• Opini
  • Meningkatkan Produksi Minyak Bumi Indonesia untuk Kesejahteraan Rakyat

Meningkatkan Produksi Minyak Bumi Indonesia untuk Kesejahteraan Rakyat

Dengan peningkatan produksi minyak bumi, maka perekonomian di Indonesia dapat meningkat dan tujuan bangsa dapat tercapai yaitu memajukan kesejahteraan umum.

Mika Fernando

Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).

Foto ilustrasi industri, Selasa (12/10/2022). Peningkatan produksi minyak bumi diprediksi akan mendongkrak perekonomian Indonesia. (Foto: Prima Mulia/BandungBergerak.id)

23 Juni 2022


BandungBergerak.idMinyak bumi merupakan salah satu sumber untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi di Indonesia. Indonesia memiliki banyak daerah untuk digali hasil minyak buminya. Akan tetapi belum semua daerah di Indonesia dioperasikan sepenuhnya.

Di Indonesia, ekspor minyak bumi menjadi terhambat karena masih berkutat untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan kurangnya eksplorasi. Produksi minyak bumi di Indonesia hanya memasuki peringkat 24 sebagai produsen minyak bumi terbesar tahun 2015 dengan menghasilkan 825.000 BOPD (Barrel of Oil Per Day). Di sisi lain Indonesia masih memiliki cadangan minyak yang lebih besar dibandingkan negara lainnya.

Produksi minyak bumi di Indonesia disadari sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi dan khususnya dukungan dari pemerintah untuk sektor produksi minyak yang masih belum aktif di Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi menjadi acuan dalam negara untuk memasuki fase pembangunan ekonomi, kegiatan ekspor dan impor sudah tidak asing di dalam kegiatan ekonomi dalam suatu negara. Kegiatan ekspor dan impor minyak bumi di Indonesia menjadi salah satu sumber pemasukkan ekonomi negara, ternyata kegiatan tersebut tidak berjalan secara mulus. Indonesia terpaksa keluar dari Negara OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) dikarenakan tidak mampu memenuhi jumlah ekspor yang telah ditetapkan, akan tetapi ekspor minyak bumi meningkat setiap tahunnya, peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 1998 sebesar 160,31 persen dan penurunan terbesar terjadi pada tahun 1999 sebesar 33,04 persen.

Perlu diingat bahwa impor yang terjadi disebabkan karena adanya ketergantungan energi terhadap minyak bumi masih tinggi. Hal tersebut menyebabkan peningkatan tertinggi impor sebesar 188,53 persen pada tahun 1998 serta penurunan tertinggi impor sebesar 34,39 persen pada tahun 2009. Dapat dirasakannya kenaikan harga secara kontinu akibat impor selama 11 tahun. Berita yang kurang baik yaitu sejak tahun 2006, ekspor yang dilakukan ternyata bukan ekspor sepenuhnya yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia, akan tetapi dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pemegang kontrak yang hasilnya dibagi dengan pemerintah.

Baca Juga: Mengenal Al Ihsan Nambo sebagai Salah Satu Pesantren Tertua di Kabupaten Bandung Barat
Mencegah Kekerasan Seksual dengan Instrumen Hukum Nasional dan Internasional
Aplikasi LupusKu, Aplikasi untuk Pejuang Lupus

Bagaimana Meningkatkan Produksi Minyak Bumi Indonesia?

Ide untuk meningkatkan produksi minyak bumi di Indonesia yaitu menggunakan metode Enhanced Oil Recovery (EOR), metode EOR ini dibagi menjadi beberapa metode berdasarkan jenis materi yang diinjeksikan yaitu: thermal flooding (hot water, steam stimulation, steam flood, fire flood), miscible gas flooding (hydrocarbon solvent, CO2, N2, hydrocarbon gas, mixed of natural gas), chemical flooding (polymers, surfactans, alkaline), dan yang lain (foam, microbial) (Green and Willhite, 1998).

