• Narasi
  • ESAI TERPILIH JUNI 2026: Dari MBG hingga Bersepeda di Bandung

ESAI TERPILIH JUNI 2026: Dari MBG hingga Bersepeda di Bandung

Beragam tema yang mengulas pelbagai isu telah ditayangkan di kanal esai BandungBergerak. Mengisi ruang kritis di tengah demokrasi yang menyempit.

Tim Redaksi

Awak Redaksi BandungBergerak.id

Ilustrasi Esai Terpilih BandungBergerak. (Ilustrator: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

26 Juli 2026


BandungBergerak - Sepanjang Juni 2026, kanal Esai BandungBergerak menayangkan sidikitnya 54 tulisan dari para penulis di Indonesia. Beragam tema atau isu diulas dengan berbagai perspektif dan argumentasi, beberapa mengupasnya dengan pendekatan kritis. Kanal esai kami merupakan ruang publik yang bisa diisi oleh siapa pun yang ingin menyebarkan ide atau gagasannya, termasuk kritik. Dalam kultur demokrasi yang semakin menyempit, kritik justru semakin diperlukan.

Seperti bulan-bulan sebelumnya, kami umumkan Esai Terpilih bulan Juni 2026, sebagai berikut:

Kaido, Leviathan, dan MBG

Esai ini ditulis oleh Naufalul Ihya' Ulumuddin, mahasiswa magister sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Esai membuka pembahasan dengan tokoh Kaido dalam One Piece, yang digambarkan memiliki kekuatan absolut sehingga mampu menguasai Negeri Wano. Kekuasaan tersebut menciptakan ketertiban dan keamanan, tetapi juga menimbulkan ketakutan karena setiap perlawanan dihancurkan.

Selanjutnya, Kaido dikaitkan dengan konsep Leviathan dari Thomas Hobbes. Menurut Hobbes, manusia pada dasarnya cenderung hidup dalam konflik sehingga memerlukan negara sebagai kekuatan absolut melalui kontrak sosial untuk menjaga ketertiban. Leviathan menjadi simbol penguasa yang memiliki otoritas mutlak dan harus dipatuhi agar mampu mempertahankan keteraturan masyarakat.

“Dari Kaido dan Leviathan, Indonesia hari ini menghadirkan MBG (Makan Bergizi Gratis) sebagai bentuk ratifikasinya. MBG adalah wajah lokal dari Kaido dan Leviathan: program absolut yang tidak tersentuh kritik,” tulis Naufalul.

Bagaimana tulisan utuh Naufalul? Silakan langsung masuk ke esainya.

Dekonstruksi Ruang Hidup Nelayan Cilamaya di Bawah Bayang-bayang PLTGU Jawa 1 sebagai Proyek Strategis Nasional

Esai ini ditulis oleh Arini Joesoef yang bergiat di Nyimpangdotcom. Kegiatannya menulis, melukis, dan bermusik tipis-tipis. Esai dibuka dengan sorotan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN). Menurutnya, setiap tahun daftar PSN bertambah panjang.

Contohnya di Karawang, tepatnya di sepanjang garis Pantai Utara Jawa, penulis menyebut setidaknya ada dua proyek yang kini menyandang status “strategis” tersebut: revitalisasi tambak Pantura dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) berbasis Liquefied Natural Gas (LNG) berkapasitas 1.760 MW di Cilamaya.

“PLTGU Cilamaya santer dikenal sebagai wajah kemajuan transisi energi bersih ini hari. Namun tentu saja, pertanyaannya adalah, bersih untuk siapa?” tanya penulis.

Mau tahu lebih dalam esai Arini Joesoef? Silakan berkunjung ke tautan ini.

MAHASISWA BERSUARA: Melawan Gastrocolonialism, Meninjau Food Estate di Papua dan Pentingnya Hutan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan

Esai ini ditulis oleh Manuella Princessa dan Grace Derio, ahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung. Ia menyoroti bahwa ketergantungan Indonesia pada beras sebagai pangan pokok melemahkan ketahanan pangan karena membuat negara rentan terhadap gejolak harga global, perubahan iklim, dan bencana alam.

