 30 hingga 31 Januari 2026. (Foto: Alysha Ramaniya Wardhana/BandungBergerak)

Kebebasan Berkesenian

Asal Pamer berawal dari sebuah tongkrongan orang nak muda yang bimbang mencari medium untuk  menyalurkan sebuah aspirasi dan karya seninya. Kehadiran Asal Pamer tidak berangkat dari suatu kegelisahan, tetapi lahir dari kebutuhan sederhana untuk bersenang-senang.

Kebebasan tanpa tuntutan membuat setiap seniman yang berpartisipasi membawa keresahannya masing-masing, tanpa memerlukan keterhubungan dengan tema yang ditentukan. Kebebasan ini terlihat dalam karya People Are Watching dan Lady-(A) milik HDIE. Karya tersebut dijadikannya tempat untuk meluapkan emosi terhadap situasi politik saat ini.  

“Lebih di keresahan sih, kayak kenapa sih orang-orang pemerintah sekarang kayak gini, kayak mulai sawit macem-macem sih, banyak faktor sih,” ungkap HDIE.

Dalam pameran ini, HDIE mempertahankan ciri khasnya dengan membawakan scribble art. Melalui kebebasan yang diberikan oleh Asal Pamer, HDIE berharap orang yang melihat People Are Watching mengetahui keresahan yang sama.

Melalui pameran ini HDIE berharap seniman dapat lebih dipandang, lebih sejahtera, dan lebih bebas dalam berkarya.

“Gak harus ada tekanan dari orang eksternal atau apapun,” ujar HDIE.

Di ruang yang sama, kebebasan diartikan berbeda oleh seniman lain. Jika HDIE menyalurkan keresahannya terhadap kondisi politik, karya lain justru bermula dari pengalaman yang sangat personal terkait kehidupannya sebagai seorang perempuan.

Eva Kartika, seorang seniman yang juga berpartisipasi dalam Asal Pamer, melalui cetak sublimasinya ia menggunakan karyanya sebagai tempat untuk menceritakan kehidupannya sebagai anak perempuan pertama yang dituntut untuk menikah. 

“Jadi ini tuh memang deket deadline baru ketemu feelingnya gitu. Baru ketemu, oke aku tuh penginnya menceritakan kehidupan aku, sejujurnya seorang anak perempuan pertama yang udah mulai dituntut lebih sebagai perempuan gitu,” ujar Eva menceritakan karya miliknya.

Karya tersebut berjudul Menjaga Perdamaian. Di sinilah pertama kalinya Eva menggunakan media yang belum pernah dicoba, sehingga Eva merasa diberikan ruang sebebas-bebasnya dengan mengeksplorasi media yang berbeda.

Menjaga Perdamaian berisikan pesan-pesan Eva kepada orang tuanya, salah satunya tertulis “Ingin rapi? Jangan harap cepat, ingin cepat? Jangan harap rapi”. Kalimat tersebut tersirat pesan agar orang tua Eva paham mengenai proses yang harus dijalankan, tidak perlu buru-buru, dan juga tidak perlu merasa terlambat, Eva merasa sudah cukup berusaha untuk melakukan sebisanya.

Eva memiliki banyak sekali cita-cita dan harapan. Namun, ia hanya ingin menyampaikannya melalui satu tokoh pilihan, yaitu Power Rangers berwarna merah muda. Eva menggambarkan tokoh tersebut dengan mengganti bagian kepalanya dengan wajah Eva.

“Power Rangers pink ini tuh jadi salah satu yang menurut saya cocok untuk bisa menggambarkan keinginan pribadi saya yang banyak itu gitu,” ungkap Eva.

Melalui tulisan “Loving someone” di sebelah kiri tokoh Power Rangers, Eva juga mempertanyakan tentang cinta secara terus-menerus, apakah benar ada orang yang hanya mencintai satu orang hingga akhir hayatnya? Pertanyaan itu tidak untuk dijawab, melainkan hanya menggantung menjadi isi pikiran Eva.

Asal Pamer tidak menyatukan seniman melalui tema yang sama ataupun medium yang sama, tetapi melalui ruang yang sama. Di dalamnya, kegelisahan mengenai politik dan kisah personal seniman dapat hidup berdampingan tanpa adanya tumpukkan.

Harapan terhadap seniman untuk memperoleh kebebasan juga diungkapkan oleh Eva. Baginya, setiap orang mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi media yang berbeda-beda. Begitupun dalam jenjang pendidikan, untuk membiarkan para pelajarnya menemukan media yang paling mereka cintai.

Melalui Asal Pamer, bersenang-senang merupakan satu-satunya cara untuk tetap waras. Bagi mereka, bersenang-senang juga dapat menjadi bentuk perlawanan yang paling jujur.

***

*Kawan-kawan dapat mengikuti kabar terkini dari BandungBergerak dengan bergabung di Saluran WhatsApp bit.ly/ChannelBB

Editor: Iman Herdiana

COMMENTS

//