Faktanya, keberhasilan terbesar metode EOR terdapat pada metode steam flooding di Indonesia yang diterapkan di proyek Duri pada PT Chevron Pacific Indonesia sebesar 300.000 BOPD (Barrel of Oil Per Day) tahun 1994. Ilmy Razanindra, seorang Insinyur Perminyakan di PT Chevron Pacific Indonesia, menjelaskan bahwa metode EOR ini bekerja dengan cara adanya uap yang diinjeksikan dari reservoir menuju ke bagian atas reservoir yang menyebabkan panas dari uap berpindah ke minyak berat (viskositas tinggi) yang dingin, sehingga viskositas minyak menjadi lebih kecil dan lebih mudah bergerak ke sumur produksi.

Metode ini membuat keberhasilan peningkatan produksi sebesar lima kali lebih banyak dibandingkan dari pemboran konvensional, dengan kata lain metode ini sangat menguntungkan karena efektivitas dan efisiensi yang sudah teruji di lapangan. Dengan keuntungan ini, metode steam flooding diterapkan pada Lapangan Minas yang memiliki karakteristik minyak yang ringan (viskositas rendah), akan tetapi uji coba di Lapangan Minas tidak berhasil karena karakteristik geologi serta struktur yang berbeda.

Terdapat sekitar 55 BBO (Billion Barrels of Oil) minyak yang tidak dapat dipulihkan (unrecoverable) dari 136 lapangan tua di Indonesia, hal ini seharusnya sudah menjadi peluang penambahan produksi sebesar 4,6 BBO. Di balik keunggulan yang dimiliki, ternyata metode-metode EOR secara keseluruhan memiliki beberapa kelemahan di antaranya adalah ketidakpastian hukum dan kesulitan dalam lisensi. Ketidakpastian hukum mengakibatkan penyelenggara perusahan dapat dirugikan bahkan dapat melakukan tindakan di luar kewenangan.

Kesulitan dalam lisensi akan sangat merugikan terhadap pihak perusahaan dikarenakan aktivitas dari merek atau produk yang digunakan belum dinyatakan legal. Lisensi memiliki hubungan dengan hak cipta yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang hak cipta. Hubungan hak cipta dengan lisensi yaitu jika perjanjian lisensi yang telah ditetapkan akan menjadi jangka waktu untuk memegang hak cipta tersebut, misalnya perjanjian lisensi sudah habis maka tidak akan menjadi pemegang hak cipta.

Legalitas ini akan mempengaruhi kepada kepercayaan konsumen, jika identitasnya ditetapkan sebagai ilegal maka timbul ketidakpercayaan konsumen terhadap produk.  Kelemahan selain dari sisi regulasi yaitu sisi teknis, di antaranya adalah kurangnya pengalaman dan keahlian, infrakstruktur yang sudah tua serta biaya operasional yang mahal dalam metode EOR yang menyebabkan tingkat produksi terhambat.

Di balik sumber daya yang melimpah berupa minyak bumi, diperlukannya pengolahan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang maksimal salah satunya dengan metode Enhanced Oil Recovery (EOR). Telah diujikannya metode ini di Indonesia sejak tahun 1985 yaitu Lapangan Duri (Riau) serta daerah lainnya dan menghasilkan hasil yang baik. Metode ini memiliki kekurangan dari segi internal dan eksternal perusahaan. Oleh karena itu diperlukannya Sumber Daya Manusia yang baik serta dukungan masyarakat dan pemerintah agar terlaksananya pengolahan minyak bumi melalui metode ini.

Produksi minyak bumi ini diperlukan untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan ke luar negeri seperti ekspor. Dengan meningkatnya produksi minyak bumi, maka perekonomian di Indonesia dapat meningkat dan tujuan bangsa dapat tercapai yaitu memajukan kesejahteraan umum. Hasil bumi yang sudah dianugrahkan olehNya kepada Indonesia menjadi suatu pilihan untuk kita mengelolanya atau tidak.

Editor: Iman Herdiana

COMMENTS