Ketergantungan ini terbentuk melalui proses sejarah, dimulai sejak kebijakan tanam paksa pada masa kolonial Belanda dan semakin menguat melalui program swasembada pangan pada era Suharto. Akibatnya, pangan non-beras tersingkir, konsumsi beras meningkat, serta terjadi keseragaman komoditas pertanian yang memicu persaingan tidak seimbang di kalangan petani.

“Swasembada pangan berskala besar yang dilakukan menggeser makanan pokok non-beras, dan menjadikan nasi sebagai makanan pokok. Lantas, kebutuhan beras makin bertambah hingga berdampak pada keseragaman jenis tanaman yang ditanam, dan persaingan yang tidak seimbang dalam kalangan petani,” tulis Manuella.

Lebih lanjut mengenai tulisan Manuella ada di tautan ini.

Doa untuk Dika Putra Mahardika, 14 tahun, pelajar dan pesepeda remaja yang tertabrak truk tanker di Jalan Sukarno-Hatta, Bandung, Sabtu, 20 Juni 2026. (Foto: Yopi Muharam/BandungBergerak)
Doa untuk Dika Putra Mahardika, 14 tahun, pelajar dan pesepeda remaja yang tertabrak truk tanker di Jalan Sukarno-Hatta, Bandung, Sabtu, 20 Juni 2026. (Foto: Yopi Muharam/BandungBergerak)

PELAJAR BERSUARA: Tentang Pedal yang Menolak Tepi

Esai ini ditulis oleh Ilmam Rahmaan Devanda, seorang pelajar dari SMA Bina Dharma 2 Bandung.

Esai menggambarkan kontras antara hiruk-pikuk lalu lintas Bandung pada Jumat malam dengan berkumpulnya para pesepeda di kawasan Taman Tegallega. Mereka hadir sebagai gerakan kolektif untuk menyuarakan hak pesepeda atas ruang jalan yang aman, bukan untuk berkompetisi atau memamerkan sepeda. Narasi juga menyoroti pengalaman pesepeda yang kerap merasa diabaikan dan rentan terhadap pengguna kendaraan bermotor saat berkendara sendirian.

Sebagaimana diungkapkan salah seorang pesepeda, “Kalau gowes sendirian suka dikucilin... mobil atau transportasi umum sering enggak ngelihat kita yang lagi gowes.”

Lebih jauh mengenai esai ini langsung ketuk saja tautan ini

Baca Juga: ESAI TERPILIH MEI 2026: Dari Gerbong Wanita hingga Feodalisme Cerdas Cermat
ESAI TERPILIH APRIL 2026: dari Sorotan Seorang Ibu pada MBG hingga Refleksi Reformasi 1998

Demikian ulasan singkat Esai Terpilih bulan Juni 2026. Berkali-kali kami tekankan bahwa pengumuman Esai Terpilih bulanan BandungBergerak bukan ajang pemilihan esai terbaik yang terkesan ingin menafikan esai-esai lainnya. Pemilihan tiga Esai Terpilih tentu melewati beberapa pertimbangan tim redaksi tanpa bermaksud mengecilkan tulisan-tulisan lainnya yang seluruhnya terbaik. Untuk itu kami haturkan terima kasih dan hormat setulus-tulusnya kepada semua penulis esai.

Selanjutnya, BandungBergerak akan menghubungi para penulis Esai Tearpilih untuk mengatur pengiriman sertifikat dan kenang-kenangan. Seluruh biaya pengiriman ditanggung oleh bandungbergerak. Atau bisa juga para penulis esai terpilih berinisiatif menghubungi akun Instagram KawanBergerak atau nomor telepon 082119425310. Selamat untuk kawan-kawan penulis!

Kami menunggu kiriman esai-esai bermutu dari kawan-kawan semua. Esai bisa dikirim ke [email protected]. Mari terus menulis, terus berdampak! Sesekali, mari mengkritik!

*** 

*Kawan-kawan dapat mengikuti kabar terkini dari BandungBergerak dengan bergabung di Saluran WhatsApp bit.ly/ChannelBB

Editor: Iman Herdiana

COMMENTS

image
//