• Publik
  • Data 44 Hektare Tutupan Pohon di Kota Bandung Hilang dalam 18 Tahun Terakhir, Mengakibatkan Fenomena Urban Heat Island

Data 44 Hektare Tutupan Pohon di Kota Bandung Hilang dalam 18 Tahun Terakhir, Mengakibatkan Fenomena Urban Heat Island

Luas tutupan pohon di Kota Bandung terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Dalam 18 tahun terakhir, kota ini kehilangan 44 hektare tutupan pohon.

Penulis Sarah Ashilah19 September 2021


BandungBergerak.idFenomena Urban Heat Island (UHI) atau pulau panas perkotaan, merupakan sebuah fenomena urban ketika kawasan-kawasan kota metropolitan mengalami suhu permukaan lebih tinggi dibandingkan kawasan pinggir kota. Urbanisasi yang tinggi menyebabkan terjadinya pembangunan sarana dan prasana perkotaan secara besar-besaran, sehingga mengurangi luas ruang-ruang terbuka hijau dari tahun ke tahun.

Kota Bandung dengan aktivitas urbannya yang tinggi tidak terhindarkan dari fenomena tersebut. Mengutip artikel “Fungsi Taman Kota untuk Mitigasi Dampak Urban Heat Island di Kota Bandung” yang termuat dalam Jurnal Sumberdaya HAYATI edisi Juni 2020 Vol. 6 No. 1, ditemukan adanya perbedaan suhu permukaan dan suhu udara antara pusat Kota Bandung dan daerah pinggiran kota di bagian utara yang masih memiliki tutupan vegetasi yang tinggi. Kesimpulan ini diperoleh kedua penulis, Dian Rosleine dan Arka Irfani dari Program Studi Biologi, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (ITB), setelah melakukan riste di tiga taman kota, yakni Taman Tegalega, Taman Ganesha, dan Taman Maluku.

Penelitian ini menjelaskan bahwa kerimbunan pohon di Taman Tegalega, dengan ketinggiannya yang cukup, dapat menurunkan suhu udara hingga 3,5 derajat Celcius. Sementara itu, Taman Maluku dengan kerapatan pohon 102 batang per hektare atau sebesar 85,73 persen mampu menurunkan suhu hingga 4,2 derajat Celcius.

Baca Juga: Data Lengkap Perubahan Suhu Rata-rata Kota Bandung 1975-2020, Bertambah 3 Derajat Celcius dalam 46 Tahun!
Penyebab Suhu di Bandung terasa lebih Dingin pada Malam dan Pagi Hari

Merujuk data Global Forest Watch, sebuah platform daring rintisan The World Resources Insitute yang menyediakan data tentang perubahan lahan pohon sedunia, Kota Bandung telah kehilangan 44 hektare tutupan pohon atau sebesar 3,7 persen dalam kurun 2001-2018. Hilangnya luas tutupan pohon dalam jumlah terbesar terjadi di tahun 2004, yakni seluas 6 hektare.

Kehilangan tutupan pohon seluas 44 hektare setara dengan 18,6 kiloton emisi gas karbondioksida yang terperangkap dalam Kota Bandung. Tidak mengherankan jika secara umum kawasan pusat kota menjadi lebih panas dibandingkan kawasan pinggiran dan kawasan dengan tutupan vegetasi yang relatif tinggi.

Editor: Redaksi

COMMENTS