Di Balik Riuh Flower City Festival, Ada Mereka yang Terus Bekerja

Penulis Insan Radhiyan Nurrahim, 20 Agustus 2026

Flower City Festival adalah ruang untuk berpesta, berjoget, dan merayakan musik. Namun bagi pekerja di baliknya, hajat itu dimulai jauh sebelum musisi naik panggung.

KABAR PERLAWANAN DARI SUKAJAYA: Dengan Musik Menemani Petani

Penulis Tim Redaksi18 Agustus 2026

Setelah konflik tanah meletus dan melukai warga, solidaritas mengalir untuk Sukajaya. Gelaran musik menjadi salah satu wadahnya.

SUDUT LAIN BANDUNG: ManjingManjang, Ketika Perjumpaan Musisi Balada Menjadi Gerakan

Penulis Abah Omtris8 Agustus 2026

ManjingManjang lahir dari kegelisahan. Di tengah berbagai slogan tentang kreativitas dan kemajuan, musik balada masih terus memperjuangkan haknya untuk didengar.

Hajatan di Grimloc: Nongkrong, Kenalan, dan Merayakan Musik

Penulis Insan Radhiyan Nurrahim, 7 Agustus 2026

Di acara Record Store Day Grimloc, rilisan fisik menjadi alasan untuk berkumpul. Di balik kaset dan vinyl, tumbuh ruang percakapan, solidaritas, dan sikap politik.

Dari Kolong Jalan Layang Pasupati, Warga Dago Elos Mengabarkan Perjuangan yang Belum Usai

Penulis Yopi Muharam20 Juli 2026

“Makanya narasi kami itu adalah ya (PK 2) ini adalah upaya hukum terakhir bagi warga Dago Elos.”

MELANKOLIA DI KOLONG: Mengembalikan Musik kepada Jalanan, kepada Warga, dan kepada Solidaritas

Penulis Insan Radhiyan Nurrahim, 20 Juli 2026

“Dongker lahir dari komunitas dan semangat solidaritas. Kami ingin balik lagi ke ruang publik untuk mengaktivasi itu.”

SUDUT LAIN BANDUNG: Dari Barometer Musik ke Barometer Algoritma

Penulis Abah Omtris18 Juli 2026

Algoritma bekerja secara halus. Ia tidak perlu membungkam kritik. Ia hanya perlu memberi penghargaan lebih besar pada apa yang cepat menarik perhatian.

MAHASISWA BERSUARA: Fakta di Balik Skena Death Metal Indonesia

Penulis Jovi Fernando Setiawan9 Juli 2026

Sudah saatnya kita membuang jauh-jauh segala prasangka buruk dan tidak berdasar pada skena death metal di Indonesia.

Sebuah Konser Hardcore Punk dengan Segenggam Beras sebagai Tiketnya

Penulis Insan Radhiyan Nurrahim, 23 Juni 2026

“Kadang saya juga enggak punya uang. Yang bisa saya pertukarkan untuk hadir ya beras yang ada di rumah."

Nyaring Hip-Hop di Taman Cibeunying: Merebut Ruang dari Bayang-bayang Budaya Takut

Penulis Muhammad Akmal Firmansyah21 Juni 2026

“Selama masih ada ketimpangan, ketidakadilan, dan persoalan sosial, hip-hop akan selalu relevan.”

Lihat Semua
image
//