Mengubah Wajah Politik Indonesia Mulai dari Kota dan Kabupaten: Inspirasi dari Kemenangan Zohran Mamdani di New York City

Penulis M Sena Luphdika18 April 2026

Kekuatan akar rumput dipupuk dari warga yang tidak menyerah. Warga yang memilih untuk bertemu, berkeluh kesah bersama, dan bekerja sama.

Kota untuk Siapa?

Penulis Jejen Jaelani12 April 2026

Buruknya infrastruktur kota—mulai dari jalan rusak, drainase buruk, hingga minimnya penerangan dan ruang publik yang tak terawat—mencerminkan kekerasan struktural.

Mudik sebagai Dongeng Pembangunan

Penulis Jejen Jaelani8 Maret 2026

Pembangunan yang tidak merata dilihat bukan sebagai kegagalan kapitalisme; ia merupakan bagian dari logika kapitalisme.

MAHASISWA BERSUARA: Manusia Budak Kota

Penulis Nur Yusril Muhammad Isnain9 Februari 2026

Selama kota terus dibangun untuk melayani kekuasaan dan modal, manusia akan terus diproduksi untuk sibuk dan patuh.

Kota dan Barakuda: Bagaimana Kekerasan Simbolis Bekerja

Penulis Jejen Jaelani8 September 2025

Kekerasan simbolis adalah pemaksaan sistem makna oleh kelompok dominan sehingga kelompok subordinat menerimanya sebagai sesuatu yang sah, bahkan alamiah.

MAHASISWA BERSUARA: Membayangkan Warga Desa Mengepung Kota

Penulis Khanan Saputra 20 Juni 2025

Sudah seharusnya hubungan kota dan desa saling memberikan kemanfaatan bagi kedua belah pihak.

Ketika Taman Menjadi Rumah Kedua Warga Kota

Penulis TH Hari Sucahyo 17 Juni 2025

Kebijakan Jakarta membuka taman sebagai ruang publik selama 24 jam sehari jangan berhenti pada simbol. Ia harus terus berlanjut menjadi transformasi budaya kota.

Pengguna Sepeda dalam Kontestasi Ruang Perkotaan

Penulis Mochamad Andi Nurfauzi17 Maret 2025

Sepeda sekaligus menjadi pengingat bahwa kota ini dulu pernah lebih ramah, bahwa kecepatan bukan satu-satunya cara untuk sampai.

Pram dan Ode buat Kota

Penulis Yogi Esa Sukma Nugraha9 Maret 2025

Menilik kembali keresahan Pramoedya Ananta Toer saat menulis surat terbuka di Majalah Merdeka untuk wali kota dan masyarakat Jakarta pada pertengahan tahun 1957.

CATATAN SI BOB #9: Garcia adalah Balada Sedih Kota ini

Penulis Bob Anwar12 Februari 2025

Ada paradoks dalam cara sebuah kota menjual dirinya sebagai surga kreativitas, sementara di balik layar, setiap ekspresi seni harus membayar upeti pada ketakutan.

Lihat Semua
image
image
//