• Narasi
  • ESAI TERPILIH APRIL 2026: dari Sorotan Seorang Ibu pada MBG hingga Refleksi Reformasi 1998

ESAI TERPILIH APRIL 2026: dari Sorotan Seorang Ibu pada MBG hingga Refleksi Reformasi 1998

Kanal Esai BandungBergerak menayangkan sidikitnya 51 esai dari para penulis di Indonesia, mulai dari esai opini, Mahasiswa Bersuara, dan Pelajar Bersuara.

Tim Redaksi

Awak Redaksi BandungBergerak.id

Forum Belajar Bareng Menulis Surat Solidaritas untuk Para Tahanan Politik Bandung, Sabtu, 10 Januari 2026. (Foto: Virliya Putricantika/BandungBergerak)

1 Juni 2026


BandungBergerak - Sepanjang April 2026, kanal Esai BandungBergerak menayangkan sidikitnya 51 esai dari para penulis di Indonesia. Kanal esai kami merupakan ruang publik yang bisa diisi oleh siapa pun yang ingin menyebarkan ide atau gagasannya, termasuk kritik. Dalam kultur demokrasi yang semakin menyempit, kritik tetap diperlukan.

Seperti bulan-bulan sebelumnya, kami umumkan Esai Terpilih bulan April 2026, sebagai berikut:

Anak Bukan Angka: Kritik Ibu atas Program Makan Bergizi Gratis

Esai ini ditulis Endang Susanti (Mamak Bersuara), ibu rumah tangga yang aktif menulis tentang isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik dari sudut pandang keluarga dan pengalaman keseharian.

Esai ini diawali dengan pembukaan yang memika:

Sebagai seorang ibu, urusan makan anak bukanlah hal sepele. Kami tahu betul betapa rumitnya memastikan anak makan cukup, bergizi, aman, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya. Setiap hari kami bergulat dengan porsi makan, alergi, kebersihan, hingga kebiasaan makan anak yang tidak selalu mudah diatur.

Maka ketika negara menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kami tentu menyambutnya dengan harapan besar. Namun sebagai seorang ibu–dan sebagai warga negara–kami juga berhak bertanya: apakah program ini sungguh dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, atau hanya berfokus pada penyaluran makanan secara massal demi proyek semata?

Bagaimana kelanjutannya, silakan diakses di tautan berikut ini

Baca Juga: ESAI TERPILIH MARET 2026: dari Disarankan di Bandung hingga Gerakan Perempuan
ESAI TERPILIH JANUARI 2026: dari Warisan Dunia hingga Kurikulum Sekolah

MAHASISWA BERSUARA: Skandal Grup Chat FHUI dan Kerusakan Sistemik Maskulinitas

Esai ini ditulis Callista Salwa Ratudena, mahasiswa yang sedang belajar untuk menulis dan tertarik dengan perilaku manusia. Ia membuka esainya dengan pembukaan sebagai berikut:

Viralnya group chat yang mengeksploitasi tubuh perempuan baru-baru ini menjadi titik pecah amarah masyarakat. Selama ini, keresahan serupa sering kali diredam dengan dalih “hanya bercanda”. Namun, kali ini berbeda; ada kombinasi antara narasi yang merendahkan, status mereka sebagai calon penegak hukum, dan institusi ternama yang dipertaruhkan.

Namun, tulisan ini tidak hadir untuk sekadar ikut marah. Amarah tanpa pemahaman hanya akan menjadi kebisingan sesaat. Kita perlu melangkah lebih dalam: Apa yang sebenarnya menjadi akar dari perilaku ini? Mengapa fenomena “isi grup obrolan yang membahas tubuh wanita” seolah menjadi normalitas yang tidak tersentuh dalam pergaulan laki-laki?

Tertarik membaca lebih lanjut esai Callista Salwa Ratudena, silakan kunjungi tautan berikut ini

PELAJAR BERSUARA: Apa Kabar Transisi Demokrasi Indonesia?

Esai ini ditulis Farhan M Adyatma, seorang pelajar dari SMA negeri di Malang. Pembukaan esainya lugas:

Sejak jatuhnya Soeharto pada 1998, Indonesia perlahan mulai proses transisi menuju demokrasi. Kesakralan UUD 1945 naskah awal yang dirawat Orde Baru untuk mempertahankan kekuasaannya, perlahan mulai dikurangi dengan adanya amandemen pertama UUD 1945 yang terjadi di era Presiden Habibie, dan kemudian dilanjut pada amandemen-amandemen berikutnya di era presiden berikutnya.

Sejak saat itu, Indonesia mulai masuk pada proses transisi demokrasi hingga hari ini dan berusaha menjadi negara yang lebih demokratis. Masa inilah yang disebut sebagai era Reformasi (1998-sekarang). 

Namun, pertanyaannya sekarang adalah apakah Indonesia benar-benar menuju negara demokratis sesuai dengan agenda reformasi?

Ingin membaca lebih lanjut esai karya murid SMA ini? silakan mengakses tautan ini.

Demikian ulasan singkat Esai Terpilih bulan April 2026. Berkali-kali kami tekankan bahwa pengumuman Esai Terpilih bulanan BandungBergerak bukan ajang pemilihan esai terbaik yang terkesan ingin menafikan esai-esai lainnya. Pemilihan tiga Esai Terpilih tentu melewati beberapa pertimbangan tim redaksi tanpa bermaksud mengecilkan tulisan-tulisan lainnya yang seluruhnya terbaik. Untuk itu kami haturkan terima kasih dan hormat setulus-tulusnya kepada semua penulis esai.

Selanjutnya, BandungBergerak akan menghubungi para penulis Esai Tearpilih untuk mengatur pengiriman sertifikat dan kenang-kenangan. Seluruh biaya pengiriman ditanggung oleh bandungbergerak. Atau bisa juga para penulis esai terpilih berinisiatif menghubungi akun Instagram KawanBergerak atau nomor telepon 082119425310. Selamat untuk kawan-kawan penulis!

Kami menunggu kiriman esai-esai bermutu dari kawan-kawan semua. Esai bisa dikirim ke [email protected]. Mari terus menulis, terus berdampak! Sesekali, mari mengkritik!

 

*Kawan-kawan dapat mengikuti kabar terkini dari BandungBergerak dengan bergabung di Saluran WhatsApp bit.ly/ChannelBB

Editor: Iman Herdiana

COMMENTS

image
//