Di Balik Asap Karhutla, Ada Beban Berlapis Perempuan yang Kerap Terpinggirkan
Penulis Retna Gemilang16 September 2026
Perempuan dan anak menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Paradoks Perempuan Sunda: Setara di Ranah Budaya, Jadi Bahan Banyolan Seksis di Dunia Nyata
Penulis Fitri Amanda 7 September 2026
Di tengah kebudayaan yang menempatkan perempuan sebagai sumber kehidupan, seksisme justru terus hadir dalam candaan, ruang publik, hingga perilaku para pejabat.
Ketika Suara Korban Dipertanyakan Dua Kali: Catatan dari Pendampingan Kasus Dugaan Kekerasan di Sumedang
Penulis Ismi Rinjani31 Agustus 2026
Urutan peristiwa dalam kasus ini mengikuti pola yang sayangnya sudah sangat familiar dalam kasus-kasus kekerasan yang melibatkan relasi kuasa timpang.
ESAI TERPILIH JULI 2026: Membaca Bandung dari Ruang Kota hingga Beban Sehari-hari
Penulis Tim Redaksi27 Agustus 2026
Empat Esai Terpilih mengajak pembaca melihat kembali persoalan rasa aman, keterbukaan pemerintah, ketimpangan ekonomi, dan pengalaman perempuan.
DAPUR API KARTINI #1: Memasak Tahu Berontak ala Gerwani
Penulis Deuis Raniarti24 Agustus 2026
Dapur hadir sebagai bagian dari keseharian perempuan yang juga bisa menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.
TERSINGKIR DI PESISIR CIREBON: Ketika Laut Berubah Warna dan Perempuan Memikul Beban Ganda
Penulis Hanifa Paramitha Siswanti20 Agustus 2026
Dari aktor penting dalam ekonomi lokal, perempuan pesisir kini justru semakin terpinggirkan karena ruang hidup dan ruang produksi mereka semakin sempit.
Zine Foto Tumpah Ru(m)ah: Di Mana Perempuan Merasa Pulang?
Penulis Ryan D.Afriliyana 19 Agustus 2026
Lewat foto dan cerita personal, para pengkarya Tumpah Ru(m)ah merekam bagaimana perempuan memaknai rumah sebagai ruang untuk tumbuh dan berubah.
Surat Terbuka untuk Mahasiswa, Perempuan, dan Seluruh Elemen Masyarakat yang Hari ini Menjadi Suara Rakyat
Penulis Endang Susanti (Mamak Bersuara)7 Agustus 2026
Semoga suara rakyat tidak pernah dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai pengingat bahwa demokrasi hanya akan hidup selama rakyatnya tetap berani peduli.
PAYUNG HITAM #79: Mengingat Kembali Sebuah Tulisan tentang Kesetaraan, Patriarki, dan Beban Menjadi Laki-laki
Penulis Chan6 Agustus 2026
Patriarki sering dipahami semata-mata sebagai sistem yang menempatkan laki-laki di atas perempuan. Pemahaman itu tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga belum lengkap.
Teater Sapu Tangan Jelaga: Di Antara Adat dan Kebebasan Perempuan
Penulis Anisa Putri Balqis3 Agustus 2026
Lewat kisah sebuah desa rekaan, Niskala Anagata menampilkan wajah adat yang rumit: menjadi pelindung sekaligus alat untuk membungkam pilihan perempuan.








