• Penulis

    Mang Sawal

Nembingkai kritik sebagai ancaman eksistensial. (Ilustrasi: Bawana Helga Firmansyah/BandungBergerak)

Sepenggal Potret Normalisasi Politik Kekuasaan di Indonesia, Siapa Sih Yang Benar?

PENULIS Mang Sawal 28 Mei 2026

Ada warga yang membela mati-matian penguasa, padahal bukan “buzzer”. Dia menilai kritik sebagai mengganggu stabilitas dan aktivis sebagai antek asing.

Gaung Raungan Sekolah Maung di Ruang Publik Bandung

Penulis Mang Sawal18 Mei 2026

Narasi Sekolah Maung dibangun di atas framing bahwa zonasi adalah sumber degradasi mutu sekolah favorit. Berisiko menjadi solusi simbolik.

Ketika Keterbukaan Informasi Publik Hanya Slogan

Penulis Mang Sawal30 April 2026

Demokrasi memerlukan warga negara yang memiliki akses informasi, dapat memahaminya, dan menggunakannya sebagai dasar untuk berpendapat dengan benar.

Saat Negara Tidak Dipercaya, Rumor Jadi Panutan

Penulis Mang Sawal16 April 2026

Beredarnya dokumen tampak resmi yang diklaim hoaks oleh Pertamina dan Menteri ESDM menciptakan kepanikan kolektif, kemarahan, sekaligus humor di media sosial.

Tampak Seperti Tanya‑Jawab Biasa, Ternyata...

Penulis Mang Sawal8 April 2026

Di balik doorstop atau konferensi pers, terjadi pertarungan pengendalian narasi. Seruan moral semata tidak cukup untuk mengubah situasi.

Menata Ulang Ruang Publik Penyiaran di Era Digital

Penulis Mang Sawal1 April 2026

Ruang komunikasi digital tidak sepenuhnya identik dengan konsep ruang publik pada sistem penyiaran. Lebih tepat dipahami sebagai ruang privat yang berdampak publik.

Kuasa Uang dalam Budaya Indonesia dari Dulu Hingga Kini

Penulis Mang Sawal18 Maret 2026

Uang adalah kekuatan yang besar. Seperti semua kekuatan besar, ia selalu membutuhkan kompas moral agar tidak berubah menjadi tiran.

Mudik: Ritual Komodifikasi Kerapuhan Kelas Pekerja

Penulis Mang Sawal6 Maret 2026

Mudik bukan sekadar soal pertemuan keluarga. Ia adalah simulasi rekonsiliasi yang menutupi luka struktural.

Dari Lidah Turun ke Kibor

Penulis Mang Sawal23 Februari 2026

Teknologi membawa tantangan baru. Bukan hanya soal kapasitas, tapi juga keabadian, aksesibilitas, dan etika. Siapa yang mengontrol pengetahuan?

Pilih Bayar atau yang Gratis?

Penulis Mang Sawal16 Februari 2026

Pembajakan muncul bukan karena konsumen tidak mau membayar, tetapi karena akses legal tidak menyediakan pilihan yang terjangkau.

Lihat Semua
image
image
//