Bike Sharing di Bandung: Potensi Besar yang Masih Tersendat
Penulis Angga Marditama Sultan Sufanir15 Mei 2026
Pengembangan bike sharing di Bandung tampaknya masih lebih berfokus pada penyediaan fasilitas dibanding pembangunan ekosistem mobilitas bersepeda secara menyeluruh.
Dari Penangkapan ke Persidangan, Jejak Perkara Demonstrasi Agustus 2025 di Bandung
Penulis Muhammad Jadid Alfadlin 14 Mei 2026
Penangkapan massa aksi pascademonstrasi Agustus 2025 memunculkan ketakutan baru, sementara masyarakat sipil berupaya merawat jejaring dan ruang berekspresi.
Mencintai Kota yang Tak Sesuai Ekspektasi
Penulis TH Hari Sucahyo 14 Mei 2026
Setiap tempat memiliki ceritanya sendiri dan kita hanya perlu datang dengan pikiran terbuka untuk benar-benar mendengarnya.
Menonton Pesta Babi di Kampung yang Sedang Melawan
Penulis Insan Radhiyan Nurrahim, 13 Mei 2026
Di tengah penantian putusan PK kedua, warga Dago Elos memadukan nobar Persib dengan pemutaran film tentang perjuangan mempertahankan tanah.
Jejak Kolonial di Balik Boemeltrein, dari Angkut Hasil Perkebunan hingga Jalur Militer Priangan
Penulis Yoan Aditya13 Mei 2026
Buku Boemeltrein: Sejarah Jalur dan Stasiun Kereta Api Padalarang–Cicalengka karya Atep Kurnia mengungkap cerita di balik jalur kereta api Padalarang - Cicalengka.
Cerita Angkot Tak Seindah Kisah Dilan dan Milea
Penulis Sandewa Jopanda 11 Mei 2026
Di saat hegemoni ojol memadati jalanan, keberadaan angkot di Bandung kurang lebih seperti kura-kura melawan kelinci. Mereka tidak buru-buru tetapi konsisten.
Menyambut Pustaka Ccita, Perpustakaan Independen di Pasar Kosambi
Penulis Retna Gemilang11 Mei 2026
Ruang-ruang baca alternatif terus tumbuh di Bandung. Diperkuat komunitas dan sejarahnya.
Melihat Laut dari Mata Ikan Remora, Kritik Ekologis dari Novel Oni Jouska
Penulis Muhammad Akmal Firmansyah10 Mei 2026
Asep Ardian menyulap remora kecil menjadi cermin perilaku manusia, mengajak pembaca menyadari kerusakan laut karena aktivitas kita.
Tak Pernah Ada Overproud Soal Kopo: Sebuah Eponim
Penulis Foggy FF9 Mei 2026
Sekecil-kecilnya tradisi membakar kalori yang bisa dilakukan, adalah dengan berjalan kaki. Namun tidak di Kopo, mengapa?
Pascahumana: Ketika Orkestra Bicara soal Kapitalisme, AI, dan Krisis Kemanusiaan
Penulis Yopi Muharam9 Mei 2026
Lewat musik, Parahyangan Orchestra menghadirkan refleksi tentang HAM, kerusakan lingkungan, perang, hingga masa depan manusia di tengah dominasi teknologi.







