BandungBergerak -Aktivitas di Terminal Dago, Sabtu pagi, 11 Juli 2026, berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Pasar tradisional berdenyut. Orang-orang hilir mudik. Beberapa dari mereka bisa jadi memang datang untuk satu-dua hal. Mereka bertransaksi jual beli kebutuhan domestik atau tengah melawan kekhawatiran terhadap penggusuran.

Terminal Dago merupakan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang masuk dalam sengketa tanah di Dago Elos. Namun, sejak sengketa pertama bergulir, tidak banyak upaya dari penyelenggara kota untuk mempertahankan aset tersebut. Berkebalikan dengan sikap Pemkot, pagi itu warga Dago Elos kembali menyiapkan aksi turun ke jalan, setelah enam bulan lalu mereka juga menggeruduk Jakarta.

Di balai RW 02 Dago Elos yang biasa menjadi tempat berkumpul warga, kali ini menjadi titik kumpul keberangkatan menuju aksi di Jalan Asia Afrika, bertepatan dengan Festival Asia Afrika. Warga, termasuk orang muda, berdatangan untuk mendapatkan arahan soal aksi.

Sebagian besar dari mereka adalah perempuan. Mereka harus menanggalkan gengsi demi meneriakan hak-hak mereka di jalan. Keputusan mereka bukan berarti meninggalkan tugas di rumah, tapi justru menghadirkan secara nyata bahwa ranah domestik warga Dago Elos tidak pernah aman selagi kejelasan atas tanah mereka masih menggantung.

Banyak yang mengira bahwa persoalan sengketa tanah di Dago Elos telah usai setelah dua Muller ditahan. Padahal, vonis bersalah yang dijatuhkan pada Oktober 2024 lalu hanyalah kemenangan kecil atas kebohongan dokumen yang digunakan untuk mengklaim tanah sekitar enam hektare yang disengketakan.

Sejak itu, warga Dago Elos melanjutkan proses hukum dengan mengajuan Peninjauan Kembali (PK) kedua. Langkah hukum luar biasa ini bagian dari perlawanan terhadap putusan Peninjauan Kembali pertama.

“Sekarang berkas perkara Dago Elos sudah ada di meja hakim. Upaya hukum Peninjauan Kembali itu diperiksanya hanya ada di meja majelis hakim, sehingga memerlukan tekanan dari luar,” Andi Daffa, pendamping hukum LBH Bandung, 28 Juni 2026.

Perlawanan warga Dago Elos belum usai. Empat angkot menjadi kendaraan yang dipilih menuju festival di tengah kota. Karena sebaik-baiknya yang dapat dilakukan untuk mengawal PK kedua ini dengan tetap berisik di jalan.

*Kawan-kawan dapat mengikuti kabar terkini dari BandungBergerak dengan bergabung di Saluran WhatsApp bit.ly/ChannelBB

Editor: Iman Herdiana

COMMENTS

image
//