• Narasi
  • ESAI TERPILIH DESEMBER 2025: dari Buruknya Mobilitas Kota Bandung hingga Bullying

ESAI TERPILIH DESEMBER 2025: dari Buruknya Mobilitas Kota Bandung hingga Bullying

Tiga Esai Terpilih Desember 2025 membahas beragam persoalan sosial, hak-hak pekerja rumah tangga, dan pendidikan. Mempertanyakan peran negara.

Tim Redaksi

Awak Redaksi BandungBergerak.id

Ilustrasi Esai Terpilih BandungBergerak. (Ilustrator: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

28 Januari 2026


BandungBergerak - Sepanjang bulan Desember 2025, kanal Esai BandungBergerak menayangkan sidikitnya 48 esai dari para penulis. Seperti bulan-bulan sebelumnya, kami umumkan tiga Esai Terpilih Desember 2025, sebagai berikut:

Bandung Menjelang Akhir Tahun 2025

Esai ini ditulis Mochamad Andi Nurfauzi, Ketua Bike to Work Bandung. Ia menyoroto Kota Bandung yang kerap dipuji, tapi tidak memiliki sistem mobilitas.

“Kota ini, dengan segala potensinya, pada kenyataannya masih terjebak dalam pola mobilitas yang saling meniadakan, sehingga apa yang tampak sebagai “kesemrawutan” bukan sekadar masalah teknis, melainkan hasil dari jejaring ruang, teknologi, kebijakan, dan budaya yang tidak pernah bekerja bersama,” tulis Mochamad Andi Nurfauzi.

MAHASISWA BERSUARA

Dea Melrisa Agnesia menulis esai Ketika Negara Hanya Menonton Saat Hak Pekerja Rumah Tangga Terkoyak. Ia membahas ironi pekerja rumah tangga sebagai kelompok pekerja paling rentan terhadap kekerasan, eksploitasi, dan kerja paksa. Menurutnya, pekerjaan domestik hadir tanpa pengakuan.

“Ketidakterlihatan inilah yang menjadi akar marginalisasi PRT bekerja di ruang privat, tidak terpantau negara, dan tidak masuk dalam imajinasi publik tentang “pekerja” yang layak dilindungi,” tulis Dea Melrisa Agnesia.

Baca Juga: ESAI TERPILIH OKTOBER 2025: Dari Nonton Bareng Bersama Difabel Netra hingga Kritik terhadap Seksisme yang Disuarakan Demonstran
ESAI TERPILIH AGUSTUS 2025: Dari Fenomena Bendera One Piece hingga Kaburnya Batas antara Pakar dan Pemengaruh

PELAJAR BERSUARA: Bullying, Sebuah Cerita Batin

Esai ini ditulis Jeihan Amadea, pelajar SMA Pasundan 8 Bandung. Ia membahas bullying dari sisi sosial dan psikologi. Menurutna bullying bukan masalah kecil yang bisa dibiarkan begitu saja. Dalam bentuk terburuknya, ia mampu merenggut nyawa–atau mengubah seseorang menjadi sesuatu yang ia sendiri benci.

Demikian ulasan singkat Esai Terpilih bulan Desember 2025. Berkali-kali kami tekankan bahwa pengumuman Esai Terpilih bulanan BandungBergerak bukan ajang pemilihan esai terbaik yang terkesan ingin menafikan esai-esai lainnya. Pemilihan tiga Esai Terpilih tentu melewati beberapa pertimbangan (yang tidak sepenuhnya objektif) tim redaksi, tanpa bermaksud mengecilkan tulisan-tulisan lainnya yang seluruhnya terbaik dan untuk itu kami haturkan terima kasih dan hormat setulus-tulusnya.

Selanjutnya, BandungBergerak akan menghubungi para penulis Esai Tearpilih untuk mengatur pengiriman sertifikat dan kenang-kenangan. Seluruh biaya pengiriman ditanggung oleh bandungbergerak. Atau bisa juga para penulis esai terpilih berinisiatif menghubungi akun Instagram KawanBergerak atau nomor telepon 082119425310. Selamat untuk kawan-kawan penulis!

Kami menunggu kiriman esai-esai bermutu dari kawan-kawan semua. Esai bisa dikirim ke [email protected]. Mari terus menulis, terus berdampak! Sesekali, mari mengkritik!

*Esai-esai BandungBergerak.id dapat disimak di tautan ini

Editor: Iman Herdiana

COMMENTS

//