Burung Migrasi dan Ancaman Kehidupannya di Ekosistem
Aneka ragam tipe ekosistem di kawasan Bandung Raya dan sekitarnya menjadi kawasan penting untuk lintasan berbagai jenis burung migrasi.

Johan Iskandar
Dosen, peneliti lingkungan, serta pegiat Birdwatching di Universitas Padjadjaran (Unpad). Penulis bukuKisah Birdwatching, ITB Press (2025)
6 Juni 2026
BandungBergerak – Pada setiap pekan kedua di bulan Mei biasanya diperingati sebagai Hari Migrasi Burung Sedunia (World Migratory Bird Day). Pada tahun 2026, hari migrasi burung sedunia diperingati pada tanggal 9 Mei, dengan tema “Every Bird Counts–Your Observations Matter!", yang menyoroti peran penting sains komunitas (citizen science) dalam konservasi burung. Aneka ragam burung migrasi, seperti yang melintasi jalur East Asian–Australasian, biasanya sering singgah di Indonesia, termasuk di Tatar Sunda. Hal tersebut menjadikannya momen penting bagi pengamat burung dan konservasi burung di Tanah Air.
Burung migrasi adalah burung yang bisa melakukan pergerakan pada waktu tertentu setiap tahun, antara tempat berbiak dengan satu atau lebih lokasi tidak berbiak, dengan terbang arah tujuan tertentu menghindari musim dingin. Burung-burung migrasi tidak pernah berbiak di tempat pengembaraannya.
Di Asia dikenal ada dua jalur terbang utama burung migrasi yaitu pertama, jalur terbang bagian timur Asia/Australia, dan kedua, jalur tebang Indo-Asia. Jalur terbang pertama mencakup daerah berbiak aneka ragam jenis burung di Siberia, China dan Alaska, biasa migrasi ke wilayah selatan melewati daerah persinggahan di Asia Tenggara, PNG, Australia, Selandia Baru, dan Kepulauan Pasifik. Sementara jalur kedua, Indo-Asia, jenis-jenis burung yang biasa berbiak di kawasan Siberia Tengah, lalu biasa migrasi melintasi Himalaya hingga ke daratan Sub-benua India (Howes et al, 2003).
Menurut Hoogerwerf (1948), di Pulau Jawa telah tercatat sekurangnya 536 jenis (species) dan anak jenis (sub-species) burung. Terdiri dari 410 jenis dan anak jenis burung penetap, 104 jenis dan anak jenis burung migran dari belahan bumi utara, 7 jenis dan anak jenis burung dari belahan bumi selatan, 17 jenis dan anak jenis burung biasa memisahkan diri, dan 2 jenis tidak diketahui statusnya.
Kawasan Tatar Sunda memiliki aneka ragam burung migrasi. Hal tersebut di antaranya dikarenakan kawasan Tatar Sunda, memiliki aneka ragam tipe ekosistem yang merupakan habitat berbagai jenis burung migrasi. Selain itu, karena Tatar Sunda lokasinya berada di lintasan jalur tebang burung migrasi Asia.
Baca Juga: Mengamati Keanekaragaman Burung di Perkebunan Teh Sukamanah di Pangalengan
Hilangnya Burung Jalak Suren di Ekosistem Perdesaan
Aneka Ragam Ikan Asli Citarum yang Terancam Punah
Burung Migrasi di Bandung Raya
Ditilik dari sejarah ekologi, migrasi burung telah berabad-abad lamanya mengundang pesona dan perhatian kalangan ilmuwan peneliti burung (onithologists) di seluruh dunia. Oleh karena itu, tak heran bahwa berbagai buku tentang migrasi burung telah banyak ditulis orang. Walaupun demikian, sepertinya masih ada persepsi di masyarakat yang masih bingung untuk membedakan antara jenis-jenis burung migrasi dengan jenis-jenis burung penetap. Misalnya burung kuntul blekok (Ardeola speciosa) yang biasa bermalam dan bersarang ratusan individu di pohon-pohon bambu di Kampung Rancabayawak, pinggiran Kawasan Summarecon, Bandung, ada yang menganggap bahwa jenis burung tersebut merupakan burung migrasi. Alasannya, karena terkadang burung belekok pindah ke tempat yang dekat dengan lingkungan sawah-sawah yang masih banyak airnya ketika musim kemarau dan sawah-sawah di sekitar Kampung Rancabayawak kering kurang air. Namun, burung-burung blekok tersebut biasanya akan kembali lagi ke tempat asalnya di Kampug Rancabayak saat musim hujan dan sawah-sawah di sekitarnya telah banyak airnya lagi. Berdasarkan pandangan sains biologi (pandangan etik), burung belekok dikategorikan bukan jenis burung-burung migrasi, tetapi merupakan burung penetap di Indonesia. Burung tersebut penyebarannya cukup luas di Indonesia, seperti di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, serta biasanya berbiak di wilayah-wilayah tersebut.
