-

Penulis
Mugi Muryadi
Alarm untuk demokrasi. (Ilustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)Gerakan Reformasi Jilid Dua
PENULIS Mugi Muryadi 23 Juni 2026
Jika pada 1998 perjuangan utama adalah mengakhiri otoritarianisme, tantangan hari ini adalah mencegah demokrasi terjebak dalam dominasi oligarki.
Lihat SemuaIroni Kehidupan di Tengah Narasi Pertumbuhan Ekonomi
Penulis Mugi Muryadi15 Juni 2026
Tantangan terbesar Indonesia adalah memperkecil jarak antara narasi pertumbuhan ekonomi dan realitas. Masyarakat butuh bukti bahwa kehidupan memang jadi lebih baik.
Menalar Fenomena di Luar Nalar
Penulis Mugi Muryadi25 Mei 2026
Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar. Yang sering kurang ialah keberanian memakai kepintaran secara jujur.
Ketika Kebijakan Menjadi Arena Perebutan Rente
Penulis Mugi Muryadi9 Mei 2026
Anggaran besar yang tidak sepenuhnya sampai ke penerima manfaat membuka kemungkinan ada rantai distribusi yang tidak efisien, bahkan rentan disusupi praktik rente.
Ilusi Nol Persen Kemiskinan
Penulis Mugi Muryadi23 April 2026
“Buku Saku 0%” adalah refleksi dari ambisi besar negara dalam mengatasi kemiskinan. Kebijakan publik tidak bisa hanya bertumpu pada optimisme.
Kapan Ruang Publik Kita Merdeka dari Bayang-bayang Chilling Effect?
Penulis Mugi Muryadi7 April 2026
Kasus Andrie Yunus menjadi ujian nyata bagi komitmen negara terhadap demokrasi. Penanganan yang transparan dan akuntabel menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar.
Sejauh Mana Negara Memelihara Fakir Miskin dan Anak Telantar?
Penulis Mugi Muryadi17 Maret 2026
Fakir miskin tidak butuh belas kasihan, tetapi keadilan sistemik. Anak telantar tidak butuh simpati sesaat, tetapi masa depan yang dijamin negara.
Kedaulatan Negara dalam Jebakan Struktur Global
Penulis Mugi Muryadi8 Maret 2026
Perjanjian dagang Indonesia-Amerika Serikat membentuk relasi asimetris. Relasi dagang yang semula bersifat ekonomis perlahan berubah menjadi relasi struktural.
Menyimak Retorika Antikorupsi di Negeri Para Garong
Penulis Mugi Muryadi27 Februari 2026
Persoalan korupsi di Indonesia tidak bisa diselesaikan melalui pidato semata. Ia menuntut perubahan mendasar pada sistem kekuasaan, pengawasan, dan akuntabilitas.
Retorika Antek Asing, Politik Simbol, dan Ilusi Kedaulatan
Penulis Mugi Muryadi6 Februari 2026
Ketidakjelasan makna “antek asing” berbahaya bagi demokrasi. Istilah ini dapat digunakan untuk membungkam kritik.








