Tak Pernah Ada Overproud Soal Kopo: Sebuah Eponim
Penulis Foggy FF9 Mei 2026
Sekecil-kecilnya tradisi membakar kalori yang bisa dilakukan, adalah dengan berjalan kaki. Namun tidak di Kopo, mengapa?
Memahami Akar Masalah Mengapa Warga Menghabiskan Waktunya di Jalan Kopo
Penulis Retna Gemilang13 April 2026
Sejak dari bangku sekolah hingga dunia kerja, warga menyaksikan kemacetan yang kian memburuk. Kopo mengalami masalah tata kota yang kurang direncanakan.
CERITA ORANG BANDUNG #109: Ato dan Lapak Jahit di Pinggir Jalan Kopo Sayati
Penulis Muhammad Akmal Firmansyah13 April 2026
“Alhamdulillah jalan. Lebih berkah juga, enggak terlalu banyak pikiran.”
Kopo (Mungkin) Adalah Wajah Bandung yang Sebenar-benarnya
Penulis Tofan Aditya11 April 2026
Semrawutnya kawasan ini adalah desain dari kebijakan tata kota yang diskriminatif.
Saya Bersaksi Tidak Ada Macet dan Banjir di Jalan Kopo!
Penulis Deni Yudiawan10 April 2026
Orang Korea (Kopo Area) sejati adalah mereka yang penuh perhitungan dan disiplin terhadap waktu.
Sudah Kopo, Cimahi Pula
Penulis Virliya Putricantika9 April 2026
Saya membeku. Badan ini terlalu kaget untuk menolong keduanya saat itu.
Mendengar Kopo, Mengapa Kita Memilih Putar Balik
Penulis Muhammad Akmal Firmansyah8 April 2026
Di antara sejarah, ekspansi kota, dan kemacetan, Kopo menjelma jadi ruang di mana orang datang dengan harapan—dan pulang dengan kelelahan.
Dari Kopo ke Saparua, Konvoi Solidaristreet Mengantar Sahur bagi Perempuan Tunawisma Bandung
Penulis Maisan Rachman12 Maret 2026
Aksi Solidaristreet Chapter 10 membagikan makanan dan pakaian hangat sepanjang jalan kota, sembari menyuarakan kritik terhadap ketimpangan sosial di Kota Bandung.
Tentang Bocah Perempuan Pengamen di Persimpangan Kopo, tentang Kota yang Gagal Memberikan Ruang Aman
Penulis Akbar Adi Benta31 Juli 2025
Kita tidak boleh menganggap normal eksploitasi anak di jalanan.
Insiden Penolakan Perayaan Asyura di Kopo Menegaskan Pentingnya Ruang Dialog Dua Kelompok Agama
Penulis Awla Rajul23 Juli 2024
Jaminan negara terhadap kebebasan beragama berkeyakinan kurang maksimal. Pemerintah juga tidak memfasilitasi ruang dialog antarkelompok agama.
Harum Roti dari Lorong Kopo
Fotografer Prima Mulia26 Oktober 2024
Roti-roti produk pabrik rumahan di Kopo kini harus bersaing dengan pabrik-pabrik roti raksasa. Mereka bertahan dengan caranya sendiri.
Harum Roti dari Lorong Kopo
Fotografer Prima Mulia26 Oktober 2024
Roti-roti produk pabrik rumahan di Kopo kini harus bersaing dengan pabrik-pabrik roti raksasa. Mereka bertahan dengan caranya sendiri.
Harum Roti dari Lorong Kopo
Fotografer Prima Mulia26 Oktober 2024
Roti-roti produk pabrik rumahan di Kopo kini harus bersaing dengan pabrik-pabrik roti raksasa. Mereka bertahan dengan caranya sendiri.
Harum Roti dari Lorong Kopo
Fotografer Prima Mulia26 Oktober 2024
Roti-roti produk pabrik rumahan di Kopo kini harus bersaing dengan pabrik-pabrik roti raksasa. Mereka bertahan dengan caranya sendiri.
Harum Roti dari Lorong Kopo
Fotografer Prima Mulia26 Oktober 2024
Roti-roti produk pabrik rumahan di Kopo kini harus bersaing dengan pabrik-pabrik roti raksasa. Mereka bertahan dengan caranya sendiri.
Harum Roti dari Lorong Kopo
Fotografer Prima Mulia26 Oktober 2024
Roti-roti produk pabrik rumahan di Kopo kini harus bersaing dengan pabrik-pabrik roti raksasa. Mereka bertahan dengan caranya sendiri.
Harum Roti dari Lorong Kopo
Fotografer Prima Mulia26 Oktober 2024
Roti-roti produk pabrik rumahan di Kopo kini harus bersaing dengan pabrik-pabrik roti raksasa. Mereka bertahan dengan caranya sendiri.
Harum Roti dari Lorong Kopo
Fotografer Prima Mulia26 Oktober 2024
Roti-roti produk pabrik rumahan di Kopo kini harus bersaing dengan pabrik-pabrik roti raksasa. Mereka bertahan dengan caranya sendiri.
Harum Roti dari Lorong Kopo
Fotografer Prima Mulia26 Oktober 2024
Roti-roti produk pabrik rumahan di Kopo kini harus bersaing dengan pabrik-pabrik roti raksasa. Mereka bertahan dengan caranya sendiri.