Suatu hal yang menakjubkan, tetapi, kerap luput dari perhatian banyak orang bahwa sejatinya kawasan Bandung Raya dan sekitarnya, di kawasan di DAS Citarum, sering dikunjungi oleh aneka ragam jenis burung migrasi pada saban tahunnya, terutama saat musim hujan. Misalnya, berdasarkan dokumentasi dalam beberapa puluh tahun terakhir ini, telah dapat dicatat tak kurang dari 45 jenis/species dari 15 famili burung migrasi yang biasa singgah di kawasan Bandung Raya dan sekitarnya (Tabel 1).
Tabel 1. Jenis-jenis burung migrasi di Bandung Raya dan sekitarnya
|
Nama ilmiah |
Famili |
Nama lokal/ nama Indonesia |
Tempat asal/tempat biasa berbiak burung migasi. |
|
Acrocephalus australis |
Acrocephalidae |
Kerakbasi ramai |
Burung darat, biasa berbiak di Australia. |
|
Acrocephalus orientalis |
Acrocephalidae |
Kerakbasi besar |
Burung darat, biasa berbiak Asia Timur Laut. |
|
Actitis hypoleucos |
Scolopacidae |
Manuk tilil, Trinil pantai |
Buruang air, biasa berbiak di belahan bumi utara (Paleatrik). |
|
Agropsar sturninis |
Sturnidae |
Jalak China |
Burung data, biasa berbiak di Asia Timur, China, dan Jepang. |
|
Alcedo atthis |
Alcedinidae |
Raja Udang Erasia |
Burung air, biasa berbiak di Paleartik. |
|
Apus pacificus |
Apodidae |
Kpainis, Kapinis laut |
Burung data, biasa berbiak di Asia Utara. |
|
Aviceda leuphotes |
Accipitidae |
Baza hitam |
Burung darat, biasa berbiak Asia Selatan. |
|
Buteo buteo |
Accipitridae |
Heulang, Elang buteo |
Burung darat, biasa berbiak di Palearktik. |
|
Cercopis daurica |
Hirundinidae |
Layang-layang loreng |
Burung darat, biasa berbiak di Asia Tengah. |
|
Clamator coromandus |
Cuculidae |
Bubut-pacar jambul |
Burung darat, biasa berbiak di India, Cina Selatan, dan Asia Tenggara. |
|
Cuculus micropteus |
Cuculidae |
Belanda mabok, Kangkangkot (Baduy), Kangkok India |
Burung darat, biasa berbiak di Asia Selatan. |
|
Cuculus saturatus |
Cuculidae |
Kangkok ranting |
Burung darat, ras migrant berbiak di Erasia Utara, Himalaya. |
|
Dendronanthus indicus |
Motacillidae |
Kicuit hutan |
Burung air, biasa berbiak di Asia Timur Laut. |
|
Falco peregrinus |
Falconidae |
Alap-alap, Alap-alap kawah |
Burung darat, biasa berbiak di Asia Utara. |
|
Gallinago stenura |
Scolopacidae |
Blekék, Berkik ekor-lidi |
Burunh air, biasa berbiak belahan bumi utara (Parlearktik). |
|
Falco subbuteo |
Falconidae |
Alap-alap, Alap-alap walet |
Burung darat, biasa berbiak di Palearktik |
|
Ficedula mugimaki |
Muscicapidae |
Sikatan mugimaki |
Burung darat, biasa berbiak di Palearktik. |
|
Ficedula zanthopygia |
Muscicapidae |
Sikatan Emas |
Burung data, biasa berbiak di Asia Timur Laut. |
|
Gallixrex cinerea |
Rallidae |
Hahayaman, Mandar Bontod |
Burung air, biasa berbiak di India, Cina. |
|
Gallinago megala |
Scolopacidae |
Manuk belekék, Berekik rawa |
Burung air, biasa berbiak di Paleartik, bermigasi sampai Australia. |
|
Glareola maldivaarum |
Glareolidae |
Manuk Teri, Dadali, Terik Asia |
Burung air, biasa berbiak di Palearktik migrasi sampai ke Australia |
|
Halcyon pileata |
Alcediniadae |
Cekakak, Cekakak Cina |
Burung air, biasa berbiak di Asia Timur |
|
Hirundo rustica |
Hirundinidae |
Kapinis, Walet, Layang-layang asia |
Burung darat biasa berbiak di Amerika Utara, Eropa. |
|
Ixobrychus chinensis |
Ardeidae |
Céngkég (Cirebon), Bambangan kuning |
Burung air. Biasa berbiak di Asia Selatan. |
|
Lanius cristatus |
Laniidae |
Toéd, Bentet coklat |
Burung darat biasa berbiak di Asia Utara,. |
|
Lanius tigrinus |
Lniidae |
Toéd, Bentet loreng |
