AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #14: Mengapa Harus Kartini

Penulis Aldy Istanzia Wiguna26 Maret 2025

Kartini dan Pramoedya Ananta Toer adalah prosa perlawanan itu sendiri. Keduanya melawan dengan kertas dan pena.

Kesaksian Perempuan di Tengah Aksi Menolak RUU TNI, Tim Medis di Bandung Mencatat Puluhan Korban Luka-luka

Penulis Muhammad Akmal Firmansyah26 Maret 2025

Aksi menolak UU TNI di Bandung berlangsung sampai dini hari. Tim medis dari sejumlah kampus di Bandung sibuk menangani korban luka-luka.

Pergi sebagai Buruh Pemetik Teh, Pulang sebagai Buruh Domestik

Penulis Yusuf Septian20 Maret 2025

Buruh perempuan pemetik teh harus memikul beban ganda, menjadi pencari nafkah sekaligus buruh domestik. Namun mereka tetap terpinggirkan karena mereka perempuan.

Perempuan dan Literasi, Memerah Makna Surat dari Tokoh Wanita Berpengaruh di Toko Buku Pelagia

Penulis Audrey Kayla Fachruddin13 Maret 2025

Di masa lalu surat begitu populer sebagai medium personal maupun literasi. Lima tokoh perempuan dunia menulis surat yang isinya masih relevan sampai sekarang.

IWD 2025 di Bandung, Mengundang Aksi Nyata Melawan Penindasan terhadap Perempuan

Penulis Yopi Muharam10 Maret 2025

Kaum laki-laki diajak memakai kacamata baru dalam memandang konsep kesetaraan. Laki-laki bisa menjadi feminis di tengah gempuran patriarki.

IWD 2025: Seruan Kesetaraan bagi Perempuan dan Kelompok Rentan di Bawah Jalan Layang Pasupati

Penulis Fauzan Rafles 10 Maret 2025

Peringatan hari perempuan internasional dihelat di bawah jalan layang Pasupati, Bandung. Perempuan dan kelompok rentan lainnya memiliki hak yang setara.

Perempuan dalam Bayang-bayang Agama, Perspektif Buddhis dan Bahai

Penulis Fauzan Rafles 7 Maret 2025

Budaya patriarki turut memojokkan posisi perempuan. Kultur ini diperkuat istilah atau doktrin-doktrin masa lampau yang membuat perempuan tak dihargai.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #10: Bersama Perempuan-perempuan yang Membebaskan Diri dari Belenggu Ragam Penindasan

Penulis Claudia Destianira6 Maret 2025

Di hadapan berbagai ketidakmungkinan, Gadis Pantai tetap menatap mata orang-orang yang merenggut penghidupannya dengan berani.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #8: Melihat Wajah Bangsa dari Cermin Gadis Pantai

Penulis Rizky Adha Mahendra 27 Februari 2025

Aku melihat kondisi hari ini serupa roman-roman yang dituturkan Pram berpuluh-puluh tahun silam. Nuansa feodalisme masa lampau tak benar-benar hilang.

CATATAN DARI BUKU HARIAN #30: Dewi Gilang Kurnia, Inspirasi Pesepeda Perempuan Bandung

Penulis Kin Sanubary22 Februari 2025

Dewi Gilang Kurnia tidak hanya menginspirasi perempuan agar berani bersepeda, tapi juga menanamkan nilai tentang kesehatan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi.

Lihat Semua
//