• Opini
  • Geopark, Solusi Jaga Lingkungan Jawa Barat

Geopark, Solusi Jaga Lingkungan Jawa Barat

Kawasan geopark dapat menjadi model pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Menjadi solusi untuk menghadapi masalah degradasi lingkungan.

Rinaldi Ikhram

Dosen Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (Unpad)

Batu-batu, hutan, dan laut di Pulau Kunti, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Sukabumi, yang masih alami dan lestari. (Foto: Dokumentasi Rinaldi Ikhram)

19 Januari 2026


BandungBergerak.id – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra beberapa waktu lalu, telah menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Banyak faktor yang menyebabkan bencana alam ini, salah satunya adalah degradasi lingkungan akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Fenomena serupa juga terjadi di Jawa Barat, seperti di Kawasan Puncak, Bandung Utara, Subang, dan masih banyak tempat lain, di mana alih fungsi lahan telah berlangsung secara masif. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas lingkungan, mengancam kelestarian alam, dan meningkatkan risiko bencana. Dalam konteks ini, keberadaan geopark dan potensi geopark di Jawa Barat bisa jadi merupakan salah satu solusi untuk konservasi lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Jawa Barat memiliki sejumlah kawasan geopark yang tersebar di berbagai daerah. Geopark adalah kawasan yang memiliki kekayaan dan keunikan geologi yang dilestarikan melalui tiga prinsip utama: konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Oleh karena itu, geopark bukan hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai alat untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga alam dan lingkungan sekitar.

Di Jawa Barat, terdapat beberapa geopark yang telah diakui, seperti Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang diakui UNESCO, serta Geopark Pongkor-Bogor yang telah mendapat status Geopark Nasional. Selain itu, ada pula Geopark Galunggung, Geopark Taman Jasper Tasikmalaya, dan Geopark Pangandaran yang berstatus Geopark Provinsi. Semua kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat pembelajaran lingkungan yang tidak hanya mengedukasi, tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat setempat.

Menurut Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 72 Tahun 2018 tentang Pengembangan Geopark di Provinsi Jawa Barat, keberadaan geopark di wilayah ini tidak hanya menjadi alat untuk melestarikan alam, tetapi juga untuk menggerakkan sektor pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ini menjadi landasan hukum yang kuat untuk mengembangkan lebih jauh kawasan geopark di Jawa Barat, mengingat potensi luar biasa yang dimilikinya.

Baca Juga: Pertumbuhan Jumlah Populasi Manusia adalah Masalah Lingkungan
Isu Lingkungan, Anak Tiri Aktivisme Publik
Perubahan Lingkungan dan Hilangnya Pemondokan Aman untuk Burung

Menghadapi Degradasi Lingkungan dengan Geopark

Isu degradasi lingkungan yang terjadi di Jawa Barat sudah sangat mengkhawatirkan. Alih fungsi lahan yang terjadi secara masif untuk pembangunan perkebunan, permukiman, dan infrastruktur, telah merusak ekosistem alami. Selain itu, hilangnya tutupan vegetasi di hulu sungai menyebabkan bencana banjir yang semakin sering terjadi. Untuk itu, diperlukan solusi jangka panjang yang dapat mengatasi masalah ini.

Geopark bisa menjadi solusi yang sangat tepat untuk menghadapi masalah degradasi lingkungan. Dengan memanfaatkan geopark sebagai kawasan konservasi alam, kita bisa melestarikan keberagaman hayati dan geologi, sembari mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Kawasan geopark dapat menjadi model pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, di mana alam tetap terjaga, ekonomi berjalan, dan masyarakat lokal mendapatkan manfaat dari sektor pariwisata yang ramah lingkungan.

Jawa Barat, dengan keberagaman alam dan geologinya, memiliki potensi besar untuk mengembangkan geopark sebagai sarana edukasi dan konservasi. Sebagai contoh, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang diakui oleh UNESCO, memiliki kekayaan alam dan geologi yang luar biasa. Kawasan ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan nilai-nilai edukasi yang bisa diangkat sebagai bahan pembelajaran. Melalui geopark, pengunjung baik itu wisatawan lokal maupun internasional, dapat belajar tentang proses geologi, keberagaman hayati, dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, geopark juga dapat menjadi wadah untuk mengembangkan ekowisata dan geowisata. Dalam konteks ini, pendidikan lingkungan tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di alam. Para pengunjung, terutama pelajar, bisa lebih mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif. Konsep ini juga mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan, karena masyarakat lokal dapat terlibat dalam pengelolaan dan pemasaran produk-produk lokal yang berbasis geologi, seperti kerajinan tangan atau kuliner khas daerah.

Solusi untuk Mengatasi Degradasi Lingkungan

Jika kita berbicara tentang solusi untuk mengatasi degradasi lingkungan di Jawa Barat, geopark bisa menjadi salah satu jalan keluar yang sangat relevan. Keberadaan geopark memungkinkan kita untuk melestarikan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Selain itu, dengan geopark, kita bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih peduli terhadap lingkungan dan memahami pentingnya konservasi alam.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai konsep geopark dan mengarahkannya sebagai destinasi wisata yang mengedukasi. Pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait bisa bekerja sama untuk mempromosikan geopark sebagai pilihan wisata yang mendidik, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah memiliki landasan hukum yang jelas dalam mengembangkan geopark, melalui Peraturan Gubernur No. 72 Tahun 2018 tentang Pengembangan Geopark di Provinsi Jawa Barat. Namun, potensi geopark ini masih perlu dikembangkan lebih jauh, terutama dalam upaya konservasi lingkungan dan edukasi masyarakat. Oleh karena itu, sudah saatnya bagi pemerintah untuk lebih mengaktifkan dan mengembangkan potensi geopark di Jawa Barat. Ini dapat dilakukan dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk memastikan bahwa geopark bukan hanya sekadar objek wisata, tetapi juga alat yang efektif untuk konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat.

Geopark juga dapat menjadi bagian dari upaya untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam, di mana masyarakat lokal dapat merasakan manfaatnya melalui pariwisata berkelanjutan. Selain itu, dengan menjadikan geopark sebagai fokus pengembangan, kita dapat mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan warisan geologi.

Geopark di Jawa Barat memiliki potensi besar untuk menjadi solusi konservasi lingkungan. Dengan pengelolaan yang baik, geopark tidak hanya dapat melestarikan alam, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Melalui pemanfaatan geopark sebagai destinasi wisata edukatif, kita bisa menciptakan keseimbangan antara pelestarian alam dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Jadi, apakah geopark bisa menjadi solusi untuk mengatasi degradasi lingkungan di Jawa Barat? Tentu saja bisa. Inilah saatnya kita memaksimalkan potensi geopark untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

 

***

*Kawan-kawan dapat mengikuti kabar terkini dari BandungBergerak dengan bergabung di Saluran WhatsApp bit.ly/ChannelBB

Editor: Ahmad Fikri

COMMENTS

//