Burung darat, biasa berbiak di Asia Timur Laut. |
|
Limnodarmus semipalmatus |
Scolpacidae |
Trinilumpur Asia |
Burung air, biasa berbiak di Palearktik. |
|
Locustela certhiola |
Sylviidae |
Kecici belalang |
Burung darat, biasa berbiak di Asia Tengah. |
|
Motacila cinerea |
Motacilidae |
Entut leuncang, Kicuit batu |
Burung air biasa berbiak di Palearktik. |
|
Motacilla tschutschensis |
Mottacilidae |
Kicuit kerbau |
Burung air biasa berbiak di Palearktik. |
|
Muscicapa daurica |
Muscicapidae |
Sikatan Bubik |
Burung darat biasa berbiak di Palearktik. |
|
Muscicapa sibirica |
Muscicapidae |
Sikatan sisi gelap |
Burung darat, biasa berbiak di Palearktik. |
|
Numenius madagascariensis |
Scolopidae |
Gagajahan timur |
Burung air biasa berbiak di Palerktik, migrasi hingga ke Australia |
|
Pernis ptilorhynchus |
Accipitridae |
Sikep-madu melayu |
Burung darat, burung buas, berbiak di Palearktik Timur, India. |
|
Phyloscopus borealis |
Sylviidae |
Cikrak kutub |
Burung darat, biasa berbiak di Palearktik. |
|
Phyloscopus coronatus |
Sylviidae |
Cikrak mahkota |
Burung darat, biasa berbiak di di Asia Timur Laut. |
|
Rallina eurizonides |
Rallidae |
Tikusan Kaki kelabu |
Burung air, biasa berbiak Asia Selatan. |
|
Sterna albifron |
Laridae |
Dara laut, Dara laut kecil |
Burung air, biasa berbiak di Palearktik. |
|
Tachyspiza gularis |
Acciptridae |
Elang-alap nipon |
Burung darat biasa berbiak di Palearktik Asia Timur. |
|
Tachyspiza soloensis |
Accipitridae |
Elang alap-cina |
Burung darat, biasa berbiak di Asia Timur. |
|
Todiramphus sanctus |
Alcedinidae |
Cekakak Australia |
Burung air, berbiak di Australia. |
|
Turdus obscurus |
Turdidae |
Anis kuning |
Burung darat, berbiak di Pelearktik. |
|
Zapornia fusca |
Rallidae |
Békér, Panon beureum Tikusan merah |
Burung air, biasa berbiak di Asia Selatan. |
|
Zapornia paykulii |
Rallidae |
Tikusan, tikusan Siberia |
Burung air, berbiak di Asia Timur laut. |
|
Zapornia pusilla |
Rallidae |
Meniran (Indramayu), Tikusan kerdil |
Burung air, baias berbiak di Palearktik. |
Ditilik dari total 45 jenis burung migrasi tersebut, 26 jenis burung di antaranya termasuk kategori burung darat dan 19 jenis burung air, serta 7 jenis burung buas seperti jenis-jenis elang dan alap-alap. Maka, kehadiran musiman jenis-jenis burung migrasi tersebut dapat berperan penting secara ekologis, seperti menyebarkan biji-biji tumbuhan serta mengendalikan hama pertanian di berbagai ekosistem di wilayah penjelajahannya.

Kelangsungan Hidup Burung Migrasi
Pada umumnya, jenis-jenis burung migrasi yang biasa hidup di lahan basah/di air, seperti manuk blekék (Gallinago megala), hahayaman (Galicrex cinerea), entod leuncang (Motacilla flava), kicuit batu (Motacilla cinerea), kicuit hutan (Dendronathus indicus), tilil (Tringa hypoleucos), tikusan (Porzana paykulii), dan burung raja udang erasia (Alcedo athis) biasa dapat diamati kawasan lahan basah, seperti sawah-sawah di kawasan Cekungan Bandung, serta kawasan lainnya, di musim hujan bulan September-Maret. Demikian pula, jenis-jenis burung buas seperti elang alap nipon (Tachyspiza gularis), alap-alap kawah (Falco peregrinus), elang alap china (Tachyspiza soloensis), sikep madu Malayu (Pernis ptilorhynchus), elang buteo (Buteo buteo), serta alap-alap walet (Falco subbuteo) biasa dapat disaksikan di musim hujan. Jenis-jenis burung buas tersebut biasanya terlihat terbang berkelompok, berpasangan, ataupun soliter berputar-putar di udara di daerah-daerah gunung dan bukit di utara Kota Bandung seperti Lembang, Tahura Juanda, dan daerah lainnya.
