CERITA ORANG BANDUNG #102: Lily, Seorang Lansia Perawat Kucing
Bunda Cimot, sapaan akrab Lily, tinggal di Cimenyan bersama rombongan kucing yang jumlahnya terus berubah karena banyak yang datang dan pergi tanpa tercatat.
Penulis Riani Alya11 Februari 2026
BandungBergerak - Lily bangun saat langit masih gelap, jam menunjukkan pukul tiga dini hari. Seperti biasa, ia memulai harinya dengan merebus daging ayam untuk sarapan para kucingnya. Sambil menunggu ayam dingin, ia membersihkan kotoran kucingnya dari ujung hingga ujung jalan lain di kompleknya. Pukul 7 pagi saatnya kucing-kucing sarapan, sedangkan Lily melanjutkan kegiatannya dengan bersih-bersih rumahnya.
Bunda Cimot, sapaan akrab seorang Lily, perempuan 66 tahun yang tinggal di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung bersama kurang lebih 200 ekor kucing. Jumlah itu bukan angka pasti, banyak kucing yang datang dan pergi tak tercatat, namun yang pasti rumahnya menjadi tempat singgah bagi para kucing.
Tepat pukul 12.00 WIB, Lily memanggil para kucingnya dengan cara membunyikan makanan kucing kering untuk makan siang, nampan dan beberapa piring disiapkan. Ia mulai membuka makanan kucing basah berbentuk kaleng dan mencampurkannya dengan makanan kering di dalam nampan dan piring-piring yang sudah disiapkan.
Kucing-kucing mulai berebutan untuk mendapatkan jatah makan siangnya, setelah memastikan semua mendapat makanan, Lily masuk ke dalam dapur untuk mengambil sebuah piring putih kecil dengan hiasan emas di pinggirannya. Piring itu ia isi dengan makanan kucing basah lalu dia berikan pada seekor kucing berbulu putih cantik yang sedang terduduk di atas meja makan.
“Dia ini emang beda neng, namanya Sarita makannya harus pake piring khusus, kalo ngga pake (piring) ini gak mau makan dia,” kata Lily sembari memperhatikan kucing tersebut, saat ditemui Januari 2026.
Sarita nama yang Lily berikan pada seekor kucing miliknya, Lily juga menamai kucing-kucing lainnya seperti, Gonzales, Messi, Prabowo, Jokowi, Agnez Monica, Jungkook, Lisa Black Pink, dan dia kenal dengan semua kucingnya.
Kucing-kucing yang berada di rumah tidak semuanya memiliki kandang, hanya beberapa yang diberi kandang khusus, seperti kucing yang sedang hamil dan menyusui. Selebihnya hidup bercampur di dalam rumah, kucing yang sehat menyatu dengan kucing sakit yang diobati seadanya oleh Lily, tanpa bantuan medis yang rutin.
Banyak kucing dengan kondisi yang memprihatinkan, tubuh kurus, mata tertutup akibat kotoran, hidung yang mengeluarkan lendir, hingga jamur yang memenuhi tubuhnya.
Duka Jadi Cinta
Kecintaan Lily pada kucing bukan tanpa sebab, semuanya berawal dari kedua anak laki-lakinya yang meninggal akibat kecelakaan, tidak lama sang suami menyusul meninggalkan Lily seorang diri. Kehilangan semua orang yang dicintai merupakan pukulan berat bagi Lily yang saat itu sudah pensiun dini dari pekerjaannya.
“Ibu bingung, anak meninggal, suami meninggal. Ibu puasa daud dua tahun, curhat ke Allah. Ya Allah hidup saya bagaimana, apa yang harus dikerjakan,” kata Lily.
Doa yang tak henti ia dipanjatkan mengantarkan Lily pada pertemuan dengan manajer tempat ia bekerja dulu di sebuah BUMN. Dari pertemuan itu, ia diminta untuk kembali mengajar siswa PKL.
Sejak saat itu Lily kembali menemukan harapan hidupnya, kembali bekerja dan mulai akrab dengan anak-anak yang diajarnya. Tahun 2013, ia mulai mengadopsi seekor kucing yang ia temui di Pasar Kembar, Jalan Muhammad Toha, Ciseureh.
