ESAI TERPILIH MEI 2026: Dari Gerbong Wanita hingga Feodalisme Cerdas Cermat
Sepanjang Mei 2026 ada puluhan esai yang tayang di BandungBergerak. Semua merayakan kritik terhadap berbagai persoalan di Indonesia.

Tim Redaksi
Awak Redaksi BandungBergerak.id
30 Juni 2026
BandungBergerak - Sepanjang Mei 2026, kanal Esai BandungBergerak menayangkan sidikitnya 69 tulisan dari para penulis di Indonesia. Kanal esai kami merupakan ruang publik yang bisa diisi oleh siapa pun yang ingin menyebarkan ide atau gagasannya, termasuk kritik. Dalam kultur demokrasi yang semakin menyempit, kritik justru semakin diperlukan.
Seperti bulan-bulan sebelumnya, kami umumkan Esai Terpilih bulan Mei 2026, sebagai berikut:
Ajakan untuk Memperdebatkan Lagi Posisi Gerbong Wanita
Esai ini ditulis Fikri Arigi, pegiat kreatif media digital. Tulisannya berpendapat bahwa perdebatan mengenai penempatan gerbong khusus wanita pascakecelakaan KRL seharusnya berfokus pada aspek keselamatan, bukan sentimen gender.
Menurutnya, gerbong khusus wanita merupakan kebijakan afirmatif untuk melindungi perempuan dari pelecehan, bukan bentuk diskriminasi terhadap laki-laki, sehingga gerbong umum tidak dapat disamakan dengan gerbong khusus laki-laki. Karena itu, penempatan gerbong khusus di posisi dengan risiko kecelakaan lebih tinggi perlu dievaluasi agar sejalan dengan tujuan utamanya, yakni memberikan perlindungan bagi kelompok rentan.
Tertarik membaca lebih lanjut esai Fikri Arigi, silakan kunjungi tautan berikut ini.
MAHASISWA BERSUARA: Beasiswa LPDP dan Budaya Baris-berbaris
Esai ini ditulis Adzin Aris Aniq Adani, mahasiswa filsafat Islam UIN RMS Surakarta. Adzin menyoroti wacana pelibatan TNI dalam pembekalan wajib bagi penerima beasiswa LPDP memunculkan kritik karena dinilai mencampurkan pendekatan militer ke dalam ekosistem pendidikan sipil.
Meski bertujuan menanamkan nasionalisme, kebijakan ini dikhawatirkan mendorong standardisasi nasionalisme yang bertentangan dengan nilai akademik yang menjunjung sikap kritis, keterbukaan, dan kebebasan berpikir. Akibatnya, muncul risiko bahwa sikap kritis mahasiswa dipandang sebagai bentuk ketidakloyalan, sehingga dapat menghambat kemandirian intelektual.
Tertarik membaca lebih lanjut esai Adzin Aris Aniq Adani, silakan kunjungi tautan berikut ini.
MAHASISWA BERSUARA: Bisakah Pedalangan Sunda Meninggalkan Humor Seksis?
Esai ini ditulis Purwa Sundani, mahasiswa ISBI Bandung. Ia menyoroti tradisi humor dalam kesenian tradisional wayang golek. Sebagian humor yang dibawakan masih mengandung unsur seksisme, objektifikasi perempuan, dan male gaze, sehingga berpotensi menormalisasi budaya seksis. Karena itu, muncul pertanyaan apakah pedalangan Sunda dapat mempertahankan unsur komedi tanpa mengandalkan humor yang merendahkan perempuan.
Tertarik membaca lebih lanjut esai Purwa Sundani, silakan kunjungi tautan berikut ini.
PELAJAR BERSUARA: Menyimak Feodalitas dan Kedunguan Otoritas
Esai ini ditulis Fabian Satya Rabani, pelajar di SMA Talenta Bandung. Ia menyoroti kasus LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar 2026 yang dipandang mencerminkan inkonsistensi dan subjektivitas dalam penilaian, sehingga memicu pertanyaan tentang keadilan dan transparansi.
Respons penyelenggara yang lebih berfokus pada pembelaan daripada evaluasi dinilai memperburuk kepercayaan publik. Di sisi lain, sikap tenang dan konsisten salah satu peserta menjadi simbol pentingnya menjunjung kebenaran dan integritas, sekaligus menyoroti kesenjangan antara nilai kejujuran yang diajarkan dengan praktik yang ditunjukkan oleh para pemegang otoritas.
Tertarik membaca lebih lanjut esai Fabian Satya Rabani, silakan kunjungi tautan berikut ini.
Demikian ulasan singkat Esai Terpilih bulan Mei 2026. Berkali-kali kami tekankan bahwa pengumuman Esai Terpilih bulanan BandungBergerak bukan ajang pemilihan esai terbaik yang terkesan ingin menafikan esai-esai lainnya. Pemilihan tiga Esai Terpilih tentu melewati beberapa pertimbangan tim redaksi tanpa bermaksud mengecilkan tulisan-tulisan lainnya yang seluruhnya terbaik. Untuk itu kami haturkan terima kasih dan hormat setulus-tulusnya kepada semua penulis esai.
Selanjutnya, BandungBergerak akan menghubungi para penulis Esai Tearpilih untuk mengatur pengiriman sertifikat dan kenang-kenangan. Seluruh biaya pengiriman ditanggung oleh bandungbergerak. Atau bisa juga para penulis esai terpilih berinisiatif menghubungi akun Instagram KawanBergerak atau nomor telepon 082119425310. Selamat untuk kawan-kawan penulis!
Kami menunggu kiriman esai-esai bermutu dari kawan-kawan semua. Esai bisa dikirim ke [email protected]. Mari terus menulis, terus berdampak! Sesekali, mari mengkritik!
*Kawan-kawan dapat mengikuti kabar terkini dari BandungBergerak dengan bergabung di Saluran WhatsApp bit.ly/ChannelBB


