Affan Kurniawan, Pekerja Informal, dan Problematika Kota
Penulis Martin Dennise Silaban 18 September 2025
Rakyat pekerja yang menopang kehidupan kota justru yang paling tidak terlindungi, baik dari risiko ekonomi maupun dari potensi represi negara.
Kematian Affan Kurniawan dan Gejala Amnesia Negara
Penulis Raihan Immaduddin 2 September 2025
Ketidakadilan bisa menimpa siapa saja. Penyelesaian kasus kematian Affan Kurniawan tidak boleh berhenti hanya pada permintaan maaf.
MAHASISWA BERSUARA: Tragedi Affan Kurniawan dan Catatan Merah Institusi Polisi
Penulis Ruth Maria Artauli Purba31 Agustus 2025
Tragedi Affan Kurniawan menambah catatan nilai merah pada institusi polisi. Sudah dari dulu seharusnya Polri berbenah.
Tragedi Affan Kurniawan, Ketika Suara Rakyat Ditabrak Kekuasaan
Penulis Encik Ryan Pradana Fekri31 Agustus 2025
Kasus Affan Kurniawan adalah cermin dari wajah demokrasi hari ini yang masih compang-camping.
Kematian Affan Kurniawan dan Polisi yang Kehilangan Empati
Penulis Insan Faisal Ibrahim30 Agustus 2025
Tapi kematiannya adalah pengingat keras bahwa negara ini masih punya pekerjaan rumah besar untuk mengembalikan rasa aman sebagai hak dasar warga negara.
Kematian Affan Kurniawan dan Runtuhnya Kepercayaan Publik pada Institusi Polisi
Penulis Mang Sawal30 Agustus 2025
Tragedi Affan Kurniawan harus menjadi momentum untuk transformasi komunikasi institusional yang lebih transparan, empati, dan akuntabel.
Massa Ojol dan Mahasiswa Bandung Bersolidaritas untuk Affan Kurniawan
Penulis Tim Redaksi29 Agustus 2025
Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan, seorang ojol, di Jakarta mendorong solidaritas ojol Bandung, mahasiswa, dan masyarakat sipil.
Berbagai Organisasi Masyarakat Sipil Mendesak Reformasi Kepolisian setelah Meninggalnya Affan Kurniawan
Penulis Muhammad Akmal Firmansyah29 Agustus 2025
Kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terjadi berulang. Presiden Prabowo Subianto diminta melakukan reformasi kepolisian.
OBITUARI AFFAN KURNIAWAN: Berdiri Ditindas, Rubuh Dilindas
Penulis Sami Saujana29 Agustus 2025
Inilah wajah militerisasi ruang sipil, konsekuensi dari cara pandang bahwa demonstrasi, hak dasar warga negara, diposisikan sebagai ancaman.





