• Berita
  • Jembatan Dayeuhkolot Belum Rampung, Keselamatan Warga Dipertaruhkan

Jembatan Dayeuhkolot Belum Rampung, Keselamatan Warga Dipertaruhkan

Renovasi separuh badan jembatan dinilai tak cukup. Aktivis muda dan pengguna jalan menuntut pembangunan dari Pemprov Jawa Barat.

Spanduk bernada satire yang terpampang di bibir Jembatan Sasak Geulis di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Sabtu, 7 Februari 2026. (Foto: Maisan Rachman/BandungBergerak)

Penulis Maisan Rachman18 Februari 2026


BandungBergerak - Di atas Sungai Citarum, di wilayah “Kota Tua” Dayeuhkolot, dibangun jembatan yang menghubungkan Bandung Selatan dan Kota Bandung. Jembatan ini menjadi akses vital kegiatan masyarakat sekitar. Namun, pembangunan jembatan ini belum selesai dan dikeluhkan warga pengguna jalan.

Jembatan Dayeuhkolot memiliki dua sisi. Sisi timur sebelumnya telah direnovasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2025. Renovasi tersebut dinilai tidak menyeluruh dan menyisakan sisi barat atau Sasak Geulis yang kondisinya sama dengan jembatan bailey atau jembatan sementara.

Spanduk bertuliskan “Bukan kurang anggaran tapi kurangnya kepedulian #RIPSasakGelis” tampak terpampang di bibir jembatan Sasak Geulis, menyambut para pengendara yang ingin lewat menuju Kota Bandung, Jumat, 6 Februari 2026. Spanduk ini dipasang oleh orang-orang muda Gerakan Masyarakat (GEMA) Kabupaten Bandung, aksi simbolik menyuarakan keresahan mereka atas kondisi jembatan yang tak kunjung tuntas diperbaiki.

“Ini adalah bentuk protes kami, bentuk keresahan kami yang menilai jembatan yang sering kita lalui ini selalu digadang-gadang akan diperbaiki namun tidak ada hasilnya, tidak ada transparansinya,” ujar Reza, salah seorang anggota GEMA.

Baginya, spanduk yang dipasang oleh GEMA Kabupaten Bandung bukan hanya sebagai aksi simbolik.

“Semoga respons kami ini menjadi dampak baik bagi pemerintah maupun masyarakat sekitar yang belum terwadahi aspirasi-aspirasinya,” ujar Reza.

Reza juga berharap bahwa perbaikan jembatan tidak hanya janji kosong yang terus disuarakan namun hanya diselesaikan sebagian dan meninggalkan bagian lain.

“Kami ingin jembatan ini segera diperbaiki, cobalah pemerintah turun ke lapangan jangan hanya duduk di bangku dan merasa sudah cukup melayani masyarakat sedang masyarakat kebingungan, apalagi jembatan ini akses keberlangsungan hidup,” harap Reza.

Jembatan Sasak Geulis di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Sabtu, 7 Februari 2026. (Foto: Maisan Rachman/BandungBergerak)
Jembatan Sasak Geulis di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Sabtu, 7 Februari 2026. (Foto: Maisan Rachman/BandungBergerak)

Pandangan Masyarakat

Masyarakat yang sering berlalu lalang mengkhawatirkan jembatan yang tak kunjung diselesaikan ini nantinya akan memakan korban jiwa. Aimar, seorang mahasiswa yang sering melewati jembatan menyebutkan, ia terkadang merasa takut saat melintas jembatan.

“Saya kan hampir tiap hari lewat sana untuk kuliah. Entah itu hujan atau gak hujan sebenernya gak ada bedanya. Kan ada platform naik buat nopang kendaraan yang lewat jembatan biar tidak roboh, itu tuh ada beberapa potongan besi yang lasnya udah copot yang bisa aja suatu saat menyebabkan kecelakaan,” ujarnya.

David, bukan nama sebenarnya, seorang ojol yang sering lewat berpendapat hal yang sama.

“Ini kan mas jembatan ini ditopang dulu pake besi bailey. Nah ini kalau hujan tuh licin, bisa aja tergelincir, itu kan bahaya,” katanya. 

Kondisi jembatan yang hanya dapat menampung 5 ton berat juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat. Masih banyak truk dan mobil angkutan yang seharusnya dilarang lewat tetap melanggar sehingga dikhawatirkan jembatan akan roboh.

Baca Juga: Warga Mengeluhkan Kondisi Jembatan Citarum Dayeuhkolot tak Kunjung Diperbaiki
Bandung Selatan Menjadi Kanal Banjir Citarum

Spanduk bernada satire yang terpampang di bibir Jembatan Sasak Geulis di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Sabtu, 7 Februari 2026. (Foto: Maisan Rachman/BandungBergerak)
Spanduk bernada satire yang terpampang di bibir Jembatan Sasak Geulis di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Sabtu, 7 Februari 2026. (Foto: Maisan Rachman/BandungBergerak)

Respons Pemerintah

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan perbaikan jembatan memang kewenangan Pemprov Jabar dan sudah dianggarkan pembangunan. Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat menyatakan melalui akun instagram pribadinya terdapat dua konsep perbaikan jembatan.

Konsep pertama mengikuti model jembatan saat ini tanpa peninggian dengan alokasi anggaran sebesar 50 miliar rupiah. Konsep kedua dengan menaikan tinggi jembatan sesuai saran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang diperkirakan membutuhkan anggaran tambahan menjadi 100 miliar rupiah.

Dedi Mulyadi menjanjikan pembangunan jembatan akan dimulai tahun ini dengan konsep pertama maupun kedua.

“Jembatan memang perlu perencanaan, selanjutnya pembebasan lahan, dan pembiayaan dan semuanya sudah terbiayakan,” ungkapnya dalam video reels instagram pribadi, Minggu, 8 Februari 2026. Menurutnya, perbaikan jembatan akan dilaksanakan tahun ini.

Sebelumnya, keluhan warga mengenai jembatan Dayeuhkolot sejak tahun lalu. Salah satu dampak adalah kemacetan panjang di akses yang menghubungkan Dayeuhkolot–Baleendah. Jembatan yang dibangun pada 1951 itu rusak parah sejak 2021 akibat retakan pada girder dan aspal.

Arus lalu lintas kini dialihkan ke jembatan sementara tipe Bailey selebar 4,2 meter dengan batas maksimal 5 ton, sehingga kendaraan besar dilarang melintas dan antrean kerap mengular.

Warga memasang spanduk protes dan menuntut transparansi serta percepatan perbaikan. Mereka mengeluhkan baut dan pelat baja yang mengelupas, kemacetan, minimnya pengaturan lalu lintas, hingga risiko kecelakaan saat hujan dan banjir. Sejumlah warga memilih jalur alternatif karena khawatir jembatan roboh dan aktivitas ekonomi terganggu.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang menyatakan rehabilitasi mulai berjalan pada Mei 2025 dengan nilai proyek sekitar 55 miliar rupiah, melibatkan pendanaan pusat, provinsi, dan kabupaten. Meski perbaikan sempat tertunda sejak diwacanakan 2023, pemerintah berjanji proyek akan dituntaskan karena jembatan dinilai krusial dan membahayakan jika terus dibiarkan.

***

*Kawan-kawan dapat mengikuti kabar terkini dari BandungBergerak dengan bergabung di Saluran WhatsApp bit.ly/ChannelBB

Editor: Iman Herdiana

COMMENTS

//