Semakin sering ia mengadopsi kucing, semakin banyak juga laporan mengenai kucing yang terlantar. Dari jalanan sekitar rumah hingga berbagai wilayah: Cicalengka, Rancaekek, dan Mekar Wangi, Lily datangi untuk mengambil seekor kucing.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengatakan pada tahun 2025 jumlah kucing liar di Kota Bandung semakin meningkat dan berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan.
Hidup seorang diri dengan merawat banyak kucing membuat para siswanya khawatir akan keadaan Lily. Tidak jarang mereka melarang Lily untuk mengadopsi kucing lain. Namun ia tetap bersikukuh menjemput kucing-kucing yang terlantar, hingga kucingnya semakin banyak.
Baca Juga: CERITA ORANG BANDUNG #100: Sepi di Lorong Kebun Binatang, Penyegelan di Mata Seorang Pawang
CERITA ORANG BANDUNG #101: Mang Bokir, Pedagang Makanan di SDN Astanaanyar
Bertahan Hidup Seorang Diri
Waktu terus berjalan, umur semakin tua membuat Lily harus kembali pensiun. Kehidupan setelah pensiun benar-benar terasa sepi, tidak ada yang menemani. Dengah kesepian itu ia yakin bahwa kucing-kucing yang dirawatnya adalah teman yang tuhan berikan untuknya.
“Dulu gak suka banget sama kucing, eh Allah malah kasih kucing, jadi yakin kalau Allah kasihnya kucing buat nemenin ibu,” ucap Lily sambil membersihkan mata salah satu kucingnya.
Penghasilan yang terbatas membuat Lily rela menjual banyak aset untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan kucing-kucingnya.
“Sampe rela jual aset, rumah, mobil, jam tangan ibu jual semuanya,” ucapnya.
Kecintaannya terhadap kucing membuat ia tidak lagi mementingkan dirinya, freezer kulkas yang penuh dengan beberapa ekor utuh ayam, chiller diisi dengan makanan kaleng, ia menghabiskan 300.000 rupiah dalam sehari untuk makanan kucing-kucingnya.
“Ibu gak pernah makan nasi, cuma roti sama susu, kalau masak males harus ada bawang, bahan bahan lainnya harus beli lagi,” ucap Lily.
Semakin lama aset yang ia miliki habis untuk bertahan hidup, hingga kini ia hanya mengandalkan bantuan orang lain, seperti saudara, tetangga, dan beberapa relawan yang sering memberinya makanan.
“Masih ada saudara yang suka ngasih (uang), bu RT baik suka ngasih makanan, suka juga ada yang ngasih gojek makanan gitu. Ada aja gitu dari orang-orang baik yang suka ngasih. Tuhan emang beneran adil,” ucapnya.
Melihat kondisi Lily yang semakin tua terlebih tinggal seorang diri tentunya membutuhkan perhatian lebih, bukan hanya kucing-kucingnya yang perlu diperhatikan. Menurut Badan Pusat Statistik Kota Bandung, data terbaru pada tahun 2022 jumlah lansia di Kota Bandung mencapai 17,14 persen.
Hal ini didukung dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2004 tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Lanjut Usia.
Lily memiliki cita-cita mempunyai tempat tinggal yang lebih baik, terdapat ruangan khusus untuk para kucing yang sedang sakit dan melahirkan. Ia juga menginginkan dokter hewan yang rutin memeriksa para kucing.
Kisah Lily bukan sekadar kecintaan terhadap hewan, melainkan perjuangan seseorang pulih dari luka dan duka yang membentuk pilihan hidup seseorang. Saat ini, bukan soal seberapa banyak kucing yang dirawatnya, melainkan bagaimana seorang lansia tidak harus menanggung semuanya seorang diri.
***
*Kawan-kawan dapat mengikuti kabar terkini dari BandungBergerak dengan bergabung di Saluran WhatsApp bit.ly/ChannelBB

