• Berita
  • Kecamatan Diminta Tak Ragu Lockdown

Kecamatan Diminta Tak Ragu Lockdown

RSHS imbau masyarakat tak keluar rumah kalau tidak mendesak. Pasien Covid-19 dengan gejala picu naiknya keterisian rumah sakit di Bandung.

Relawan warga berpakaian hazmat saat disinfeksi lingkungan wilayah Kampung Ciburial, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 6 Juni 2021. Kampung ini menerapkan lockdown untuk sementara setelah 42 orang warganya terkonfirmasi positif Covid-19. (Foto: Prima Mulia)

Penulis Iman Herdiana9 Juni 2021


BandungBergerak.idPara camat dan lurah bersama Satgas Covid-19 di kewilayahan Kota Bandung diminta tidak ragu mendorong digelarnya lockdown atau karantina dalam konteks Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, camat, lurah bersama Satgas Covid-19 kewilayahan harus mempu membaca situasi pandemi yang terjadi di wilayah terkecilnya, seperti RT dan RW, serta mampu menganalisa eskalasi peningkatan kasus Covid-19.

Dorongan tersebut muncul setelah keputusan lockdown di RT 07 RW 09 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, yang dipicu adanya kasus positif Covid-19 pada satu keluarga besar terdiri dari 8 orang.

Ema mengaku mengapresiasi keputusan lockdown di Kelurahan Dago. Lockdown tersebut dalam rangka melaksanakan PPKM. "Tadi malam di grup Whatsapp pimpinan, saya menegaskan camat dan lurah jangan ragu melakukannya kalau terjadi ekskalasi. Meski pun, saya sebetulnya tidak mau mengambil pilihan lockdown RT itu," kata, dikutip dari keterangan pers, Rabu (9/6).

Selain di Kelurahan Dago, Ema mengatakan belum ada wilayah lain di Bandung yang melakukan lockdown. Menurutnya, skema lockdown bisa diajukan di tingkat RT ke kecamatan.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Bandung Raya: Kasus Positif Aktif Kabupaten Bandung Lebih dari 1.000 Orang
Pasien Covid-19 Gejala Berat di IGD RSHS Mencapai 90 Persen

Meningkatnya Pasien Covid-19 yang Bergejala

Seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Bandung, tingkat keterisian ruang isolasi pun semakin bertambah. Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian rumah sakit di Bandung mencapai angka 78 persen. Naiknya angka BOR, kata Ema, karena adanya pergerakan pasien Covid-19 yang bergejala di ICU-ICU rumah sakit di Bandung.

Perlu diketahui, penyakit Covid-19 menimbulkan gejala macam-macam. Ada yang bergejala berat, sedang, ringan, dan bahkan tanpa gejala sama sekali. Namun pasien Covid-19 bergejala maupun tanpa gejala, sama-sama berpotensi menularkan virus kepada orang di sekitarnya, jika pasien tersebut tak segera ditangani dengan prosedur penangan Covid-19.

Kenaikan jumlah pasien Covid-19 di Bandung memicu paparan terhadap para tenaga kesehatan (nakes). Ema menyatakan, nakes terpapar Covid-19 namun tidak bergejala ditangani dengan isolasi mandiri. Nakes yang masuk kategori berat akan dirawat.

Peningkatan kasus juga terjadi di pusat rujukan Covid-19 Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. RSHS pun berharap masyarakat tidak panik di tengah naiknya kasus Covid-19. Namun demikian, masyarakat juga harus tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Tidak keluar rumah jika tidak terlalu penting dan selalu menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan,” kata Plh. Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang RSHS, Yana Akhmad, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (9/6/2021).

Yana Akhmad juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada kabar yang menyebut pasien Covid-19 di RSHS tak terkendali. Menurutnya, dalam sebulan terakhir jumlah pasien Covid-19 di RSHS memang mengalami peningkatan. “Kondisi masih terkendali dan seluruh pasien dapat dilayani,” katanya.

Peningkatan pasien Covid-19 di RSHS tidak terjadi secara drastis dalam waktu yang singkat, melainkan sedikit demi sedikit dan hal ini dimulai sejak pertengahan Mei 2021. Kapasitas ruang rawat inap khusus Covid-19 RSHS, yakni Gedung Kemuning, sampai saat ini masih tersedia.

Data BOR RSHS per Rabu (6/9/2021) siang untuk Gedung Kemuning yang berkapasitas 224 tempat tidur, sudah terisi oleh 122 pasien Covid-19. Dengan kata lain, BOR Gedung Kemuning mencapai 54,46 persen.

Editor: Redaksi

COMMENTS