Catatan Dua Tahun Prabowo-Gibran dari Bandung: Dari Pedagang ke Kerja Serabutan, Ekonomi Semakin Sulit
Kisah Lia mengungkap harga kebutuhan pokok terus membebani. Di tengah ekonomi yang kian sulit, ia bersama warga mahasiswa Bandung menyuarakan kekecewaan.
Penulis Fitri Amanda 21 Oktober 2026
BandungBergerak - Lia awalnya seorang pedagang makanan dan jajanan di wilayah Dago Elos, Bandung. Kondisi ekonomi yang semakin sulit memutuskan ia berhenti jualan dan menjadi pekerja serabutan. Di momen dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran kemarin, Selasa, 20 Oktober 2026, perempuan 43 tahun ini turun ke jalan untuk meluapkan kekecewaan.
Lia mengungkapkan bahwa situasi ekonomi Indonesia saat ini kian buruk. Ia menilai, kehidupan masyarakat selama pemerintahann Prabowo-Gibran semakin tidak menentu. Sementara masyarakat kecil seperti dirinya harus menanggung dampaknya.
“Jadi kayak benar-benar nyekek (mencekik) bangetlah kondisi sekarang teh,” keluh Lia, di sela-sela demonstrasi.
Ketika masih jualan, Lia menghadapi kenaikan harga bahan yang terus menerus. Ia berada dalam dilema antara mengurangi bahan atau menaikan harga. Namun kedua pilihan itu ia rasa akan membuat para pembeli “kabur”. Dari sisi penjualan, jumlah pembeli kian sepi.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia kini bekerja serabutan, termasuk menyiapkan biaya pendidikan anaknya yang tahun depan hendak memasuki sekolah menengah pertama (SMP). Belum lagi dengan biaya sehari-hari. Menurutnya, uang 100.000 rupiah saat ini tak lagi cukup untuk membeli kebutuhan harian yang semakin mahal.

Keluhan yang tidak jauh berbeda juga disampaikan oleh Tio yang turut mengikuti aksi tersebut. Ia mengungkapkan kekecewaannya pada pemerintahan saat ini yang ia nilai sangat memberikan dampak pada kehidupan ekonomi masyarakat.
Tio menyoroti korupsi yang kian marak. Di saat yang sama, masyarakat tetap harus membayar pajak. Ia menilai, kondisi saat ini justru semakin memberatkan rakyat kecil.
“Kita mau ngadu ke siapa? Orang mereka semua penjahat. Kita bingung akhirnya kita ya mencoba begini (aksi ke jalan), menandakan bahwa kita masyarakat tidak baik-baik aja,” ungkap Tio.
Selain Lia dan Tio, aksi massa di Bandung juga diikuti mahasiswa dari berbagai kampus. Mereka menggelar aksi untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran. Massa berkumpul di kawasan Alun-alun Bandung dan bergerak melalui Jalan Asia Afrika, Gedung Merdeka, Simpang Lima, hingga Teras Braga. Sementara itu, mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat. Dalam aksi tersebut, massa menyoroti berbagai persoalan, mulai dari kondisi ekonomi, mahalnya biaya pendidikan, kesejahteraan masyarakat, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Mahasiswa dan masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya menghentikan PHK dan politik upah murah, menolak kenaikan pajak serta harga kebutuhan pokok, mengevaluasi biaya pendidikan dan UKT, serta meningkatkan kesejahteraan guru. Massa juga mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, menghentikan perampasan tanah, dan menjalankan reforma agraria. Selain itu, mereka menuntut evaluasi program dan anggaran negara, penghentian tindakan represif aparat, serta perlindungan terhadap kebebasan berpendapat dan berkumpul.
Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran: Mahasiswa Bandung Soroti Ekonomi, Pendidikan, dan Karhutla
Aksi Turun ke Jalan Yogyakarta: Di Masa Ini, Kita Hanya Punya Satu Sama Lain

Catatan Ekonomi Dua Tahun Prabowo-Gibran
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya tren peningkatan harga barang dan jasa di Indonesia atau inflasi dalam tiga tahun terakhir. Pada September 2024, sebelum pemerintahan Prabowo-Gibran dimulai, inflasi tahunan atau year-on-year terjadi sebesar 1,84 persen. Kemudian pada September 2025, saat pemerintahan memasuki tahun pertama, angkanya naik menjadi 2,65 persen dan pada September 2026, inflasi kembali meningkat hingga mencapai 3,28 persen.
Di Kota Bandung, inflasi tahunan tercatat sebesar 1,73 persen pada September 2024, naik menjadi 2,53 persen pada Oktober 2025, dan kemudian mencapai 2,79 persen pada Juli 2026. Menurut BPS Kota Bandung, inflasi terlihat pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat sebesar 2,84 persen pada September 2024 dan meningkat menjadi 3,53 persen pada Oktober 2025, kemudian di Juli 2026 tercatat kenaikan 3,62 persen.
Dari data yang dijabarkan oleh BPS Kota Bandung, beras tercatat menjadi salah satu penyumbang inflasi pada ketiga periode tersebut, kemudian minyak goreng pada Oktober 2025 dan Juli 2026. Sementara itu, cabai yang sebelumnya menahan laju inflasi pada September 2024, justru menjadi salah satu penyumbang inflasi pada Oktober 2025.
Selain inflasi tahunan, kondisi ekonomi juga dapat dilihat dari penilaian masyarakat terhadap kinerja Prabowo-Gibran selama dua tahun ini. Laporan hasil survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Tim Kabinet Bayangan pada Oktober 2026 dengan judul Rapor Merah 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran mencatat sejumlah persoalan ekonomi yang dirasakan masayarakat selama pemerintahan Prabowo-Gibran yang meliputi kenaikan harga kebutuhan pokok, keadaaan ekonomi rumah tangga, beban pajak, dam sulitnya memperoleh pekerjaan.
CELIOS menyebutkan bahwa sebanyak 53 persen responden merasa kondisi ekonomi lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya, 31 persen responden merasa kondisinya tidak berubah, dan 16 persen menilai kondisi ekonomi mereka membaik. Harga kebutuhan pokok menjadi salah satu sorotan utama, sebanyak 78 persen responden menempatkan hal ini sebagai masalah yang paling mendesak untuk ditangani pemerintah.
Lapangan pekerjaan dan perlindungan kerja menjadi sorotan lainnya oleh 58 persen responden. Lalu, penegakan hukum dan reformasi birokrasi sebanyak 35 persen responden. Selain itu penilaian pada aspek lainnya yang membahas tentang kebijakan pemerintah, 82 persen responden menganggap pajak dan berbagai pungutan pemerintah sangat membebani masyarakat.
***
*Kawan-kawan dapat mengikuti kabar terkini dari BandungBergerak dengan bergabung di Saluran WhatsApp bit.ly/ChannelBB


