Helios English Book Club: Dari Halaman Buku Menuju Percakapan Berbahasa Inggris
Komunitas Helios English Book Club menghadirkan ruang belajar yang santai, tempat peserta melatih kemampuan bahasa Inggris sambil menemukan teman.
Penulis Daffa Fadillah31 Juli 2026
BandungBergerak - Tujuh orang duduk melingkar dalam diam. Selama 20 menit, mereka tenggelam dalam buku pilihannya masing-masing. Ada yang membaca sejarah kolonial, kumpulan cerpen, hingga buku panduan profesi.
Keheningan itu kemudian pecah menjadi percakapan berbahasa Inggris yang terbata-bata, tetapi penuh antusiasme. Begitulah rangkaian kegiatan "Silent Reading" di Helios English Book Club berlangsung.
Program tersebut diawali dengan membaca secara hening. Setelah itu, peserta dibagi ke dalam dua kelompok untuk menceritakan isi buku yang mereka baca menggunakan bahasa Inggris. Melalui cara ini, peserta tidak hanya melatih kemampuan membaca, tetapi juga keberanian berbicara dalam bahasa Inggris.
Gagasan menghadirkan program tersebut berangkat dari keinginan menyediakan ruang belajar bahasa Inggris yang lebih santai melalui aktivitas membaca buku. Dari situlah lahir "Cas Cis Cus Inggris", program rutin Helios English Book Club yang memadukan literasi dan latihan percakapan.
Cerita berdirinya Helios English Book Club sendiri berawal dari pertemuan yang tidak terduga. Shoffi, yang kini berusia 19 tahun, pertama kali bertemu Indra saat melamar pekerjaan lepas.
Dalam curriculum vitae-nya, Shoffi mencantumkan pengalaman tiga tahun sebagai ketua English Club di sekolahnya. Pengalaman itu, ditambah kegemarannya membaca buku, membuat Indra mengajaknya mendirikan Helios English Book Club.
Saat itu Shoffi sedang menjalani gap year sehingga memiliki banyak waktu luang. Tawaran tersebut pun langsung ia terima. Baginya, menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar komun=itas juga berangkat dari pengalaman pribadi. Ia merasa cukup percaya diri memahami bahasa Inggris melalui membaca, mendengarkan, dan menonton tanpa subtitle, tetapi masih kesulitan ketika harus berbicara.
Shoffi berharap Helios dapat berkembang menjadi komunitas yang lebih besar, memiliki struktur kepengurusan yang lebih mapan, serta tidak lagi bergantung hanya pada founder dan host.
"Semoga Helios ini benar-benar membantu dalam hal bahasa Inggris lewat baca buku, benar-benar bisa membantu untuk orang lain," katanya.
Selama delapan kali penyelenggaraan, Shoffi mengaku pengalaman yang paling berkesan bukan hanya diskusi bukunya, tetapi juga pertemuan dengan orang-orang baru yang kemudian berlanjut menjadi pertemanan di luar forum, termasuk melalui Instagram.
Indra, pegiat yang juga turut menggagas Helios English Book Club, menambahan program ini diilhami kemampuan berbahasa inggris yang beragam. Berjalannya Helios diharapkan menjadi wadah untuk menemukan teman dan belajar bersama.
Indra merasa senang karena banyak orang muda berwawasan luas yang bergabung, ke dalam program ini, sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran wawasan baru.
Sementara itu, salah satu peserta, Wisnu, 34 tahun, mengetahui program Helios yang secara tidak sengaja melintas di linimasa Instagram. Sebelum bergabung dengan Helios, ia sempat mengikuti beberapa komunitas baca lain seperti Kembang Kata, namun ketertarikannya pada Helios lebih spesifik, yaitu kombinasi antara buku dan latihan bahasa Inggris.
Baca Juga: PROFIL KOMUNITAS VOLUBIT: Ruang bagi Orang Muda Belajar dan Bertahan di Dunia Kripto
PROFIL KOMUNITAS OUR HOME: Sekolah Tanpa Seragam untuk Anak Jalanan

Jaringan Pertemanan
Format silent reading ala Helios ini mungkin terdengar sederhana di atas kertas, namun sebenarnya tidak selalu mudah dijalani. Bagi Wisnu, tantangan terbesar bukan soal rasa percaya diri, melainkan proses berpikir dua kali saat harus menceritakan isi buku menggunakan bahasa inggris.
Meski begitu, soal rasa percaya diri, Wisnu mengaku sejak awal tidak merasa minder berbicara bahasa Inggris di Helios. Ia tidak sungkan menyelipkan bahasa Indonesia di tengah-tengah jika ia kesulitan. Menurutnya, suasana yang dibangun membuat peserta tidak perlu malu sekalipun masih terbata-bata.
Wisnu bisa menikmati proses belajar di Helios. Ia juga bisa berkenalan dengan peserta lain, salah satunya peserta yang berasal dari Uzbekistan. Pertemanan ini menurutnya memperluas jaringan sekaligus kemampuan bahasanya.
Bagi yang tertarik ikut merasakan pengalaman serupa, program "Cas Cis Cus Inggris" rutin diadakan setiap hari Kamis. Pendaftaran dapat dilakukan melalui akun Instagram @dr.longbook dan @helios.ebc yang juga menjadi kanal informasi utama seputar jadwal dan lokasi setiap sesi.
***
*Kawan-kawan dapat mengikuti kabar terkini dari BandungBergerak dengan bergabung di Saluran WhatsApp bit.ly/ChannelBB


