RESENSI BUKU: Kedung dan Selubung di Balik Panggung

Penulis Wahyu Agil Permana15 Agustus 2026

Di antara kelakar dan permainan kata, puisi-puisi Kedung Darma Romansha menyimpan kegelisahan yang serius tentang nasib orang-orang kecil yang bertahan hidup.

Skena Mawadah Warahmah: Orang Muda Bingung yang Berpuisi

Penulis Retna Gemilang24 Juli 2026

Buku puisi Skena Mawadah Warahmah Beni Anwar Z alias Eben memotret kegelisahan orang muda yang biasa menongkrong di kedai kopi.

CATATAN SI BOB #37: Beser di Bandara

Penulis Bob Anwar15 Juli 2026

Hamzah Muhammad bukan penyair pertama yang memilih bahasa jalanan. Dan dari pilihan itulah muncul kekuatan yang jarang ditemukan dalam puisi hari ini.

Untung Wardojo: Sesosok Puisi yang Keluyuran di Kota Bandung

Penulis Beni Anwar Z 4 Juni 2026

Untung Wardojo banyak menulis puisi tentang kritik sosial, eksistensial, bahkan spiritual. Tapi di sini saya tidak akan membahas puisinya.

Merayakan Puisi Setiap Hari

Penulis Beni Anwar Z 11 Mei 2026

Puisi kehilangan ruang untuk tumbuh secara konsisten. Padahal yang dibutuhkan justru kebalikannya: ritme yang sederhana, tetapi terus berjalan.

Tugas Penyair dalam Batas Bahasa

Penulis Fio F Yussup16 Maret 2026

Tugas penyair bukanlah meliarkan bahasa sejauh-jauhnya. Penyair harus mampu bertahan dan memunguti bahasa dari horizon kemungkinan yang nyaris tak berujung.

RESENSI BUKU: Teologi Negatif dan Mistisisme Kotor dalam Nabi Kesengsaraan

Penulis Kim Al Ghozali15 Maret 2026

Rifki Syarani Fachry dalam buku puisi “Nabi Kesengsaraan” sedang menggeser puisinya ke arah semacam teologi negatif.

CATATAN SI BOB #29: Berbuka Puisi Bersama Boby

Penulis Bob Anwar17 Februari 2026

Buku puisi Stasiun Kajigaya karya Boby Anggara menyigi metafora tentang Jepang sebagai mangkuk besar yang menerima semua orang, semua nama, semua rasa.

MALIPIR #47: Puisi Tujuh Belas Tahun

Penulis Hawe Setiawan1 Februari 2026

Hampir dua dasawarsa Majelis Sastra Bandung (MSB) telah menjalankan peran sosial yang patut dihargai untuk puisi dan peminatnya.

Puisi dan Pop Culture

Penulis Beni Anwar Z 9 Desember 2025

Puisi memilih hidup miskin di ruang kolot, alih-alih pop culture menawarkan kemapanan yang bisa disedot.

Lihat Semua
image
//