Pandemi Covid-19 Bandung Raya: Tetap Ketat Jalankan Prokes
Abai terhadap prokes bukan tidak mungkin akan mendongkrak kembali grafik kasus Covid-19. Terlebih jangkauan vaksinasi Covid-19 masih belum merata.
Penulis Iman Herdiana26 Agustus 2021
BandungBergerak.id - Protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19 masih perlu diperketat dalam menghadapi pandemi Covid-19 Bandung Raya, walaupun secara umum terjadi penurunan jumlah kasus. Abai terhadap prokes bukan tidak mungkin akan mendongkrak kembali grafik kasus Covid-19. Terlebih jangkauan vaksinasi Covid-19 masih belum merata.
Hingga data termutakhir (25/08/2021), jumlah kasus aktif atau dalam perawatan pada pandemi Covid-19 Bandung Raya sebanyak 5.302 orang. Sementara jumlah akumulatif kasus sejak awal pagebluk mencapai 105.199 orang. Sebanyak 97.444 orang di antaranya sembuh. Sementara kasus meninggal 2.540 orang.
Covid-19 Kota Bandung
Kasus positif aktif atau dalam perawatan Covid-19 Kota Bandung sebanyak 2.136 orang yang tersebar di ruang-ruang rawat inap rumah sakit Kota Bandung. Jumlah suspek dipantau 1,752 orang, dan kontak erat 36 orang.
Sedangkan jumlah akumulatif kasus positif Covid-19 Kota Bandung 41,214 orang, sebanyak 37,695 orang di antaranya sembuh, dan konfirmasi meninggal 1,383 orang.
Semua kasus Covid-19 Kota Bandung tersebar di 30 kecamatan yang ada. Terdapat 10 kecamatan konfirmasi aktif tertinggi, yaitu Coblong 126 orang, Ujung Berung 118 orang, Kiaracondong 114 orang, Antapani 105 orang, Arcamanik 101 orang, Andir 92 orang, Sukajadi 91 orang, Rancasari 91 orang, Sukasari 90 orang, Panyileukan 88 orang.
Terdapat 10 kelurahan konfirmasi aktif tertinggi, yaitu Cipadung Kidul 61 orang, Antapani Kidul 53 orang, Pasir Endah 47 orang, Sukamiskin 43 orang, Sarijadi 42 orang, Dago 39 orang, Sekeloa 36 Sadangserang 34 orang, Babakan Sari 33 orang, Manjahlega 32 orang.
Covid-19 Kabupaten Bandung
Hingga Rabu, 25 Agustus 2021, kasus konfirmasi positif Covid-19 Kabupaten Bandung sebanayak 1.390 orang. Jumlah suspek dan kontak erat lebih dari 500 orang.
Total kasus positif Covid-19 Kabupaten Bandung sejak awal pagebluk mencapai 32,806 orang. Jumlah sembuh 30.813 orang. Sementara meninggal 603 orang.
Semua kasus Covid-19 Kabupaten Bandung tersebar di 31 kecamatan yang ada. Kecamatan yang memiliki jumlah kasus aktif lebih dari 20 orang, yaitu:
Kecamatan Arjasari 20 kasus, Baleendah 80 kasus, Banjaran 57 kasus, Bojongsoang 76 kasus, Cangkuang 41 kasus, Cicalengka 23 kasus, Cikancung 23 kasus, Cilengkrang 29 kasus, Cileunyi 125 kasus, Cimaung 21 kasus, Cimenyan 125 kasus, Ciparay 49 kasus, Dayeuhkolot 50 kasus;
Kecamatan Katapang 45 kasus; Kutawaringin 24 kasus, Majalaya 40 kasus, Margaasih 47 kasus, Margahayu 100 kasus, Nagreg 22 kasus, Pacet 34 kasus, Pameungpeuk 23 kasus, Pangalengan 28 kasus, Paseh 42 kasus, Rancaekek 120 kasus, Soreang 46 kasus.
Baca Juga: Mogok Kerja Pemikul Jenazah Covid-19 TPU Cikadut karena Honor Telat Hampir 2 Bulan
Kebijakan Tes HIV bagi Calon Pengantin di Bandung harus Adil
Covid-19 Kabupaten Bandung Barat
Pusat data Covid-19 Kabupaten Bandung Barat tidak bisa diakses secara online. Pusat data pemerintahan yang dipimpin Henky Kurniawan itu terakhir terbuka pada 13 Agustus 2021 di mana total kasus terkonfirmasi positif mencapai 18.429 orang. Sebanyak 16.642 orang di antaranya sembuh, dam 241 orang meninggal dunia karena positif Covid-19, dan 52 orang meninggal dalam status probable.
Tercatat kasus aktif sebanyak 1.546 orang. Semua kasus tersebar di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Namun kabupaten ini tidak memutakhirkan peta sebaran Covid-19 per kecamatan maupun per desa.
Covid-19 Kota Cimahi
Hingga update terakhir, 22 Agustus 2021, konfirmasi aktif Covid-19 Kota Cimahi 230 orang. Total kasus positif sejak awal pagebluk hingga data terkini sebanyak 12.750 orang. Sebanyak 12.294 di antarnya sembuh. Kasus meninggal 226 orang, dan meninggal karena probable 35 orang.
Semua kasus Covid-19 Kota Cimahi tersebar di 3 kecamatan dan 15 kelurahan yang ada, yakni: Kelurahan Cimahi 6 kasus, Setiamanah 6 kasus, Padasuka 23 kasus, Cibeber 22 kasus, Leuwigajah 19 kasus, Utama 10 kasus, Melong 17 kasus, Cibeureum 7 kasus, Cigugur Tengah 21 kasus, Baros 11 kasus, Karangmekar 9 kasus, Pasirkaliki 16 kasus, Cibabat 17 kasus, Citeureup 18 kasus, Cipageran 28 kasus.