Membaca Jernih Polemik Hari Lahir Persib Bandung: 1919 atau 1933?
Peneliti Unpad mengungkap 1919 sebagai tahun kelahiran Persib. Penelitian Fajar Salam memperlihatkan peristiwa penting menjelang kelahiran Persib pada tahun 1930an.
Penulis Muhammad Akmal Firmansyah16 Maret 2026
BandungBergerak - Persib Bandung, lebih dari sekadar klub sepak bola, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah sosial Kota Bandung. Namun, polemik mengenai tanggal kelahiran Persib kerap muncul beberapa tahun belakangan. Di satu sisi, manajemen klub dan Tim Peneliti Hari Jadi Persib menyatakan bahwa klub ini lahir pada 1919, merujuk pada berdirinya Bandoengsch Inlandsch Voetbal Bond (BIVB). Sementara itu, bobotoh tetap merayakan 14 Maret 1933 sebagai hari lahir Maung Bandung.
Perdebatan ini bermula pada 17 Desember 2023, ketika manajemen Persib mengumumkan perubahan hari jadi klub dari 14 Maret 1933 menjadi 5 Januari 1919. Keputusan tersebut disampaikan oleh CEO PT Persib Bandung Bermartabat Glenn T. Sugita yang mengungkapkan bahwa hasil riset Tim Peneliti Hari Jadi Persib telah menemukan dasar yang lebih kuat terkait tahun kelahiran Persib.
Tim Peneliti Hari Jadi Persib, yang terdiri dari akademisi dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, mengungkapkan bahwa penelitian dilakukan untuk menjawab keraguan yang berkembang selama dekade terakhir terkait dasar historis penetapan 14 Maret 1933. Dari lima kemungkinan tanggal yang ditemukan, 5 Januari 1919 dianggap sebagai yang paling logis dan didukung oleh bukti sejarah yang kuat.
Hasil penelitian ini dinamai Naskah Akademik Hari Jadi Persib hasil kerja sama PT Persib Bandung Bermartabat dengan Program Studi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran pada Desember 2023. Naskah akademik ini disusun Prof. Kunto Sofianto, Ph.D., dengan anggota Dr. Miftahul Falah, M.Hum., Budi Gustaman Sunarya, S.Hum., M.A., Iqbal Reza Satria, S.H., M.I.P., Muhammad Ridha Taufiq Rahman, S.I.P., M.A.
Penelitian Sebelum Naskah Akademik
Empat tahun sebelum muncul Naskah Akademik Hari Jadi Persib, Fajar Salam menyusun skripsi berjudul Perkembangan Persepakbolaan Bumiputra Di Bandung 1919 – 1942 (Universitas Padjadjaran Fakultas Ilmu Budaya Program Studi Sejarah Jatinangor 2019).
Fajar Salam menelusuri sejarah hari lahir Persib secara rinci dan dilengkapi berbagai referensi sejarah. Menurutnya, dalam sejarah sepak bola di Bandung, terdapat sejumlah faktor sosial, ekonomi, dan persaingan antar organisasi yang mengarah pada pendirian Persib.
Disebutkan, sebelum Persib berdiri, beberapa bond sepak bola Bumiputra sudah ada di Bandung, di antaranya BIVB (Bandoengsche Inlandsche Voetbal Bond), NVB (Nationaal Voetbal Bond), dan PSIB (Perkoempoelan Sepakraga Indonesia Bandoeng). Bond-bond tersebut memainkan peran penting dalam perkembangan sepak bola Bumiputra di Bandung dan menjadi cikal bakal lahirnya Persib.
Fajar Salam mengutip Hoesijn Kartasasmita yang berpidato di Konferensi Pendirian Persib pada 18 Maret 1934, menekankan bahwa salah satu alasan berdirinya Persib adalah untuk menyatukan bond-bond yang ada, seperti BIVB dan NVB. Hal ini menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya dimaksudkan sebagai olahraga, tetapi juga sebagai media pemersatu bangsa (Sipatahoenan, 19 Maret 1934b).
Ia kemudian mengutip Suhendra (2014) yang menyebut bahwa setelah fusi pada 14 Maret 1933 antara BIVB dan NVB, lahirlah PSIB yang lebih dulu dikenal sebelum berubah nama menjadi Persib. Namun, Soendoro (2001) menyebutkan bahwa setelah BIVB menghilang, muncul dua organisasi sepak bola Bumiputra lainnya, yakni PSIB dan NVB, yang akhirnya bersatu dan mendirikan Persib.
Fajar juga merinci secara kronologis menjelang 1933 terkait peristiwa yang melatarbelakangi kelahiran Persib. “Program penyatuan BIVB dan NVB mulai dikaji pada tahun 1932,” diakses dari skripsinya.
Pada tahun 1930, sepak bola Bumiputra mendapat harapan baru dengan didirikannya PSSI sebagai payung organisasi sepak bola Bumiputra. Selain itu, nama PSSI sendiri secara tidak langsung mencanangkan kelanjutan dari sebuah identitas sepak bola Bumiputra. PSSI meminta bantuan kepada kepada pemerintah (gemeente) Bandung untuk membangun fasilitas yang diperlukan.
