• Kampus
  • UMBandung dan Unpad Matangkan Kuliah Hybrid

UMBandung dan Unpad Matangkan Kuliah Hybrid

Vaksinasi Covid-19 sebagai persiapan kampus dalam melakukan pembelajaran luring dan daring.

Petugas tenaga kesehatan di Bandung saat menyiapkan vaksin Covid-19. Sejak awal pandemi sebelum ditemukan vaksin sampai sekarang, nakes menjadi garda terdepan melawan Covid-19. (Foto: Prima Mulia)

Penulis Iman Herdiana5 Juni 2021


BandungBergerak.idKuliah hybrid atau pembelajaran tatap muka campuran antar luring dan daring dianggap ideal untuk  menggelar perkuliahan di masa pandemi Covid-19. Sistem kuliah bauran ini akan dijalankan Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Kampus UMBandung melakukan persiapan kuliah hybrid dengan menggelar vaksinasi Covid-19 terhadap semua dosen dan tenaga pendidiknya. Vaksinasi dilakukan di Aula UMBandung, Kamis (3/6/2021). Ketua Pelaksana Gebyar Vaksin sekaligus Ketua Satgas Covid-19 UMBandung, Setiadin, mengatakan vaksinasi disambut antusias peserta. Ia berharap, vaksinasi ini bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor III UMBandung, Hendar Riyadi, mengungkapkan vaksinasi Covid-19 merupakan satu ikhtiar kolektif bagi Universitas Muhammadiyah Bandung. Vaksinasi juga sebagai persiapan kampus dalam melakukan pembelajaran blended learning, yakni pembelajaran bauran antara luring dan daring.

“Sangat dimungkinkan perkuliahan tatap muka bisa dilaksanakan kalau pelaksanaan (vaksinasi) ini berjalan dengan baik dan tidak ada hal-hal (negatif) yang tidak diharapkan,” tegas Hendar, melalui keterangan pers yang diterima BandungBergerak.id, Sabtu (5/6/2021).

Baca Juga: Itenas Jajaki Pertukaran Mahasiswa dengan Maranatha, Unisba, dan Unpas
Mahasiswa Unpar Juara Dua Sayembara Desain Mihrab USU

Unpad Menuju “Hybrid University”

Pandemi Covid-19 mendorong Universitas Padjadjaran (Unpar) bertransformasi menuju hybrid university. Rektor Unpad Rina Indiastuti meminta seluruh pimpinan di jajaran rektorat, fakultas, hingga program studi bersinergi dalam melakukan transformasi ini.

“Kita sudah ingin Bapak/Ibu berpartisipasi, berkolaborasi, bersinergi bersama-sama melakukan transformasi dengan tahap awal adalah adaptasi pembelajaran hybrid masa pandemi,” kata Rektor saat melakukan rapat koordinasi persiapan adaptasi pembelajaran hybrid di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Jumat (4/6/2021).

Unpad akan mulai menerapkan pembelajaran hybrid pada Agustus 2021, atau saat pembelajaran semester ganjil tahun akademik 2021/2022. Sebagai persiapan, Unpad telah menyusun program quick win selama tiga bulan menuju penerapan pembelajaran hybrid.

Ada empat program quick win yang akan dilakukan. Setiap program quick win memiliki program turunan. Program pertama adalah pengayaan kurikulum berupa finalisasi kurikulum berbasis outcome (capaian) dan Kampus Merdeka dengan disertai penguatan karakter. Sasarannya adalah seluruh program studi.

Program kedua adalah peningkatan kualitas. Program ini berupa penguatan kualitas e-learning Unpad (LIVE) serta infrastruktur teknologi pendidikan melalui kerja sama dengan mitra strategis. Program ini menyasar kepada dosen dan tenaga kependidikan.

Program ketiga adalah produksi modul daring (online course) untuk pendidikan bergelar (degree) dan pendidikan nongelar (non degree). Sasaran program ini adalah dosen dan program studi. Sementara program terakhir adalah merancang fasilitas pendidikan hybrid. Sasaran program ini adalah program studi, fakultas, sarana pembelajaran, dan infrastruktur penunjang.

Rektor berharap seluruh unsur bisa melaksanakan program quick win. Pelaksanaan program quick win akan dimonitor oleh tim independen. “Kami ingin memotret semua kesiapan program studi yang dikomandani dekan dan wakil dekan,” terangnya.

Editor: Redaksi

COMMENTS