Jenis-jenis burung buas memiliki kebisaan terbang berputar melayang-layang membumbung tinggi di udara tanpa mengepakkan sayap (soaring) dengan mengikuti gerakan angin akibat tekanan udara karena temperatur udara hangat. Oleh karena itu, burung tersebut dapat menggunakan energinya secara efisien. Sementara itu, berbagai burung migrasi darat, seperti jalak china (Sturnus sturninus), bentet loreng (Lanius tigrinus), bentet coklat (Lanius crisatus), sikatan mugimaki (Ficedula mugimmaki), sikatan mas (Ficedula zanthopygia), cikrak kutub (Phylloscopus borealis), kangkok ranting (Cuculus saturatus), bubut pacar jambul (Clamator coromandus), dan sikatan sisi gelap (Muscicapa sibirica) pernah teramati hinggap di pepohonan Taman Kota Bandung seperti Taman Ganeca, Babakan Siliwangi, ataupun daerah-daerah pinggiran kota.
Khusus untuk jenis burung migrasi layang-layang Asia/kapinis Asia (Hirundo rustica) pada masa lalu biasanya memilih tempat pemondokannya di pepohonan yang ada di sekitar Pabrik Coklat PT Ceres, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung. Selain itu, penulis pernah pula menyaksikan ribuan burung walet Asia bertengger saling berimpitan di sepanjang kabel-kabel listrik/telepon, di kawasan Pasar Ciranjang, Cisokan, Cianjur, di sore hari. Mereka sepertinya ingin beristirahat dengan hinggap berdempetan untuk menghangatkan badannya di malam hari setelah seharian mencari makan dengan menyambar-nyambar aneka serangga yang terbang di atas kawasan sawah dan tataguna lahan lainnya di kawasan di DAS Cisokan.
Dengan demikian, sesungguhnya kawasan Bandung Raya dan sekitarnya tidak diragukan lagi menjadi kawasan penting untuk lintasan berbagai jenis burung migrasi. Jenis-jenis burung migrasi tersebut umumnya berasal dari belahan bumi utara, seperti Siberia, Mongolia, China, dan Jepang biasa menjelajah mencapai ribuan kilometer dari tempat asalnya menuju kawasan di selatan. Mereka terbang menjelajah dengan menggunakan berbagai panduan pertanda di alam seperti lanskap pantai, sawah, sungai, gunung, hutan, dan lainnya, letak posisi matahari, letak posisi bintang, dan magnet bumi. Sayangnya, walaupun kawasan Bandung Raya dan sekitarnya sering disinggahi oleh aneka ragam jenis burung, namun kehadiran mereka itu kurang mendapat perhatian banyak orang.
Selain itu, suatu hal yang kurang menguntungkan bagi nasib burung-burung migrasi yang biasa menjelajah di kawasan Tatar Sunda, banyak tantangan. Misalnya, karena maraknya perburuan liar, hilang dan rusaknya kawasan mangrove di kawasan pantai, rusak/hilangnya kawasan hutan di pegunungan, maraknya perubahan alih fungsi lahan basah seperti sawah, rawa, situ, intensifikasi penggunaan pestisida di lahan sawah dan kebun monokultur komersial, serta adanya perubahan iklim global yang kian tak menentu. Konsekuensinya, keanekaan jenis dan populasi burung migrasi di berbagai ekosistem cenderung kian merosot dari waktu ke waktu.
Padahal, kehadiran aneka ragam jenis burung migrasi sangat menguntungkan. Misalnya, dapat membatu fungsi ekologis di ekosistem, sebagai bahan penelitian dan pengembangan ilmiah, obyek wisata alam, kegiatan birdwatching dan pembuatan foto-foto burung di alam, serta dapat dijadikan indikator untuk perubahan lingkungan seperti anomali iklim, pencemaran racun di perairan, perubahan iklim, dan lain-lain.
***
*Kawan-kawan dapat mengikuti kabar terkini dari BandungBergerak dengan bergabung di Saluran WhatsApp bit.ly/ChannelBB


