PAYUNG HITAM #56: Lawan Pembungkaman Karya Seni oleh Negara
Pembungkaman karya seni oleh negara adalah tindakan yang melanggar kebebasan berekspresi, merugikan perkembangan budaya, serta mengurangi kesadaran sosial.

Bobi
Pegiat Aksi Kamisan Bandung
27 Februari 2025
BandungBergerak.id – Karya seni telah lama menjadi medium ekspresi manusia, menyampaikan pemikiran, perasaan, dan pengalaman secara unik dan mendalam. Namun, dalam beberapa konteks, karya seni menghadapi ancaman pembungkaman oleh negara.
Pembungkaman ini sering kali dilakukan untuk mengontrol narasi, memelihara kekuasaan, dan menghalangi kritik terhadap pemerintah. Esai ini akan membahas fenomena pembungkaman karya seni oleh negara, alasan di balik tindakan ini, dampaknya terhadap masyarakat, dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk melawan pembungkaman tersebut.
Ada banyak alasan pembungkaman karya seni. Pertama, sebagai kontrol narasi. Negara sering kali ingin mengontrol narasi yang disampaikan kepada masyarakat. Karya seni yang kritis terhadap pemerintah atau mengungkapkan realitas yang tidak diinginkan dapat dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas dan citra negara.
Kedua, sebagai cara untuk memelihara kekuasaan. Karya seni memiliki kekuatan untuk mempengaruhi opini publik dan membangkitkan kesadaran sosial. Oleh karena itu, pemerintah yang otoriter atau tidak demokratis sering kali berusaha membungkam karya seni yang dapat mengancam kekuasaan mereka.
Alasan selanjutnya untuk mengalangi kritik. Seni sering digunakan sebagai alat untuk mengkritik kebijakan, praktik, dan tindakan pemerintah. Pembungkaman karya seni adalah cara untuk menghalangi kritik dan meminimalkan oposisi.
Baca Juga: PAYUNG HITAM #53: Kecemasan Massal, Lubang Menganga Kapitalisme dan Neoliberal
PAYUNG HITAM #54: 100 Hari Presiden Baru dan Aku Masih Merasakan Kelaparan
PAYUNG HITAM #55: Budaya Tandingan dari Bekerja dan Cara Merealisasikannya
Melawan Pembungkaman
Ada sejumlah dampak pada praktik pembungkaman karya seni. Pertama, hilangnya kebebasan berekspresi. Pembungkaman karya seni melanggar kebebasan berekspresi yang merupakan hak asasi manusia. Seniman dan masyarakat kehilangan hak mereka untuk menyuarakan pendapat dan menggambarkan realitas melalui seni.
Dampak selanjutnya kemunduran budaya. Karya seni adalah cermin budaya dan identitas suatu masyarakat. Pembungkaman karya seni menghambat perkembangan budaya dan mengurangi keragaman ekspresi kreatif.
Pembungkaman karya seni juga dapat mengurangi kesadaran sosial. Karya seni sering kali mengangkat isu-isu sosial yang penting dan membangkitkan kesadaran publik. Pembungkaman karya seni menghalangi masyarakat untuk memahami dan berdiskusi tentang masalah-masalah kritis.
Ada banyak kasus pembungkaman karya seni yang terjadi. Pertama berupa sensor media dan sastra. Di beberapa negara, buku, film, dan karya seni lainnya disensor atau dilarang karena mengandung kritik terhadap pemerintah atau memuat konten yang dianggap kontroversial. Praktik kedua dengan penangkapan seniman. Seniman yang menciptakan karya seni yang kritis terhadap pemerintah sering kali menghadapi ancaman, penangkapan, atau intimidasi. Kasus penangkapan seniman di berbagai negara menunjukkan bagaimana pembungkaman karya seni dapat digunakan sebagai alat represif. Seperti yang sedang ramai sekarang Band Sukatani punk dibungkam oleh aparat kepolisian karna mengandung lirik yang relate dengan kondisi saat ini yang apa-apa harus bayar polisi berjudul (bayar bayar bayar).
Cara selanjutnya dengan membatasi pameran dan pertunjukan. Pemerintah dapat membatasi atau melarang pameran seni, pertunjukan teater, atau konser musik yang dianggap subversif atau mengancam stabilitas.
Namun, ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk melawan pembungkaman karya seni. Pertama dengan advokasi. Organisasi hak asasi manusia dan komunitas internasional harus terus memperjuangkan kebebasan berekspresi dan mendukung seniman yang menghadapi pembungkaman. Cara kedua dengan meningkatkan pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebebasan berekspresi dan dampak negatif pembungkaman karya seni melalui pendidikan dan kampanye sosial.
Selanjutnya dengan membangun solidaritas seniman. Seniman dapat membentuk jaringan solidaritas untuk saling mendukung dan melindungi kebebasan berkarya. Kolaborasi antar seniman dan organisasi seni dapat memperkuat posisi mereka dalam menghadapi pembungkaman.
Cara selanjutnya melawan pembungkaman dengan memanfaatkan media alternatif. Penggunaan platform media alternatif dan digital untuk menyebarkan karya seni yang disensor atau dilarang. Teknologi modern memberikan peluang bagi seniman untuk menjangkau audiens yang lebih luas tanpa bergantung pada saluran resmi.
Pembungkaman karya seni oleh negara adalah tindakan yang melanggar kebebasan berekspresi dan merugikan perkembangan budaya serta kesadaran sosial. Alasan di balik tindakan ini sering kali terkait dengan keinginan untuk mengontrol narasi, memelihara kekuasaan, dan menghalangi kritik terhadap pemerintah. Dampak dari pembungkaman ini mencakup kehilangan kebebasan berekspresi, kemunduran budaya, dan pengurangan kesadaran sosial.
Untuk melawan pembungkaman karya seni, diperlukan advokasi hak asasi manusia, pendidikan dan kesadaran, solidaritas seniman, dan penggunaan media alternatif. Dengan langkah-langkah ini, kita dapat mempertahankan kebebasan berkarya dan memperkaya budaya serta kesadaran sosial melalui seni. Fenomena pembungkaman karya seni oleh negara sedang marak saat-saat ini. Semangat untuk para seniman kritis, jangan takut bersuara, kita lawan si pembungkam dengan solidaritas dan keberanian sesama seniman, terus berkarya dan tetap merdeka.
*Tulisan kolom PAYUNG HITAM merupakan bagian dari kolaborasi antara BandungBergerak dan Aksi Kamisan Bandung