-

Penulis
Virliya Putricantika
Nama-nama mereka yang ditahan karena demonstrasi di Bandung, Sabtu, 10 Januari 2026. (Foto: Virliya Putricantika/BandungBergerak)Surat Solidaritas Mengalir untuk Tahanan Politik Bandung
PENULIS Virliya Putricantika 12 Januari 2026
Kisah tahanan politik Bandung dan pembatasan kebebasan berekspresi. Ekspresi di media sosial jadi jerat pidana oleh negara.
Lihat SemuaRojul dan Opik Tos Uih!
Penulis Virliya Putricantika4 Januari 2026
“Tegaklah seperti di awal! Tetap melawan! Jangan diam!”
Menikmati Payau di Utara Yogyakarta
Penulis Virliya Putricantika8 Desember 2025
Pameran tunggal Iwan Yusuf bertajuk Payau di Yogyakarta, merefleksikan kembali perjalanan berkeseniannya selama dua dekade.
RESENSI BUKU: Saman, Kali ini Pertaruhan Milik Kita!
Penulis Virliya Putricantika26 Oktober 2025
Saman lahir bersamaan dengan masa reformasi. Cetakan pertamanya April 1998, sebulan menjelang keruntuhan masa Orde Baru yang dipimpin Suharto.
Mia Bustam dan Kehendak untuk Terus Melawan
Penulis Virliya Putricantika18 Oktober 2025
Mendekam dari satu kamp ke kamp selama 13 tahun, tidak membuat Mia Bustam berhenti melawan.
Jurnalis, Berita, dan Tragedi
Penulis Virliya Putricantika2 Oktober 2025
Seharusnya sebuah karya jurnalistik mempertimbangkan beberapa hal yang tidak boleh diabaikan dalam memberitakan tragedi. Berita dapat menimbulkan dampak traumatik.
Diskusi Metode Jakarta, Menyikapi Narasi Tunggal dari Negara dengan Buku
Penulis Virliya Putricantika30 September 2025
Buku Metode Jakarta karya jurnalis Brazil Vincent Bevins menganalisa tragedi 1965 dalam rangkaian peristiwa global.
RESENSI BUKU: Bersama Utati di Bukit Duri
Penulis Virliya Putricantika4 Agustus 2025
Sebelas tahun hidup Utati dihabiskan di penjara Bukit Duri sebagai perempuan tahanan politik.
Diskusi Aku Menjomlo, Maka Aku Ada di Perpustakaan Bunga di Tembok: Melajang Bukan Semata-mata Persoalan Pribadi
Penulis Virliya Putricantika30 Juni 2025
Para jomlo berdiri di pilihan sulit. Mereka menghadapi realitas tentang sempitnya lowongan kerja dan tak mudah mengakses pendidikan.
RESENSI BUKU: Merahnya Merah yang Menjengkelkan
Penulis Virliya Putricantika25 Mei 2025
Iwan Simatupang menyajikan pergulatan gagasan filsafat eksistensialis pada novel Merahnya Merah. Buku ini jadi pintu baru untuk menikmati kesusastraan Indonesia.











