-

Penulis
JIM
Keluhan atau keresahan warga menjadi sumber wawasan untuk memperbaiki kota. (Ikustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)Bandung, Interpol, dan ‘Disarankan Di Bandung’: Kota yang Terlalu Ramai untuk Dirasai
PENULIS JIM 2 September 2026
Bandung tetap ramai. Krisis tetap menunggu di depan pintu.
Lihat SemuaRuang yang Hilang, Kota yang Mati Rasa: Dago Elos, Sukahaji, Melankolia di Kolong, dan Bagaimana Kita Merayakan Hidup
Penulis JIM 15 Agustus 2026
Ruang yang hidup adalah ruang yang menolak mengasingkan, menolak jadi melulu transaksional. Seperti yang terjadi di Dago Elos, Sukahaji, dan Melankolia di Kolong.
Taman Kota yang Membunuhmu Sambil Tersenyum: Catatan dari Kota Bandung yang Sedang Difoto Sampai Mati
Penulis JIM 29 Juli 2026
Apa yang sedang terjadi pada taman-taman kota kita adalah semacam détournement yang dibalik arahnya.
Antara Cikudapateuh dan Kiaracondong: Anak-anak Sebagai Situasionis Tanpa Nama
Penulis JIM 9 Juli 2026
Kota yang oleh perencanaannya dilihat sebagai mesin ekonomi, oleh anak-anak itu dilihat sebagai medan imajinasi yang belum habis dieksplorasi.
CERITA GURU: Stadion yang Tak Mampu Saya Masuki, Dilema Guru Honorer untuk Persib yang Dirampas
Penulis JIM 24 Juni 2026
Persib adalah ingatan kolektif kelas pekerja Jawa Barat dan ingatan itu tak pernah bisa dijual, sebagaimana harga diri kami sebagai guru honorer.
Infrastruktur Sebagai Penjara: Catatan dari Pinggir Kota Bandung
Penulis JIM 19 Juni 2026
Tidak semua perampasan ruang butuh buldoser. Kadang cukup butuh waktu, dan kesabaran modal untuk menunggu sampai warga menyerah sendiri.
Menolak Menjadi Penonton: Membebaskan Persib dan Bobotoh dari Cengkeraman Masyarakat Tontonan
Penulis JIM 3 Juni 2026
Ke mana energi Bobotoh mengalir, siapa yang mengontrol arusnya? Seberapa jauh antusiasme kolektif tetap menyala ketika tidak ada pertandingan?









