• Kolom
  • PAYUNG HITAM #54: 100 Hari Presiden Baru dan Aku Masih Merasakan Kelaparan

PAYUNG HITAM #54: 100 Hari Presiden Baru dan Aku Masih Merasakan Kelaparan

Kemiskinan, pengangguran, distribusi pangan yang tidak merata, serta krisis ekonomi menjadi permasalahan yang belum terselesaikan.

Bobi

Pegiat Aksi Kamisan Bandung

Rekam jejak Prabowo Subianto dalam surat kabar yang dipegang mahasiswi di aksi kamisan di depan Gedung Sate, Bandung, Kamis, 8 Februari 2024. (Foto: Virliya Putricantika/BandungBergerak)

13 Februari 2025


BandungBergerak.id – Setiap kali seorang presiden baru dilantik, harapan dan ekspektasi masyarakat terhadap perubahan dan perbaikan kondisi hidup selalu tinggi. Namun, sering kali kenyataan tidak seindah harapan. Dalam esai ini, kita akan membahas bagaimana meskipun sudah 100 hari presiden baru menjabat, banyak orang masih merasakan kelaparan dan kesulitan ekonomi. Esai ini akan mengeksplorasi faktor-faktor yang menyebabkan kelaparan tetap ada, meskipun ada perubahan kepemimpinan, serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengatasi masalah ini.

Ketika seorang presiden baru dilantik, masyarakat berharap akan adanya perubahan signifikan dalam kebijakan ekonomi dan sosial yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Namun, dalam banyak kasus, perubahan tersebut tidak terjadi secepat yang diharapkan. Meskipun presiden baru mungkin memiliki niat baik dan rencana ambisius, implementasi kebijakan sering kali terhambat oleh berbagai faktor, termasuk birokrasi, korupsi, dan resistensi dari pihak-pihak yang berkepentingan.

Banyak faktor yang menjadi penyebab kelaparan. Sedikitnya ada empat faktor yang menjadi penyebabnya.

Pertama, kemiskinan. Salah satu penyebab utama kelaparan adalah kemiskinan. Meskipun ada program-program bantuan sosial, banyak keluarga yang masih hidup di bawah garis kemiskinan dan tidak memiliki akses yang memadai terhadap makanan bergizi.

Selanjutnya, pengangguran. Tingginya tingkat pengangguran juga berkontribusi terhadap kelaparan. Tanpa pekerjaan yang layak, banyak orang tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, termasuk makanan.

Faktor ketiga, distribusi pangan yang tidak merata. Masalah distribusi pangan yang tidak merata juga menjadi penyebab kelaparan. Meskipun produksi pangan mungkin cukup, distribusi yang tidak efisien dan tidak adil menyebabkan banyak orang tidak mendapatkan akses yang memadai terhadap makanan.

Empat, krisis ekonomi. Krisis ekonomi, baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal, dapat memperburuk kondisi kelaparan. Inflasi yang tinggi, penurunan nilai mata uang, dan kenaikan harga pangan membuat banyak orang kesulitan untuk membeli makanan.

Baca Juga: PAYUNG HITAM #50: Sisi Lain Wisata di Lembang, Cerita Pahit Pekerja Pariwisata
PAYUNG HITAM #52: Pemberontakan Sehari-hari Tanpa Harus Menunggu Revolusi
PAYUNG HITAM #53: Kecemasan Massal, Lubang Menganga Kapitalisme dan Neoliberal

Langkah-langkah yang Perlu Diambil

Untuk mengatasi masalah kelaparan yang masih dirasakan oleh banyak orang meskipun sudah 100 hari presiden baru menjabat, diperlukan langkah-langkah konkret dan berkelanjutan. Beberapa langkah yang dapat diambil.

Pertama peningkatan program bantuan sosial. Pemerintah perlu meningkatkan program bantuan sosial untuk memastikan bahwa keluarga-keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan mendapatkan bantuan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Lalu, penciptaan lapangan kerja. Pemerintah perlu fokus pada penciptaan lapangan kerja yang layak dan berkelanjutan untuk mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ketiga, perbaikan distribusi pangan. Pemerintah perlu memperbaiki sistem distribusi pangan untuk memastikan bahwa makanan dapat diakses oleh semua orang, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil dan miskin.

Empat, stabilisasi ekonomi. Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan ekonomi, mengendalikan inflasi, dan menjaga nilai mata uang agar harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Meskipun sudah 100 hari lebih presiden baru menjabat, banyak orang masih merasakan kelaparan dan kesulitan ekonomi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kemiskinan, pengangguran, distribusi pangan yang tidak merata, dan krisis ekonomi.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan langkah-langkah konkret dan berkelanjutan dari pemerintah, termasuk peningkatan program bantuan sosial, penciptaan lapangan kerja, perbaikan distribusi pangan, dan stabilisasi ekonomi. Dengan demikian, harapan masyarakat terhadap perubahan dan perbaikan kondisi hidup dapat terwujud.

*Tulisan kolom PAYUNG HITAM merupakan bagian dari kolaborasi antara BandungBergerak.id dan Aksi Kamisan Bandung

Editor: Ahmad Fikri

COMMENTS

//