Lima Tahun BandungBergerak, Berbagi Cerita Solidaritas Bersama Penyintas Tahanan Politik
Cerita para tapol Bandung dan media alternatif. Menjaga dan menguatkan suara-suara terpinggirkan.
Penulis Salma Nur Fauziyah30 Maret 2026
BandungBergerak - Suasana hangat mengisi sebuah ruang di kawasan utara Bandung, Sabtu, 28 Maret 2026. Tawa dan percakapan mengalir di antara para peserta yang datang dari latar berbeda. Mereka berkumpul dalam acara halal bihalal yang digelar Bandung Bergerak bersama para mantan tahanan politik (tapol) dan jaringan solidaritas.
Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi selepas Idulfitri. Di momen yang sama, Bandung Bergerak merayakan ulang tahunnya yang kelima—sebuah perjalanan yang lahir dari inisiatif kecil di tengah derasnya arus informasi digital.
“Jadi berdampak adalah nilai utama kami,” ujar Pengelola Program dan Komunitas Bandung Bergerak, Tofan Aditya, dalam sambutannya.
Sebagai media alternatif, Bandung Bergerak memilih fokus pada isu-isu yang kerap terpinggirkan. Dalam beberapa tahun terakhir, salah satu perhatian utama adalah kasus penahanan massa aksi. Sejak isu itu mencuat, media ini konsisten meliput perkembangan para tapol, dengan puluhan artikel yang telah dipublikasikan.
Tak hanya melalui pemberitaan, dukungan juga diwujudkan lewat inisiatif lain, seperti lokakarya penulisan surat bagi tapol bersama komunitas Kertas Pulih.
Acara kemudian berlanjut dengan sesi perkenalan yang cair. Para peserta diminta menggambar perasaan mereka hari itu, sebelum masuk ke ruang berbagi pengalaman. Sebuah pertanyaan sederhana dilontarkan: apa yang membuat mereka bangga karena mampu bertahan sejauh ini?
Dalam sesi tersebut, para tapol menceritakan pengalaman mereka selama berada di dalam tahanan, hingga tantangan yang dihadapi setelah bebas. Kebutuhan akan pekerjaan dan pendidikan menjadi hal yang paling mendesak.
“Pendidikan itu penting untuk masa depan,” ujar Afif, salah satu tapol yang harus kehilangan mundur dari kuliah dan mencari kampus baru untuk melanjutkan.
Selain melanjutkan pendidikan formal, mereka juga menyoroti pentingnya pemahaman dasar tentang hukum dan hak asasi manusia, serta kebutuhan akan ruang aman untuk saling terhubung tanpa stigma.
Baca Juga: Jalan Tapol di Bandung, Berlebaran di Balik Tahanan
Surat Solidaritas Mengalir untuk Tahanan Politik Bandung
Pengalaman Rifa
“Kacau.”
Satu kata itu dipilih Rifa untuk menggambarkan masa-masa yang ia jalani di dalam tahanan. Ia mengaku kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru, di tengah tekanan psikologis dan beban ekonomi yang menghimpit.
Namun, dukungan dari orang-orang terdekat menjadi alasan utama ia bertahan.
“Aku banyak dapat dukungan dari teman-teman, keluarga, dan solidaritas. Itu yang bikin aku kuat,” ujarnya.
Meski kini telah bebas, Rifa masih menghadapi stigma sebagai mantan narapidana. Ia memilih tidak banyak menjelaskan masa lalunya kepada lingkungan sekitar.
“Aku lebih memilih tutup buku.”
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh para pendamping. Riri (bukan nama sebenarnya), yang tergabung dalam komunitas Kertas Pulih, mengaku kerap menghadapi tekanan emosional saat mendampingi para tapol.
Komunitas tersebut awalnya terbentuk sebagai respons atas penangkapan peserta aksi buruh pada peringatan May Day tahun lalu. Seiring waktu, mereka tidak hanya memberikan pendampingan psikologis, tetapi juga terlibat dalam advokasi hukum.
"Teman-teman di Kertas Pulih juga saling menguatkan satu sama lain. Aku pun cukup terkuat(kan) dengan adanya dorongan mental dari temen-temen kertas pulih,” ujar Riri.
Pengalaman mendampingi para tapol juga membuatnya lebih peka terhadap praktik represif yang dialami warga.
Ia menilai peran media alternatif menjadi penting dalam menjaga perhatian publik terhadap isu-isu semacam ini.
“Dengan hasil liputan-liputan kalian lah banyak informasi yang akhirnya menyebar dari satu orang ke satu orang lainnya. Dan itu bisa menjadi penguat untuk membangun solidaritas,” katanya.
Lima Tahun
BandungBergerak lahir 28 Maret 2021. Memasuki tahun kelima ini, BandungBergerak selain sebagai ruang produksi informasi jurnalistik, juga menjadi tempat pertemuan bagi mereka yang terdampak langsung oleh berbagai peristiwa sosial dan politik.
Di tengah keterbatasan dan represi, media alternatif berupaya menjaga suara-suara yang kerap luput dari perhatian, sekaligus merawat solidaritas yang membuat banyak orang tetap bertahan. Selamat ulang tahun BandungBergerak.
*Kawan-kawan dapat mengikuti kabar terkini dari BandungBergerak dengan bergabung di Saluran WhatsApp bit.ly/ChannelBB