“Pada bulan Mei 1932, BIVB dan NVB memutuskan untuk bergabung menjadi satu dan mendirikan perserikatan baru bernama Persatoean Sepakraga Kebangsaan Bandoeng,” ungkap Fajar Salam.
Kritik Terhadap Naskah Hari Jadi Persib
Keputusan untuk merayakan hari jadi Persib pada 5 Januari 1919 tidak lepas dari kritik. Anton Solihin, dalam artikel Mencurigai Naskah Akademik Hari Lahir Persib, mempertanyakan klaim tersebut. Anton menilai bahwa naskah akademik yang diterbitkan tim peneliti Unpad belum mempertimbangkan riset sejarah yang lebih dahulu mengulas perkembangan sepak bola bumiputera di Bandung.
Ia mengulas skripsi karya Fajar Salam yang membahas perkembangan sepak bola bumiputera di Bandung pada periode 1919–1942. Anton mempertanyakan mengapa tim peneliti Unpad tidak memperhitungkan penelitian yang sudah ada, serta menilai bahwa sejarah seharusnya ditulis untuk kepentingan bersama, bukan untuk memicu perdebatan yang berkepanjangan.
Mengacu pada bukti-bukti sejarah, termasuk yang diteliti oleh Fajar Salam, Anton menyatakan, 14 Maret 1933 sudah melekat sebagai bagian dari identitas Persib dan sebaiknya dipertahankan.
“Menurut saya, tahun kelahiran Persib sebaiknya kembali saja ke 1933. Saya tidak tahu mengapa soal tanggal lahir itu membuat gaduh,” jelas Anton.
Baca Juga: Di 93 Tahun Persib Bandung Hari Ini: Thank God I’m Bobotoh!
Kontroversi Sponsor Persib Bandung
Suara Akar Rumput
Dalam zine Persib 1933 Live Forever, Rizki Sanjaya mengungkapkan, klaim yang menyebutkan bahwa Bandoengsch Inlandsch Voetbal Bond pada 1919 menjadi awal berdirinya Persib adalah penyimpangan sejarah. Ia tidak menemukan bukti kuat bahwa Persib memiliki hubungan langsung dengan Bandoengsch Inlandsch Voetbal Bond.
Menurut Rizki, BIVB yang didirikan pada 5 Januari 1919, kata Rizki, tidak memiliki kesinambungan organisasi dengan Persib, bahkan eksistensinya tidak bertahan lebih dari satu dekade.
Rizki juga menanggapi penafsiran yang mengaitkan BIVB dengan Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond pada 1928 sebagai langkah yang tidak didasarkan pada bukti yang kuat. Ia menganggap Persib sebagai entitas baru yang terbentuk setelah mengakhiri persaingan antara dua organisasi sepak bola bumiputera, yaitu P.S.I.B. dan N.V.B., yang akhirnya bersatu menjadi Persib.
Tanggal 14 Maret 1933, menurut Rizki, adalah keputusan sah yang telah ditetapkan oleh Menteri Kehakiman pada 7 Agustus 1954. Tanggal tersebut memiliki dasar administratif dan historis yang tidak terbantahkan, menjadikannya bagian penting dari sejarah Persib.
"Selama klaim Hari Jadi Persib berdasarkan interpretasi peneliti dan naskah akademiknya, kami akan terus menentang versi 1919," kata Rizki, dikutip Sabtu, 14 Maret 2026.
Komunitas suporter Northernwall, melalui zine Persib 1933 Live Forever, membagikan pesan ini dan mengajak bobotoh untuk memperjuangkan sejarah yang mereka yakini. Dengan tagar #1933StillAlive, mereka menyuarakan perlawanan terhadap narasi 1919. Viking Persib Club (VPC) turut menguatkan narasi ini, menyatakan bahwa sejarah bagi mereka bukan sekadar komoditas.
Sementara itu, ketua tim peneliti Naskah Akademik Kunto Sofianto menyatakan, penelitian yang dipimpinnya merujuk berbagai sumber primer dan sumber sezaman. Dari lima kemungkinan tanggal yang ditemukan mulai 11 Juli 1914, 19 Mei 1923, 22 Oktober 1928, 18 Maret 1934, dan 5 Januari 1919. Tim peneliti menilai 5 Januari 1919 sebagai titimangsa paling logis dan didukung bukti sejarah paling kuat.
“Dalam perspektif historis, tanggal 14 Maret 1933 yang selama ini diyakini sebagai hari jadi Persib, tidak berdasarkan fakta sejarah (ahistoris) apabila dikaitkan dengan peran BIVB dalam proses pendirian PSSI pada tanggal 19 April 1930," ujar Kunto.
Ia menyebut, tanggal tersebut didapatkan dari pemberitaan surat Kaoem Moeda edisi 7 Januari 1919, disebutkan 13 klub sepak bola bumiputera di Bandung yang sepakat membentuk organisasi bernama Bandoengsch Inlandsch Voetbal Bond.
*Kawan-kawan dapat membaca tulisan-tulisan lain tentang sepak bola atau juga tentang Persib

