• Penulis

    Jejen Jaelani

Akal-akalantechnic karya Dewi Nurlaela. (Foto: Jejen Jaelani)

Kota dan Akal-akalan Penggusuran

PENULIS Jejen Jaelani 31 Juli 2026

Penggusuran pedagang kaki lima merupakan bentuk perampasan hak kelompok ekonomi rentan untuk berpartisipasi dalam produksi dan pemanfaatan ruang kota.

Kota untuk Siapa?

Penulis Jejen Jaelani12 April 2026

Buruknya infrastruktur kota—mulai dari jalan rusak, drainase buruk, hingga minimnya penerangan dan ruang publik yang tak terawat—mencerminkan kekerasan struktural.

Mudik sebagai Dongeng Pembangunan

Penulis Jejen Jaelani8 Maret 2026

Pembangunan yang tidak merata dilihat bukan sebagai kegagalan kapitalisme; ia merupakan bagian dari logika kapitalisme.

Kota dan Barakuda: Bagaimana Kekerasan Simbolis Bekerja

Penulis Jejen Jaelani8 September 2025

Kekerasan simbolis adalah pemaksaan sistem makna oleh kelompok dominan sehingga kelompok subordinat menerimanya sebagai sesuatu yang sah, bahkan alamiah.

Lupakan Teras Cihampelas

Penulis Jejen Jaelani25 April 2025

Upaya menghidupkan Teras Cihampelas merupakan upaya yang sangat berat, jika tidak dikatakan sebagai upaya sia-sia. Apa tidak ada hal lain yang jauh lebih prioritas?

Kota dan Ruang Bermain

Penulis Jejen Jaelani11 April 2025

Ruang kota seharusnya menjadi ruang yang dapat diakses oleh siapa pun dan kapan pun untuk melakukan berbagai aktivitas.

Dua Wajah Kota di Stasiun Bandung

Penulis Jejen Jaelani12 November 2024

Pemisahan penumpang berdasarkan jarak tempuh antara pintu utara dan pintu selatan di Stasiun Bandung merupakan tindakan segregasi sosial yang diskriminatif.

Kota yang Jauh

Penulis Jejen Jaelani19 September 2024

Kita layak tinggal di kota yang serba dekat karena kemudahan mobilitas melalui transportasi publik yang layak.

Daulat Rakyat di Dago Elos

Penulis Jejen Jaelani31 Mei 2024

Di Pengadilan Rakyat Dago Elos, rakyat bukanlah penanda kosong. Rakyat di Dago Elos memiliki keterikatan sejarah, kultural, lahir, dan batin dengan tanah mereka.

Braga Beken dan Kemacetan di Kota Bandung

Penulis Jejen Jaelani13 Mei 2024

Program Braga Bebas Kendaraan atau Braga Beken cenderung menjadi sebatas program pariwisata dengan berbagai ekses masalah di belakangnya.

Lihat Semua
image
//