• Penulis

    Hafidz Azhar

Surat kabar Banteng Priangan yang dikelola oleh Gatot Mangkoepradja dan dibantu oleh Sukarno bersama Iskaq Tjokrohadisurjo. (Dok. Penulis)

JEJAK KAUM NASIONALIS DI BANDUNG (5): Polemik Banteng Priangan dengan De Preangerbode

PENULIS Hafidz Azhar 16 Oktober 2021

Banteng Priangan terbit pertama kalinya pada Juli 1929, mempunyai markas di Regentsweg 5, Bandung. Media berbahasa Sunda ini melibatkan Sukarno.

JEJAK KAUM NASIONALIS DI BANDUNG (4): Pergerakan PNI dalam Pengawasan Pemerintah Kolonial

Penulis Hafidz Azhar11 Oktober 2021

Jumlah anggota yang terus membesar, dengan kegiatan-kegiatan yang makin sering digelar, membuat PNI diawasi oleh pemerintah kolonial. Tiga tokohnya dipenjarakan.

JEJAK KAUM NASIONALIS DI BANDUNG (3): Partai Nasional Indonesia Afdeeling Bandung

Penulis Hafidz Azhar2 Oktober 2021

Di bawah kemudi Sukarno, PNI Bandung menjaring sebanyak mungkin anggota lewat propaganda. Juga digelar acara-acara yang melibatkan tokoh organisasi-organisasi lain.

JEJAK KAUM NASIONALIS DI BANDUNG (2): Dari Rumah Tjipto Mangoenkoesoemo ke Regentsweg 22

Penulis Hafidz Azhar25 September 2021

Dua rumah di Bandung menjadi pusat pergerakan kaum nasionalis. Yang pertama, rumah Tjipto Mangoenkoesoemo di Tegalega. Yang kedua, rumah di Regentsweg 22.

JEJAK KAUM NASIONALIS DI BANDUNG (1): Bermula dari Studieclub Bandung

Penulis Hafidz Azhar11 September 2021

Studieclub Bandung sejak awal memilih prinsip nonkooperatif terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda. Menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia (PNI).

BUKU BANDUNG (13): C. P. Wolff Schoemaker sebagai Arsitek dan Seniman, serta Keterlibatannya dalam Partai Sempalan

Penulis Hafidz Azhar29 Agustus 2021

Wolff Schoemaker kesohor sebagai arsitek yang mewarisan banyak gedung bersejarah dengan desain memikat. Sedikit yang tahu, ia juga terlibat dalam organisasi Islam.

Di Bandung, Kongres Central Sarekat Islam Pertama Digelar (3)

Penulis Hafidz Azhar28 Agustus 2021

Kongres Central Sarekat Islam pertama di Bandung berkontribusi menambah kesadaran bangsa pribumi untuk ikut bergerak melawan arus kolonialisme di Hindia Belanda.

Di Bandung, Kongres Central Sarekat Islam Pertama Digelar (2)

Penulis Hafidz Azhar21 Agustus 2021

Tjokroaminoto, dalam pidatonya, menyebut kongres di Bandung sebagai langkah utama dalam membantu rakyat Hindia Belanda memperoleh pemerintahannya sendiri.

Di Bandung, Kongres Central Sarekat Islam Pertama Digelar (I)

Penulis Hafidz Azhar14 Agustus 2021

Ibarat pesta rakyat, Kongres Central Sarekat Islam pertama di Kota Bandung berlangsung demikian meriah. Sekitar 300 ribu orang anggota hadir.

Oetoesan Hindia Dikelola Satu Orang  

Penulis Hafidz Azhar7 Agustus 2021

Oetoesan Hindia, surat kabar arahan Tjokroaminoto, ditinggalkan oleh para redakturnya. Bersama seluruh kegiatan Tjokro, surat kabar ini juga diawasi oleh pemerintah.

Lihat Semua