• Opini
  • Jalan Trans Papua Harus Menciptakan Pemerataan Ekonomi Rakyat

Jalan Trans Papua Harus Menciptakan Pemerataan Ekonomi Rakyat

Setiap pembangunan ada konsekuensinya. Aktivitas pembangunan permukiman, perkebunan, dan pertanian baru dapat merusak flora serta fauna di Papua.

Lintang Johar

Mahasiswi Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).

Pegunungan Papua. Pembangunan infrastruktur di Papua harus mampu mengatasi kesenjangan ekonomi. (Foto: Lintang Johar/mahasiswi Teknik Sipil Unpar)

2 Juli 2022


BandungBergerak.idKeterbatasan akses menuju beberapa wilayah di daerah Papua menjadi salah satu permasalahan serius yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah. Selama ini, distribusi bahan-bahan pokok hanya bisa dikirim melalui transportasi udara. Hal ini membuat harga barang menjadi cenderung lebih mahal. Jika jalur darat terbuka, maka masyarakat dapat meminimalisir biaya logistik yang dikeluarkan.

Pembangunan infrastruktur jalan baru menjadi pilihan agar meningkatkan mobilitas. Visi meratakan kesejahteraan wilayah akhirnya menemukan titik terang. Megaproyek Jalan Trans Papua merupakan solusi yang layak untuk memudahkan pendistribusian aktivitas ekonomi sebagai akses konektivitas karena jalan tersebut menghubungkan dua provinsi sekaligus kota, distrik, dan daerah yang terisolasi di Papua.

Jalan lintas ini membentang dari wilayah Adat Domberai, Provinsi Papua Barat hingga Bumi Anim Ha, Provinsi Papua. Kota serta kabupaten yang memiliki beragam potensi ekonomi dapat melangsungkan kegiatannya dengan lancar. Misalnya, Jayapura yang sekarang dapat menjalin kerjasama untuk menjadi pemasok utama hasil sektor perikanan ke daerah pegunungan. 

Hal tersebut menandakan bahwa Trans Papua membuka pintu perniagaan antar wilayah yang semula tidak terjadi. Setelah jalan ini terhubung, hanya dibutuhkan satu hari satu malam dengan berjalan kaki dari Jayapura menuju Yalimo (Katharina,2018). Perjalanan tersebut dahulu membutuhkan waktu sebulan lamanya. Kehadiran Trans Papua secara ekonomi bernilai tinggi karena bisa memangkas waktu distribusi barang, sehingga harga bahan pokok menjadi lebih terjangkau (Jimmy, 2020). Dampak positif pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga: KontraS Meminta Kapolri Mengevaluasi Kinerja Kepolisian Daerah Papua
Suara Papua dari Bandung
Demokrasi tak Dapat Diraih di Papua

Dampak Negatif Pembangunan

Trans Papua juga menciptakan akses wilayah hutan belantara sebagai pengembangan konsep membuka daerah yang terisolasi. Kawasan baru akan dibangun di wilayah Kamika, Distrik Benawa di mana daerah itu bisa dijadikan tempat istirahat bagi kendaraan yang melintas dari Jayapura menuju Wamena (Yan, 2018).

Hal tersebut menggiring adanya berbagai aktivitas ekonomi baru seperti pemukiman, perkebunan, pertanian, dan lain sebagainya. Meskipun demikian, pembangunan tetap memperhatikan kondisi setempat yang masih terdapat hutan lindungnya. Pemanfaatan peluang hutan lindung sebagai objek wisata bisa menjadi ide yang menarik. Penyusunan rencana ini dapat memperbaiki kesenjangan ekonomi antardaerah yang terisolasi dengan kota besar di Papua.

Keuntungan berikutnya adalah jalan lintas ini terhubung langsung dengan Pelabuhan Arar. Pelabuhan Arar terdiri dari tiga pelabuhan, yaitu pelabuhan barang, penumpang, dan bahan bangunan. Pendistribusian kebutuhan dapat langsung tersalurkan ke berbagai daerah. Adapun potensi lainnya, yaitu kelapa sawit, pertanian, dan minyak (Achmad, 2017). Karena pelabuhan berada di kawasan ekonomi khusus Sorong, maka berbagai sektor perekonomian terpasok melalui jalur ini. Sepanjang Jalan Trans Papua memiliki kontribusi dalam kegiatan distribusi barang. Selain itu, kondisi wilayah sekarang makin diramaikan dengan aktivitas perdagangan.

Dengan demikian, seluruh rangkaian pembangunan infrastruktur Jalan Trans Papua mampu memberi pengaruh bagi kemaslahatan warga. Dampak positif yang diberikan yaitu dapat meratakan ekonomi karena terbukanya akses menuju seluruh wilayah.

Namun, setiap pembangunan pasti terdapat konsekuensi yang harus dijalani. Jika konektivitas antardaerah menjadi mudah, tidak menutup kemungkinan bahwa banyak pendatang yang mampu berkunjung. Masyarakat harus waspada terhadap pendistribusian barang ilegal dari luar.

Perlu diingat juga bahwa adanya aktivitas akibat pemukiman, perkebunan, dan pertanian baru yang dapat merusak flora serta fauna setempat. Solusi yang dapat dilakukan adalah tetap menjaga keamanan wilayah lalu memastikan bahwa proyek ini tidak merusak ketentraman serta keasrian daerah Papua.

Editor: Iman Herdiana

COMMENTS