ESAI TERPILIH JANUARI 2026: dari Warisan Dunia hingga Kurikulum Sekolah
Ada empat esai terpilih bulan Januari 2026. Tema yang dibahas mulai dari Konferensi Asia Afrika, pendidikan, kesehatan, hingga literasi.

Tim Redaksi
Awak Redaksi BandungBergerak.id
2 Maret 2026
BandungBergerak – Tahun telah berganti. Para penulis esai masih tetap semangat berkarya untuk membagikan suara-suara mereka kepada publik pembaca. Sepanjang bulan Januari 2026, kanal Esai BandungBergerak menayangkan sidikitnya 48 esai dari para penulis. Seperti bulan-bulan sebelumnya, kami umumkan Esai Terpilih Januari 2026, sebagai berikut:
Konferensi Asia Afrika: Antara Warisan Dunia, Perebutan Ruang Kota, dan Inkompetensi Pemerintah
Fiqih Rizkita Purnama, pekerja di bidang arsitektur, menulis esai tentang Konferensi Asia Afrika. Tanggal 16–17 Oktober 2025 lalu, Pemerintah Kota Bandung mengadakan simposium pengusulan Kawasan Konferensi Asia Afrika (KAA) sebagai warisan Dunia UNESCO.
Fiqih menyoroti, tanpa adanya visi yang jelas tentang keadilan sosial, kompetensi pemerintah yang teruji dalam melakukan perencanaan partisipatif, serta kebijakan afirmatif yang konkret untuk melindungi kelompok-kelompok rentan, status Warisan Dunia berisiko besar menjadi alat legitimasi untuk proses gentrifikasi dan marginalisasi.
“Ia dapat menciptakan sebuah fasad kota yang indah bagi dunia, namun menyembunyikan luka penggusuran dan ketidakadilan bagi warganya sendiri,” tulisnya.
MAHASISWA BERSUARA
Untuk Mahasiswa Bersuara, ada dua esai terpilih. Masing-masing ditulis Silaen Laura Veronika dalam esai berjudul “MAHASISWA BERSUARA: Pendidikan yang Tidak Pernah Mencari Anak Paling Rentan”. Ia mengungkap temuan hasil penelitian tentang pendidikan bagi anak penderita kanker. Anak-anak malang ini tidak pernah mendapatkan ruang yang sesuai untuk mereka.
“Tanggung jawab ini harus diambil alih. Negara kita Indonesia harus mulai peduli terhadap mereka yang tidak berdaya,” tulis Silaen, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Telkom Bandung.
Esai Mahasiswa Bersuara kedua ditulis Tisya Intan Rahmasandi berjudul “MAHASISWA BERSUARA: Ketika Perpustakaan Daerah Tutup Terlalu Dini”. Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) ini mengkritik perpustakaan daerah yang kerap dipandang sebagai salah satu indikator kemajuan suatu masyarakat. Namun jam operasionalnya sangat terbatas. Akhirnya, perpustakaan daerah pun membatasi akses warga terhadap literasi.
“Situasi ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai orientasi keberadaan perpustakaan publik: untuk siapa sebenarnya fasilitas ini disediakan?”
Baca Juga: ESAI TERPILIH DESEMBER 2025: dari Buruknya Mobilitas Kota Bandung hingga Bullying
ESAI TERPILIH OKTOBER 2025: Dari Nonton Bareng Bersama Difabel Netra hingga Kritik terhadap Seksisme yang Disuarakan Demonstran
PELAJAR BERSUARA
Nayla Wulandari, pelajar dari SMKN 26 Jakarta, menulis esai berjudul PELAJAR BERSUARA: Epos Itu Bernama Hak Asasi Manusia dan Demokrasi. Ia menganalisa kurikulum Pendidikan Pancasila yang membahas kewarganegaraan. Menurutnya, selama ini negara telah begitu mahir meloloskan diri dari dari tanggung jawabnya sendiri untuk memenuhi hak asasi manusia rakyatnya melalui kurikulum sekolah.
Nayla menyatakan, kurikulum sekolah diciptakan oleh negara, narasi yang dirancang oleh pemenang, “tapi sayang, semakin diinsafi, semakin sadar juga bahwa kitalah wong-wong kalahan-nya”.
Demikian ulasan singkat Esai Terpilih bulan Desember 2025. Berkali-kali kami tekankan bahwa pengumuman Esai Terpilih bulanan BandungBergerak bukan ajang pemilihan esai terbaik yang terkesan ingin menafikan esai-esai lainnya. Pemilihan tiga Esai Terpilih tentu melewati beberapa pertimbangan (yang tidak sepenuhnya objektif) tim redaksi, tanpa bermaksud mengecilkan tulisan-tulisan lainnya yang seluruhnya terbaik. Untuk itu kami haturkan terima kasih dan hormat setulus-tulusnya kepada semua penulis esai.
Selanjutnya, BandungBergerak akan menghubungi para penulis Esai Tearpilih untuk mengatur pengiriman sertifikat dan kenang-kenangan. Seluruh biaya pengiriman ditanggung oleh bandungbergerak. Atau bisa juga para penulis esai terpilih berinisiatif menghubungi akun Instagram KawanBergerak atau nomor telepon 082119425310. Selamat untuk kawan-kawan penulis!
Kami menunggu kiriman esai-esai bermutu dari kawan-kawan semua. Esai bisa dikirim ke [email protected]. Mari terus menulis, terus berdampak! Sesekali, mari mengkritik!
*Kawan-kawan dapat mengikuti kabar terkini dari BandungBergerak dengan bergabung di Saluran WhatsApp bit.ly/ChannelBB

